Sebenarnya photo-photo ini hanya untuk koleksi pribadi saya dan temen saya. Namun karena ada new experience yang saya dapatkan dari sesi pre wed di alam yang totally baru buat saya, dan namanya Studio. Jadilah saya membuat artikel behind the scene ini. Sebenarnya tidak ada korelasi atau nyambung antara pre wedding dengan Perfourm. Tapi berhubung tagline kita “Motorsport and whatever”, dan juga ada Subaru BRZ serta salah satu team Perfourm (Wisnu atau Noe) yang status di KTP sebentar lagi berubah menjadi kawin. So tak ada salahnya, saya memposting 1st debut saya jadi tukang photo studio, secara saya basically saya adalah tukang photo keliling lapangan.
Thanks a lot buat Hando dari team Escaped dan juga I-SPEC (Indonesia-Subaru Performance Enthusiast Club) Surabaya, yang sudah bersedia meminjamkan Subaru BRZ nya untuk season pre wed nya Wisnu.
Inilah 1st debut saya photo di alam yang terhitung baru untuk saya, yaitu studio. Maklum selama ini saya terbilang sebagai photographer atau tukang photo keliling lapangan atau outdoor, yang hanya memanfaatkan sinar matahari dan cahaya lampu di sekitar saya. Jadi inilah photo pertama saya berkenalan dengan yang namanya triger, soft box, flash, dan studio. Hasilnya over….
Jujur saja, saya sempat pening dengan urusan flash dan tetek bengeknya. Ya you know me so well lah, kalo saya ini lelaki bertipe anti flash. Jadi saya sempat stress sendiri mensetting white balance, iso, shutter speed, dan diafragma.Sampai bisa menghasilkan photo seperti yang saya mau ini. Ternyata susah juga jadi photographer studio. Dan harus saya akui photographer yang memphoto sebuah mobil di studio ataupun outdoor dengan menggunakan flash, softbox, dan tetek bengeknya, done his job very well. And trust me it’s not an easy job to deal with da flash around you to get an epic picture.
Meet the man bride, Wisnu a.k.a Noe
Potongan rambut oke, wardrobe oke, yang ga oke cuma sandal japit nya. Not good lah
Wisnu atau Noe inilah adalah salah satu team atau keluarga Perfourm yang bertugas sebagai graphic design aka the image maker, dan juga editor video. Saya sendiri mengenal wisnu pertama kalinya sewaktu saya sebagai produser di SBOTV (2011-2012), dan Wisnu saat itu sebagai editor program acara saya. Dan apapun keiinginan saya dalam hal editing video, cowo yang doyan makan Chinese food ini bisa memenuhi imaginasi saya. And that’s why I choose him.
Inilah crew yang sedang incharge di studio sore hari itu.
Meet the bride, Wisnu and Rizka
Wisnu dan Rizka sudah berpacaran selama 4 tahun, dan insyallah akan naik ke podium pernikahan pada 5 Mei 2013 besok. Damn, saya di salip lagi sama partner kerja saya ini.
Sementara behind the scene nya, dari kiri ke kanan. Ada Hando sang owner BRZ, temannya Hando, Anoxx yang biasanya menjadi seorang cameramen di SBOTV kini menjadi tukang photo pre wed nya Wisnu. Lalu ada Cak Takim, dial ah yang membuat website Perfourm.com itu ada, dengan kata laiinya dialah web masternya. Tapi kali ini dia mendapat tugas sebagai asisten Anoxx memegang laptop yang berisi hasil photo yang bisa langsung di priview. Emane rek. Sedangkan paling kanan adalah Adhy, photographer Perfourm yang sangat exited dalam memphoto apa saja mengenai car culture. Kini Anda tahu siapa saja orang yang berada di balik website ini.
Wisnu memang dari dulu ingin photo pre wed nya dengan mobil, dan alhamdullilah selama 3 kali ganti baju, cowo yang ramah ini rejekinya atau jodohnya photo pre wed dengan Subaru BRZ milik Hando.
Adhypun memanfaatkan waktu di sela-sela photo pre wed untuk meemphoto BRZ milik Hando, dan dia melakukannya tanpa trigger ataupun flash
Harus saya akui, flash bisa melakukan pekerjaan apa yang tidak bisa dilakukan oleh cahaya matahari atau alami. Anggap saja lampu diatas itu matahari, dan saya sedang memphoto front tires nya secara backlight. Kalo di outdoor pasti rims nya bakal under atau bahkan black out. Namun berkat flash, I can still watch the rims very well.
Dan bisa melakukan hal-hal lebih detil.
Dan saya pun bisa dengan bebas melakukan salah satu efek favorit saya dalam sewaktu memphoto di out door, yaitu flare.
Setelah photo pre wed nya Wisnu dan Rizka selesai, waktunya kami mengambil alih studi yang sebentar lagi waktu sewa nya berakhir.
Saya pun langsung meminta Hando si pemilik BRZ ini untuk berlagak ala pro model. Dan hasilnya, not bad lah. Sepertinya habis ini ada iklan terbaru Subaru BRZ dengan modelnya yang bernama Hando. Can lah
What are you lookin at…punk?
Saya pun tak mau kalah dengan Hando. Dan saya pun bergaya ala rapper hop hip yoo.
Lama-lama saya jadi fall in love dengan photo studio, karena saya bisa bermain dengan imajinasi dan tetap berpegang teguh pada prinsip saya, yaitu photo senatural mungkin tanpa ada efek editan atau ton’s of Adobe layer.
Dan karena BRZ masih saudara dengan AE86, jadilah saya berpose ala Nyonk Fujiwara si bocah bakul tahu.
Dengan flash pun saya bisa memphoto bagian cockpit atau interior BRZ dengan soft dan detil without any noise yang pasti saya temukan jika memakai iso diatas 800.
Dan tentu saja saya bisa membikin Hando Diesel terlihat seperti actor Fast 6, tapi kw 3 nya. Lol.
To soon junior….
Inilah akibatnya kalo tidak pernah menggunakan self timer pada camera Canon 550D, yang ada malah self timer plus continuous shoot. Jadilah kami semua di jepret 10 kali secara bersamaan. Padahal aslinya saya mensetting 10 detik tahunya malah 10 kali di photo terus-terusan.
Nah, ini baru pas. So ini dia full team atau keluarga Perfourm, yang biasanya kerjaannya hanya dibelakang computer, kini ada di dalam computer Anda. Well itu karena saya re-tune web ini dengan part yang bernama human interest.
Tampaknya saya harus masuk lagi ke bangku kelas yang bernama studio. Dan mengambil pelajaran yang bernama lighting dan tetek bengeknya. Karena menurut saya ada sesuatu hal yang tidak bisa di lakukan oleh yang namanya sinar matahari. Tapi tetap menurut saya flash atau lampu paling mutakhir di dunia adalah sinar matahari. Dan selama saya bisa membuka ISO setinggi mungkin, sata tetap tidak akan menggunakan flash.
Setelah 2 jam bergumul dengan yang namanya trigger, soft box, dan flash. Time to eat somethin
Dan untuk membikin fuel tank perut kami, kami malam itu makan bebek goreng. Berhubung saya very laper, jadilah saya pesan bebek goreng porsi dobel, nasi putih dobel, dan tentu saja es the jumbo. Sedaaaap.
Inilah hasil dari 2 jam dari photo pre wed di stufio dengan BRZ. Dan dengan sentuhan tangan dingin si Wisnu, jadilah electronic invitation yang di sebar di Facebook ini. Well, guys mungkin jika Anda tertarik untuk photo atau video pre wed, dan desain invitationnya. So, call us ? maybe. Jangan lupa kalo mau datang ke kondangannya harap membawa bowo atau amplop ya. Lol.
-Bayu Sulistyo |nyonk|
Follow us on Instagram : @perfourm





































