JSTC : FULL HEAVY METAL DOGFIGHT!

Rio. R Bramantio dari B16 AP Speed berhasil menjadi yang tercepat dan finish di urutan pertama dari seri ke-2 Japan Super Touring Championship, yang digelar pada Minggu (7/7)  yang lalu di Sentul International Circuit, Bogor. Pembalap asal kota Surabaya ini berhasil mempertahankan pole position atau P1 nya selama 9 lap dari serangan 2 pembalap di belakangnya, yaitu Sendy Setiawan dan Umar Abdullah.

Pagi hari di pit para peserta JSTC pun tampak terlihat santai. Para crew tim tampak hanya melakukan tugas untuk membersihkan mobil

Atau bahkan hanya mengelapnya saja supaya tampak lebih bersih. JSTC memang bisa di bilang sebagai race para Honda Boys di Indonesia, karena kita hamper seluruh line Honda Civic ada disini. Mulai dari si setrika, Civic Wonder SB3, hingga FN2R ataupun FD2R

Setelah di musim balap 2018 yang lalu absen di beberapa seri. Kini di musim balap 2019 ini, M. Harris Analeg kembali lagi beraksi dengan Ferionya yang berlivery baru yang sekilas mirip dengan livery team Brawn GP F1

Dari pembalap lama JSTC yang bolos di beberapa seri di musim balap 2018 yang lalu. Ada juga pembalap JSTC yang bolos nya kelamaan dari tahun 2017 atau awal JSTC melantai, yaitu Abraham Nadeak dari Smart – S Racing yang jika dulunya naik Honda Jazz GE8 Turbo, maka kali ini dia comeback dengan Toyota Vios with full heavy metal modification yang juga digunakannya untuk berperang di Indonesia Touring Car Race Max (Kejurnas). Dimana di JSTC dia masuk di kelas JSTC 1600 Production.

Selain Abraham yang akhirnya masuk kelas JSTC lagi atau CLBK lagi dengan JSTC. JSTC juga kehadiran pembalap baru, yaitu Pras dari team yang mungkin berisi para jomblo mania, yaitu Hati Yang Kosong Racing Team. Pras yang biasa bertarung di Super Touring Car dengan Corolla AE101 bermesin 4AGE 20 valve, kali ini bertarung di kelas JSTC 1500 production menggunakan Honda Jazz GE8 nya.

Dan pembalap baru yang terakhir adalah, pembalap lawas atau senior yang biasanya menjadi mentor bagi para pembalap baru di Sentul, yaitu Yogi (race suit biru)

Saya juga tertarik untuk memphoto beberapa livery baru helm beberapa pembalap JSTC. Seperti helm baru M. Arief yang dulunya polos, kini Arai nye berubah menjadi 2 warna biru dan orange. Sekilas mirip dengan liverynya Gulf oil yang melegenda itu

Dan yang ke-2 adalah livery venom yang diperbarui lagi oleh Amandio. Jika dulu gigi dan mulut venom tersebut hanya berupa stickers dan berada di bagian bawah, Maka Venom ver.2 pro drifter Indonesia ini full hingga bagian atas sampai ke belakang menutupi Stilo Carbon helmetnya.

Dan peraih P1 atau pole position di seri ke-2 Japan Super Touring Championship kemaren adalah pembalap asal kota Suroboyo Rio R. Bramantio dari team B16 AP Speed. Sementara Sendi Setiawan berada di P4, dan akhirnya Umar Abdullah di P3

JSTC pada seri ke-2 kemaren juga terhitung menjadi seri yang paling banyak pesertanya dari beberapa seri sebelumnya. Yaitu total sebanyak  24 pembalap yang mengikuti JSTC di 7 kelas yang diertandingkan.

Dan yang pembalap yang berhasil memimpin atau merebut P1 sewaktu sesi QTT adalah Rio. R. Bramantio dari B16 AP Speed dengan Honda Civic Estilo atau EG6 B18 Turbonya.

Honda Civic Estilo atau EG6 nya yang berkelir orang putih hitam itu berhasil menorehkan best time 1:45.382 yang membawanya bertengger di grid pertama atau pole position untuk pertama kalinya semenjak tahun 2017. Sementara di grid ke-2 ada Imin Barata dari Sigma Speed dengan GE8 (1:45.409). Lalu  Umar Abdullah dari Bank BJB Delta Garage dengan EG6 nya di grid ke-3 (1:45.437). Sendy Setiawan dari ABM Racing Team dengan Genionya di grid ke-4 (1:45.543), dan akhirnya Rian Risky dari B16 AP Speed dengan EG6 nya di grid ke-5 (1:48.153)

Comments

comments!