COROLLA DX/KE70 BIBLE – PT.1

Tak ada rotan, akar pun jadi. Tapi peribahasa tersebut buat para speedfreak Indonesia yang doyan mobil retro jdm, tak ada AE86 atau KP61, Toyota Corolla DX atau KE70 pun jadi. Semua pembalap atau car enthusiast pasti suka atau pernah dan bahkan ngidam punya mobil kelahiran tahun 80an awal ini. Termasuk juga saya yang kasih tak sampai, alias waktu a.k.a uangnya ga cukup untuk beli DX di tahun 2006 yang lalu

Banyak orang yang kesengsem-sem DX entah itu 1stlove nya sewaktu jaman gejolak kawula muda (bagi yang sudah berumur), atau pun para kids jaman now jatuh cinta ke DX karena body nya yang ngotak atau boxy juga terlihat keren. Namun yang jelas semenjak booming gerakan anak-anak retro memblow up DX atau KE70 di majalah-majalah dan juga internet Friendster lalu Facebook memviralkan DX.

Jadilah DX saat itu yang nothing bertengger di pinggir jalan dengan tulisan DIJUAL atau di iklan baris dengan harga dibawah 20 juta, bahkan ada yang 10 juta kebawah, menjadi something  menjadi mendadak dangdut menjadi 20 keatas. Saya masih ingat persis kejadian ditahun 2006 yang lalu dimana saja menjual mobil Carry full modif drag saya, dan saya terlanjur beli mesin 4AGE 20 valve untuk drifting, sementara bodynya (DX) tidak terbeli, karena tidak cukup uang alias over budget. Dan berakhir mesinnya saya lego menjadi kamera pertama saya Canon 550D. Sakit tapi tidak berdarah ya itu.

Toyota Corolla DX atau KE70 sendiri merupakan Corolla generasi ke-4 yang lahir pada tahun 1980 hingga 1984. Yang artinya mobil ini kurang lebih seumuran dengan saya. Jika di luar pilihan menu mesinnya dari 1.300 cc atau 4K hingga 2-TG 1.600 cc DOHC (mesin balapnya). Maka di Indonesia hanya kebagian yang 1.300 cc atau 4K nya saja. Walaupun cuma dibekali dengan mesin teknologi  jadul 58 hp 1.300 cc 8 valve SOHC yang teknologinya mirip dengan mesin Nascar, yaitu OHV (Over Head Valve). Namun dengan bentuk yang boxy, singset, ramping, rwd, dan ringan yaitu sekitar 957 kg.

Menjadikan si DX menjadi war machine untuk slalom, rally, touring, hingga drag race dari jaman bahula hingga sekarang. Dan bahkan ada sebuah DX yang biaya modifnya sampai seharga sang cucu yaitu Toyota Supra GR A90, alias 1 Milyaran  untuk menjadikannya harder, better, faster, stronger than Evo ataupun mobil rally yang ada di Indonesia.

Terlebih lagi si DX merupakan generasi Corolla RWD terakhir yang masuk ke Indonesia, karena sang adik yaitu AE86 atau Hachiroku tidak masuk ke Indonesia, namun saudaranya yang wajah,  bokong, dan interiornya doang yang mirip dengan si mobil bakul tahu masuk ke Indonesia, yaitu Corolla GL. Namun karena si GL sudah berubah menjadi FWD (Front Wheel Drive), sementara para speedfreak ngidam   AE86 namun tak ada, sementara KE30 atau KE40 ketua’an dan bentuknya kaya peanut atau kacang. Jadilah opsi terbaik yang ada ya Corolla DX

Apalagi Toyota Starlet KP61 yang juga sama-sama lahir di tahun yang sama dengan DX. Terlebih lagi mesin yang sama dan RWD pula. Populasinya tambah langka alias rare lagi di Indonesia seperti halnya sang adik AE86. So optionnya kalo ngidam box car racer, yang murmer dan masih saudara’an atau beda tipis sama KP61 dan AE86 ya si KE70 atau DX.

Bukan cuma orang tua saja yang kesengsem dengan si DX, tapi pada jaman now semua orang bahkan kids jaman now pada demen sama si DX. Termasuk Adhyasaka teman saya di Perfourm yang saat ini sudah bermutasi menjadi juragan atau bos towing yang kesengsem dengan mobil yang lebih tua 15 tahun dari nya. “ Dari dulu jaman SMA suka baca Speedhunters trus liat Motorfix pakai mobil DX dibuat drift dan balapan kok keren. Dan juga di Indonesia harganya murah, spare partnya banyak jadi yang paling terjangkau mobil tersebut.” Terang  Adhyasaka kenapa dia jatuh cinta dengan DX.

Mungkin karena gatal dari dulu meliput atau memphoto event drifting di Surabaya dan Jakarta, terlebih lagi dikompori drift terus dan track di dalam Gudang yang merupakan semen halus. Jadilah Adhy dan DX stock engine ini sideways.

Walaupun pada awalnya dia empot-empotan berusaha membuat si 58 hp grandpa car ini untuk angka delapan ataupun sekedar doughnut. Akhirnya DX yang hanya dimodif custom header, custom coilover, and rims ini akhirnya bisa makan doughnut. “ Rasanya drift pakai stock engine sangat-sangat tidak puas. Menungso ga puas-puas” tawa Adhy.

pada akhirnya si DX pun K.O juga setelah diajak berolahraga akibat stroke khas mobil Walaupun tua.

Bahkan sampai si DX di bantu oleh eh sang cucu yaitu GT86, dengan jumper listrik aki seperti alat AED (automated external defibrillator) atau  alat setrum jantung yang bisa membuat jantung manusia bisa kembali nyala atau berdetak lagi. Namun hasilnya, si DX tetap K.O juga mesinnya tidak mau nyala. Akhirnya sang akakek pun degeret pulang ke Surabaya dari Gresik. Sampai Surabaya ternyata fuel pump dan fuel railnya mampet seperti kebanyakan makan makanan yang mengandung kolesterol yang membuat heart attack alias serangan jantung dan membuat mesinnya mendadak mati.

Selain Adhy yang struggle dengan DX minim modifnya, jangan lupakan juga salah satu peslalom RWD andalan kota Surabayaah atau andalan jatim, Dicky Zu yang sudah identik dengan DX atau mobil RWD. Dicky sendiri mulai berolahraga slalom dengan DX semenjak tahun 1990 (belajar nyetir). Dimana dia mempunyai DX full spec slalom bermesin 5K (1.500 cc) yang di bore up menjadi 2.000 cc memakai crankshaft nya Great Corolla (AE101), connecting road dan piston memakai Mitsubishi Galant Hiu, TRD valve spring, TRD camshaft 70′, TRD LSD, Weber 40′, plus injector dan ecu kanibal dari mesin Honda D series. Hasilnya, dikejurnas slalom tahun 2010 dia berhasil masuk juara 5 besar umum atau overall dengan si DX.

“Dari awal belajar nyetir mobil dan balap sama almarhum om saya ( Om Samiaji), aku udah naik DX. jadi sudah menyatu dengan DX. Apalagi pas jaman SMA (1990), DX nya cuma modal tune up mesin, per spiral diganti, handbreak di kencengin wes iso ngesot (sudah bisa ngesot). Intinya, standar aja sudah cukup asal mesine juga standar. Jika mesin oprekan, kaki-kaki juga ikut dikerasin dengan cara ganti per yang lebih keras supaya mobil nurut bermanuver. Ganti per paket hemat, ganti shock blisten,tokico ayo. TRD buat yang berkantong. Budget bikin DX buat balap pake mesin 5K kira-kira sekitar 6 -15 juta untuk mesin tergantung spec. Kaki-kaki nya sekitar 4 juta-an (paket hemat).” terang Dicky Zu.

Comments

comments!