JSTC : AMANDIO STRIKES BACK!

Emanuel Amandio dari ABM Racing Team berhasil menjjadi yang tercepat atau raja baru dari race Japan Super Touring Championship seri ke-3 yang diadakan pada gelaran ISSOM di Sentul International Circuit, pada hari Minggu yang lalu (4/8). Pro drifter yang menggunakan Nissan Silvia S14 ini berhasil memimpin jalannya race yang diwarnai dengan beberapa insiden hingga bendera finish dikibarkan pada lap ke-9 dengan best timenya 1:45.592

Para peserta Japan Super Touring Championship pun hingga seri ke-3 ini di dominasi oleh para peserta JSTC 1500 production class, dimana semuanya menggunakan Honda Jazz GK5 yang juga digunakan untuk bertarung di balapn one make race Honda Jazz Speed Challenge. Total ada sebanyak 6 pembalap muda yang meperebutkan 1 golden ticket ke Sepang di kelas ini. Dimana the new kids on the block, Vivaldhi Dwi Saputra berhasil memimpin hingga 2 seri ini

Total pembalap yang mengikuti jalannya race pada seri ke-3 ini adalah sebanyak  22 pembalap yang terbagi dalam 7 kelas. Dimana ke-22 pembalap ini masih tersisa 4 seri lagi (total 7 seri) dalam perebutan mereka di masing-masing kelas untuk golden ticket ke Sepang Malaysia bagi setiap juara umum di kelas nya.

Dan dari 22 pembalap yang bertarung di JSTC seri ke-3 ini, Amandio dari ABM Racing Team berhasil menjadi pembalap yang tercepat sewaktu sesi QTT atau kualifikasi dan merebut pole position dengan best timenya 1:41.479. Dimana waktu tersebut mengalahkan rekor JSTC sebelumnya yang dipegang oleh Luckas Dwinanda dari Gazpoll Racing Team dengan Holy Brio milik Ferry Yanto Hongkiriwang, yaitu 1:42.441. Tak hanya itu Dio juga berhasil memecahkan rekor

Dimana di posisi ke-2 atau grid ke-2 ada Umar Abdullah dari Bank BJB Delta Garage dengan Estilo (1:44.341) . Grid ke-3 ada Sendy Setiawan dari ABM Racing Team dengan Genionya  ( 1:44.991). P4 ada Benny Santoso dari Sigma Speed dengan FN2R nya (1:47.383). Dan akhirnya Haridarma Manopo dari Toyota Team Indonesia-TRD dengan Yarisnya di grid ke-5 (1:48.371)

Race pun di mulai dimana Amandio masih leading the packs, dimana Umar dan Sendy yang menggunakan mesin Honda 2.000 cc tetap menempel ketat Silvia S14 sequential dog box gearbox Amandio di belakangnya.

Jika di barisan depan dogfight nya berupa saling tail gaiting  atau mengekor di rear bumper. Maka pertarungan atau dog fight di barisan paling belakang yang notabene di isi oleh para freshman atau pembalap muda dan pembalap lama yang lagi apes start dari belakang, dog fightnya hingga side by side atau bahkan berjejer  hingga 3 baris. This is hardcore race

Tapi ada yang lebih hard core dari perebutan posisi ke-2 overall atau P1 di kelas JSTC 1B. Pada lap ke-2, dimana Sendy Setiawan yang sedang dalam misi memburu dan menempel ketat dibelakang Umar Abdullah, mendadak kehilangan kendali  sewaktu mencoba recovery keluar tikungan R1. Sendy yang mempiloti Genionya tak kuasa mengendalikan mobilnya hingga membuatnya menabrak beton pembatas yang terletak di sebelah kanan lintasan, tepat di depan pos 3 yang bisa dibilang menjadi killing fields para pembalap yang out di R1 (kalo tidak ke gravel di ujung R1)

Genio nya Sendy pun terlihat hancur pada sisi sebelah kanan pada bagian depan dan belakang. Namun Sendy pun berhasil keluar dengan selamat, dan dalam kondisi yang ok. Akibat insiden ini, Safety Car pun masuk ke dalam lintasan hingga proses evakuasi genionya Sendy selesai.

Lepas Safety Car masuk ke dalam pit, pertarungan keras pun terjadi di barisan belakang. Haridarma Manopo dari TTI-TRD yang mempiloti Yarisnya pun tampak melakukan hard brake sewaktu masuk di R1. Dimana di belakangnya ada Rio R. Bramantio dari B16 AP Speed dengan Estilo B18 Turbo yang pada seri ke-2 kemaren berada di puncak JSTC atau P1, kini harus start dari grid ke-19. Dan dalam misi memburu 18 pembalap di depannya dengan Estilo bertenaga 320 whp. Rio pun berhasil finish di posisi ke-3 overall, dan pertama di JSTC 2B dengan best timenya 1:45.155

Sementara Amandio berhasil mengamankan P1 nya selama 9 lap dari serangan Umar Abdullah yang berada di belakangnya. Pembalap dari ABM Racing Team ini berhasil finish pertama (overall) di JSTC dengan best timenya 1:45.592.

” Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pembalap, tim mekanik, supporting & manager. Mohon maaf kalo ada salah-salam dalam berkata atau ada kesalahan lain selama practice, qtt, hingga balapan hari ini. Semoga ke depannya JSTC bisa menjadi balapan yang lebih kompetitif dan menyenangkan. Bravo JSTC ” terang Ferry Yanto Hongkiriwang dari Gazpoll Racing Team selaku promotor JSTC

Dimana pro drifter Indonesia ini berhasil merebut podium pertama di JSTC Overall, dimana podiumnya diwakilkan oleh Tomi Hadi sang chairman Gazpoll Racing Team (promotor JSTC). Sementara di podium ke-2 ada Umar Abdullah dari Bank BJB Delta Garage. Dan Rio R. Bramantio dari B16 AP Speed di podium ke-3 JSTC overall.

Di kelas pasar senggol JSTC 1500 Production, untuk yang ke-2 kalinya Vivaldhi Dwi Saputra dari Sigma Speed berhasil bertengger di podium pertama. Di ikuti oleh Huga Labib di podium ke-2. Yogi Primantroro di podium ke-3. Dan akhirnya Annis Badro’uf

Naik ke kelas JSTC 1600 Production, mobil dari pabrikan Toyota yaitu Yaris berhasil menguasai 3 podium teratas di kelas ini. Di mulai dari team pabrikan Toyota Team Indonesia-TRD yang berhasil menyapu bersih podium 1 dan 2 dengan 2 pembalapnya, yaitu Haridarma Manoppo di podium pertama, dan Demas Agil di podium ke-2. Sementara Mirza P.U berada di podium ke-3

Di kelas JSTC 1A, Hendra Widjanarko dari Banteng Motorsport yang pada seri sebelumnya bertengger di podium ke-2. Kali ini berhasil merebut puncak podium pertama di kelas JSTC 1A meninggalkan Yoga S. Prabowo dari Gazpoll Racing Team di podium ke-2. Dan Rian Risky dari B16 AP Speed yang semula berada di posisi pertama mendadak out atau D.N.F dari race pada last lap akibat mesinnya mati berada di podium ke-3

Di kelas JSTC 1B, Umar Abdullah dari Bank BJB Delta Garage berhasil menjadi yang tercepat di kelas ini dengan berhasil merebut podium pertama. Sementara di podium ke-2 ada Benny Santoso dari Sigma Speed. Dan akhirnya pendatang baru JSTC dari B16 AP Speed, yaitu Yoppi Nitya di podium ke-3.

Di kelas JSTC 2B, Rio R. Bramantio berhasil merebut podium pertama di kelasnya. Mantan penguasa JSTC di seri sebelumnya ini start dari posisi ke-19 dan finish ke-3 overall.

Dan akhirnya di kelas JSTC 3, Amandio dari ABM Racing Team yang diwakilkan oleh Tomi Hadi dari Gazpoll Racing Team (Big Bos Gazpoll selaku promotor JSTC) berada di podium pertama. Sementara di podium ke-2 ada Umar Abdullah dari Bank BJB Delta Garage. Dan akhirnya Yoppi Nitya dari B16 AP Speed di podium ke-3.

Berikut ini adalah standing point dari 7 kelas yang dipertandingkan. Dimana masih ada 4 seri lagi sebelum akhirnya kita bisa melihat siapa saja 7 pembalap dari 7 kelas yang berhasil mendapatkan golden ticket untuk bisa race bersama mobil balapnya di Sepang International Circuit, Malaysia.

Stay tune di Perfourm untuk full artikel JSTC. Later

JSTC : FULL HEAVY METAL DOGFIGHT!

 

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

 

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com

*Hashtag your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

Comments

comments!