B16 AP SPEED : RIAN RISKY SET NEW RECORD FOR FASTEST B16 ENGINE POWERED EG6 (1:47.822)

Rian Risky dari B16 AP Speed berhasil mencetak rekor baru untuk estilo atau EG6 ber mesin 1.600 cc di Sentul International Circuit, yaitu 1:47.822 pada ISSOM seri ke-3 yang diadakan pada tanggal 3-4 Agustus 2019 yang lalu.. Dimana selain berhasil mencetak rekor EG6 tersebut, arek Suroboyo ini juga berhasil memboyong podium ke-3 di kelas JSTC 1A, setelah drama distributor nya lepas pada last lap yang menyebabkan Rian yang sudah berada di P1 terpaksa D.N.F.  Di race STCR 2 yang gagal start gara-gara musibah mati lampu masal sejawa, Rian pun berhasil mendapatkan podium 1 di kelas STC 1600 tanpa race.

Kembali ke sesi QTT atau kualifikasiSuper Touring Car Race 2, Rian pun berhasil mencetak rekor atau best time Honda Civic Estilo atau EG6 bermesin Honda B16  di Indonesia dengan waktunya 1:47.822. Dimana personal rekor Rian sebelumnya adalah 1:48.  Sementara rekor mesin B16 di body Nouva atau EF9 dipegang oleh rekan satu teamnya yaitu M. Herdy yang pernah mencetak 1:46

“ Normal aja tadi nyetirnya. Terutama konsisten di setiap sector. Dan ga expect juga bisa nyentuh 1:47.822” terang Rian sesuai mencetak rekor 1:47 pada sesi QTT JSTC

ISSOM seri ke-3 ini B16 AP Speed kembali di perkuat oleh 3 pembalap nya, yaitu Rio R. Bramantio dan Rian Risky. Sementara Yoppi Nitya yang sempat absen di seri ke-2 kemaren, kini kembali melengkapi line up AP Speed di kelas 2100 cc.

Dimulai di race JSTC atau Japan Super Touring Championship, Rio R. Bramantio yang terpaksa start dari grid ke-19 akibat insiden pecah ban di awal sesi QTT ini berhasil menggila dengan Estilo B18 Turbonya yang bertenaga 320 hp dengan berhasil menyodok maju dari barisan belakang ke barisan ke depan.

Arek Suroboyo ini pun berhasil naik 16 peringkat dan finish di posisi ke-3 overall dengan best timenya 1:45.155. Sementara di kelasnya, yaitu JSTC 2B, Pembalap yang di sponsori oleh Ahmad Sahroni Center, GAS Motorcycles, Triumph, Timur Bahari, Rumah Keikira, Keikira, DeatschWerks, dan Nitro Autoparts ini berhasil merebut podium pertama.

Yoppi Nitya yang akhirnya kembali melantai ini,berhasil finish ke-5 (overall) dengan best timenya 1:48.656.  Yoppi yang start dari grid ke-6 (1:48.450) juga berhasil merebut podium ke-3 di kelas JSTC 1B dan JSTC 3. Di race STCR 2 yang terkena dampak drama mati lampu, sehingga gagal start dan hasil race nya diambil dari posisi QTT. Dimana Yoppi yang berhasil bertengger di grid ke-4(1:48.604), akhirnya berhasil berada di podium ke-2 STCR 2 STC 2100

Sementara Rian Risky yang start dari grid ke-7 (1:48.573), dan sempat berada di posisi ke-5 (overall), dan memimpin atau pertama di kelas JSTC 1A dari awal lap. Terpaksa out dari race pada last lap. Performance dari mesin B16 bertenaga 161 whp ini pun terasa mulai drop dari lap ke-2. Namun Rian masih tetap berusaha flat out dengan tenaga yang tersisa, yang pada puncaknya, dia bersama EG6 nya terpaksa bersandar di bahu jalan alias mesinnya mati pada last lap di R3. Namun karena dia sudah berhasil menjalani race sebanyak 70 % dari total lap (9 lap), maka Rian pun berhak naik ke atas podium ke-3 di kelas JSTC 1A. Best time Pembalap yang di sponsori oleh Ahmad Sahroni Center, GAS Motorcycles, Triumph, Timur Bahari, Rumah Keikira, Keikira, DeatschWerks, dan Nitro Autoparts ini 1:49.654.

“ Sejak lap ke-2 performa  engine menurun,terasa berat pada rpm 7500-8000. Sehingga memaksa saya shifting hanya di rpm 7500. Saya yakin dengan kondisi demikian sangat sulit untuk mempertahankan posisi di depan. Situasi diperburuk dengan adanya Safety Car , yang membuat posisi mobil kembali rapat. Begitu SC masuk pit, saya berusaha semaksimal mungkin mempertahankan posisi dengan defensive-driving. Hingga akhirnya pada lapakhir, tepatnya di R3, rpm mobil tiba-tiba drop ke posisi idle dan throttle tidak bereaksi.

Begitu mobil berhasil direcovery di pit. Semua kaget karena distributor mobil lepas dari bracket nya. Padahal 2 baut besar itu.hahahaha” terang Rian mengenai gagal finishnya dia di race JSTC. ” Semua sudah dilakukan pengecekan dengan baik sebelum race. Tapi yang namanya balapan selalu aja ada hal-hal  yang tak terduga. Apa saja bisa terjadi” terang Daddy atau pak Apre menanggapi insiden mogoknya mobil Rian pada last lap akibat distributor nya yang mendadak lepas.

Comments

comments!