Setelah beberapa minggu yang lalu saya hadir dan bertemu dengan Indonesia MINI Club Surabaya chapter pada opening party nya MINI Surabaya. Hari Jum’at, 18 Juli 2014 yang lalu saya bertemu lagi dengan club yang usianya baru 1 tahun ini. Kali ini pasukan Italian Job ini akan melakukan tugas yang sebenanrnya bukan tugas Italian Job, namun Surabayan Job, yaitu membagi takjil gratis di bulan Ramadhan.
Setelah dijemput oleh Bryant dengan MINI Cooper S nya, kami pun menuju ke salah satu restaurant fast food yang terletak di tengah kota Surabaya sebagai meeting point IMC
Indonesia MINI Club Surabaya chapter merupakan sebuah club MINI yang berdiri pada tahun 2013 yang lalu. Dalam usianya yang masih 1 tahun ini, club yang berisi MINI generasi terbaru ini berjumlah 25 anggota dengan anggota yang aktif sekitar 15 orang.
Dari sebuah situs forum otomotif, lalu kemudian hunting, dan dari teman ke teman, IMC Surabaya Chapter akhirnya terbentuk. Dan akhirnya kopi darat di Ciputra World yang akhirnya sepakat untuk membuka cabang Indonesia MINI Club Surabaya.
Berbicara mengenai brand MINI, bagi saya brand MINI bukanlah hanya sekedar sebuah nama mobil dari pabrikan Inggris yang sudah di miliki oleh pabrikan asal Jerman, BMW.
Tapi adalah sebuah gaya hidup atau lifestyle bagi brand itu sendiri dan juga ownernya. Jika Anda pernah melihat dan Membaca MINI International Magazine, maka Anda akan tahu seperti apa brand MINI itu dibangun diantara barisan seniman dan karya seni dari seluruh belahan dunia. Malah terlihat seperti majalah seni daripada sebuah mjalah otomotif.
Dan Anda akan melihat bagaimana brand MINI yang penuh dengan lifestyle ala pop art Brithish akan melekat erat pada masing-masing ownernya.
Karena setiap MINI yang beredar di jalanan pastilah berbeda satu dengan yang lainnya atau diciptakan unik by request oleh pemiliknya
Karena masing-masing MINI akan merepresentasikan ownernya itu sendiri yang fun, energik, stylish, hingga young at heart. Mulai dari warna favorit, lifestyle, style berpakaian, hingga need for speednya. Anda akan mengira pemilik MINI di kota Surabaya, adalah orang yang hobby nya keluar masuk executive club papan atas, your totally wrong, mereka bahkan masih teenage mutant ninja turtles yang hobby makan junk food sekelas Pizza dan burger, serta suka ke acara pensi.
Setelah semua anggota absen atau hadir, kami pun mulai bergerak menuju ke tempat pembagian takjil yang terletak di pusat kota Surabaya
Setelah menempuh perjalanan sekitar 5 menitan, tibalah kami di monument bambu runcing yang terletak di jalan Panglima Sudirman. Bisa dibilang ini adalah sebuah monument yang menggambarkan penghargaan untuk arek-arek Suroboyo yang berjuang melawan penjajah Belanda bersama sekutu-sekutunya dalam perang 10 November 1945 yang hanya bermodalkan bambu runcing.
Hari itu ada 8 anggota IMC Surabaya Chapter yang mengikuti acara sosial ini. Ke-8 MINI inipun parkir di bahu sebelah kiri jalan bambu runcing.
Satu hal yang saya suka jika liputan di sore hari, yaitu mengambil sunset dan menciptakan sedikit siluete pada orang atau pun mobil yang saya photo.
Pada sore hari itu juga, Arka membawa mainan barunya berupa MINI Cooper S John Cooper Works Edition
Dengan berbagai option premium dalam hal performance dari tuner khusus MINI ini, menjadikan JCW Edition menjadi 2nd runner up dari the best of the best MINI Cooper, yaitu GP Edition.
Sebuah mobil dengan berat 1.210 kg dengan horse power sebesar 211 hp/260 nm, you do the math for weight to power ratio.
Sekitar jam 5 sore, 30 menit sebelum waktu berbuka puasa tiba, para pengguna jalan pun sudah mulai mengantri line up di pinggir jalan.
Namun sayangnya masa yang terlalu ramai membuat para anggota IMC Surabaya kewalahan
Massa yang paling full throttle adalah masa pejalan kaki yang tampak berebutan tanpa mengantri terlebih dahulu
Dan akhirnya memaksa IMC Surabaya memberhentikan pembagian takjil
Saya pun menyarankan untuk memberhentikan acara bagi tajil di bambu runcing ini, dan menuju ke sebuah restaurant fast food yang terletak di jalan Basuki Rachmad.
Strategi saya adalah parkir mobil MINI mereka di parking lot.
Jalan kaki ke depan menuju jalan raya sambil membawa sisa tajil mereka
Lalu membagikannya kepada pengguna jalan yang kebetulan melintas
Massa yang datang pun tidak se bringas tadi, dan yang terpenting mobil mereka aman juga. Akhirnya Acara bagi takjil IMC Surabaya Chapter dilaksanakan di 2 tempat, yaitu bambu runcing dan jalan Basuki Rachmad.
Jika dulu orang tergila-gila dengan mobil Mini Cooper gara-gara melihat aksi si Mr. Bean bersama Mini Cooper tua berwarna hijaunya. Maka di jaman box office ini, tugas Mr. Bean pun digantikan oleh film yang berjudul the Italian Job.
Dimana bintang dari film action perampokan emas batangan bergambar penari Bali itu menggunakan MINI Cooper S sebagai alat transportasinya.
Alasannya simple, yaitu kecil, lincah, bagasinya luas, dan powerfull. Saya mungkin sedang lelah dan tidak konsentrasi ketika memphoto ini. Karena hasilnya miring.
MINI juga menyediakan mobil special editionnya seperti Mayfair yang dibuat khusus untuk memperingati ulang tahun ke 50 tahun . Dan juga untuk yang bijinya tidak MINI lagi, ada John Cooper Works Edition yang hampir di segala sector mendapatkan sentuhan dari single tuner khusus MINI ini, termasuk engine performance nya.
Keluarga terbaru dari MINI Cooper adalah, MINI Cooper Paceman yang terlihat paling berotot dan kekar diantara MINI lainnya.
Surabaya sendiri terhitung mempunyai line up MINI cukup lengkap mulai dari MINI Cooper hingga 3 GP Edition, serta Mad MINI yang sampai sekarang masih hibernate mode : on di garasi pemiliknya.
Love this MINI Cabrio with her majesty’s service
Yang jelas saya cukup senang ada MINI club di kota Surabaya , yaitu Indonesia MINI Club. Karena itu berarti kota Surabaya sekarang semakin berkembang dan tidak ketinggalan dengan kota Jakarta. Apa yang ada di kota Duren sana, kini ada juga di kota buaya.
Yang unik lagi anggotanya walaupun perbedaan usianya cukup jauh dari belasan hingga puluhan dan status di KTP yaitu pelajar hingga menikah. Namun masing-masing owner MINI ini se unik mobil mereka masing-masing.
Lanjut setelah acara bagi takjil dan berphoto bersama, rombongan utama pun melanjutkan tujuannya untuk berbuka puasa di pusat perbelanjaan di tengah kota Surabaya
Kami pun berjalan menaiki tangga escalator menuju tempat kami berbuka puasa.
Dan tampaknya menu berbuka puasa kami sedang dibakar oleh chef nya
Tada, ternyata kami berbuka puasa di sebuah restaurant Jepang yang menu utamanya adalah makanan tradisional Jepang, yaitu Sushi.
Karena saya orang Indo dan Jawa, jadilah saya memesan makanan yang ada nasinya dan lauk-pauknya.
Meskipun saya tahu sushi juga mengandung nasi, Cuma tidak nendang kalo tidak makan nasi.
Anyway..thanks for the Sushi guys. Arrigato…
-Bayu Sulistyo |nyonk|
*Like us on Perfourm Facebook Fanpage
*Follow us on our Twitter and Instagram: @perfourm
*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfour







































