B16 AP SPEED : RIO RIAN RACING RULES !

B16 AP Speed berhasil menutup dan mengunci 4 gelar juara umum di musim balap ISSOM 2019 ini dengan 2 pembalap kakak beradik asal kota Surabaya. Yaitu Rio R. Bramantio dan Rian Risky. Dimana ke-2 kakak beradik ini berhasil mengunci 4 gelar juara umum pada ISSOM round 6 2019 kemaren (10/11). Sang kakak, Rio R. Bramantio berhasil mengunci gelar juara umum JSTC 2B 2019 dan juara umum SCC B1. Sementara sang adik, yaitu Rian Risky juga berhasil mengunci gelar juara umum JSTC 1A 2019 dan juara umum STC 1600 2019.

Perjuangan tim ini pun di mulai pada hari Sabtu, 9 November 2019. Dimana Rian Risky dengan Toyota Yaris bermesin 1NZ menjalani sesi kualifikasinya. Rian pun hanya mampu mencetak best time 1:54.039

Ternyata dropnya performance Rian dengan Yarisnya disebabkan oleh masalah pada mesinnya,hingga membuat performance nya drop, untung saja tidak menyebabkan kerusakan yang parah. “Puley nya pecah karet pengikatnya alhasil waterpump gak muter altenator gak ngisi akhirnya overheat dah “ terng Daddy atau Pak Apre tuner dari AP Speed.

Dan akhirnya, malam minggu crew AP Speed dihabiskan di dalam pit Sentul International Circuit untuk melembur Yaris milik dari Rian

Supaya pada ke esokan harinya (Minggu, 10/11) bisa kembali bertarung di race ITCR Max

Walaupun kami semua menghabiskan malam minggu di dalam pit Sentul, tk lupa juga kami mengadakan acara makan malam bersama prasmanan dengan menu makanan sunda seperti jeroan goreng, tempe, tahu, sambel, lalapan, dan tak ketinggalan pula semur jengkol.

RACE DAY

Minggu pagi (10/11), mesin 120 whp 1NZ milik  Rian pun kembali berbentuk alias sehat kembali setelah di lembur oleh crew AP Speed pada malam harinya.

Termasuk juga mesin 187.2 whp  K20R Tomahawknya  yang sudah di fitkan kembali tadi malam

Selain mesin K20R nya yang sakti dan tiback up oleh Motec M1 engine management. Salah satu senjata Rian Risky untuk bisa bermain di angka 1:45 adalah Aragosta 4 way coilover. Jika pada seluruh armada perang AP Speed atau Rio dan Rian kebanyakan menggunakan Aragosta 2 way. Maka Estilo (Tomahawk) dan Yaris  (Reiger) milik Rian memakai coilover 4 way

Tentu aja akibat turun head semalam menyebabkan setingan mesin pun ikut berubah, apalagi head mesin masuk sampai diantar ke tukang bubut. Ribetnya lagi karena ECU nya menggunakan salah satu ECU tercanggih dari yang ada di dunia saat ini, yaitu Motec M1. Jadilah untuk menyalakan dan menyeting ulang ECU nya haruslah tuner atau orang yang menyeting ECU di mesin dyno. Sayangnya Ovi yang merupakan tuner dari si Motec sedang berada di luar kota, dan karena sudah jaman now atau serba internet, penyetingan ulang ECU nya dilakukan dari jarak jauh dengan menstrafer data ke dalam ECU mobil dari jauh melewati laptop yang tersambung dengan internet.

Perburuan title juara Umum JSTC 1A beralih antara Rian Risky versus Hendra Mahendra. Dimana di round 6 ini Rian harus atau wajib finish di depan Hendra supaya bisa mengunci gelar juara umum JSTC 1A 2019 meskipun masih tersisa 1 putaran lagi di BSD.

Pada putaran terakhir ISSOM 2019 atau round 6 ini, team yang bermarkas di daerah Jakarta Timur ini hanya diperkuat 2 pembalapnya saja, yaitu Rio. R Bramantio dan Rian Risky. Yang mana duo bonek Suroboyo ini hingga round 6 kemaren berhasil memimpin kelasemen perolehan point di masing-masing kelas yang di ikutinya. Walaupun masih tersisa 1 seri di BSD GP, namun round 6 ini menjadi title fight bagi mereka ber-2.

Di Japan Super Touring Championship ini, Rian Risky akan berjuang untuk merebut gelar juara umum JSTC 1A 2019

Sementara sang kakak, akan mengamankan juara umum JSTC 2B 2019

Rio R. Bramantio akan memulai  start dari grid ke-3 (1:44.518), sementara sang adik Rian Risky berada di belakangnya atau grid ke-5

Comments

comments!