THE HOLY BRIO BACK ON TOP WITH 1:40.770

The Mighty Holy Brio milik Ferry Yanto Hongkiriwang dari Gazpoll Racing Team comeback lagi ke ISSOM dengan berhasil mencetak waktu yang cukup sensasional, yaitu 1:40.770. Dimana sang pembalap Luckas Dwinanda yang juga merupakan tuner dari Engine+ ini berhasil mempertajam catatan waktu dari mesin 400 hp L15 Turbo yang semula 1:42.091. Atau lebih cepat 3 detik an pada saat QTT STCR 1 ISSOM seri ke-4 yang dilaksanakan pada tanggal 16-17 Oktober 2021 yang lalu di Sentul International Circuit, Bogor.

Memang tak ada mendung tak hada hujan, mendadak dangdut si Brio kuning yang dijuluki “Holy Brio” ini muncul kembali di Sentul, setelah terakhir turun dan diputuskan pensiun dini dari balap touring oleh sang owner Ferry , pada saat si Brio dan Luckas berhasil keluar sebagai juara umum JSTC dan Super Car Championhsip di gelaran BSD City Grand Prix 2018 yang lalu.

“Yang jelas senang buanget..greget bisa balap lagi sama Holy Brio. Event kemaren adalah keputusan yang cukup mendadak, hanya 1 minggu sebelum balap berbincang dengan Ko Ferry, dan akhirnya langsung memutuskan untuk balap” Jawab Luckas perihal tiba-tiba Holy Brio ini turun gunung pada race kemaren.

Anda mungkin akan kaget kalo melihat engine bay si Holy Brio yang super kencang ini, no blink blink Tokyo Auto Salon racing part di Brio milik pengusaha muda asal kota Luwuk, Sulawesi Tengah ini. Namun beberapa upgrade besar sudah terjadi disini.

“Ada 2 perubahan besar yang kita lakukan pada Brio ini. Yaitu pada sektor mesin dan suspensi. Kita melakukan penggantian turbo yang lebih besar sehingga horsepowernya saya kalkulasi dari yang semula 350 hp, sekarang sudah menyentuh angka 400 hp” terang Luckas perihal modifikasi yang dilakukannya bersama Engine+ pada sektor dapur pacunya.

Sementara pada sektor eksteriornya yang paling mencolok atau berubah dari si Brio selain liverynya yang ada warna birunya, yaitu pada sektor kaki-kakinya yang bertambah melar atau wide karena ada Advan Racing 16’inch yang dibalut Nankang AR1 yang menggantikan tugas Enkei + ATR K Sport 15’inch. “ Penggantian ban dilakukan ke merek luar dibanding dulu, karena di kelas ini boleh menggunakan ban bebas. Dan penggantian rim ke 17 (depan) untuk mengurangi spin saat keluar tikungan karena torsi yang sekarang jauh lebih besar. Untuk belakang menggunakan ring 16, sehingga handling terasa mantap. Sementara suspension juga kita rubah yang dari sebelumnya rubber bushing diganti ke spherical. Namun suspensi di Holy Brio ini paling unik karena shock depan menggunakan BC one way, sementara shock belakang menggunakan Aragosta 2 way. Hehe” Jawab Luckas ketika saya tanyakan perihal ganti ban dan suspensionnya.

“ Tujuannya sih balikin Holy Brio Cuma welcome back party, cuman mau manasin mesin aja dan mau tahu apakah mesinnya masih bagus? Apalagi saya sueneng banget bisa balik ke Sentul dan Brio saya berhasil mencetak waktu 1:40” terang Ferry Yanto Hongkiriwang  yang membuat special livery untuk Holy Brionya yang bertuliskan nama ke-2 anak kesayangannya. Seraphine dan Finn.

Dan akhirnya duo maut Ferry dan Luckas kembali bertengger di singgasana P1 STCR 1 seperti ditahun 2018 yang lalu dengan hasil QTT yang cukup mencengangkan untuk seukuran mobil LCGC bermesin L15 Turbo, yaitu 1:40.770. “ Pertama kali Latihan hari kamis dapat time 1:47, lalu kemudian dengan mudahnya dapat 1:42. Namun 1:42 tersebut terasa memaksakan handling mobil, sehingga ban dan rem  terlalu panas dan botak sebelum waktunya. Akhirnya Jum’at saya coba lagi dengan gaya nyetir yang lebih halus dan sambal melihat datalog kesalahan bawa dimana. Akhirnya hasil QTT di hari Sabtunya akhirnya tembus 1:40.770” terang tuner Engine+ pecinta JDM cars ini.

Yang jelas P1 kali ini sang tuner Engine+ terlihat lebih insecure atau tidak tenang dibandingkan ketika dulu saya melihatnya selalu tersenyum dan berseri-seri ketika ngendon di grid terdepan. Bukan bad hair day atau trouble pada mesin Brionya, tapi tik tik bunyi hujan di atas roof dan windshield  Brio bertenaga 400 hp ini. Luckas pun bilang kepada saya bahwa   start kemaren adalah moment paling menegangkan bagi dirinya. Ditambah lagi kemaren di garis start terlihat mendung sekali ditambah gerimis . Kita tahu perubahan cuaca mendadak akan menambah faktor-faktor yang sulit diperhitungkan. Seperti dirinya yang sudah terlanjur memakai ban kering.

Benar saja, begitu lampu start padam. Rian dari AP Speed yang mempiloti Estilo K20R (N/A) langsung menggasak posisi P1 nya Luckas dan meninggalkan jauh dirinya  di awal-awal lap dan melorot posisinya. Namun di sekitar lap pertengahan Luckas pun tancap gas menguber Rian ditengah wet race dan berhasil membuntutinya. Setelah beberapa lap Luckas pun sempat terpancing untuk mengikuti irama dan driving style Rian. Namun lama-kelamaan irama nikung Rian semakin kencang, walaupun tracknya masih basah kuyuh.

Yang akhirnya membuat dirinya melintir di R3 dan hampir menjadi santapan mobil-mobil dibelakangnya.

Setelah berhasil recovery, Luckas pun langsung kembali ke pit dan tidak melanjutkan racenya. Race pun berakhir untuk Luckas dan si Holy Brio di lap ke “Balapan saat hujan butuh skill extra, dimana kemaren saya  lihat Rian lebih mantap dari saya. Setelah mengikuti dia beberapa lap justru akhirnya saya yang malah mengikuti irama dan gaya nyetirnya dia. Irama menikung yang saya  ikuti dari Rian makin lama makin kencang, walaupun di trek yang masih basah banget. Terutama di tikungan  3 dan 4, sampai ke tikungan 6 dan 7, doi sikat terus. Dan saya merasakansetingan suspensi belakang saya terlalu liar  di hujan dengan speed tersebut, sehingga membutuhkan konsentrasi extra. Tapi kondisi mobil memburuk. Salah satunya kaca depan yang semakin lama semakin berembun, dan akhirnya melintir juga saya di R3. Dan keputusan saya menggunakan ban kering kemaren adalah keputusan yang salah. Karena ternyata sesaat sebelum masuk trek beberapa area sirkuit  sudah diguyur hujan” sesal Luckas atas hasil wet race nya kemaren.

“ Pas melintir, saya bingung ya, yaaa.. ada kecewa tapi ya udahlah namanya juga balap, ada menang ada kalah mau gimana ya sudahlah. Saya juga Cuma pesen satu ke Luckas pas mau race..mobil balik. Hehe. Yang penting kemaren mobil ga kenapa- kenapa, dan drivernya juga aman. Kita Cuma mau fun kan. Ga harus juara disitu. Race kemaren saya cukup puaslah” tanggapan Ferry selaku owner Holy Brio atas insiden melintir dan hasil race mobil nya

Ketika saya tanyakan perihal mengenai apakah next round ( seri ke-5) si Holy Brio akan turun? Kolektor JDM car ini menjawab tahun depan. “Next raound mungkin nanti ya kapan-kapan belum sekarang, nunggu tahun depan. Karena uda mau libur , jadi istirahat dulu “ tutup Ferry yang masih menargetkan Holy Brionya bisa menyentuh kepala tiga atau 1:38.

GAZPOLL RACING TEAM : ONE LAST RIDE FOR THE HOLY BRIO

 

Bayu Sulistyo

IG : @bayusulistyoo

 

*Like us on Perfourm Facebook Fanpage

*Follow us on Instagram: @perfourm

*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com

*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com

Comments

comments!