RIO RIAN RACING FINISH 1-2 IN WET RACE

AP Speed dengan 2 pembalap kakak beradik andalannya, yaitu Rio R. Bramantio dan Rian Risky kembali berhasil tampil memukau pada ISSOM 2021 putaran ke-4 kemaren dengan berhasil memborong sebanyak 9 piala atau podium ke kota Surabaya. Dan yang spesialnya lagi Rian Risky kembali berhasil mencetak new circuit lap 1:43.378 pada event balap touring yang diadakan pada tanggal 16-17 Oktober 2021 yang lalu di Sentul International Circuit, Bogor.

The Bonek are back. Walaupun tanpa persiapan khusus hanya refresh beberapa part minor saja karena waktu yang relatif mempet dari seri 3  dan seri 4 (2 mingguan), Duo kaka beradik Rio Rian Racing dari kota Surabaya ini pun kembali mengaspal di ISSOM seri ke-4 dengan rasa percaya diri. Terlebih lagi Rian sang adik, yang pada seri lalu mengantongi circuit record lap di STCR2 dengan torehan waktu 1:43.718.

Pada race Honda Brio Speed Challenge, Rio R. Bramantio yang mengawali start dari grid ke-5 (overall), dan ke-2 di kelas promotion dengan catatan waktunya 2:01.970 pada saat QTT ini berhasil mempertahankan posisi ke-5 overall nya dan ke-2 di race yang berlangsung selama  10 lap ini. Arek Suroboyo ini pun berhasil menyelesaikan racenya dengan best timenya 2:02.284

Dan membuat ayah 2 orang anak ini naik ke atas podium ke-2 di kelas promotion Honda Brio Speed Challenge. “ Alhamdullilah pada seri ini saya berhasil dapat podium ke-2 di promotion class. Tapi peluang untuk juara umum atau pertama di kelas ini rasanya sudah tidak memungkinkan, karena si Nouval sudah konsisten juara 1 sampai saat ini (seri ke-4) “ terang kolektor JDM car asal kota Surabaya yang saat ini posisi berada di urutan ke-2 dalam perolehan point di HBSC Promotion Class.

Beralih ke race STCR 2 dimana sang adik yaitu Rian Risky berhasil bertengger di grid pertama atau P1 pada saat race karena dirinya berhasil mencetak waktu 1:43.378. Yang mana catatan waktu lebih cepat sekitar 0. Dari catatan waktu sebelumnya yaitu . Dimana Rian juga berhasil mencetak rekor baru di Sentul untuk fastest lap, circuit best lap, dan circuit record lap dengan 1:43.378.

Performa Rian dan Tom pun cukup perkasa pada race kali itu. David saingan terdekatnya yang berada di P2 pun sempat mengajak dog fight Rian dan Tomnya. Namun performance mesin K20R nya dan driving skill Rian membuat David tertinggal di belakang dengan gap 12.783 diantara mereka berdua. Rian pun berhasil mempertahankan posisi pertama nya di STCR 2 dengan best timenya 1:43.775

Dan membawanya ke atas podium pertama di kelas FFA Max 2100 dan juga podium pertama di kelas Japan 1B. “ Sangat menyenangkan dapat mengulang “ el Classico” bersama sohib saya, Umar, serta kehadiran young gun David. Saya kembali fight dengan David untuk merebut P1 dari lap ke-3 s/d 6. Luar biasa defense  dari David, sehingga saya harus memanfaatkan segala celah yang ada dan moment tersebut datang di R5-R6 atau S kecil dimana pada lap ke-6 saat David sedikit melebar ke rumput sisi luar kerb R6. Setelah itu saya mempertahankan pace dan alhamdullilah dapat finish P1” kesan arek Suroboyo ini akan perjuangannya meraih P1 di STCR 2 ini.

Sementara di penghujung race ISSOM yang diikuti oleh kakak beradik ini. Lagi-lagi Rian Risky yang start dari P2 menunjukkan performa supreme nya dengan berhasil merebut posisi pertama STCR 1 dari tangan Luckas yang mempiloti Holy Brio pada saat wet race. Rian yang dari awal start mulai meninggalkan Luckas dan rombongan, tampak semakin jauh didepan ditengah hujan  yang mulai membasahi Sentul.

Namun sialnya pada saat lap ke-4 dan ke-5 dimana kondisi cuaca yang mulai membaik, gerimis berhenti, dan beberapa track mulai mengering (kecuali R3 & R4 yang masih basah). Rio sang kakak yang mempiloti Estilo B18 Turbo  dan berada di posisi ke-5 overall pun mulai boosted dan mulai menyalip satu persatu  pembalap yang berada didepannya, hingga akhinya berhasil menyalip sang adik Rian dan berhasil merebut posisi P1 dari sang adik di straight line keluar R2. Bahkan Rio berhasil mencetak fastest lap 1:46.516 di lap ke-5 (pembalap tercepat pada race kali itu)

Tapi sang adik pun tak mau menyerah begitu saja, sempat tercecer dibelakang sang kakak selam kurang lebih 4 lap. Rian pun memutuskan untuk beraksi merebut kembali P1 nya dari sang kakak pada lap terakhir (last lap). Dan hasil late brake nya ketika hendak masuk di S kecil (R6-R7) membuahkan hasil. Rian pun berhasil menyalip sang kakak, dan meninggalkan Rio di belakang nya hingga bendera finish dikibarkan. Rian pun finish terdepan dan berhasil merebut P1 dari tangan sang kakak dengan gap 1:037 dan  best time 1:47.775.

Yang membawa Rian Risky ke atas podium pertama di kelas FFA max 3600, dan sang kakak, Rio R. Bramantio harus puas berada di podium ke-2.

Namun sebagai pelipur laranya yang podium pertama FFA max 3600 nya di tikung sang adik pada last lap, Rio pun berhasil bertengger di podium pertama di kela STCR B2.

“ Alhamdullilah pada seri kali ini saya berhasil mendapatkan  podium di Brio Promotion class di podium ke-2. Kemudian di race STCR1, di kelas FFA saya mendapatkan podium ke-2, dan di kelas STCR B2 nya saya mendapatkan posisi yang pertama. Yang drama pada race kali ini di STCR 1 saya tidak menduga bisa leading dari Rian. Dan saya kira saya sudah bisa menjadi satu. Ternyata di lap akhir , di S kecil saya di salip oleh Rian dan saya hanya bisa mendapatkan posisi yang ke-2. Untuk pekuang juara umum, peluang saya ada di STCR B2, karena untuk sementara ini posisi saya di STCR B2 di posisi pertama” kesan Rio atas pencapaiannnya di seri ke-4 ini.

“Alhamdullilah, secara umum saya sangat puas dan bangga dengan performa Tomahawk. 2 Seri ikut serta (seri ke-3 dan seri ke-4) Tom dapat double winner di setiap serinya (P1 STCR 1 dan P1 STCR 2). Dan khusus pada seri ke-4 ini, tentu sangat menyenangkan dapat meraih P1 dan P2 (B16 AP Speed x Rio Rian Racing ) di STCR 1 bersama dengan Rio di Estilo Triumph. Dan yang paling utama saya tidak menyangka bisa  break record circuit best lap di STCR 2 dengan best time 1:43.378, lebih cepat sekitar 0.400an dari reko r saya sebelumnya (1:43.718).Cara yang cukup manis untuk menutup catatan di musim balap 2021 saya. Dikarenakan seri ke-4 kemaren meruakan balap terakhir saya di tahun 2021 ini. See you in 2022” tutup Rian Risky  mengenai kesannya di seri ke-4 ini akan performa dirinya dan Tom juga bisa fight dengan sang kakak.

Total pada ISSOM round 4 kemaren tim yang dikomandani oleh Pak Aprea tau Daddy ini berhasil mengumpulkan sebanyak 9 piala atau podium yang didadapkan oleh duo kakak beradik asal kota Surabaya, yaitu Rio R. Bramantio sebanyak 4 piala, sementara sang adik Rian Risky 5 podium. Sepertinya skornya masih bertahan 3-0 untuk Rian Risky sampai seri ke-4 ini.

Stay tune di Perfourm untuk full artikelnya..

CAN’T STOP WON’T STOP RACING

 

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com *Hashtag your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

 

Comments

comments!