KEJURNAS DRAG RACE 2013 – ROUND 1, SURABAYA

IMG_7095 (32)

Kota Surabaya memang gudangnya drag race, terlebih lagi di Surabaya hanya olahraga yang mengandung aliran gas pol ini yang punya track dan latihan rutinnya saja. Alhasil ketika ada event resmi drag race,para dragster kota Surabaya dan sekitarnya memenuhi Kenjeran dragway. Ya meskipun menurut saya variasi mobilnya tidak sedahsyat jaman saya masih smp-kuliah dulu (akhir 90 – awal 2000). Namnun mau nonton event kejurnas balap mobil apa lagi di kota Pahlawan ini?Maybe we need circuit. Yes we are.

IMG_7095 (1)

Inilah liputan saya di tengah-tengah badan saya sakit and my body not delicious. Namun karena ada suatu job yang harus saya lakukan, saya pun melampaui limiter badan saya untuk bekerja atau menjadi energizer bunny. Malam itu saya menemukan beberapa mobil VW yang bertarung dengan mobil-mobil new school sekelas Honda.

IMG_7095 (2)

Thanks god, saya masih bisa melihat mobil RWD ataupun VW di tengah gempuran mobil FWD atau dominasi Honda boys. Walaupun old school, tapi cockpitnya mengandung aura back to the future. Is that race data logger atau GPS? Tak mungkin Anda tersesat dan butuh panduan GPS di lintasan lurus 201 meter ini. Hell no guys.

IMG_7095 (3)

Menyaksikan kelas bracket 9 detik, seperti menyaksikan kelas killing field. Liat saja bagaimana, si kodok ini dibantai secara mengenaskan dari garis start hingga finish, Si kodok hanya diberikan kesempatan untuk sedikit melompat sewaktu start saja, selebihnya harus berjalan. Ya mungkin VW beetle ini harus berguru dulu kepada kodok-kodok jaman dulu seperti MBG, Gobret, Hantu Laut, atau Losta Masta sebelum bertarung dengan para Honda boys.

IMG_7095 (16)

Ah ada lagi VW safariyang mengikuti kelas bracket 11 detik. Dan istimewanya lagi it’s soft top

IMG_7095 (17)

Salut untuk Pak Punuk dengan VW Variantnya. Ya walaupun dia harus bersaing dengan peserta dan mobil yang lebih cocok di panggil anak atau bahkan cucu nya, namun he bring back  the old good time memories.

IMG_7095 (13)

Talking-talking tentang kelas bracket  11 detik. Mobi Lancer GLXi  yang biasanya saya pakai untuk latihan berolah raga drag race setiap malam minggu milik Bhram GAR Power Surabaya ini, juga ikut di kelas daily use car ini. Namun sayang, setelah beberapa kali latihan dan sering memperoleh 11.00, dan yakin nanti di event pasti bayaran (menang). Tapi akhirnya di event atau heat 1 nya malah bablas jadi 10.94 detik. Ya beginilah ga enaknya kelas bracket, deg-deg an juga kalo nginjak throttle, takut kelambatan atau malah kebablasan.

Team Delta Prima Malang (20)

Di kelas kejurnas 3.1, Juara 1 hingga 3 nya di borong oleh tim Delta Prima Malang. Yaitu Bella 9.630, Wasrik 9.631, dan Peter 9.654 detik

IMG_7095 (32)

Sedangkan Khrezna The Stig GAR  Power dari Yoedha Tuning Surabaya berhasil meraih podium ke-4 dengan catatan waktu 9.729 detik.

IMG_7095 (75)Di tepi lintasan ada rekan satu profesi saya yang sudah terbilang senior ini, kalo ga salah namanya mas kancil dari Otospeed Semerang. Saya sering bertemu dengan wartawan otomotif senior ini di berbagai event motorsport, dulu pada tahun 2011 saya bertemu dengan beliau di event Driftbash di GWK Bali.

IMG_7095 (5)

Di kelas Kejurnas 2.1. Nanda dari team DMK Sidoarjo dengan Daihatsu Winner nya berhasil meraih podium ke 3 dengan catatan waktu 10.094 detik.

IMG_7095 (7)

meraih 2 podium sekaligus di kelas kejurnas 2.1. Yaitu Rendy Smurf di posisi ke 2 dengan catatan waktu 9.577 detik, dan Ade Chandra yang jauh-jauh terbang dari kota Medan Sumatera Utara, yang berhasil meraih podium ke-4 dengan catatan waktu 10.453 detik. Horas bang !

IMG_7095 (6)

Sementara yang berhasil meraih podium 1 di kelas kejurnas 2.1 adalah peserta yang jauh-jauh datang dari Manado. Yaitu Rizal Basalamah dari team Hot Wheels Manado yang berhasil menjadi juara di kelas 2.1 dengan catatan waktunya 9.437 detik.

IMG_7095 (11)

Nasib kurang beruntung dialami oleh tim Jepang Motor Sidoarjo. EG6 yang bernama Mpu Gandring ini mengalami masalah pada bagian electrical atau wiringnya. Padahal EG6 ini pada era tahun awal 2000 hingga pertengahan terkenal Saktindo, karena sering menjuarai drag race dan kelas kejurnas, bahkan seri kejurnas di mana pun (hingga Palembang) di belain berangkat oleh Mas Deddy jepang. Mau tau caranya, di geret pakai bak atau gendong sendiri.

IMG_7095 (33)

Mas Deddy Jepang (paling kanan) tampak sedang di interview oleh Mas David Ototrend mengenai event ini dan juga trouble yang melanda EG6 nya. Menurut pembalap yang termasuk dalam deretan wong lawas atau orang seniornya dalam scene drag race di Surabaya atau Jawa Timur ini, mobilnya awalnya so far so good, tapi begitu di pacu di lantanas, dan 10 meter hamper finish, tiba-tiba enginenya mati.

Team-Delta-Prima-Malang-34Team Delta Prima pada race kali ini harus menerima kenyataan pahit bahwa 2 mobil andalan mereka di kelas kejurnas 2.1 harus rontok di race atau heat 1 (penyisihan). Niat mereka untuk mencari point kejurnas pun pupus malam hari itu. Menurut info yang saya terima, EG Bolang (ungu)  block nya pecah.

Team Delta Prima Malang (157)

Sementara di kelas Kejurnas bracket 9 detik. Juara 1 diraih oleh Tatank dari tim Art Sar Speed Yogya dengan catatan waktunya 9.091 detik.

IMG_7095 (8)

Agasya dari tim G-Five yang mengendarai SMS Civic EF yang bernama Blek krupuk atau kerupuk blek ini,  berhasil menduduki podium ke-2 di kelas kejurnas bracket 9 detik dengan catatan waktunya 9.232 detik IMG_7095 (10)

Salah satu generasi VW terbaru yang ikut membela barisan pabrikan Jerman ini adalah VW Golf GTI MK VI yang dikendarai oleh Yordan dari tim MYB Surabaya. Walaupun MK VI ini matic, namun Golf bertenaga 197 hp  (turbo), mampu mengantarkan Yordan ke podium ke 3 di kelas kejurnas bracket 9 detik dengan catatan waktu 9.330. Jelas Rabbit ini kencang, full APR tuning.

IMG_7095 (23)

Home sweet home. Inilah team atau paddock yang menjadi rumah saya selama kurang lebih 16 tahun saya di dunia drag race. GAR POWER Surabaya. Sudah lebih dari sekitar  14 tahun  atau kurang lebih 70 race dalam 14 tahun (1 tahun  ada 5 race) , saya berada di paddock ini. Dan tetap posisi saya di paddock ini sebagai tukang photo atau dokumentasi, bukan sebagai pembalap.

IMG_7095 (21)

Ya walaupun saya dari dulu hanya bertugas sebagai tukang dokumentasi, yang selalu ikut ke garis start ketika para pembalap GAR hendak line up di garis start. Namun saya cukup senang akan keadaan saya, ya meskipun sesekali pengen juga di sebut namanya di kelas tertentu. Tapi saya juga ikut andil dalam hal kreatifitas pada team yang sudah berumur hamper 18 tahun ini. Diantaranya men desain logo. Seperti logo baru GAR Power ini adalah desain saya dan digunakan pada jaman saya mempunyai mobil Suzuki Carry GT-R pada jaman awal 2000-2005, kini digunakan lagi. Begitu pula logo Yoedha Tuning yang mulai saya bikin awalnya untuk Carry GTR  pada tahun 2000 an dipakai sampai sekarang sebagai trade mark Yoedha Tuning oleh Mas Yoedha sang mekanik. Yang terbaru adalah desain saya pada logo Perfourm.com.

IMG_7095 (37)

Di paddock GAR ini saya bisa duduk dan beristirahat sambil ngobrol dan makan atau minum. Karena badan saya sedang sakit, jadi saya kasi badan saya berupa doping atau octant booster yang berupa susu jahe panas, dengan harapan bisa bikin durability badan tambah lama. Saya sampai mengkonsumsi susu jahe ini hingga 4 kali, saking k.o badan saya karena kena penyakit yang kompilasi (demam,flu, batuk, tenggorokan sakit)

IMG_7095 (20)

Dan tentu saja yang saya suka dari paddock ini adalah, saya bisa mendapatkan makanan gratis atau bahkan yang sedikit memaksa atau mencuri pada anaknya mas Yudha ini. You know how I love snack or chiki. Malam itu saya dinner nya berupa nasi bebek plus some chiki dari si Rasya, anak ke-3 dari Mas Yoedha.  Just for your info, saya mulai berada d paddocknya GAR mulai dari anak pertama nya Mas Yoedha masih kecil (sekarang SMA),  sampai ketemu lagi anaknya yang nomor 3 ini masih kecil. Damn, itu berarti saya menjadi o mom dari ke-3 anak ini. Dan mau tau my dirty little secret ritual yang saya lakukan pada ke-3 anak mas Yoedha sewaktu mereka kecil, yaitu saya hobby memplorotin celana mereka hingga kelihatan pampers atau CDnya, hingga mereka mengucapkan the magic words “Ja**k !”. Lol.

IMG_7095 (41)

Setelah saya makan nasi bebek goreng dan 4 gelas susu jahe hangat, saya pun berisitirahat atau tidur sebentar di Lancer GTi milik Adi GAR Power. It’s 2 a.m in the morning, badan saya sudah ga kuat lagi, need some rest or sleep. Inilah yang tidak saya sukai dari race malam (dari sore atau jam 7 malam-pagi hari), ngantuk, angin malam, plus minimnya pencahayaan. You know lah, saya bukan aliran pengguna flash.

IMG_7095 (22)

Beberapa menit kemudian, saya dikagetkan dengan suara TOA atau pengeras suara yang cukup keras di dekat saya, yaitu suara Pak Cipto atau yang biasa dipanggil Gorillaz yang mengingatkan kita bahwa segera line up. Pak Cip merupakan salah satu panitia yang paling rajin, giat, dan semangat versi para peserta dan saya. Karena pria yang hamper sepuh ini, selalu berkeliling dari 1 paddock ke paddock lainnya, hanya untuk mengingatkan kita untuk segera line up di garis start. Sering biasanya anak-anak diakhir acara atau pun sewaktu race memberikan sebungkus rokok, atau uang rokok untuk Pak Cip. Karena jasa nya pak Cip sebagai alarm.

IMG_7095 (42)

Saya pun bangun lalu berjalan menuju ke garis start bersama Khrezna yang akan menjoki mobil Lancer GTi GAR Power yang akan berlaga di babak final kelas 3.2 (stock sedan 1701 s.d 2500 cc). Pembalap Gar Power dari jaman dulu (awal 2000) memang terkenal sebagai racer with attitude. Mereka selalu memakai race suit, balaclava, gloves, race shoes, dan helm full face. Kali ini tradisi itu diteruskan lagi oleh Khrezna. Makanya saya memberikan julukan anak ini the Stig, disamping dia bisa menjoki mobil apa aja (juara juga) dan offroad, dia juga memakai race suit seperti the Stig di Top Gear.

IMG_7095 (76)

Some people are sleeping to hard. Ya beginilah race malam, kalo sudah ngantuk melanda, dimanapun dan apapun alasnya pun jadi. Yang penting bisa melungker dan ngorok, serta ngiler walaupun di sekelilingnya suara exhaust.

IMG_7095 (19)

Sewaktu jalan ke garis start saya menemukan sticker ini, dan langsung senyam senyum sendiri. Inilah versi Real man use three pedal versi bahasa Maduranya cong.

Team Delta Prima Malang (75)

Di grid start atau garis start saya pun bertemu dengan salah satu pembalap andalan Jawa Timur, Bella racing dari team Delta Prima Malang. Saya sudah kenal Bella semenjak pertama kali dia balapan di team GAR Power (dulu kami satu tim) sekitar dari tahun 2004-2007. Dan saya menyaksikan betapa hard corenya  cewe yang dulunya suka photo ala Alay ini membabat habis para pembalap cowok dan berhasil juara selalu  5 besar  di kelas 3.1 (1000 sd 1300 cc, Civic EF), 3.2 (1.500 sd 1600 cc, EG6), dan kelas city Car (1000 sd 1300)  bersama tim GAR Powe sewaktu dia masih duduk di bangku SMA. Tapi karena kami sudah sama-sama gede dan malu juga untuk photo ala alay, ya kami merubah pose photonya menjadi seperti anak normal saja eaaa.

Team Delta Prima Malang (42)

Tapi tetap yang namanya Alay is in my blood, selalu saja eksis dan sadar kamera ketika kamera mengarah ke arahnya. Dan tak lupa tarde mark 2 anak cukup plus pose senyum dengan bibir di imut-imut in. Hadeh….lol

IMG_7095 (18)

Final kelas 3.2. Nasib nahas menimpa Lancer GTi milik tim Focus Speed Malang. Engine nya tiba-tiba over heat dan memaksa radiatornya untuk panas dan over heat sewaktu di waiting zone. Yang memaksa engine nya tidak sehat lagi. Akhirnya Focus Speed Malang harus puas duduk di posisi ke-3 oleh AMec (10.241 detik) dan posisi ke 4 oleh M.Bob (10.390 detik) dikelas 3.2

IMG_7095 (43)

Podium di kelas 3.2 pada race kali itu di borong oleh tim GAR Power Surabaya. Dengan juara 1 oleh Khrezna GAR (9.855 detik), juara 2 oleh Nopex GAR (9.939 detik), dan si pemilik mobil GTi ini sendiri, Adrian GAR di posisi ke-5 dengan catatan waktu 10.401 detik.

IMG_7095 (74)

Wira dari Tim Bajoel Tech Surabaya, tampaknya malam hari itu belum beruntung untuk meraih podium. Mobil Honda civic EF sedan nya yang bernama Dare Devil ini hanya mampu mencetak best time  9.5 detik  2.9 (sedan sejenis 1000 sd 1500 modified)

IMG_7095 (54)

Waktunya beralih di kelas favorit saya atau Nostalgila, eh maap, nostalgia, yang sekarang berubah namanya menjadi kelas Retro. Well inilah kelas yang merupakan kelas pelipur lara saya akan mobil RWD, maklum saya RWD freak, dan bosen juga melihat Honda boys dari tadi beraksi.

IMG_7095 (59)

Kebanyakan memang kelas Nostalgia ini di ikuti oleh para peserta dari kota Malang alias kera Ngalam (arel Malang) yang rata-rata mobilnya digunakan untuk sprint rally. Seperti dari tim KRD MBR dan Nexttoys Malang Elgomlagras,singkatan dari : Elek,  Goblok Mlarat, Gragas (Jelek, Goblok, Miskin, Rakus). Yang merupakan versi ala Kera ngalam  nya El Gato (kucing) Puerto Rico Boys.

IMG_7095 (53)

Jadi apa istimewanya dari kelas yang menjadi favorit saya ini sampai-sampai seluruh peserta atau mobilnya pasti saya photo dan wajib hukumnya saya upload semuanya. Apa specialnya dari old school box car racer  yang berjuluk Peanut car (mobil kacang) KE30 ini?

IMG_7095 (66)

No summit part or indicator meter like autometer and bla..bla..bla found here in the cockpit. Just feeling so good to launch and shifting this car. Use your force when drive this old car

IMG_7095 (60)

Baik helm, mobil, dan bahkan orangnya oun satu tipe alias sama-sama jadulnya. Liat saja Om Ambon MBR ini, tampangnya wong lawas (orang lama ) bang get.

IMG_7095 (64)

Old traditional 4 barrel Weber and high lift camshaft kick ass!!!

IMG_7095 (62)

Walaupun mobil lahir sebelum ada yang namanya keyless entry ataupun engine start button. Tapi cockpit tetap terlihat seperti film science fiction ala X-Wing Star Wars.

IMG_7095 (31)

Siapa bilang Sebuah Corolla DX KE70 yang bermesin 5K 1.5 lt SOHC 4 barrel tidak bisa membuat pemilik Civic EG6 galau tingkat tinggi.KE70 dari tim Sunrise Speed Tulungagung ini berhasil mencetak waktu 10.092 detik dengan pembalapnya bernama H. Ardy yang membawanya ke juara 1 di kelas Retro. Rata-rata estilo atau EG6 kelas 3.1 saja time nya segitu. Gimana masih mau kualat melawan ABG Tua?

IMG_7095 (55)

Tak ada yang lebih menyenangkan selain melihat 2 old school box car racer ini berlari seperti orang kesetanan di lantasan track balap, lebih asyik lagi jika melihatnya di track tarmac atau gravel bahkan circuit.

IMG_7095 (56)

Dan mungkin karena sama-sama napas tuanya, mereka finish kompakan dengan hanya beda selisih 0,001 detik. Ajaib.

IMG_7095 (39)

Masuk di kelas 2.7 (sedan 1 s.d 2000 cc, non engine series), Super Estilo milik Wendra Myb yang dikemudikan oleh Yudha Myb berhasil membuat mesin K20A nya high rev. , dan mengantarkan Yudha Myb ke juara 1 di kelas 2.7 dengan catatan waktu 8.632 detik.

IMG_7095 (40)

Posisi di belakang Yudha Myb atau juara ke-2 di kelas 2.7) ada Ustad racing atau Fatahillah dari tim Myb AP Speed Surabaya dengan EG6 B20 inside yang mencetak waktu 8.822 detik. Sedangkan Aria Myb harus puas duduk di posisi ke-3 dengan Civic Ek Ferio K20 inside (8.866 detik)

IMG_7095 (45)

EG6 Wendra Myb yang saya namakan Super Estilo ini pun set a new front slick tyre untuk berlaga di kelas FFA non turbo. Coba lihat, how big that M/T slick tyre. Hmmm… doughnut.

IMG_7095 (49)

Behold of the Super Estilo owner… Wendra Myb

IMG_7095 (47)

Ritual wajib buat slick tyre, membasahi slick tyre lalu burn out. Hal ini dimaksudkan supaya compound slick tire nya keluar dan juga membawa suhu temperature bannya ke suhu yang ideal, agar grip yang dihasilkan maksimal sewaktu start atau launch.

IMG_7095 (50)

Berkat slick tire pada front dan juga skinny tires pada rear, Super Estilo berwarna kuning ini bisa mempertajam catatan waktunya Yudha Myb  dari 8.632 detik menjadi 8.562 detik, dan mengantarkannya juara 1 di kelas FFA non turbo. Sedangkan sang owner Wendra Myb, berada di posisi ke 2, dengan catatan waktu 8.704 detik.

IMG_7095 (12)

Tak mau kalah dengan Super estilo milik Wendra Myb, Philips dari Elysium Autotech Surabaya pun memasangkan 1 set a new  Hoosier slick tires. Pada apa? Ayo tebak…

IMG_7095 (24)

It’s a sedan, no it’s a coupe. No it’s a big dat ass SUV equip with Hoosier slick tires.

IMG_7095 (69)

Seperti kata Rihanna…Shine bright like a diamonds.

IMG_7095 (68)

Mungkin karena galau, Evo VIII CT9A nya sedang trouble dan tidak bisa ikut  drag (persiapan dyno contest), Philips cukup gila memasangkan Hoosier slick tire pada Mitsubishi Pajeronya.

IMG_7095 (73)

SUV turbo bertenaga sekitar 178 hp bahkan mungkin sekrang sudah diatas 200 hp ini terlihat langsut meloncat ketika di lampu hijau. I think the Hoosier slick tires works well. Berkat Hoosier slick tires ini mengantarkan Philips juara ke-3 di kelas FFA turbo dengan catatan waktu 10.027 dan rekan satu teamnya di Elysium, yaitu Bayu Karijanto di posisi ke-4 dengan catatan waktunya 10.150. Anyway sewaktu Philips turun di kelas bracket 10 detik, dia sampai brake out atau bablas dengan catatan waktu 9.912 detik.

IMG_7095 (70)

The Big Evo alias Redex milik Rian Myb akhirnya keluar menjadi the fastest of the day dan juga juara di kelas FFA Turbo dengan catatan waktu nya 8.554 detik. Cukup cepat untuk mobil daily uses. Nantikan liputan saya bersama Rian Myb AP Speed dari  event  Drag race di Sentul Circuit bersama AP SPEED Tom Cat EG6 miliknya pada akhir minggu ini (13-14/4).

IMG_7095 (77)

Akhirnya setelah beberapa kali event dan hamper setiap event saya tidak ada dalam frame photo anak-anak GAR Power, karena kebanyakan saya yang menjadi tukang photonya. At last saya bisa ada di dalamnya.Inilah photo saya bersama anak-anak GAR Power generasi ke 7, sedangkan saya adalah anggota generasi ke-2 yang masih bertahan dan ikut team ini ada semenjak berdiri  sekitar 17 atau 18 tahun yang lalu (saya masuk tahun 1997, jadi kurang lebih sekitar 15 tahun saya di GAR).

IMG_7095 (78)

Well..well ..well.. ayo yang masih ingat dulu mobilnya pernah bergaya ala Old school indo style sewaktu jaman SMA atau kuliah dulu angkat tangan. Kaca film bening atau akuarium, pelek kempyeng atau besi warna hitam, potong per sampe ceper mampus, exhaust hanya berupa pipe doing, riting cepat, ada tasbih di spion dalam, dan head rest tidak ada, dan mengemudi seperti keliatan kaya anak kecil (tidak terlihat saking tenggelamnya). 90’s kick ass !!!

IMG_7095

Well guys, that’s it my report dari Kejurnas Drag race 2013 round 1 Surabaya. Dan kenapa saya photo di podium ini sendirian, karena saya menjadi juara tunggal sebagai reporter teladan atau media teladan yang ngendon dari awal race 1 jam 6 sore, hingga race berakhir jam 6 pagi. Siapa bilang jadi media perfourm gampang? Ada yang mau mencoba liputan 12 jam, ngedit dan nulis 9 jam, lalu upload 2 jam, dan akhirnya Anda membaca tulisan saya ini hanya tak kurang dari 5 menit. We’re are not energizer bunny atau tukang photo keliling. So please respect us.

 

 

-Bayu Sulistyo |nyonk|

Instagram : @perfourm

 

p.s : Setelah liputan ini saya tepar atau bed rest selama 5 hari di rumah mba saya .

 

Tags:

Comments