B16 AP SPEED : WINNER WINNER MBEBEK DINNER!

Rian keluar, Rio pun langsung masuk ke grid. Bisa di bilang seri ke-2 kemaren menurut saya adalah balapan dan liputan yang marathon atau estafet alias nyambung terus (ada dan tiada jeda)

Sementara bagi Rio, ini adalah race nya yang ke-3 setelah Japan Super Touring Championship, dan Honda Brio Speed Challenge. Dan akhirnya Super Touring Car Racing 1

Namun yang sangat special disini, Rio kali ini akan start dari grid ke-3 (1:46.166). Dimana Arek Suroboyo ini akan start di depan 2 Porsche 911 Carrera (997), dan di depannya ada 2 BMW bermesin M3. Jadilah saya mengguyoni Ri sebelum dia start, saya bilang “ Yo, yen iso menang atau finish nang ngarepi 2 Porsche iku, kon ta taktir bebek goreng” ( yo, kalo bisa menang atau finish di depan 2 Porsche itu. Kamu ta taktir bebek goreng di Surabaya). Rio pun membalas “ Yo, wani!” ( ya , berani). Saya pun lantas melirik 2 997 yang dipiloti oleh Wing Baroto dan Charles Teo, kalo sampe ni duo mobil favorit saya tidak bisa melewati Rio, bisa amsiong neh, winner winner mbebek dinner neh.

Rio menjadi alice in wonderland alias Rio in DTMland. Dimana dia dikepung oleh mobil-mobil pabrikan Jerman yang ber cc dari 3.200 cc (M3 , 330 hp) hingga  3.400 cc (Porsche Carrera, 340 hp). Padahal Rio hanya bermodalkan mesin B18 1.800 cc 4 cylinder turbo yang powernya cuma 320 whp.

Walaupun demikian, kecil-kecil si cabe rawit Estilo Triumph berkelir orange ini pun langsung berusaha ngacir meninggalkan gerombolan Porsche dan BMW juga Mercedes Benz dibelakangnya.

Namun duo Porsche 911 Carrera di belakangnya masih juga ngintil atau lengket kaya perangko di belakangnya Rio.

Sekitar 1 atau 2 lap kemudian, Rio pun berhasil mendekati Gerhard Lukita yang mempiloti BMW E36 bermesin S54B32 alias mesin M3 pada tikungan R2, dimana hamper saja dia melewati pembalap muda tersebut. Namun Gerhard tak memberikan celah bagi Rio untuk melewatinya.

Namun karena Estilo yang di pilotinya bermesin turbo, begitu ketemu atau keluar R2 dan bertemu straight line, keong racun dalam Estilo Rio pun langsung ngeboost hingga 1 bar yang membuat vtec just kicked in ya! dan berhasil meninggalkan Gerhard di belakang

Gerhard pun sudah di lewati, dan posisi ke-2 overall pun berhasil diamankan. Kini Rio pun mulai ngeboost memburu P1 atau Pole position yang di duduki oleh pembalap senior Benny Santoso dengan E87 M3 nya.

Rian yang berada di atas podium ITCR Max rising star tampak sedang menyaksikan race atau battle yang dilakoni oleh sang kakak

Dimana sang kakak atau Rio, sedang menguber BMW E87 M3, sementara dia di uber oleh 2 Porsche dan M3 di belakangnya

“ That’s my bro” , kira-kira kalo dibuat meme seperti itu.

Pembalap yang di sponsori oleh Ahmad Sahroni Center, GAS Motorcycles, Triumph, Timur Bahari, Rumah Keikira, Keikira, DeatschWerks, dan Nitro Autoparts ini berhasil merebut podium ke-2 di kelas ITCR MAX Rising Star. Dimana Rian menjadi the Toyota diantara 2 Honda di podium 1 (Avila Bahar), dan Dede Yoni Azhari. “Mas Rio, Daddy, Mas Oyod dan kawan-kawan bener-bener sukses bikin saya surprise dan melongo. Jujur saya sama sekali belum pernah naik Yaris (bahkan Yaris daily driven pun), sampe harus membawa Yaris race car dan bersaing dengan Avila, Abraham, Mirza yang sudah well-prepare dengan mobilnya masing-masing. P2 kemaren menurut saya sudah maksimal yang bisa saya berikan, mengingat minimnya waktu latihan dan juga perlu dilakukan beberapa pembenahan” terang Rian Risky mengenai Yaris hadiah ulang tahunnya, persiapan yang mepet, dan hasil P2 di debut perdananya dengan Yaris.

Tak ketinggalan pula TRD Japan yang tergabung dalam Toyota Team Indonesia ikut merayakan kemenangan Rian di atas podium ke-2 ITCR Maxx Rising Star, yaitu Masataki Hori selaku Technical Coordinator TRD Japan

Dan juga petinggi TRD Indonesia, yaitu Toshio Obara selaku President Director TRD Indonesia yang ikut memberikan standing applause kepada Rian

Comments

comments!