CHASING THE 201M SUNSET AT GELORA BUNG TOMO SURABAYA

Setelah beberapa tahun malang melintang  dan kecantol dunia persilatan balap touring di Sentul International Circuit, akhirnya saya pun bisa kembali lagi ke lintasan lurus sepanjang 201 meter di kota Surabaya. Lebih tepatnya di sirkuit Gelora Bung Tomo pada hari Sabtu, 27 Juli 2019 yang lalu. Dan akhirnya sayapun kembali terbakar dan ber tanning ria  dengan teriknya panas khas kota Suroboyo.

Race pada kali itu juga terbilang special, karena dibuka oleh Walikota Surabaya, Ibu  Tri Rismaharini. Maklum saja title event acara kali ini adalah Walikota Cup yang merupakan kerjasama Pemkot Surabaya dengan  SRP. Ini adalah ke-2 kalinya saya bertemu dengan ibu kesayangane arek Suroboyo, setelah pada tahun 2014 yang lalu di event AMF Surabaya 2015. Dimana Beliau diajak taxi drift oleh pro drifter Indonesia, Akbar Rais. Nah pada pembukaan drag kali ini, Beliaupun diajak nebeng disebuah Honda Brio yang di piloti oleh seorang dragster wanita. Saya pun sempat mendengar wanti-wanti dari stafnya Bu Risma “ Ojok banter-banter, santai aja mba (jangan kenceng-kenceng, santai aja mba). Namun pas Bu Risma keluar, saya pun langsung nyletuk, Bu enakan mana bu naik mobil drift atau naik mobil drag race. “ Ya enak driftlah, mobile anteng. La kalo iki mobile ate mencolot ae, jantungku ate ucul terus (Ya Enakan driftlah, mobilnya anteng. La kalo yang ini mobilnya mau loncat aja, jantungku yam au copot terus)” terang bu Risma yang disambut tawa oleh para rekan media yang mengerubunginya.

Race yang dimulai dari jam 10 pagi ini mempertandingkan sebanyak 16 kelas, yang dimulai dari kelas bracket 12 detik hingga Free For All.

Dari mobil sekelas LCGC yaitu Daihatsu Ayla yang mempunyai kapasitas mesin 988 cc dengan power output 65 ps hingga Nissan GT-R R35 yang berkpasitas mesin 3.800 cc V8 dengan power output 485 PS

Saya juga menemukan beberapa mobil yang ditempeli sticker Perfourm salah satunya adalah Honda Civic FD1 berkelir hitam ini dan sebuah Mitsubishi Pajero Sport milik Yogie dari Gallery Mobil Gresik.

Jika dulu pada era 2000an saya tahunya Lek Ansori sang tuner dari bengkel Smurf Performance Sidoarjo seringnya ngutak-ngatik Honda Estilo. Maka di jaman now Lek Ansori pun mulai gatal tangannya untuk mentuning mobil diluar Honda. Seperti yang pernah saya tahu sebuah Daihatsu Grandmax pickup bermesin 185 hp Honda B16 yang ditempatkan di bak belakang atau Middle Engine Rear Wheel Drive Layout untuk drag race. Maka kini hadir kerajinan tangan nya yang baru pada mobil yang terhitung sangat rare di Indonesia, yaitu Suzuki Vitara 2 Pintu

SUV2 pintu milik Bambang asal kota Surabaya yang rare ini pun dirubah menjadi mobil dragrace dengan menggusur mesin OEM 1.6 Lt 80 HP dengan Nissan SR20DET yang diotaki oleh Hondata (wait..what?) dengan power output 200 hpan. Sepertinya si Vitara bisa diajak Sideways, walaupun bersumbu pendek.

Namun sayangnya Bambang pun gagal naik keatas podium akibat delko atau distributornya mengalami trouble hingga membuat performance mesin SR20 tidak maksimal. Sebelum event ini si Vitara Smurf ini berhasil mencetak best time 9,7 detik dengan mesin SR20 standart nya

Beberapa mobil diesel power di kota Surabaya pun tampak semakin agresif atau hardcore dalam hal tampilannya yang tak kalah greget dengan mobil sedan sport lengkap dengan coilover, racing wheels, dan big brake kit.

Dan tentu saja bagian high heelsnya sudah hardcore , bagian engine atau performancenya juga super hardcore. Yang dimana fungsi si big brake kit tersebut adalah bukan buat berlaga di track day atau touring , namun buat menghentikan laju si diesel power. Contohnya Innova milik Hardian yang dipiloti oleh Ronny Hao dari Nitro Speed Surabaya yang berhasil mencetak best time 8,581 detik yang membuatnya bertengger di podium ke-3 kelas Turbo.

When you go to drag race, but DUB is lyfe.

Comments

comments!