JSTC : UMAR ABDULLAH WINS JSTC ROUND ONE FROM SENDY SETIAWAN

Umar Abdullah dari Bank BJB Delta Garage berhasil finish terdepan dan menjadi yang tercepat pada seri perdana Japan Super Touring Championship di awal musim balap ISSOM 2019 yang di selenggarakan pada hari Minggu (7/4) yang lalu. Pembalap asal kota Gorontalo yang mempiloti Civic Estilo yang start dari grid ke-2 ini berhasil merebut pole position dari tangan Sendy Setiawan dari awal lap hingga bendera finish di kibarkan pada lap ke-9.

Japan Super Touring Championship pun memulai race perdananya di musim balap 2019 ini dengan membuka 2 kelas baru, yaitu JSTC 1500 production dan JSTC production 1600. Dimana JSTC tak lagi di dominasi oleh JDM car sekelas Estilo dan kawan-kawannya. Kini line up kelas baru tersebut di ikuti oleh Honda Jazz GK5 yang merupakan peserta Honda Jazz Speed Challenge. Dan tak ketinggalan juga Toyota Yaris dari Team Toyota Indonesia mengisi line up JSTC 1600 production.

Total peserta pada seri kick off ini adalah 21 pembalap yang akan bersaing mengumpulkan point terbanyak hingga seri ke-6 atau 7, sebelum akhirnya para juara umum atau pengumpul point terbanyak akan memperoleh hadiah utama berupa balapan di ajang MSF (Malaysia Speed Festival) Sepang International Circuit, Malaysia beserta mobil balapnya yang diboyong oleh panitia JSTC langsung dari Indonesia.

Dan dari 21 pembalap tersebut, pembalap tercepat pada waktu QTT atau kualifikasi dan yang akan memimpin di grid paling depan adalah Sendy Setiawan dari ABM Racing Team dengan Honda Civic Genio nya. Sendy berhasil membukukan waktu 1:45.387 yang membuatnya merebut pole position di seri 1 JSTC di musim balap 2019 ini.

Beberapa pembalap top atau jagoan Honda Jazz Speed Challenge pun terlihat memenuhi line up JSTC 1500 production, seperti Hendra Bonank, M. Arif, Annis Badro’uf, Fadli Ananda, Huga, Machfud, Vivaldhi Dwi Putra, dan atlet para cycling penyumbang medali emas pada Asia Para Games 2018 yang lalu, M. Fadhli.

Termasuk juga line up pembalap top dari team pabrikan yang akhirnya turun gunung ikut meramaikan Japan Super Touring Championship dengan Toyota Yaris nya. Yaitu Toyota Team Indonesia TRD dengan 2 pembalap utamanya, Haridarma Manopo dan Demas Agil. Dan Mirza P.U yang menjadi tahun ini membalap di TTI. ” Tahun ini JSTC sangat special, Karena kami membuka 2 kelas baru yaitu 1500 production dan 1600 production. Dimana ke-2 kelas itu di buka untuk mobil produksi masal yang memakai mesin bawaannya, seperti Jazz dan Yaris yang mengikuti seri ini. Tak menutup kemungkinan mobil-mobil yang beredar di Indonesia bisa mengikuti race sesuai cc mobilnya. Dan yang istimewanya lagi JSTC diramaikan oleh team pabrikan yaitu Toyota Team Indonesia yang menurunkan 3 pembalapnya yaitu Haridarma, Demas Agil, dan Mirza. Semuanya memakai Yaris. Dan jangan lupa jika tahún kemaren hadiahnya berupa Honda Brio, maka Hadiahnya utama di setiap kelas tabun ini adalah pembalap+ mobilnya di boyong ke Sepang International Circuit, Malaysia Untuk ikut berkompetisi di balap MSF atau Malaysia Speed Festival di awal tahun 2020. Oleh karena itu peraturan JSTC tabun ini disamakan atau disesuaikan dengan peraturan yang berlaku di MSF agar mobil-mobil dari Indonesia bisa balapan disana.” terang Ferry Yanto Hongkiriwang selaku vice chairman Gazpoll Racing Team yang juga bertindak selaku promotor JSTC.

Sebanyak 21 pembalap dari 6 kelas yang dipertandingkan pun memenuhi starting grid JSTC seri perdana di musim balap 2019 ini. Dimana Sendy Setiawan dari ABM Motorsport di grid pertama atau peraih pole position dengan timenya 1:45.397. Di grid ke-2 ada Umar Abdullah dari Bank BJB Delta Garage dengan timenya 1:46.664. di grid ke-3 ada Rio R. Bramantio dari B16 AP Speed dengan timenya 1:47.759. Sementara Yoga S. Prabowo dari Gazpoll Racing Team di grid ke-4 dengan timenya 1:48.303. Dan akhirnya Rian Risky dari B16 AP Speed di grid ke-5 dengan timenya 1:49.079

Sendy yang pada awalnya berada paling depan, terpaksa harus melorot 2 posisi ke posisi ke-3 setelah P1 nya berhasil di rebut oleh Umar Abdullah pada di awal lap race. Tak sampai disitu, sudah P1 nya di rebut oleh Umar, diapun juga berhasil di lewati oleh Rio yang membuatnya melorot ke posisi ke-3. Namun dewi fortuna pun memihak ke Sendy, Rio yang berada di posisi ke-2 terpaksa melorot jauh ke barisan paling belakang akibat penyakit mobilnya kumat kembali yaitu overheat dan selang turbonya lepas, hingga membuat mobilnya menjadi letoy dan berubah wujud menjadi mobil natural aspirated. Sendy pun akhirnya berhasil maju kembali ke posisi ke-2.

Sementara di barisan tengah JSTC, dibelakang pasukan mobil-mobil engine swap, gerombolan pasukan Toyota Yaris dari Toyota Team Indonesia pun menguasai medan perang. Dimana Mirza P.U memimpin di barisan paling depan JSTC 1600 production alias finish pertama dengan best timenya 1:50.667. Yang mana best timenya hanya berbeda 00.400” dari juara ke-3 JSTC 1A (1600), Nor Wibisono dari BKRT Tiegan HS Motor dengan Civic Nouva B16 (1:50.235). Sementara Haridarma di posisi ke-2 (1:51.306), dan Demas Agil di posisi ke-3 (1:51.442)

Medan pertempuran Honda Jazz Speed Challenge pun sepertinya pindah ke Japan Super Toruing Championship. Dimana GK5 yang rata-rata power mobilnya sama atau beda tipis, terlihat gap satu sama lainnya cukup dekat atau rapat. Dan pertarungan untuk memperebutkan P1 di JSTC 1500 Production pun terjadi antara Annis Bad’rouf dari Indonesia Performance yang mengajak dog fight Hendra Bonang dari HS Autocar untuk memperebutkan P1 di kelas ini. Namun sayangnya Annis malah melorot ke posisi ke-3, dimana Hendra Bonang berhasil finish terdepan  dengan best timenya 1:57.331. Dan M. Arif pun akhirnya berhasil mencuri P2 dari tangan Annis dengan best timenya 1:57.359

Dan akhirnya setelah melewati race sepanjang 35,685 km atau sebanyak 9 lap, Umar Abdullah berhasil finish terdepan atau pertama dan menumbangkan Sendy Setiawan yang finish ke-2 serta merebut P1 dari tangan pembalap ABM Racing Team tersebut.

Pembalap Bank BJB Delta Garage ini berhasil finish terdepan dari total 21 pembalap yang mengikuti race JSTC di seri 1 ini. Dimana pembalap asal kota Gorontalo ini berhasil finish pertama di kelas JSTC 1B, JSTC 3, dan JSTC overall dengan best timenya 1:46.000.” Seneng banget rasanya Karena memang target team tahun ini Untuk bisa jadi juara umum JSTC. Apalagi saya start dari sosisi ke-2, dan alhamdullilah bisa merebut podium 1  dan finish di depan. Semoga ini menjadi awal yang bagus hingga seri terakhir nanti” kata Umar Abdullah setelah finish pertama di race JSTC Minggu kemaren (7/4)

Comments

comments!