GENIO CAN JUMP – LATBER SPRINT RALLY MALANG

Some say civic don’t jump, cuma bisanya main di aspal saja, entah itu touring atau drag. Tapi duet maut dragster dari Jawa Tengah, yaitu M. Wasrik (Semarang), dan Rio (Solo) dari team DKJ Perkasa SAR Speed Solo. Berhasil menerbangkan 4 door-sedan Honda Civic Genionya di event Latihan Bersama Sprint Rally Malang, di Sirkuit Terpadu Puslatker TNI-AL Bedali Lawang, Malang Jawa Timur pada Minggu, 6 September 2020 yang lalu. Ya meskipun ending dari 1st debut para jawara drag race dari Jateng  di balap rally ini harus K.O  atau game over 150 menjelang garis finish akibat packing head nya jebol yang membuat  oli semburat kemana-mana.

“Saya memutuskan duet sama Wasrik  jadi driver karena sudah kenal lama, wes koyo adine dewe (udah kaya adik sendiri). Dan diantara teman-teman yang lain, Cuma Wasrik yang paling niat. Dan  anaknya juga pengan main rally, yo wes ta suruh nyoba jadi driver, dan saya jadi navinya. Dan alasan saya pakai Genio karena masih jarang yang pakai genio. Dan kebetulan saya punya body genio dan mesin eks drag saya. Dan pas banget kita ini hobynya Honda, jadi ya sebagai Honda Boy Sejati ya digaasss pol wis” terang Rio sang owner Genio dan juga owner workshop SAR Speed Solo (kanan).

Sementara M. Wasrik dragster dari kota Semarang yang terkenal sebagai Bounty Hunter alias pemburu amplop di hampir seluruh event drag race di Indonesia merasa kan love at the first sight alias cinta pada pandangan pertama pada Sprint Rally. Menurutnya Sprint Rally lebih puas balapnya karena tracknya panjang dan lama. Tapi soal Andrenaline atau seruny sama-sama serunya. Ujar pembalap yang kemaren-kemaren tak hanya main di drag race saja, tapi juga di slalom. “Persiapannya minim banget karena baru pertama kali ini nyobain balap rally. Dan kemaren pun judulnya hanya latber” terang pembalap yang hobynya makan ini.

Dan akhirnya debut perdana duo dragster di lintasan tanah atau gravel pun di mulai pada jam 10 pagi, dimana SS1 atau Special Stage pada lintasan sepanjang kurang lebih 3,8 km ini mengambil rute anti clockwise (berlawanan  arah jam). Wasrik pun langsung menggeber Genio yang mempunyai best time 9,6 detik (201m)  ini dengan di arahkan oleh Rio yang bertugas membacakan pace note yang dibuatnya. Track yang berada di perkebunan tebu ini pun dipenuhi dengan tikungan tajam, hairpin, uphill, downhill, overjump, bahkan straight  hingga hampir 1 km. Hasilnya pada SS1 Wasrik dan Rio berhasil membukukan best time 3 menit 56 detik. Sementara di SS2, Wasrik tampak lebih pede dalam menggeber Genio yang sudah di lengkapi dengan LSD Quaife dan KSport Gravel Coilover ini dimana dia berhasil mempertajam waktu tempuhnya 20 detik dari best timenya di SS1 (3 menit 30 detik)

Sementara itu mobil ke-2 dari DKJ Perkasa SAR Speed, yaitu Honda Jazz GE8 yang di piloti oleh Andi Kusuma /Ari Sinyo ini tampak flat out dalam membelah kebun tebu dengan mesin L15A yang mempunyai tenaga sebesar 115 whp ini. Hasilnya, pada SS 1 pasangan Andi Kusuma/Ari Sinyo berhasil mencetak best time 3 menit 38 detik. Sementara pada SS 2, duet maut ini berhasil mempertajam catatan waktunya dengan membukukan waktu 3:25.4. Sekaligus menjadi the fastest di kelas/group F.

Namun sayangnya Genio milik Rio ini pun mengalami masalah pada saat menjalani SS2. Performa Genio bermesin ZC dengan custom camshaft ini berkurang akibat packing head nya bocor yang menyebabkan kompresinya bocor. Worst case scenarionya pun dijalankan, yaitu mengorbankan SS3 untuk mencari packing head di kota Malang yang jaraknya sekitar 30 menit dari Lawang. Rio dn Wasrik pun langsung berburu packing head di kota Malang meninggalkan mobil balap mereka dn juga SS3 yang akan berlangsung setelah istirahat makan siang.

Sementara pasangan Andi Kusuma /Ari Sinyo pun langsung menggeber GE8 garapan SAR Speed Solo ini melibas SS3 dimana track pun dibalik menjadi clock wise (searah jarum jam). Hasilnya? Andi yang merupakan pengusaha asal kota Balikpapan ini berhasil mencetak best time 3 menit 26 detik. Sementara pada SS ke-4, GE8 ini pun tampak melayang digeber Andi Ketika melintasi overjump dan berhasil finish dengan catatan waktu nya 3 menit 36 detik. Pasangan Andi Kusumo/Ari Sinyo ini pun berhasil bertengger di posisi ke-2 overall di kelas F dengan total waktu tempuhnya 14:07.7. “Rahasianya sudah pasti menjaga stamina, focus, konsentrasi, kerjasama dan komunikasi yang baik dengan navigator saya. Juga set up dan setingan mesin dan kaki-kaki yang sangat baik dari team SAR Speed akhirnya dapat menjadi yang tercepat di group atau kelas F” terang Andi Ketika perihal dia berhasil menjadi the fastest di group F diantara 13 pembalap lainnya.

Sementara pasangan Wasrik/Rio yang pada SS3 tidak tampak karena mencari packing head di kota Malang akhirnya back on the track pada SS4. Wasrik/Rio pun langsung tancap gas menggeber Genio berkelir ini pada track lurus yang bisa masuk sampai gigi 4 ini untuk memperkecil  catatan waktu mereka karena absen di SS3.

Namun yang jelas performa Genio ini terdengar tidak sehat, karena antara suara dan larinya tidak sesadis di SS1 alias tidk sinkron. Terdengar berat larinya, dan suaranya tidak penuh atau utuh. Namun dasar niatnya Rio sang owner Genio bilang digas Ae (digas aja), pulang naik towing ya gapapa. Akhirnya membuat Wasrik yang terkenal mempunyai the power of sikil linggis (kaki linggis) di drag race, mendapatkan license to kill pada SS terakhir ini.

Dan benar saja, si Wasrik pun tak menyi- anyiakan lincense to kill yang diberikan oleh Rio sang owner genio. Tepat setelah melewati saya, atau sekitar 150 meter sebelum garis finish. Wasrik pun berhasil membunuh si Genio bertenaga 200 hp ini alias D.N.F

Ternyata yang membuat pekerjaan Wasrik membunuh Genio ini adalah masalah packing head yang belum diganti alias mereka berdua tidak menemukan packing head pengganti di Malang. Yang membuat mereka nekad menerjang SS4 dalam kondisi kompresi bocor, dan akhirnya game over 150 meter menjelang garis finish. Oli pun langsung semburat atau berhamburan dari dalam mesin. Namun untungnya kondisi mesin masih utuh tidak jebol atau pecah. “ Kompresinya nyebrang, gara-gara packing head nya jebol, nyari di Malang ga ketemu. Ya sudah nowing pulang ke Solo. Hhahaha” Tawa Rio sang owner Genio.

Namun ke-2 pembalap ini pun kompak menjawab kalo balap rally sangat seru, menantang, dan tidak kapok mau ikut lagi walaupun endingnya di 1st debut mereka di rally game over 150 meter sebelum garis finish. “Seru banget, yang biasanya saya jadi Chief Crew, ya yang punya mobil juga, ya ikut naik.hahaha. Treknya pun luar biasa bagus banget. Kalo ada event lagi di sini, Insyallah hadir  Senada dengan Rio , Wasrik pun tampak sumringah setelah menjalani 1st debutnya di lintasan gravel kemaren “Treknya muantap, maknyus.. PR atau susahnya saya di rally kemaren yaitu nguasain mobil supaya ga melintir waktu race, karena mobil kita modalnya minim.

Walaupun endingnya game over 150 meter sebelum garis finish, namun ke-2 Honda Boy asal Jateng ini pun tidak kapok untuk merasakan Rally selanjutnya. “PR nya abis ini merefresh mesin supaya bisa ikut rally Meikarta pada akhir bulan Oktober besok” terang Rio. Senada dengan Rio, Wasrik pun mengamini kalo next month duo Lumpia x Gudeg Ceker ini akan Kembali menggeber Genio berkelir putih ini.

THE ART OF RALLYE KARANG PILANG, SURABAYA

 

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

 

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com

*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

Comments

comments!