HERITAGE CARS CHARITY

PPMKI Pengprov Jatim Heritage Cars Charity menjadi even pembuka kegiatan otomotif di Jawa Timur Setelah sekian bulan mati suri akibat pandemi virus Corona yang masih menghantui seluruh masyarakat di dunia, khususnya di Indonesia. Namun  dengan protokol Kesehatan ala New Normal, seperti social distancing, pengguan masker atau face shield, dan cuci tangan membuat acara yang berlangsung pada tanggal 16 Agustus 2020 di D’Gunungan Taman Dayu Panda’an ini dibanjiri oleh para car enthusiast yang haus akan kegiatan otomotif.

Perjalanan saya pagi hari itu dimulai dengan menuju ke tempat meeting point  di SSS Autoworkshop yang merupakan hidden Datsun workshop di kota Surabaya milik Budi yang merupakan salah satu petinggi NDCI (Nissan Datsun Club Indonesia) ataupun Kadal Jatim alias Komunitas Datsun Lawas Jawa Timur. Dimana yang Anda lihat ini adalah 510  powered by SR20DE 4 barrel ex AHT Garage yang pernah mengaspal di Sentul International Circuit di race Indonesia Retro Race.

Tapi yang membuat saya geleng-geleng yaitu sebuah bahan dari si mbahnya Gojira, yaitu Nissan KGC10 alias Hakosuka alias mbah kong nya a.k.a generasi pertama nya Skyline GTR. Si Hakosuka ini bisa dibilang idamannya para GTRs yang sudah terlebih dahulu melengkapi koleksi GTR nya mulai dari R32, R33, R34, atau pun R35. Namun jika Anda tidak punya si Hakosuka,  atau bahkan Kenmeri KGC10, atau bahkan lagi si Holy grailnya Skyline yaitu Prince Skyline S54. Maka Anda bukan Skyline/GTR As Fuck. Terlebih Anda tinggal di Indonesia, melengkapi koleksi yang R32 ke atas aja susahnya setengah mati, apalagi dibawah R32. Dan kabarnya si Hakosuka sudah banyak yang meminangnya, namun pendiriannya Budi masih kokoh tak tertandingi sebagai seorang Datsun Maniac.

Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya saya beserta rombongan Kadal Jatim pun otw ke sebuah daerah perumahan di kota Pandaan Jawa Timur dengan menumpang pada Datsun B310 milik Anthony.

So karena saya naik mobil keluaran tahun 70an, jadilah tapenya masih jaman bahula. Walaupun sudah koit atau is ded, tapi mempertahankannya di tempat semual adalah ide yang bagus untuk mempertahankan soul dari mobil ini.

Dan dalam perjalanan pada siang hari itu pun kami pun tidak sendirian yang sedang otw  ke acara tersebut. Di jalan tol Surabaya – Pandaan saya pun bertemu beberapa para penggemar mobil klasik baik perorangan ataupun club yang sedang jalan beriringan ke kota Pandaan. Seperti para pecinta Toyota Landcruiser Hardtop FJ40

Termasuk juga rombongan murican car dengan Chevy Impala nya, yang mana menurut saya Impala Station Wagon nya terlihat mbois atau keren sekali ala di Hot Road Magazine.

Termasuk juga si Chevrolet Bel Air 1953 yang tampak adem ayem melaju di jalan tol dengan bendera sang saka Merah Putih berkibar di hood nya.

Well, tentu saja pemandangan seperti ini jarang sekali kita lihat sehari-hari dimana jalan tol di penuhi oleh mobil-mobil klasik. Jadi tak ayal sejauh mata saya memandang banyak orang mengeluarkan handphone mereka Ketika melintasi mobil-mobil klasik ini. Tapi Wait for it atau tunggu sampai Anda melihat yang satu ini.

Tada… Ladies and gentleman, I give you mobil yang menjadi neck breakernya di jalan tol siang hari itu. Yaitu sebuah Chevrolet Corvette Sting Ray Coupe..Booyaaaa!!!. Ternyata ada juga arek Suroboyo yang memelihara mobil nya para astronot NASA ini.

Well, sebelum kami tiba di lokasi charity saya pun mengajak Anthony untuk memphoto Datsun B310 nya. Maklum saja di tol saya tidak bisa memphoto mobilnya, karena saya nebeng di dalamnya. Dan Datsun 310 nya pun terlihat fresh setelah direstorasi dengan cat putih barunya namun aksesorisnya masih dipertahankan bahkan masih hunting printilan-printilan kecilnya. Terlihat seperti Corolla KE40, namun dalam versi sudah ngegym alias ngotak.

“ Saya suka mobil Datsun karena dari sejarahnya mobil ini adalah mobil yang pada era 70’an dipakai untuk dunia balap rally, dan sirkuit di seluruh dunia. Dan dari dulu merupakan sedan sport di Jepang pada jamannya. Fun To drive pula. Tapi perlu nyali yang kuat buat pelihara mobil tua. Butuh keberanian dan kesabaran untuk bangun mobil klasik” terang Anthony Ketika ditanyakan alasannya memelihara Datsun.

Comments

comments!