RR MOZID RACING RUMBLE IN SEPANG 1000 KM- PT.1

RR Mozid Racing terpaksa harus menelan pil pahit pada race Sepang 1000 KM yang digelar di Sepang International Circuit Malaysia pada hari Sabtu, 23 Novermber 2019 yang lalu. Setelah didera berbagai masalah dari hari kamis hingga sesi QTT (Jum’at), dan puncaknya pada saat beberapa jam setelah race dimulai (ECU nya error atau mbrebet/ngecut di rpm 3000). Di tengah guyuran hujan, mobil 132 ps Honda Jazz GK5 bermesin L15B yang dipiloti oleh Rio R. Bramantio pun jebol 5 menit menjelang bendera finish dikibarkan. Membuat Rio pun harus berjalan kaki  kembali ke pit dan tak bisa menyelesaikan goal atau target nya pada race kali itu, yaitu finish.

Petualangan tim Indonesia di balap endurance 1000 Km ini pun di mulai dari hari Kamis pagi (20/12/19). Dimana saya bersama rombongan yang terbagi dari 2 group penerbangan, yaitu Surabaya (saya, Iwan Sidharta, dan Davick), dan rombongan Jakarta (Rio SB dan M. Herdy) melakukan copy darat sekaligus breakfast di KLIA 2 yang kemudian dilanjutkan road trip ke Sepang dengan mobil sewaan.

Entah mungkin karena habis sarapan jadi fuel tank atau di Indo belum pernah ketemu pom bensin yang self service, jadilah pada hari itu M. Herdy bertugas menjadi kang pompa bensin dan Iwan Sidharta menjadi kang cuci mobil

Tak mumbutuhkan waktu yang lama untuk kami sampai di Sepang International Circuit dari KLIA 2. Sebelum jam 12 siang rombongan pun landing di salah satu pit Sepang International Circuit dan bertemu dengan Honda Jazz GK5 bermesin L15B DOHC milik Rio R. Bramantio yang di beli dan dimodif di Malaysia bersama tim Mozid Racing Malaysia. Dimana pada race Sepang 1000 KM, Rio selaku owner mobil ini di support atau di sponsori oleh Triumph Indonesia (GAS Motorcycles), ASC atau Ahmad Sahroni Center, dan Timur Bahari. Yang merupakan sponsor Rio R. Bramantio  pada balap touring ISSOM di Sentul International Circuit.

Honda Jazz GK5 yang aslinya bermesin sama dengan GK5 di Indonesia, yaitu L15A SOHC diswap oleh Rio dengan mesin Honda Fit GK5 JDM bermesin L15B DOHC yang mempunyai power lebih besar sekitar 12 hp (L15A 118 HP, L15B 130 HP). Aero kit atai body kit nya mobil ini pun sudah mengikuti sang mesin yang juga diambil dari Honda Fit JDM mulai dari front bumper beserta lipsnya, side skirt, dan rear bumper. Namun perubahan terbesar adalah merubah mesin L15B yang basicnya matic di mutasikan menjadi manual.

Dan ke-3 pembalap nasional Indonesia ini, yaitu Iwan Sidharta (Surabaya), Rio S.B (Jakarta), dan M. Herdy (Cianjur) akan menjalani sesi official practice day pada hari Kamis (20/12/19 ) dari Siang hingga malam hari. Dimana pada sesi ini mereka juga akan berkenalan atau test drive mobil yang baru hidup sekitar beberapa hari yang lalu sebelum sesi latihan ini. Jadi ya anggap saja baik pembalap, tim support, dan mobilnya akan saling bersilahturahmi atau first date.

Next step adalah sesi scrutineering, baik safety gear nya mobil dan si pembalap.

Berbeda dengan balapan di Indonesia. Jika di Indonesia, beberapa scrutineering hanya menyasar pada helm saja . Maka kalo di Sepang atau Sepang 1000 Km, seluruh safety gear yang melekat pada tubuh si pembalap akan di scrutineering abis-abisan. Itu berarti mulai dari helm, hans, balaclava, racing suit, gloves, kaos dan celana dalaman (inner), kaos kaki, sampai sepatu balapnya juga. Intinya semuanya harus ada sertifikat halal FIA approved. Makanya jangan heran antriannya kelewat panjang dan macet, bahkan lebih lancaran antrian scrutineering mobilnya daripada pembalapnya.

Wajar saja kalo antriannya mengular kaya antrian sembako. Karena para official S1K harus memeriksa sebanyak 9 item untuk satu pembalap saja. Sementara pesertanya mencapai 100 mobil lebih. Dimana 1 mobil rata-rata di isi sebanyak 4 pembalap (max), dan minimal 2 pembalap. Jadi ya itung sendiri berapa rempongnya petugas scrutineering mengecek satu-persatu gear para pembalap. Pihak Sepang sendiri memberikan kompensasi atau keringanan berupa gear yang sudah expired (lebih dari 5 tahun dari pembuatannya), asalkan ada embel-embel FIA Approved. Kalo tidak ada embel-embel FIA nya maka,biarpun mau brand terkenal apapun tetap aja di banned alias tidak boleh ikut race. Mau nakalan atau tetep bandel pakai barang tadi yang tidak lolos scrut? Well, kalo sedang apesnya ada Razia mendadak dan random, dan Anda ketahuan. Maka sanksi sangat berat menanti Anda. Dan sialnya M. Herdy, Iwan Sidharta, dan Rio S.B tidak lolos tahapan ini. Yang lolos adalah Rio R. Bramantio dengan gearnya yang lengkap FIA nya. Sementara Rio SB, Iwan Sidharta, dan Herdy kurang di inner (dalaman baju, celana), kaos kaki, balaclava, hingga gloves. Yang artinya, shoping-shoping di KL lah.

Next, adalah driver meeting atau briefing. Disini para pembalap Indonesia pun harus kembali lagi ke bangku sekolah lebih tepatnya pelajaran listening bahasa Inggris. Karena bahasa pengantarnya adalah in English. Untungnya segala garis besar aturan main di Sirkuit manapun sama saja. Yang membedakan adalah rules atau system di balap endurance yang tidak ditemukan di balap touring biasa. Seperti pit stop dengan refueling, ganti ban, pergantian pembalap, hingga perbaikan mobil) hingga start dengan kondisi rolling start. Selebihnya para pembalap Indonesia sudah ngeh.

Sementara si Herdy dan Iwan pusing-pusing untuk shopping-shopping di KL agar tetap bisa balapan. Rio S.B pun mendapatkan mandat untuk menjadi test drive GK5 milik Rio R. Bramantio ini. Namun Rio tetap mengikuti rules di Sepang, dengan memakai safety gear yang ada label halal FIA nya? Caranya? Ya minjem baju dan celana dalaman, gloves, balaclava hingga kaos kakinya Rio R. Bramantio agar Rio SB bisa masuk ke dalam sirkuit. Hanya sepatu, racing suit, helm, dan hans saja yang milik Rio. Dimana yang lainnya masih nitip Iwan dan Herdy yang sedang Shopping di KL.

Comments

comments!