B16 AP SPEED : WINNER WINNER MBEBEK DINNER!

Dari race Japan Super Touring Championship, perjalanan race tim AP Speed dilanjutkan pada balapan one make race, yaitu Honda Brio Speed Challenge

Dimana Rio yang pada tahun 2018 yang lalu ini berhasil merebut title juara umum ke-3 di kelas HBSC promotion akan memulai start dari grid ke-41(overall dicampur dengan HJSC)  atau grid ke- 7 dengan hasil QTT 2:04.816

Rio pun naik 2 peringkat ke posisi ke-5, dan berhasil finish di posisi ke-5 umum, dan ke-3 di kelas HBSC Promotion. Arek Suroboyo inipun berhasil merebut podium ke-3 HBSC promotion class dengan best timenya 2:04.044.

Dari Rio yang berhasil merebut podium ke-3 di kelas HBSC promotion class, kita beralih ke Rian Risky yang tampak sedang bersiap sedia di grid ke-3 pada race STCR 2 atau Super Touring Car Race dengan best time pada saat QTT 1:48.188

Oyod dari AP Speed pun tampak mengecek ulang tekanan ban pada EG6 bertenaga 161 whp ini

Rian pun tampak PeDe atau percaya diri menghadapi race ke-2 nya bersama Estilo miliknya ini. Dimana pada race pertama di Japan Super Touring Championship, dia bersama Estilonya berhasil merebut podium pertama di kelasnya.

Karena start dari grid ke-3 di STCR 2, Rian pun dikepung oleh mobil-mobil bercc diatasnya yang rata-rata 2.000 cc di depan dan belakangnya.

Namun si Estilo bermesin 161 whp B16 1.6 Lt ini tetap saja bandel menguber  ataupun meninggalkan mobil 2.000 cc yang berada di depannya juga dibelakangnya.

Hingga akhirnya dia berhasil mempertahankan posisi ke-3nya dari serangan Oekon dengan BMW 2.000 cc nya, dan naik 1 peringkat ke posisi ke-2. Dimana posisi pertamanya di pimpin oleh Sendi Setiawan.

Rian pun berhasil finish di posisi ke-2 (overall) dengan best timenya 1:48.332. Pembalap yang di sponsori oleh Ahmad Sahroni Center, GAS Motorcycles, Triumph, Timur Bahari, Rumah Keikira, Keikira, DeatschWerks, dan Nitro Autoparts ini berhasil merebut podium 1 dikelas STCR 1 STC 1600

Dan sekali lagi Pria yang baru saja berusia 30 tahun ini merayakan kemenangan podium pertama ke-2 nya di seri ke-2 ISSOM. Terutama bisa finish ke-2 melawan mobil-mobil yang bercc di atasnya.

“ Alhamdullilah bisa finish ke-2 overall. Saya Cuma focus giving the maximum pace aja. Hahaha” terang Rian mengenai dia diapit oleh mobil ber cc diatasnya (2.000 cc) , dan akhinrya bisa finish ke-2 overall.

Comments

comments!