MAS BOY IS BACK WITH 2019 BMW 330i M SPORT (G20)

Mas Boy is back. Mungkin jika tokoh pria idaman kaum wanita dan juga laki-laki yang kaya raya, baik hati, tidak sombong, pembalap, dan rajin sholat itu come back lagi di layer kaca atai lebar. BMW 330i M-Sport lansiran tahun 2019 yang diberi kode G20 ini akan menjadi mobil si Boy menemaninya ber eksis ria di real world atau pun di sosmed. Saya pun mendapatkan kesempatan untuk fast love selama 30 menit dengan generasi ke-7 dari keluarga seri 3 BMW di kota Surabaya.

Kencan saya bersama BMW 330i M-Sport di mulai dari acara official launching BMW X7 dan 330i M-Sport di BMW Astra Surabaya pada Kamis, 29 Agustus 2019 yang lalu. Dimana pihak BMW Astra Surabaya dan BMW Indonesia secara resmi memperkenalkan produk terbarunya kepada masyarakat kota Surabaya, yaitu BMW X7 dan BMW 330i M-Sport. ” BMW Indonesia selalu berkomitmen untuk menghadirkan rangkaian kendaraan inovatif serta program dan layanan terbaik untuk pelanggan BMW. Seluruh elemn BMW di dasari oleh inti brand BMW – JOY, perkenalan sedan sporty legendaris sepanjang masa : All-New BMW Seri 3 yang mengedepankan teknologi dan bahasa desain terbaru dari BMW ini adalah perwujudan dari elemen tersebut. BMW Seri 3 merupakan salah satu penopang penjualan BMW di Indonesia dan merupakan salah satu kendaraan terpenting BMW” ujar Jodie O’tania selaku Director of Communications BMW Group Indonesia sewaktu acara launching All New BMW Seri 3.

Kelar acara press con, saya pun mendapatkan golden ticket lagi dari Ismail Ashlan selaku Corporate Communication Manager BMW Group Indonesia untuk mencoba si 330i M Sport yang seharusnya pada hari Rabu (28/8), namun gagal karena mendadak saya ada urusan keluarga. Namun kesempatan ke-2 ini pun harus saya manfaatkan secara cepat dan tepat.

Maklum saja, test drive kali ini saya Cuma punya waktu sekitar 1 jam 30 menit acara press con ke-2 pada sore hari. Yang artinya perjalan pergi 30 menit, photo shoot 30 menit, dan perjalan pulang ke HQ 30 menit.

Dan ini lah penampakkan tampang depan dari mobil yang di perkenalkan pertama kali pada 2018 Paris Motor Show. Kesan saya, mobil si Mas Boy ini tampangnya menjadi semakin sporty berkat bentuk front bumpernya yang ala seri M Series. Namun sisi elegantnya tampak pada iconic BMW Kidney Grill yang dilapisi chrome yang diapit 2 LED headlightsnya yang tampak futuristik dan ala jaman now. But first, sebelum kita membawas panjang lebar dan test drive 330i M Sport ini. Let’s talk about number, than business. Alias hal yang pertama kali orang kepoin dari suatu barang adalah Harga. Jadi persiapakan uang sebanyak Rp. 986.000.000 (off the road Surabaya), on the roadnya mungkin bisa menyentuh angka 1 milyar untuk meminang mobil terbarunya Mas Boy ini.

Tapi yang paling saya suka dari seri 3 generasi ke-7 ini adalah sentuhan kecil dan simple namun buat saya sangat ///Mantul (Mantap betul) adalah sentuhan warna khas BMW in house Motorsport division, BMW M pada seatbelt nya.

Lanjut ke seat nya. Seluruh seat dari depan sampai belakang semuanya dilapisi leather Vernashca yang tampak elegant. Namun yang membuat mobil ini menyimpan kekuatan super  yang tersembunyi dari embel-embel M Sport adalah pada seat driver dan co-driver nya yang benar-benar hot seat ala racing seat. Yaitu sepasang electric semi bucket seat mulai dari sliding, reclining, hingga lumbar support. Trust me guys, jok nya benar-benar membenamkan badan saya ala semi bucket seat, namun tetap empuk.

Dashboardnya? Well dashboardnya tampak futuristic dan elegan namun simple dan fungsional, alias simplenya keren. Perpaduan antara warna hitam dashboard yang diberikan sentuhan panel bercorak aluminum mesh dan silver plate yang menjadi focal point pada bagian interior mobil ini. Penempatan Control Display 10.25 inch iDrive 7.0 pada bagian tengah, dengan tombol Climate Control pada bagian bawah AC membuat suasana dashboard tidak sumpek atau terasa luas, karena desainnya simple dan penuh dengan estetika. Yang jelas Anda akan ditemani dengan  BMW Intelligent Personal Assistant dengan voice command “Hey BMW!”. Dan tentu saja siang itu terasa adem dengan mp3 dari iPhone  yang terkoneksi secara wirelless lewat fitur Apple CarPlay

Semakin menguati kesan mobil jaman now, BMW pun menyematkan speedometer digital atau instrument cluster digital sebesar 12.3 inch bernama BMW Live Cockpit Plus

BMW M Sport steering wheel pun terasa mantap ditangan, dengan paddle shift di kiri dan kanan serta multifunctional buttons yang memudahkan saya atau driver mengatur segala sesuatunya tanpa beranjak dari steering wheels

Jaman now memang era dimana H- pattern shift knob punah, stick shift menjadi semakin kecil dan pendek serta tuas e-brake menghilang dari peredaran digantikan oleh tombol rem parkir dan auto hold mode yang mebuat mobil Anda tidak melorot ketika berhenti mendadak di tanjakan. Dan tentu saja 330i M Sport ini menawarkan Sheer Driving Pleasure ala BMM pada driving experience control dengan menu comfort, ECO Pro, Sport, dan Adaptive. Tombol Engine Start Stop nya sendiri letaknya di tengah, dimana diatasnya terdapatnya tombol Parking Assistant, Auto Start/Stop Function, dan DCS (Dynamic Stabilty Control)

Karena saya orangnya Forever Motorsport dan tahu kalo mobil ini ada embel-embel M Sport dan punya DNA dari BMW M series, jadi ya saya milih menu utama atau main course dari Driving Experience Control, yaitu Sport. Dimana disaat Anda mengaktifkan menu Sport + ini, maka logo bendera BMW M akan muncul di bawah digital speedometer yang menandakan Anda sedang unleash the beast.

Dimana menu Sport mode (Sport+) akan unleash the beast dari mesin BMW 2.0 Lt. BMW TwinPower Turbo 4 cylinder with twin-scroll turbocharger, valvetronic, double VANOS, dan High Precision Injection yang mampu memuntahkan tenaga sebesar 258 hp/500 Nm. Dimana power tersebut lebih besar  6 hp/50 Nm dari pada sang kakak BMW F30

Dengan power sebesar itu, 330i M Sport ini mampu melaju dari 0-100 km/jam hanya dalam tempo waktu 5,8 detik. Dengan top speed yang mencapai 245 km/jam. Dan ketika saya mencoba mobil ini di jalanan kosong di Kawasan Surabaya Barat, performanya benar-benar amazing dan membuat saya puas karena badan dan kepala saya cukup tersentak ke dalam semi bucket seatnya. Transmisi 8 percepatan Steptronic nya pun responsive sewaktu shifting. Dan suspensinya yang memakai Adaptive M Suspension dengan M Sport Suspension plus Hydraulic Stop Damper juga Electronic Controlled M Sport Differential, membuat mobil ini menjadi rigid atau lengket ke jalanan sewaktu cornering. Namun konsekuensinya suspensinya terasa keras dan bergetar ketika melibas jalananan yang tidak rata atau bergelombang layaknya suspensi atau coilover racing. Namun jika Anda ingin santai dan selow kaya dipantai sambal menikmati  kenyamanan mobil seharga 1 Milyar ini , maka Anda cukup merubahnya menjadi comfort mode, dimana Anda akan mendapatkan kenyamanan ala mobil Eropa (suspensinya jadi empuk).

Comments

comments!