ISSOM KICK-OFF SEASON 2019

Indonesia Sentul Series Of Motorsport atau ISSOM sudh memulai seri perdana atau kick off season nya pada tanggal 5-7 April 2019 yang lalu di Sentul International Circuit, Bogor. Tidak terasa ini adalah musim ke-6 atau sudah 6 tahun saya meliput event balap touring nasional semenjak tahun 2013 yang lalu. Meskipun terdapat  race yang di dibatalkan karena faktor cuaca (Euro 3000, Retro Race, dan Oldskool Race), namun 9 race lain yang sudah dipertandingkan menyajikan tontonan yang sangat seru di musim balap awal tahun ini

Yang mana bisa dibilang seri perdana ini menjadi ajang menjemput rejeki 2019 saya yang sudah hamper 6 tahun juga memutuskan banting stir dari pekerjaan saya di tv lokal Surabaya menjadi full time job mengurusi website Perfourm ini. Trust me guys, 1stgear atau start atau babat alas so pasti berdarah-darah. Tapi dengan Bismillah saya gas pol menjalani pekerjaan baru saya ini untuk mencari sesuap nasi atau SO (Samboeng Oerip/ Sambung hidup) di dunia motorsport Indonesia.

Beberapa team besar dan privater pun terlihat hadir di awal musim ini dengan mobil dan livery barunya. Terhitung beberapa team besar seperti Banteng Motorsport, Fastron Jakarta Ban Racing Team mengganti baju atau livery mereka dengan livery baru yang tampak lebih segar dan eye catching.

Banyak juga yang berubah dari tahun ke tahun selama saya malang melintang di dunia persilatan balap ISSOM. Mulai dari pembalap yang dulunya datang seorang diri dengan predikat bujang atau mungkin Duren “Duda Keren”, kini datang dengan juniornya yang someday akan ketularan bapaknya  dengan harapan nanti kalo besar setiap bulan balapan di sirkuit ini meneruskan legacy nya.

Atau mungkin bertemu dengan orang atau penerus dari legacy legenda tuner atau bengkel balap di Indonesia yang meneruskan warisan nama besar sang Ayah di dunia Motorsport Indonesia. Seperti Boy aputra dari tuner legend Indonesia,  Om Sholeh Sigma Speed. Maap menggangu sarapan baksonya.

Beberapa mobil balap yang sempat menghilang dari persilatan pun kembali muncul lengkap dengan livery baru dan juga pembalap veteran yang kembali back in business, yaitu Sunny TS dengan BMW E36 M3 milik Deva

Jika pada beberapa tahun yang lalu Sunny sempat membalap dengan Honda Jazz lalu Porsche Carrera 911, maka di musim balap 2019 ini dia akan berada di balik hot seat sebuah BMW E36 yang dipersenjatai dengan mesin M3 3.6 Lt di lengkapi dengan aerokit yang melar bin gondrong dan suspensensi layaknya E36 DTM made in Germany.

Ngomong-ngomong soal aerokit yang melar dan gondrong, saya harus angat ke-4 jempol saya kepada Silas dari Motorsoul Indonesia yang sudah mendandani BMW E36 milik Gerhard Lukita dari ABM Racing Team dengan sexy hot killer aerokit alias “mantul”. Saya benar-benar dibuat mesmerize atau kesengsem dengan aerokit yang dibuat Silas, dan bermimpi bahwa someday jika saya punya rejeki membeli E36 saya akan memakai aerokit made in Motorsoul Indonesia untuk daily family car saya yang masih dalam proses menabung ini.

Tak hanya di BMW saja para tuner berlomba-lomba untuk menyunat sepersekian second dari setiap tikungan yang ada di Sentul (11 tikungan), para Benz juga tak mau kalah dengan rival abadinya tersebut dengan mengaplikasi beberapa part aerokit mulai dari body kit super gondrong, gt wing, hingga shark fin. Yang terbaru di musim balap 2019 ini saya pun menemukan  sebuah side skirt rocker splitters winglet wings canard diffuser pada sebuah W124. Nama yang aneh dan Panjang, namun fungsinya tetap satu, yaitu downforce.

Di musim balap ini juga muncul beberapa team baru yang terlihat team paling gadun daripada team team balap lainnya, yaitu ///MOCI Motorsport atau M Owners Club Indonesa Motorsport. Dimana team yang beranggotakan para owner dari BMW M series ini merubah 4 pit Sentul seperti rumah yang bergarasi pada sisi kanan dan kiri lengkap dengan 2 pit yang ditutup oleh kaca portable dengan fasilitas ala pavilion yang full ac, full furniture, dan full makanan.

////MOCI Motorsport sendiri paling banyak menurunkan pembalapnya pada  BMWCCI One Make Race, yaitu sebanyak 6 pembalap dengan E36 yang turun di 2 kelas yang berbeda (advance dan rookie). Dimana Henri Liang berhasil menjadi yang tercepat dan finish terdepan dari total 11 pembalap dengan best timenya 2:01.043, yang mengantarkannya ke podium 1 di kelas advance. Sementara Junus Danuatmodjo (#1) finish di posisi ke-6 overall, atau ke-4 di kelas rookie dengan best timenya2:04.250

Comments

comments!