FAST SLIDE ATTACKS ! BRAND NEW KIND OF RACE

Para speedfreaks atau pembalap di Indonesia kini mempunyai mainan atau balapan baru yang baru lahir di Sirkuit Gokart Boyolali, 22 Juni 2019 yang lalu, yaitu Fast Slide Attacks. Fast Slide Attacks sendiri merupakan cabang motorsport gado-gado yang menggabungkan 3 balapan yang ada sebelumnya, yaitu slalom, drifting, dan time attack. Gampangannya mirip seperti gymkhananya Ken Block, namun dibuat di sebuah sirkuit gokart atau road race. Dimana sebanyak 57 pembalap yang berasal DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, hingga yang  terjauh yaitu Kalimantan Selatan bersaing menjadi yang tercepat di balapan yang di gelar oleh Whooosah Management ini.

Dari sisi slalom atau gymkhana, Anda mungkin bisa melihatnya dari beberapa handicap berupa cone orange atau pun cone berkelir merah yang merupakan salah satu penanda yang digunakan dalam soal slalom, selalin cone berkelir hijau.

Sementara cone kerucut berkelir orang yang biasa Anda embat di pinggir jalan ini, biasanya di letakkan di dalam area tikungan dimana Anda harus masuk di antara ke-2 cone tersebut, ada yang sesuai racing line ada juga yang zig zag. Nah beberapa tikungan yang tidak ada conenya biasanya digunakan sebagai drifting zone, tempat point khusus bagi para peserta RWD (bukan pick up). Sementara unsur time attacks terletak pada seberapa cepat pembalap melibas mobilnya dari garis start ke finish melewati beberapa bagian sirkuit dengan menggunakan racing line ala time attacks ataupun touring.

Sementara untuk urusan peraturannya sendiri mengacu pada peraturan yang berlaku pada slalom. Jadi tak heran jika semua peserta dan mobil yang memenuhi paddock Fast Slide Attacks berasal dari slalom.

Mulai dari mobi FWD berkapasitas kecil, seperti Toyota Agya ataupun Honda Brio hingga mobil RWD berkapasitas 2.000 cc atau pun force induction dengan turbo di dalamnya di kelas RWD Open.

Dari sekian banyak mobil slalom yang mengisi paddock, Saya harus mencoret 2 mobil milik the living legend dr. Herry “ The Flying Doctor” Agung yang merupakan mobil perangnya si flying doctor di balap rally. Yaitu Toyota Corolla DX KE70 dan Mitsubishi Colt GTi. Just for your info guys, pembalap yang mengawali karir balapnya dari tahun 1973 ini baru saja memakai ring lagi pada jantungnya, yang berarti total ring yang terinstal pada jantungnya sampai saat ini berjumlah 14 buah ring. Walaupun ringnya sudah berjumlah 14 buah, namun dr. Herry Agung ini tetap flat out di slalom, gymkhana, drag race, hingga sprint rally. Dia hanya absen di balapan yang durasi atau jarak race nya Panjang seperti touring ataupun rally. Racing is in his blood.

Saya tertarik memphoto engine bay dari DX rally milik si Flying Doctor yang ketika di pop the hood, maka Anda akan melihat mesin 5K nya dilengserkan dengan mesin yang lebih powerfull khas corolla, yaitu 4AGE 16 valve lengkap teknologi jaman now yang dikawinkan dengan carburetor 4 barrel khas jaman old.

Namun yang membuat saya kesengsem selain powerfull natural aspitared 4AGE 16 valve 4 barrel tersebut, ada tabung ungu disisi kanan dan kiri atas fender depan, yang bertuliskan Reiger Suspension. Yang biasanya dagelan saya adalah coilover merek kecap bangau yang harganya mungkin 3 x lipat  dari harga mobil DX nya saja, namun kualitas atau performance du dunia persilatan Rally, merupakan kecap nomor satu nya.

Uniknya lagi karena ini mobilnya pak dokter ataupun yang punya mobil lagi sedang tidak fit karena penyakit jantungnya, maka ada tulisan No Smoking please. Tapi yang jelas bau racing fuel lebih harum atau halal dan disukai pak dokter ketimbang bau asap rokok.

Comments

comments!