Aaah…Sunday morning. Waktu yang tepat bangun pagi-pagi, ganti baju olahraga dan juga sepatu running yang warnanya blink-blink, lalu lari pagi sambil mesam-mesam ke arah cabe-cabean yang juga sedang jogging dengan celana gemesnya. What a lovely Sunday. Tapi bagaimana Anda yang seorang car enthusiast bangun di minggu pagi, lalu berlari bersama segerombolan kuda di jalan tol. Bukan sekedar kuda biasa atau kuda lumping, namun prancing horse dari Italia, yaitu Ferrari. Tak hanya 1 Ferrari namun sekitar 20 Ferrari yang tergabung dalam FOCI Surabaya Chapter ikut berlari bersama Anda. Mamamia……
Walaupun baru tidur jam 3 pagi akibat Saturday night fever, sayapun yang biasanya mengabaikan suara alarm di pagi hari, kali ini harus bangun jam 5 pagi dan langsung mandi lalu cabut ke rumahnya Iwan. Kali ini yang beraksi adalah Ferrari F430 Scuderia miliknya yang akan bergabung dengan FOCI atau Ferrari Owners Club Indonesia Surabaya Chapter.
Dari rumah Iwan, kami pun melnajutkan perjalanan ke rally point kami yang ke-2, yaitu sebuah workshop RPM di kawasan Surabaya Timur. Dimana Ferrari 557M dan 458 Spider sudah menunggu.
Dan tak ketinggalan juga Ferrari 599 GTB
Setelah semuanya siap. Sekitar jam 8 pagi, kami pun mulai meninggalkan kawasan Surabaya Timur dan menuju ke kawasan west cost atau Surabaya Barat untuk menuju rally point kami yang ke-2.
Kami pun membelah jalanan tengah kota Surabaya yang pada hari itu sedang berlangsung car free day.
Terhitung sekitar 4 Ferrari dari east cost atau Surabaya Timur yang menuju ke rally point kami yang ke-2.
Setelah menempuh perjalan sekitar 15 menit, tibalah kami di hotel Shangri-La yang menjadi rally point kami ke-2 dan sebagai tempat berkumpulnya 1st gathering FOCI Surabaya Chapter.
Satu persatu mobil yang diciptakan oleh The Godfathernya Ferrari yaitu Enzo Ferrari mulai berdatangan
Baru kali ini saya melihat Ferrari sebanyak ini di kota Surabaya. Mulai dari yang paling cutting edge atau baru seperti 458 hingga 557M yang terlihat agak jadul
Lalu ada Ferrari California yang merupakan the 1st front engine Ferrari with V8 engine yang look so damn racing dengan black rims, lips carbon dan juga gt wing.
Beberapa tamu hotel mungkin terbangun dengan suara V8 atau V12 dan jangan lupakan juga warna merah khas Ferrari yang eye catching sehingga dari jendela kamar hotel Anda pun bisa tahu itu Ferrari atau bukan. Dari sekian banyak kuda yang diparkir, yang menjadi show stopper atau most people choice adalah 458 Spider ini.
Yang membuat si Spider ini menjadi eye catching adalah Novitec Rosso NF3 berwarna matte black ini. Sepertinya si 458 ini telah menemukan high hells yang mampu membuat saya…horny bahkan eyegasm.
Karena ini adalah edisi Spider, jadi kita tidak akan menemukan kaca disini, karena roofnya sendiri sudah diganti dengan aluminium retractable hardtop yang lebih ringan 25 kg dr roof F430 Spider dan mampu masuk ataupun keluar hanya dalam tempo waktu 14 detik. Walaupun sama-sama mengusung mesin V8 4.5 L yang mampu memuntahkan tenaga sebesar 570 PS, namun top speednya 458 Spider lebih lambat 5 km/jam daripada 458 Italia hardtop (325 km/h). Sementara 0-100 km/jam tetap sama, yaitu 3,3 detik.
Satu yang saya suka dari mobil-mobil premium atau exotic, yaitu mereka begitu perfectsionis atau detil. Seperti logo 458 Spider yang menjadi national badges bagi mobil tersebut.
Talking about racing, jangan lupakan juga bahwa kota Surabaya punya salah satu kuda jingkrak yang terhitung rare dan juga legend, yaitu Ferrari F430 Scuderia. Scuderia sendiri berarti “stable of horses”, atau peternakan kuda balap
Bodynya sendiri diambil dari F430 yang sudah di weight reduction atau diet besar-besaran. Bahkan yang rumah headlights nya sendiri terbuat dari carbon fiber. Kelihatannya seh sepele atau simple, tapi pabrik di Maranello ini membuat kesan racing ataupun artistik dalam Scuderia ini. Ya walaupun mengejar target kurus hanya sebesar 100 kg dari kuda seberat 1.450 kg ini. Tapi setidaknya ada sense of art dalam mobil ini. Dan satu-satunya rims Ferrari yang di cat matte gold adalah F430 Scuderia. Anda tidak akan menemukan rims Ferrari yang dicat emas pekat pada Ferrai manapun, kecuali kalo pemiliknya nekat ke tukang cat.
Talking about sense of art dari Scuderia, dari sinilah tempat lahirnya masterpiece sense of art ataupun tagline “where the magic begins” . Yaitu sebuah mesin V8 4.3 L yang sudah di re-tune ulang dari basic tenaganya hanya 483 HP di bengkakkan menjadi 508 HP yang disambungkan dengan semi-automatic transmission yang di tambahi embel-embel Superfast atau Superfast2. Superfast2 adalah sebuah software yang berguna untuk doping bagi gearbox Scuderia supaya bisa shifting 60 millisecond lebih cepat, itu berarti lebih cepat daripada Anda mengedipkan mata Anda kepada seorang wanita cantik. Plus ditambah kado christmas dari Ferrari berupa F1-Trac traction dan stability control dengan E-Diff electronic differential.
Mobil yang di diperkenalkan oleh Michael Schumacher pada tahun 2007 ini? Cockpitnya sendiri sudah tampak seperti mobil perang di sirkuit bukan sebagai mobil valet di lobby hotel bintang 5. Interior mobil seharga ini sudah di weight reduction atau diet habis-habisan, saking habis-habisan mengejar gelar biggest losser sebanyak 100 kg, tak ada peredam atau red carpet dalam mobil ini. Yang ada hanya 2 bucket seat, roll cage, suede dashboard, carbon fiber anywhere, and a 2kg fire extinguisher tepat berada di bawah kaki penumpang yang hanya beralaskan karpet tipis dengan lantai metal dimana-mana. Keadaanya seperti wanita cantik yang lari ketika di uber oleh Megaloman ketika sedang mandi….naked. Saya memang bukan die hard fans nya mobil eksotik, namun hanya F430 Scuderia dan terutama si legend F40, saya merasakan kuda saya jingkrak kembali.
GTB sendiri berarti Grand Turismo Berlinetta, dan Fiorano adalah sebuah nama circuit yang sering digunakan oleh Ferrari untuk mengetes mobil mereka. Jujur saja pelajaran exotic car atau mobil Eropa lebih susah daripada pelajaran JDM, tapi untung saja ada mbah Google dan om Wikipedia.
Karena ada hubungannya dengan V12, jadilah ceramic brake dengan sebuah teknologi terbaru dalam seni ngerem mengerem yang di comot dari teknologi F1, yaitu Doughnuts. Dimana Ferrari engineers menggunakan teknologi yang sebagian menutupi brake disk yang berfungsi untuk meningkatkan aerodinamis dan pendinginan rem.
599 GTB sendiri menggunakan mesin V12 6.0 LT yang mampu memuntahkan tenaga sebesar 620 PS/612 HP
Dan menjadikannya sebagai the most powerful series production Ferrari road car sepanjang masa
Ferrari merah sudah biasa, dan juga menjadi warna kebangsaan atau livery bagi Ferrari. Warna ke-2 adalah kuning. Dan yang baru kali ini saya lihat adalah warna putih. Terlihat seperti NSX-R NA 2 sekilas 458 Italia ini.
Dude..where’s the engine?
Yang paling el classico ada sebuah Ferrari 360 Modena Spider yang menurut saya bentuknya abadi.
Well, bahkan anak kecil pun tau kalo yang ada dihadapanya pagi hari itu adalah exotic car asal negeri pembuat makanan kesukaannya pizza dan ice cream.
Bukan rahasia umum lagi bahwa seperti layaknya dalam dunia fashion, Ferrari juga menggunakan fashion designer atau rumah desain otomotif asal kota Torino, Italia. Yaitu Pininfarina. Bentuk mobil Ferrari sendiri menurut saya yang paling bagus adalah F40 dan F430. Karena bentuk bagian depannya sudutnya lancip dan tajam dengan air dam yang besar, yang bagi saya berarti racing…jet fighters nose
Yang saya suka dari 599 GTB adalah only the 612 HP V12 engine. Untuk tampak depan dan samping, saya kurang begitu suka karena mungkin terlalu bulet. Tapi begitu saya melihat 599XX EVO, saya tarik lagi ucapan saya, anggap saja tidak pernah saya ucapkan.
Yang saat ini membuat saya galau atau jaman dulu bahasanya kontroversi hati, yaitu tampang dari 458 Italia ini. Begitu gahar hingga membuat saya greget. Mungkin karena mid-engine
Mungkin lebih greget lagi jika mesin V12 milik 599 GTB di swap ke dalam Autobots ini.
Lalu suara khas V12 Ferari melengking melalui Innotech exhaustnya
FOCI atau Ferrari Owners Club Indonesia sendiri merupakan wadah bagi owner mobil Ferrari yang mulai berdiri semenjak 2001 di kota Jakarta dengan presidentnya yang pertama yaitu Ruhut Sitompul atau yang lebih kita kenal sebagai si Poltak, juragan minyak dari kota Medan. Dalam perkembangannya Romy Winata lalu Ahmad Sahrony yang melanjutkan tugas sebagai president dari club yang saat ini beranggotakan sekitar lebih dari 150 Ferrari di Indonesia.
Setelah melakukan breakfast dan juga early briefing olehpara petinggi FOCI pusat. Para owner prancing horsenya mulai stand by dan bersiap-siap di mobil mereka masing-masing untuk memulai touring mereka pada pagi hari itu. Bad boys ..bad boys..watcha gonna do?
Bad boys gonna push the magic button, sebuah tombol merah yang membuat logo kuda jingkrak itu melengking….unleash the beast.
Dan seketika saya pun di kelilingi oleh mesin-mesin V8 dan V12 yang saling bersautan
Satu persatu mobil Ferrari ini pun mulai meninggalkan area parking lot Shangri-La Hotel
Terhitung pada hari itu ada sekitar 20 pemilik mobil Ferrari kota Surabaya yang mengikuti 1st gathering FOCI Surabaya chapter ini.
Dan tak ketinggalan juga ada sekitar 6 anggota IECS atau Indonesia Exotic Car Spotters Surabaya yang sudah ngendon dari pagi di ujung putaran balik jalan Mayjen Sungkono. They love hunting Exotic car in Surabaya.
Bad news is, saya naik Mazda CX-7, dan tertinggal teramat jauh dari rombongan, meskipun itu yang paling belakang. So dengan Briant sebagai pilotnya, saya pun memintanya untuk flat out mengejar kuda-kuda tadi.
Sekitar 15 menit berjuang dengan kecepatan 160 km/jam, akhirnya kamipun bertemu dengan ujung rombongongan yang ternyata di isi oleh sebuah banteng bernama Galardo. Galardo ini adalah teman dari anak-anak FOCI yang kebetulan ikut dalam rombongan.
Well, walaupun si Lambo menempati barisan paling akhir dan dia merupakan saltum atau salah kostum. Namun tak membuat si banteng ini berjalan sesuai dengan speed limit di jalan tol Waru-Sidoarjo ini.
Bahkan saya dan Briant dibuat kerepotan dengan banteng dan kuda yang sedang lari bersaamaan tersebut. Apa mau dikata, pilihannya hanya satu gas pol or rem pol. Briand pun menggeber mobil ini hingga naik ke angka 170 km/jam
Dan rekor baru saya untuk keluar dari mobil dalam pengejaran adalah 160/jam, bisanya saya hanya keluar pada angka sekitar 100- 130 km/jam. Namun kali ini setan apa yang merasuki saya hingga biji saya jadi kelewat gede dan membuat mata saya berair ketika saya membrondong photo sambil melakukan aksi stuntman ” dilarang mengeluarkan anggota badan keluar jendela”
Mendekati pintu gerbang tol Sidoarjo, rombonganpun mulai melambat. Ini adalah kesempatan saya untuk maju ke barisan paling depan.
Akhirnya saya berhasil maju ke barisan paling depan dan bertemu F430 Scuderia
Dan juga 458 Spider. Novitec Rosso NF3 look so damn awesome
Lepas dari Sidoarjo ramp. Seperti biasanya saya pun terlibat hot pursuit dengan monster V8 dan juga V12 ini. Well, saya suka sekali melihat Ferrari 360 Modena Spider itu membuka roofnya hingga membuatnya serasa di Miami.
Yang jelas ini bukan syuting film Bad Boys atau Miami Vice di Miami, dan sang owner dan navigatornya mungkin agak sedikit baked dengan panasnya Surabaya. Remember….This is Suroboyo rek.
Rombongan pun mulai melaju di sisi paling kanan jalan tol Sidoarjo menuju kota Porong.
Tak ada acara aksi film action atau kebut-kebutan layaknya fast and furious di sini
Yang ada mereka hanya memakai lajur paling kanan dan berjalan sekitar 100-160 km/jam
Ya meskipun Anda tau Performance dari Scuderia 508 HP ini di klaim sama dengan Ferrari Enzo dan juga adiknya yaitu, Ferrari 458. Kemampuannya dalam hal sprinter untuk mobil yang mempunyai weight-to-power ratio 2,5 kg/hp ini juga cukup cepat, yaitu 3,6 detik untuk 0-100 km/h, dengan top speed 325 km/h. Hanya ada 1 tujuan kenapa kuda perang ini diciptakan, yaitu untuk berperang melawan Porsche RS-models dan juga musuh bebuyutannya Lamborghini Gallardo Superleggera (Superleggera berarti super light weight)
Tapi yang jelas saya cukup senang hari itu bisa melihat hampir sekitar 20 Ferrari dari kota Surabaya bisa safety riding di jalur kanan jalan tol. Kapan lagi saya bisa melihat F430 spider keluar dari kandangnya
Dan juga Ferrari 575 Maranello sebanyak 2 buah, yang bisanya saya hanya lihat satu saja berwarna merah kini mendapat temannya yang berwarna hitam.Bad boys..bad boys..watcha gonna do? Inilah mobil yang dipakai Will Smith dalam film Bad boys 2.
Atau 458 Italia yang hampir bisa dibilang Ferrari paling mainstream di kota Surabaya atau pasaran bisa berkumpul bersama dalam 1 hari.
Dan jangan lupakan juga F430 dari versi berlinetta atau coupe, spider , Scuderia, merah dan kuning semua ada di kota Surabaya
It’s call…. the ride of their life
Setelah sekitar 1 jam perjalanan dari kota Surabaya, tibalah rombongan Foci di rally point yang ke-3 ,yaitu Ayam Goreng Sri di kota Pasuruan
Dimana begitu rombongan Scuderia Ferrari ini tiba, para customer yang sedang menyantap hidangan makan siang langsung berhamburan ke luar untuk melihat area parking lot yang berubah menjadi show room Ferrari.
Coba Anda lihat bagaimana animo para pengunjung restaurant ayam goreng ini ketika melihat mobil yang mungkin mereka biasanya hanya liat 1 atau 2 buah saja berseliweran di jalannan, kini dihadapan mereka ada sekitar 20 mobil.
Yang merubah parking lot restaurant ayam goreng tersebut menjadi show room Ferrari
Yang didalamnya terdapat berbagai macam tipe, warna, dan tahun. And its united colour of Ferari. Mulai dari warna kebangsaan mereka merah, kuning, putih, silver, hingga hitam.
So sudah menjadi hukum alam dan gravitasi dengan era gadget pada jaman ini dimana orang akan melakukan selfie pada sebuah objek yang menurutnya..wow. Sayangnya saya tidak punya tongsis dan spertinya saya harus melakukan perawatan muka untuk menghilangkan kerutan dimuka saya karena compound nya terlalu soft.
Sementara saya sudah selesai menyelesaikan selfie, beberapa orang masih asyik mengabadikan pemandangan langka ini. Kapan lagi Anda bisa berphoto bersama mobil Ferrari sebanyak ini?
Dan seperti biasa dalam rumus engineering, CC besar dan horse power besar, itu berarti panas yang dihasilkan juga besar. Beda dengan iklim atau suhu di Eropa atau Amerika sana, Suhu di Indonesia tergolong ekstrem karena iklimnya tropis bisa mencapai diatas 30° celcius, bandingkan dengan suhu di Eropa yang hanya -0-20° Celcius. Radiator pun bekerja keras mendinginkan mesin, apalagi mid-engine seperti ini dan tertutup kaca dan body pula. Jadi pendinginannya tidak semaksimal front engine.
Selagi kuda-kudanya sedang di istirahatkan dan di ademkan. Saya dan para anggota FOCI Surabaya Chapter pun menyempatkan diri menyantap hidangan makanan special dari restaurant ini. Yaitu Ayam goreng
Ayam goreng Sri bisa dibilang ya sebelas dua belas dengan ayam goreng pak Soleh. Buat Anda yang belum tau ke-2 ayam goreng tersebut. Ayam ini rasanya asin asin agak manis, dagingnya dan tulangnya lembut, seperti di presto. Soal rasa… jawara dunia lah
Selesai menyantap hidangan makan siang, seluruh anggota FOCI Surabaya Chapter menyempatkan untuk berphoto bersama sebelum melanjutkan ke garis finish, yaitu Taman Dayu.
Tapi ada satu tantangan yang harus dihadapi oleh FOCI ketika keluar dari parking lot ini, yaitu tanjakan yang cukup terjal atau tinggi. Dimana akan sangat amat tipis sekali dengan bagian front bumper mereka.
Kuncinya Cuma satu disini. Apabila F430 Scuderia bisa lolos, berarti semuanya aman.
Maklum F430 Scuderia ini mempunyai body yang cukup rendah dan belum lagi ada carbon works pada bagian bawah mobil ini yang berfungsi sebagai aerodinamis. Cukup sport jantung juga ketika melihat mobil ini melewati tanjakan yang cukup curam ini. Dan akhirnya bisa lolos.
Itu berarti rombongan Ferrari 458 ini dan yang lainnya aman melewati tanjakan ini.
Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 15 menit melewati jalan raya atau nasional Surabaya –Malang. Masuklah kami ke area perumahan Taman Dayu yang terkenal akan rindangnya pepohonan pada akses utamanya.
Tibalah kami di finish line FOCI Surabaya Chapter, yaitu area driving range Taman Dayu
Dan bagi Spider ini lah kesempatannya untuk menunjukan jati dirinya sebagai Spider, ternyata 458 Spider bagi saya cukup sexy.
V8, V12, dan V12. California terlalu sopan, dan 557M tampangnya terlalu old school, jadi sory guys, I’ll take the V12 alias Ferrari 599 GTB
Bagi sebagian orang warna merah bagi sebuah mobil Ferrari adalah harga mati atau wajib, atau haram hukumnya jika memakai warna diluar livery Ferarri itu.
Namun bagi sebagian orang yang memang maniac Ferrari, tak ada salahnya jika membeli Ferrari di luar warna mainstreamnya, seperti putih.
Terlihat seperti mobil biasa memang, bahkan 458 ini dari jauh mirip seperti Honda NSX-R NA2. Namun mimpi adalah finish line yang harus di dicapai, jika finish line Anda sudah Anda capai, well tak ada salahnya 458 Italia berwarna putih ini berada di garasi rumah Anda.
Dan sebagai acara pamungkas pada hari itu adalah poto bersama diatas driving range Taman Dayu, yang dimana setiap mobil yang berwarna-warni dari berbagai tipe mobil harus naik ke atas.
Dan berjejer bersama
Sebagai background poto bersama para anggota FOCI Surabaya Chapter yang pada hari ini secara resmi diresmikan oleh pengurus pusat FOCI Jakarta yaitu President FOCI, Mr. Ahmad Sahroni, Vice President FOCI, Mr. Hanan, Sekjen FOCI Mr. William, dan CEO Ferrari Mr. Arie.
Dalam sambutannya pada sesi interview dengan SBOtv, President FOCI Surabaya Chapter Mr. Rudi mengungkapkan betapa gembiranya akhirnya FOCI terbentuk dan hadir di kota Surabaya sebagai sarana dan wadah bagi pemilik mobil Ferrari yang bertujuan untuk mengakrabkan antar sesama pemilik mobil Ferrari di kota Surabaya. Untuk agenda kedepannya, FOCI Surabaya Chapter akan mengadakan touring dan baksos. Semenatara untuk agenda resmi dari FOCI Indonesia, mengikuti jadwal atau acara yang sudah ditetapkan oleh pusat.
“Boys never grow up. Their toys just get faster and more expensive”. Beberap orang dalam scene ini saya kenal jauh-jauh hari dimana mereka dulunya adalah seorang JDM lover.
Yang sekarang ber evolusi menjadi Euro Swag
Yang saya suka dari pegunungan adalah altitude atau ketinggian tanahnya yang tidak rata atau berbukit-bukit. Dan itu bisa menjadi target kita untuk memphoto 2 hal dalam sekaligus yaitu mobil dan juga landscape.
Saya tidak pernah ke pegunungan Swiss atau Eropa, tapi perbukitan Taman Dayu bisa menjadi obat penghibur saya memphoto rombongan Ferrari ini membelah perbukitan
Dan juga meliuk-liuk downhill melewati setiap tikungan dengan jalan beriringan yang disertai dengan suara exhaust system khas V8 dan V12. It’s a quality time
Mungkin karena saya terlalu jenuh memphoto di jalan yang lurus dan datar, atau seperti judul lagu the long and winding road.
Tapi yang jelas rasa bosan itu hilang ketika melihat orang didalam cokpit tertawa, tersenyum atau menyapa saya yang bergelantungan di diluar jendela mobil melakukan aksi “ Dilarang mengeluarkan anggota badan ke luar jendela
Rasanya seperti “ I was born for this”, atau “ This is what I live for” . For The Ferrari owner, punya dan memilik sebuah mobil “More than you can afford, pal! Ferrari!” yang menjadi lawan Paul Walker di Fast and Furious 1 ketika bertarung dengan Ferrari 355 Spider adalah sebuah pride.
Tapi bagi saya yang sebagai the slowest man in the fastest motorsport, menjadi pride tersendiri bisa dancing with the horses.
And who know, this Enzo car can lead me to my dreams.
“If you can dream it, you can do it”
Enzo Ferrari
-Bayu Sulistyo |nyonk|
*Like us on Perfourm Facebook Fanpage
*Follow us on our Twitter and Instagram: @perfourm
*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com






















































































