APIP GINANJAR BREAKS INDONESIA RETRO RACE CIRCUIT RECORD LAP WITH 1:48.607

Lakon menang keri, alias kalo translate ke Bahasa Indonesia berarti Jagoan menang belakangan sepertinya cocok untuk Apip Ginanjar. Dimana pada ISSOM round 5 2019 kemaren (11-13 Oktober 2019) walaupun di gagal di race JSTC dan brake issues  di STCR 2. Kolektor JDM car ini berhasil menjadi yang tercepat di Indonesia Retro Race Championship, dengan berhasil finish pertama overall, dan merebut podium pertama di kelas Super Retro. Tak hanya itu saja, Apip juga berhasil memecahkan circuit record lap yang sebelumnya di pegang oleh Robert Paul (1:48.717, QTT rd.3 2019) ,dengan mencetak best time 1:48.607. Menjadikannya Corolla DX KE70 bermesin 3SGE four barrel nya menjadi mobil retro tercepat di Sentul

Setelah absen kurang lebih  1 tahunan dari Japan Super Touring Championship ini, Apip yang juga sebagai Pembina JSTC ini akhirnya kembali lagi ke medan pertempuran JDM cars dengan Honda Civic EG6 nya yang sudah di berikan livery baru  yang tampak fresh berupa Pikachu. Tampak Apip bersama Ferry Yanto Hongkiriwang selaku promotor JSTC dari Gazpoll Racing Team.

Livery Pikachu dari kartun atau manga Pikachu Masters (Jepang) ini merupakan livery pilihan dari putranya, setelah DX atau KE70 nya yang berlivery ala Sailor Moon.

EG6 milik Apip ini pun terlihat fresh dan eye ctaching ketika berada di grid ke-16 dengan best timenya 1:53.512 pada saat sesi QTT (12/10)

Race pun di mulai, Apip yang berada di barisann tengah terlibat  dog fight antara 2 pembalap yang berbeda kelas yaitu Irvan Fauzi (JSTC P1-GK8) dan Apip Ginanjar (JSTC 1A – EG6) yang memperebutkan posisi ke-16 . Namun Irvan yang masuk R2 dari posisi dalam (bahkan roda sebelah kananya sempat masuk ke luar lintasan) terlalu memaksa utuk masuk ke R2 dimana di depannya ada Apip yang sudah terlebih dahulu berada di racing line. Hingga membuat ke-2 pembalap ini bersenggolan , bahkan body Jazz Irvan menempel terus di body EG6 Apip sewaktu keluar R2.

Namun sayangnya akibat insiden Irvan menabrak Apip di R2 di awal start membuat Apip dan si Pikachu harus out atau D.N.S (Did Not Finish) pada awal lap akibat rims sebelah kanannya penyok memaksanya kembali ke dalam pit.

Tak hanya gagal finish di race JSTC Volk Rays TE37 OG dengan spec yang rare yaitu R15 dengan lebar 7 et 35 pun tampak peyok di senggol oleh Irvan. Maklum saja rimsnya ini ori bukan kaleng-kaleng, jadi tidak pecah karena forged.

Termasuk juga body belakang sebelah kiri nya yang sobek hingga terkelupas akibat kerasnya benturan sewaktu insiden dengan Irvan.

Gagal finish di JSTC, Apip pun beralih ke Toy Machine nya di STCR 2 atau Super Touring Car Race 2, yaitu sebuah 193 whp/182 Nm Toyota Corolla DX KE70 bermesin 3SGE four barrel . Apip yang mengawali start dari grid ke-8  atau posisi pertama di kelas Retro 2000 dengan best timenya 1:50.754 ini, berhasil naik 1 peringkat ke posisi ke-7. Dimana dia berhasil melewati Defari Ananda Wibowo dengan BMW E36

Namun sayangnya karena masalah pada remnya membuat mengurungkan niatnya untuk bisa flat out di race kali ini dan hanya bermain aman.

Hingga akhirnya posisinya di rebut lagi oleh Defari. Hingga bendera checkered flag di kibarkan pada lap ke-10 , Apip pun harus puas finish di posisi ke-9 overall, atau ke-2 di kelas Retro 2000 dengan best timenya 1:51.252

“Ya mau gak mau remnya ngocok dari jauh. Makanya melorot posisinya, daripada kenapa-kenapa. Ternyata sewaktu di cek master rem dan minyak remnya yang bermasalah. Terutama minyak remnya harus pake yang DOT 4” terang Apip mengenai perihal drop performanya di STCR 2

Comments

comments!