NO ALL MOTOR,NO PARTY! – THE FAMILY REUNION

The All Motor Indonesia Squad is back. Setelah setelah kurang lebih sekitar 5-6 tahun tidak pernah kumpul keluarga besar All Motor Indonesia (terakhir  di Sentul Drag Race 2014/2015) dan berphoto bersama. Akhirnya di Sentul Drag Fest 2021 round 2, Sebanyak 14 mobil Full heavy metal all motor Indonesia kembali membuat lintasan 201 & 402 meter Sentul kembali bergemuruh dengan mesin 300 hp keatas  pure N/A nya. Dan Perfourm pun berkesempatan mengumpulkan mereka semua untuk berphoto bersama tepat seperti 5/6 tahun yang lalu.

So Apa itu All Motor, hingga saya selalu mengelu-elukan nya , dan sampai membuat jargon dari Perfourm, No All Motor No Party!. But 1st kita tengok apa itu mobil All Motor yang umumnya memakai chasis dari pabrikan Honda, khususnya keluarga civic generasi 4,5, dan 6. Yang kalo di Indonesia popular dengan sebutan Nouva, Estilo/Genio, dan Ferio. Dan syukurnya di Indonesia, populasinya masih banyak, namun yang membuat sport jantung harganya sudah sama dengan harga mobil baru untuk mobil berusia 29 years old. Yaitu 200 jutaan, yes Estilo, si genio buntung alias hatchback. Tapi kalo mau yang versi low budget sasisnya Anda bisa mengincar Nouva, Genio, dan Ferio. Sebenarnya tak hanya trah civic saja yang identik dengan all motor, namun di luar itu semua mobil yang basicnya di full tuned pure NA juga bisa disebut all motor. Contohnya Daihatsu Winner, Toyota Starlet, Feroza, Colt T1200, bahkan Kijang dan Katana yang mengandalkan cam tinggi dan four barrel. “Karena part racing Honda sangat mudah di dapat dan banyak pilihannya.hehehe” jawab Pak Apre atau Daddy dari AP Speed mengenai mengapa civic menjadi pilihan favorit untuk dibuat all motor.

Salah satu keuntungan disamping barangnya masih ada yah lumayan murah, adalah pada main business  nya itu power unit yang bisa menggunakan mesin Honda DOHC dari varian civic atau accord yang versi powerful atau type R yang tidak masuk ke Indonesia. Dan tinggal plug and play, dengan part dan power yang berlimpah alias gampang diatur sesuai budget. B16, B18, B20, H22,H23, K20, hingga K24 kurang puas bisa distroker jadi 2.2 – 2.4 Lt, bahkan 2.6 Lt. Mau single throttle? Keren.  four barrel? Oh Yeas, Individual Throttle Bodides atau ITBs? Amazing. Dan yang jelas No Boost alias turbo, ataupun No Spray alias NOS. Pure NA. Powernya pun bervariasi dari 200 an hingga 500 hp (K series). “Menurut saya yang perlu diperhatikan dalam membangun mesin all motor adalah dalam pengerjaan cylinder head dan pemilihan camshaft” terang Ebet HS Motor

Urusan kaki-kaki termasuk coilover dan ban pun terhitung rada ribet untuk menyalurkan tenaga sebesar itu dari mesin ke roda depan lalu akhirnya  lintasan yang notabene bukan sebuah drag way (No sticky chemical). Slick or semi slick, 13 atau 15 inch slick tires, atau 15 inch semi slick tires. Semua tergantung dari power dan settingan gearbox nya.

Ditambah lagi dengan 15’inch skinny wheels and rims , plus weight reduction atau potong bebek angsa  pada beberapa bagian body dan juga penggantian kaca dengan acrylic menambah program diet mobil mobil all motor ini semakin kurus dan ringan. Bahkan diganti dengan carbon fiber. Jangan lupakan juga drag wing pada bagian buritan mobil agar udara mengalir langsung ke belakang alias tidak mengangkat kembali bagian belakang mobil (downforce). Gampangannya Anda pakai jaket atau kemeja dan geber motor Anda, sehingga membuat bagian bawah jaket atau kemeja Anda terbang keatas.

So kalo Anda membuat/memodifikasi mobil Anda dengan semua aspek yang saya jabarkan diatas, maka selamat Anda sekarang punya mobil All Motor yang super stylish dan bermain di area kelas bracket 13 dan 12 detik dengan cara gentleman style 2.2 Lt  4 cylinder NA tanpa bantuan turbo, nos, dan gearbox matic

So, dari obrolan ngalor ngidul saya diatas tentu kini sudah paham ap aitu All Motor? Dan mengapa saya atau Perfourm begitu kesengsem dengan mobil All Motor? Jadi jawaban dari apa itu All Motor yaitu kurang lebih sebuah tenaga mesin yang dihasilkan pure dari mesin itu sendiri tanpa bantuan turbo, supercharger, atau bahkan nos. Alias Pure  NA dengan memanfaatkan atau memaksimalkan potensi mesin yang ada hingga batas atau limit dari kekuatan mesin itu sendiri.

So gaes, please welcome The Indonesian All Motor Family. Senang rasanya bisa melihat, bertemu, menyapa, dan memphoto lagi para pasukan dan keluarga All Motor Indonesia setelah 6 atau 7 tahun berlalu (masih jaman Sentul Drag Race)

Walaupun 6 atau 7 tahun berlalu tapi ibarat kaset baru lagu lama, wajah-wajah lama yang yang sudah dari dulu melintang di dunia persilatan All Motor Indonesia pun hadir kembali menemani para pendatang baru. Formasi tim dan tuner nya pun tidak banyak berubah. Tampak para tuner yaitu  Pak Apre tau Daddy dari AP Speed Jakarta, Haviedz dari Supernova Jakarta, Ebet dari HS Motor Tangerang, Yulfi dari GSS Engineering Jakarta. Dan dari Jawa Tengah ada Inung dari BMW Motor Semarang dan Rio dari SAR Speed Solo. Sementara Ovi Sardjan dari KS Nusa Jakarta  pun tampak akhir-akhir ini semakin intens mengawal and tune mobil all motor.

So, untuk meramaikan dan menyemangati para pasukan All Motor Indonesia. Saya dan Perfourm pun membuat sebuah sticker HL 11, yang kalo dibaca singkatan dari Holy Land 11. Apa itu 11? 11 berarti 11 detik, yang merupakan holy land atau tanah suci nya bagi para pembalap, owner, dan tuner mobil All Motor yang turun di lintasan drag race 402 meter. Khususnya di Sentul International Circuit. Kenapa hanya di Sentul saja? Jawabannya simple, karena Sentul merupakan track internasional dan setidaknya lintasannya rata, tidak turunan ataupun tanjakan. Serta yang saya suka adalah rules nya begitu ketat dan disiplin, terutama digaris start.

Comments

comments!