Bulan puasa atau Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan barokah dan ampunan bagi umat muslim di seluruh dunia. Hampir setiap manusia menurunkan kompresi nafsunya dan menaikkan torsi ibadahnya. Dan bagi para car enthusiast, ini adalah bulan untuk mempererat persaudaraan sambil membantu sesama, yaitu bagi takjil gratis. Indahnya kebersamaan bagi takjil ini pun dirasakan oleh G5 Brotherhood, Revenge, Hellastance, dan Diplomat Car Community Surabaya.
Jum’at sore pada tanggal 11 Juli 2014 yang lalu, bertempat di monumen Bambu Runcing di jalan Panglima Sudirman Surabaya. 4 club di kota Surabaya, yaitu G5 Brotherhood, Revenge, Hellastance, dan juga Diplomat Car Community mengadakan acara bagi takjil gratis di pinggir jalan
Terhitung sekitar 40 mobil, yang masing-masing tiap club mengirimkan perwakilannya mengingat terbatasnya lokasi parkir di area bambu runcing.
Bagi G5 yang lahir dari lintasan drag way, event kali mereka menampilkan beberapa mobil anggotanya yang beraliran stance, dan juga mengumpulkan hampir semua anggotanya yang berbeda-beda aliran atau modif mobilnya.
Bukan namanya G5 jika mereka tidak menjadi salah satu club terbesar di kota Surabaya, dengan aktifitas otomotifnya yang padat merambat mulai dari auto contest, rally, slalom, hingga menu utama mereka drag race. Terhitung mulai dari 2012 total anggota nya saat ini mencapai
Setelah G5 Brotherhood ada juga komunitas mobil yang disupport penuh oleh salah satu brand rokok ternama di Indonesia.
Mereka adalah Diplomat Car Community Surabaya.
Mulai mendekati jam berbuka puasa, satu persatu anggota club Revenge mulai berdatangan
Club yang berdiri semenjak 27 Januari 2010 ini datang dengan beberapa mobil modifnya yang biasanya turun di ajang auto contest di kota Surabaya.
Termasuk beberapa mobil stance nya yang terlihat menjadi korban keganasan jalanan kota Surabaya. Love the hashtag
Club yang anggotanya berjumlah 30 orang ini terhitung sebagai salah satu club mobil terbesar di kota Surabaya. Pada ajang HIN Surabaya kemaren mereka turun sebanyak 40 mobil dengan berhasil menyabet 40 piala.
Sunset pun terasa di monument bambu runcing. Itu tandanya sebentar lagi tibalah waktu untuk berbuka puasa.
Satu-persatu anggota G5 Brotherhood menurunkan takjil nya dari mobil pick up
Pada hari itu mereka menyediakan sekitar 1.000 gelas takjil yang terdiri dari kemasan minuman yang berisi es blewah, es cincau, juga es blewah.
Walaupun waktu berbuka puasa masih 20 menit bahkan 30 menit lagi, namun beberapa pengguna jalan raya yang menggunakan motor, mereka sudah line up di pinggir jalan untuk menanti takjil gratis yang hendak dibagikan
Akhirnya supaya keadaan jalan tidak menjadi macet, beberapa menit sebelum berbuka puasa takjil pun di bagikan kepada para pengguna jalan yang sudah line up dari tadi.
Saya cukup senang melihat 2 club terbesar di kota Surabaya yang berbeda ini bisa side by side mengadakan acara sosial bersama.
Bagi G5 Brotherhood sendiri ini adalah agenda rutin tahunan yang mereka adakan setiap bulan Ramadhan.
Karena dalam tahunan ini seluruh anggota G5 akan berkumpul, dan terlibat dalam acara bakti sosial yang semua anggotanya sudah pasti bisa berpartisipasi. Tidak seperti event drag race, slalom, ataupun rally yang hanya dihadiri oleh beberapa anggotanya.
Bagi Diplomat Car Community Surabaya, ini adalah tahun ke-2 nya dalam acara bagi takjil gratis bersama G5 Brotherhood.
Dan salah satu anggota dari Diplomat Car Community Surabaya adalah Singgih dari SCS Autosport yang merupakan juara nasional drag race kelas 3.1 (stock sedan 0-1.700 cc) 2013.
Dan bagi Revenge, ini adalah agenda rutin tahunan mereka. Meskipun mereka tidak menjalankan ibadah puasa, namun harus saya akui jiwa sosial mereka cukup besar. Pada tahun 2013 yang lalu, saya pernah mengikuti perjalanan mereka ke kota Malang hanya untuk sekedar bagi takjil gratis dan juga bersilahturahmi dengan club mobil Nighlife dan juga Nostoc Malang.
Bagi sebagian orang ini hanya sekedar satu buah gelas plastic kecil berisi es teh yang es dan dinginnya sendiri sudah berubah menjadi teh anget
Namun bagi sebagian orang walaupun es tehnya sudah berubah menjadi teh anget, ini adalah rejeki atau barokah ketika mereka sedang dalam perjalanan. Jujur saja saya pernah dalam kondisi ini ketika waktu berbuka puasa, saya masih asyik mengendarai motor saya. Keasyikan juga bingung hendak buka puasa dimana, untungnya ada salah satu merek mobil dari Malaysia, Proton sedang bagi takjil gratis. Saya pun menerima umpan lambung salah satu pegawainya, lalu mojok di tepi jalan sambil menikmati takjil mereka. Legaa….
17:30 waktunya kami semua untuk berbuka puasa. Dan kami pun meminum sebagian takjil yang kami sisihkan untuk buka puasa.
Ini lah yang saya suka dari Indonesia, pembeli adalah raja, alias para penjual selalu jemput bola kepada pembelinya. Melihat banyak keramaian di bambu runcing, beberpa penjual seperti bakso dan pentol pun mendatangi kami. Dan saya pun berbuka puasa ditemani es blewah dan juga pentol
Beberapa menit kemudian Hellastance yang merupakan salah satu club stance di kota Surabaya baru datang ke lokasi.
Apakah mereka terjebak macet after hour atau bahkan harus jalan merayap pelan-pelan karena mobil mereka terhitung ceper mampus.
Ternyata club yang baru saja berumur 1 tahun ini wrong way atau salah tempat mendaratnya, yaitu di seberang jalan. Walaupun salah tempat namun sekitar 13 anggota dari total anggota mereka yang mencapai 65 orang ini tetap menyempatkan diri bergabung bersama G5,Revenge, dan Diplomat car community Surabaya.
Jam pun mulai menunjukkan pukul 18.00, itu tandanya beberapa club harus berpamitan dari bambu runcing.
Namun sebelum mereka berpisah, sebagai tanda persahabatan antar club di kota Surabaya ini, saya pun mengundang ketua atau perwakilan dari masing-masing club untuk berphoto bersama.
Dan tentu saja seluruh anggota club yang terlibat pada bagi-bagi takjir pada sore hari itu, yaitu G5 brotherhood, Revenge, Hellastance, dan juga Diplomat Car Community. Kapan lagi kita bisa melihat 4 club yang berbeda aliran dan dunia ini dipersatukan oleh kegiatan sosial kalo bukan di bulan Ramadhan..indahnya kebersamaan.
Saya akan menutup artikel ini dengan quotes dari Bapak Pluralisme Indonesia yang juga mantan Presiden RI yang ke-4.
“Tidak penting apa pun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu”
Gus Dur
-Bayu Sulistyo |nyonk|
*Like us on Perfourm Facebook Fanpage
*Follow us on our Twitter and Instagram: @perfourm
*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm




































