RR MOZID RACING : SEPANG 1000 KM, RACE DAY

RR Mozid Racing terpaksa harus menelan pil pahit pada race Sepang 1000 KM yang digelar di Sepang International Circuit Malaysia pada hari Sabtu, 23 Novermber 2019 yang lalu. Setelah didera berbagai masalah dari hari kamis hingga sesi QTT (Jum’at), dan puncaknya pada saat beberapa jam setelah race dimulai (ECU nya error atau mbrebet/ngecut di rpm 3000). Di tengah guyuran hujan, mobil 132 ps Honda Jazz GK5 bermesin L15B yang dipiloti oleh Rio R. Bramantio pun jebol 5 menit menjelang bendera finish dikibarkan. Membuat Rio pun harus berjalan kaki  kembali ke pit dan tak bisa menyelesaikan goal atau target nya pada race kali itu, yaitu finish

Dimulai pada saat Sabtu siang (23/11), dimana acara opening ceremony Sepang 1000 KM pu secara resmi di mulai. Rio R. Bramantio yang merupakan arek Suroboyo ini pun terlihat senang dan bangga dengan Honda Jazz GK5 miliknya yang dibeli dan dibangun di Malaysia bisa ikut turun di Sepang International Circuit. Ini adalah ke-2 kalinya Rio turun di Sepang setelah dia berhasil merebut podium ke-2 di kelasnya pada event balap endurance KCAR Global 24H Sepang Endurance di tahun 2017 yang lalu bersama Mozid Racing Malaysia

Tak ketinggalan juga untuk mengisi amunisi atau memperkuat tim Indonesia yang dibuatnya, Rio pun mengisi line up 3 pembalap lainnya, yaitu para pembalap nasional Indonesia yang mempunyai segudang prestasi di balap touring Indonesia. Seperti Rio Sb yang merupakan pembalap nasional dari Honda Racing Indonesia yang juga pro drifter Indonesia, lalu ada M. Herdy rekan satu teamnya di AP Speed yang merupakan juara umum JSTC 1B dan STC 2100, dan juga Iwan Sidharta juga dari AP Speed yang merupakan juara umum ke-3 promotion Honda Brio Speed Challenge 2017. Berempat mereka akan berusaha semaksimal dan sebaik mungkin untuk bisa mengibarkan bendera merah putih di balapan endurance 1000 km ini bersaing dengan negara lainnya (Malaysia, Singapura, Thailand, India, Jepang, Australia, dll) meskipun dengan mobil yang tidak sempurna (masih bermasalah pada rem dan handlingnya). Dimana ke-3 pembalap lainnya selain Rio R. Bramantio akan menjalani debut perdananya race di Sepang International Circuit.

Sekitar jam 12.30 race pun dimulai. Rio SB menjadi pembalap pertama dari tim Indonesia nya ikut bersaing untuk berebut masuk di turn 1 Sepang International Circuit

Pelan tapi pasti dengan mobil yang masih bermasalah pada sektor suspension dan rem (dari hari kamis), Rio pun berusaha semaksimal mungkin untuk memanfaatkan performance yang ada pada mobilnya. Rio yangStart dari posisi ke-40 dari 72 peserta dan di kelasnya  start dari posisi ke-16 dari 43 peserta. Rio Sb berhasil membawa tim Indonesia ke posisi ke-6 di kelas nya

Tongkat estafet GK5 ini pun dilanjutkan oleh M. Herdy yang menjadi pembalap ke-2. Juara umum JSTC 1B dan juga STC 2100 (2017 & 2018)

Lalu dilanjutkan oleh Rio R. Bramantio yang menjadi pilot ke-3. Owner dari GK5 berlivery ala Mugen CRZ ini pun langsung gas poll membejek mobilnya ini

Cuaca di Sepang pun mulai berubah dari cerah yang panasnya terik menjadi berawan dengan gumpalan awan hitam dan petir menyambar di sekeliling Sepang yang bertanda sebentar lagi akan wet race.

Dalam kondisi wet race dengan hujan, M. Herdy pun sempat terlibat kucing-kucingan dengan tim Indonesia lainnya, yaitu tim Jakarta Racing yang dipiloti oleh Welly Wibowo (belakang) yang juga pembalap di Japan Super Touring Championship (satu kelas dengan M. Herdy JSTC 1B) menyenggol bagian belakang  Herdy  ketika ditikungan hingga akhirnya Herdy melintir dan masuk ke gravel. Kejadian tersebut berlangsung setelah photo ini saya ambil , dimana begitu ke-2 pembalap Indonesia ini out of reach dari kamera saya, saya pun hendak berpindah, namun kaget ketika para marshal berdiri sambil menujuk ke arah mobil tim Indonesia yang terkebak di gravel. namun untungnya M. Herdy bisa keluar dari gravel dan melanjutkan race. Namun akibat dari ditabraknya Herdy pas pada bagian roda belakang sebelah kanan oleh Welly menyebabkan setingan kaki-kaki atau toe nya keluar atau membuka yang menambah masalah baru pada handlingnya.

Bahkan Rio R Bramantio sempat melintir gara-gara masalah handling ini. Sudah terkena masalah pit stop selama 2 jam (ganti kampas rem), ditabrak hingga setingan kaki-kaki belakang berubah, satu lagi masalah merundung tim ini yaitu ECU. Pembalap Surabaya yang di sponsori oleh Triumph Indonesia, Ahmad Sahroni Center,  dan Timur Bahari ini terpaksa berjuang dengan mobil yang kadang sehat kadang kumat penyakitnya, yaitu ECU stock nya yang ngaco alias mbrebet nge cut di rpm 3.000. yang membuat mobil ini ketika kumat penyakitnya, hanya berjalan pelan-pelan sekali di tepi track.

Comments

comments!