GAZPOLL RACING TEAM : ONE LAST RIDE FOR THE HOLY BRIO

Dari JSTC kita beralih ke race STC 1 (2100-3600), dimana musibah pun menimpa salah satu pembalap baru Gazpoll Racing Team, yaitu M. Fadli yang mobil BMW E36 nya mendadak terbakar ketika sesaat baru berhenti di grid. Saya sendiri pada saat itu memang sedang dalam tugas mengawal M. Fadli terkejut ketika sedang berjalan menghampiri atlet para cycling itu mendadak BMW E36 sesaat dia memarkirkannya di grid mengeluarkan api yang cukup besar. Kalo tidak salah kronologinya, Fadli berjalan menuju grid, menempati grid, mematikan mesin, menyalakan mesin lagi, namun terdengar suara meletup “bluub” dari mobil, dan seketika api pun mulai menjalar. Crew Azuro Motorsport yang bertugas mengawal atau racing support M. Fadli langsung berusaha menyelamatkan mantan pembalap motor tersebut dari dalam mobil. Menurut Fadli sepertinya letupan tersebut berasal saluran bensin yang bocor yang menyambar ke dinamo starter.

Atlet para cycling yang berhasil meraih medali emas pada event Para Games 2018 ini pun berhasil di selamatkan oleh crew Azuro Motorsport dan langsung di membanya keluar dari starting grid menuju paddock.

Sementara api yang berasal dari bagian depan mobil pun semakin menjadi berkobar membakar BMW E36 berkelir kuning biru ini. Bahkan menjalar hingga ke kolong mobil sampai membumbung tinggi ke udara. Sampai pada detik ini marshal atau pun mobil pemadam kebakaran  belum terlihat. Namun beberapa saat setelah photo ini tampak beberapa marshal yang datang membawa fire extinguisher dan berusaha memadamkan api .

Namun masih belum berhasil karena api yang sudah kadung membesar, yang akhirnya mobil pemadam kebakaran datang dan langsung mampu memadamkan kobaran api yang mulai membakar bagian depan E36 tersebut. Untung saja api berhasil dipadamkan sebelum merubah E36 tersebut menjadi carbeque. Bagian tengah sampai belakang pun berhasil diselamatkan.

Salah satu orang yang terlihat agak panik atas kejadian tersebut adalah Ferry Yanto Hongkiriwang, orang dibalik hadirnya M. Fadli di dunia balap touring Indonesia. Pengusaha asal kota Luwuk, Sulawesi Tengah ini pun terlihat cemas ketika mencari Fadli di gridnya. “ Mana Fadli? Mana Fadli” tanya nya ke saya. Saya pun langsung bilang kalo si Fadli nggak papa, sudah berhasil di evakuasi oleh crew mekaniknya, dan dibawa ke paddock. Akhirnya  Ferry pun bertemu dengan M. Fadli. Sambil berjalan, Ferry pun merangkul sambil menyemangati atlet Para Cycling tersebut.

“ It’s Ok. Tidak ada yang perlu dicemaskan. Yang penting Fadli tidak apa-apa” kata Ferry kepada Fadli yang meminta maaf dan tidak enak kepada Ferry perihal musibah terbakar mobilnya tersebut. Untungnya ini adalah race Fadli yang ke-2 bersama E36, bukan yang pertama yaitu race Euro 2000. Dimana pada Euro 2000 Novice, Fadli berhasil finish di urutan ke-9 (overall) dengan best timenya 1:47.865. Dimana dia berhasil merebut podium 1 di race ke-2 setelah debut perdananya pada seri ke-6 yang lalu.

Area starting grid pun tampak basah setelah musibah yang menimpa BMW E36 M. Fadli tadi. BMWnya pun sudah di evakuasi, dan race must go on without Fadlly. Yang membuat rekan satu teamnya, yaitu Tomi Hadi harus start tanpa dirinya.

Tomi Hadi sang Chairman Gazpoll Racing Team ini pun akan mekasimalkan race nya di STC 1 (2100-3600) ini dengan Mercedes Benz W202 nya

Maklum saja kolektor sport car ini bernasib sial pada race pertamanya di MB Club INA Race Championship, dimana Tomi Hadi out dari race atau D. N.F (Did Not Finish) pada lap ke-3, yang mana membuatnya gagal meraih podium.

Race sepanjang 21 km atau 7 lap ini pun di mulai, dimana Tomi Hadi bersama Mercedes Benz W202 bernomor lambung #88 ini pun mulai membelah sirkuit non permananen atau jalan raya BSD City.

Pria yang hoby wisata kuliner ini pun bertarung di kelas STC Mercedes 3600, dimana terdapat  4 pembalap yang bertarung memperebutkan 3 podium teratas. W202 nya pun berhasil mencetak best time 1:51.218

Yang mengantarkannya finish di posisi ke-11 (overall). Sementara di kelas STC Merceds 3600, Tomi berhasil finish di posisi ke-3, yang membuatnya bertengger di podium ke-3

Dan memboyong piala  kerumah sebagai penghibur lara kegagalannya finish di MB Club INA Race (kanan)

Setelah gagal beraksi di STC 1 (2100-3600) karena musibah E36 nya terbakar. M. Fadli pun beralih ke dalam cockpit Honda Brio 1200, dimana dia akan bertarung di Indonesia Touring Car Championship (Kejurnas).

Start dari grid ke-12 dengan best timenya 1:54.098, penyabet medali emas di Asian Para Games 2018 ini hanya mampu naik 1 peringkat ke posisi ke-11 overall. Sementara di ITCC 1200 , Fadli harus puas bertengger di posisi ke-5 dengan best timenya  1:54.048. Hasil yang cukup baik untuk seorang new kid on the block di Kejurnas ITCC bersama Honda Brio 1200

Comments

comments!