B16 AP SPEED : AIM FOR THE 2019 CHAMPS TITLE

B16 AP Speed kembali berhasil memborong sebanyak 16 piala dari gelaran balap touring Indonesian Sentul Series Of Motorsport atau ISSOM round 5 yang diselenggarakan pada tanggal 12-13 Oktober 2019 di Sentul International Circuit, Bogor. Di round 5 ini mereka pun memperkenalkan Hot Machine terbaru mereka di balap touring, yaitu Tomahawk EG6 bermesin 187,2 whp K20R yang  di piloti oleh Rian Risky di STCR 1. Termasuk juga kembalinya M. Herdy ke lintasan setelah absen selama kurang lebih 1 tahun dari balap touring.

Di sisa 2 putaran JSTC untuk musim balap 2019 ini, ada beberapa pembalap baru dan lama yang comeback lagi ke medan perang JSTC. Seperti M. Herdy dari B16 AP Speed yang merupakan juara umum JSTC 1B 2 kali berturut-turut (2017 & 2018)

Dimana M. Herdy akan CLBK dengan JSTC bersama Honda Civic Nouva EF9 bermesin B16  milik Iik Sudiro yang pada musim balap 2017 dan 2018 Herdy gunakan untuk bertarung di STC 1600.

Yang specialnya pada hari itu adalah akhirnya saya bertemu lagi dengan Estilo yang bernama Tomahawk ini. Dimana Estilo ini merupakan mobil balap pertama atau bersejarah bagi duo kakak beradik asal kota Suroboyo yang di sponsori oleh  oleh Ahmad Sahroni Center, GAS Motorcycles, Triumph, Timur Bahari, Rumah Keikira, Keikira, DeatschWerks, dan Nitro Autoparts semenjak tahun 2004 yang lalu. Dan saya pun kebagian tugas memegang tustel atau kamera digital ataupun handycam untuk mengabadikan estilo ini beraksi di lintasan drag race Suroboyo bersama team GAR Power. Mulai dari warna oem nya hijau, lalu ke pink, matte black, abu-abu, camouflage, hingga akhirnya balik kucing menjadi warna abu-abu-. Dari mesin D siris, D siris turbo, B20, hingga K20R. Dan dari drag race ke Touring. Hingga dari lintasan tarkam Suroboyo  ke lintasan international Sentul.

Yang jelas body mobil ini masih stock atau utuh, namun mungkin yang tidak utuh race suitnya Rio yang memamerkan body one packnya. Yang jelas saya merayakan comebacknya Tomahawk reborn ini dengan memakai kaos yang saya (Perfourm) design dan release sewaktu Tomahawk masih aktif di Sentul Drag Race 2013 yang lalu. Dan kini mesin 350 hp B20 nya pun dilungsurkan dengan 187.2 whp K20R. Dan DGR suspensionnya berganti dengan Aragosta 3 way coilover.

Tapi tetap saja kelakuan yang nyetir tidak berubah dari semenjak saya mengenalnya, bahkan tambah overboost alias ga jelas.

Kita tinggalkan sang kakak yang ga jelas itu. But 1st, Rian Risky  sang adik akan kembali berada di hot seat yang dia piloti atau balap semenjak dia duduk dibangku SMP.

Dimana pada saat QTT di STCR1, Rian Risky berhasil mencetak best time 1:45 yang membuatnya bertengger di grid ke-3 overall. “ Hehehe. Tidak diduga. Karena itu 1stlap saya dengan Tomahawk Reborn with K-Series engine. Saya Cuma trial-easy run aja. La kok dapat 1:45.hehehe” kesan pertama Rian pada Tomahawk seusai QTT.

Namun masih ada PR yang harus di selesaikan oleh Pak Apre tau Daddy bersama crew AP Speed pada mobil yang baru hidup 2 minggu sebelum hari H ini. Yaitu masalah gearbox  dan juga rem nya, yang dirasa Rian masih bermasalah dan harus dibenahi.

“ Semua setingan kecuali engine kita buat sama dengan Esby EG6 (1600cc). Karena Esby sudah mewakili driving behavior saya” terang Rian mengenai perbedaan antara Esby dan Tomahawk

Mungkin karena kecapean akibat 4 kali naik mobil (QTT), Rian Verstappen pun ketiduran di pit. Maklum saja biasanya Rian cuma naik 1 mobil di 2 race saja (JSTC dan STCR2), kalo round 5 kemaren dia naik 3 mobil di 4 race yang berbeda ( JSTC, STCR 1, STCR 2, dan ITCR Max)

Tak hanya Rian yang kewalahan. Crew AP Speed pun tampaknya kembali kerutinitasnya menjadi baby sister sebanyak 8 mobil.Crew AP Speed pun menghabiskan malam Minggunya di pit Sentul untuk melembur pengerjaan mesin K20R nya Tomahawk, dan juga turun gearboxnya Nouva Buricak Burinong milik Iik Sudiro, dan juga bongkar gearbox nya Triumph milik Rio supaya bisa ready untuk race day yang akan digelar pada besok pagi (Minggu, 12/10)

Mungkin bagi Anda malam minggu dihabiskan di mall, bioskop, café, ataupun restaurant bersama dengan keluarga atau orang tersayang. Maka kami menghabiskan malam minggu kami dengan cara kami sebagai seorang machine head.

Dan tentu saja ditutup dengan dinner bersama berupa  nasi bungkus masakan sunda untuk menemani Sentul yang dingin setelah turun hujan.

Comments

comments!