COROLLA DX/KE70 BIBLE – PT.2, END

Dari lintasan gravel atau lumpur, kita beralih lagi ke lintasan aspal Sentul International Circuit. Alias kembali ke jalan yang lurus 402 meter drag race. Dimana ada sebuah Corolla DX berkelir merah dari workshop Abunawas Technica Jakarta yang dijejali dengan mesin 3SGTE lengkap sekaki-kakinya AWD comotan dari Celica GT-Four. Sony sang mekanik yang terkenal dari dulu sebagai abunawas nya motorsport Indonesia, ini memodif ulang mesin 3SGTE milik Alvin Palembang menjadi 320 whp atau sekitar 450an hp dengan resep Eagle con road, wiseco piston, dan Garret GT35 turbo. Tapi tahukah rahasia terbesar  dari DX akal-akalannya Sonny Abunawas ini bukan pada kesaktiannya dalam meng engine swap 3SGTE plus AWD nya?

Jawabannya adalah pada body atau chassisnya. Buat Anda yang masih awam kalo diliat dari luar, wah busyet ni DX kaki nya 4. Tapi ternyata Anda kena prank oleh Sonny. Karena ibarat Hand phone, DX ini Cuma kamuflase alias chasing nya doang. Sementara jeroannya yaitu, halfcut depan, lantai belakang, kaki-kaki dan gardan nya bawaan Evo V asli. Sementara mesinnya 3SGTE

Namun Sonny dari Abunawas Technika tentu saja tak membiarkan mesin  3SGT nya standar.  Sang Abunawas pun meracik Eagle conrod, Wiseco piston, dan GT35 turbo menjad sebuah mesin 3SGTE yang mampu memuntahkan tenaga sebesar 320 whp. Hasilnya? Alvin dari kota Palembang beserta KEVO V nya ini berhasil membukukan waktu atau best time 12,4 detik (402m), dan 7,8 detik untuk 201m.

“Jadi awalnya yang punya mobil (Alvin) kirim dari Palembang bodi + mesin 3SGTE. Saya rakit sampai naik tinggal nyala. Nah ngobrol-ngobrol sama yang punya, saya ditanya, emang gampang pak bawa mobil drag rwd hp gede?.Saya bilang susah. Trus berlanjut gimana kalo bikin 4WD? Saya bilang bisa pak. Nah ada tantangan baru. Dan saya paling suka kalo ditantang bikin mobil. Pas eksekusinya ternyata tidak segampang yang dikira, maklum saja DX yang mengkawinkan mesin 3SGTE dengan halfcut, lantai belakang, gearbox, kaki-kaki, hingga gardan pakai punya Evo V. Sementara bodi, lantai, sama firewall pakai punya DX, tidak ada referensinya. Jadi nya pusing banget tuan. Karena basic half cut evo5 harus dirangkai mengikuti panjangnya DX, setelah jadi lantainya baru pasang bodi DX (Cuma bodi – lantai sama fire wall). Maklum saja ini ide sendiri tidak ada referensi dari mbah Google. Malah ada yang bilang gilee lu yaa. Hahaha.” Terang Sonny Achmad Kusumawardhana tuner dari Abunawas Technica yang mengerjakan proyek gila ini selama 1,5 tahun dengan total budget mencapai 200 juta lebih ini.

Dari lintasan tanah dan lurus, kita kembali lagi ke track car atau mobil touring, dimana DX atau KE70 yang bodynya sudah melar ibarat dikasi steroid ini merupakan DX ke-3 milik Ekadana selain DX bermesin K20 Type R dan F20C yang sudah kita bahas di part pertama. Body kit/ body work nya sendiri terispirasi dari DX milik Bambang Hutomo atau Tomay, namun lebih sopan sedikit.” Bodyworknya terispirasi dari DX nya om Tomay, yang Cuma dibikin sedikit sopan aja garisnya. Kalo Om Tomay kan ngotak-ngotak yang penting aerodinamis, nah kalo punya saya agak nyeni dikit la.hahaha” tawa Ekadana

Jika 2 DX pendahulunya menggotong mesin dari pabrikan Honda yaitu K20R dan F20C, maka di DX 1982 yang di modif pada tahun 2017 ini kembali ke kodratnya yaitu mesin 3SGE BEAMS dengan ton’s of TODA Racing parts di dalamnya.

“3SGE masih kalah di rpm tinggi sama F20C, tapi dia punya torsi yang lebih baik. Untuk 3SGE belum pernah di dyno namun best timenya sudah dapat angka 1:52. Untuk feelnya, lebih enakan pakai body kit ini dibandingkan body standar nya DX karena pas ditikungan lebih nggigit, dan di straight juga lebih nyaman. Kalo body standarnya cenderung oversteer kalo dibejek pas ditikungan” terang Ekadana.

Comments

comments!