ISOM atau Indonesia Sentul Series of Motorsport merupakaajang rave partynya para car enthusiast, car photographer, sponsor, bengkel modifikasi, pembalap, dan tentu saja umbrella gilrs se Indonesia Raya. Ini adalah kali-2 nya saya mengunjungi event balap touring yang menurut saya lebih cetar atau nendang, daripada di sirkuit tetangga. Maklum, mobil dari jaman papa saya bujang sampai jadi kakek yang punya cucu 2 ada semua. Dari box car racer hingga si mighty Gojira. Inilah mini Tsukuba di Indonesia yang menjadi home of motorsportnya Indonesia. Yang jelas kita hanya kalah di aspal lintasannya saja, kalo soal mental kita jagonya bonek atau bondo nekad (modal nekad gas pol)
Perjalanan saya ke rave partynya para speed freak di Indonesia ini dimulai dengan 1st debut paling debut saya dalam hal 1st flight, yaitu memecahkan rekor saya sebelumnya, yaitu jam 5.05 pagi. Dimana saya jam 3 pagi sudah ngendon di Bandara Juanda Surabaya. Tapi worth it lah, saya untuk pertama kalinya dalam hidup saya melihat sun rise dari atas pesawat.
Sekitar jam 7 pagi tibalah saya di home of motorsportnya orang Indonesia, terasa meriah karena kebetulan saja seri ke-3 ini bertepatan dengan HUT Republic Indonesia yang ke-69 tahun. Dirgahayu Indonesiaku. Merdeka !!
Bocah berumur 15 tahun inilah yang menjadi alasan saya datang ke Sentul, yaitu Arya Karistianto yang saya juluki The Flying Kid. Arya merupakan salah satu pembalap dari team AB Motorsport Jakarta yang masuk ke dalam project team Perfourm Motorsport yang dimana dia akan di sponsori atau disupport oleh brand-brand yang ikut mensupport Perfourm. Yaitu Perfections Window Film, Prince Lubricants, Hurricane Driving Performance, dan Ultra Racing Indonesia.
Langkah saya ketika jalan-jalan menyusuri area pit dihentikan oleh si Mighty Gojira ini. Ini adalah GT-R milik Hendy dari team Forza GT3 Auto One Racing Team yang merupakan salah satu monster Sentul yang bertanding di kelas Sentul Super touring Champ. GT-R tahun 2010 ini dirombak habis-habis menjadi GT-R Nismo GT3 Jepang mulai dari aero kit, hingga kaca aklirik sama persis yang digunakan oleh Nismo GT3. Mesin standart VR38DETT yang hanya ditambahkan intercooler, oil cooler, DCT Cooler, dan Piggyback HKS Fcon nya mampu menyemburkan tenaga sebesar 600 HP. Sementara M1 Coilover bertugas menjaga mobil ini tetap lengket ke aspal.
Lalu kemudian saya menemukan RWD heroes favorit saya selain A31 atau Aristo, yaitu Toyota Altezza atau IS300 milik Ahmad Fadilah Alam yang ikut dikelas Super Touring.
Belum puas juga dengan RWD heroes, saya bertemu dengan A31 milik Mimo dari Garden Speed yang look so damn hot dengan warna biru nya beserta aero kit + wide bodynya
Hachirokune. Yes it’s tofu boy car. Saya benar-benar orgasme melihat AE86 Levin berwarna biru yang memakai Work Equip 03 rims ini
Menempati 3 pit di Sirkuit Sentul ada Porsche Boys dari Jakarta Ban Motorsport yang semuanya memakai 5 buah Porsche Carrera yang bertanding di kelas Euro 3000 National Series divisi Pro
And remember guys, Pasukan Porsche dari Jakarta Ban Motorsport ini merupakan penguasa podium di kelas Euro 3000 Pro. Tak ada yang mampu menggoyang posisi mereka di podium 5 besar kecuali si BMW M3.
Kalo itu tadi kuda jingkrak dari daratan Jerman, sekarang kita beralih ke kuda jingkrak dari daratan Italia. Ada juga segerombolan Ferrari F430 yang tergabung dalam one make race Ferrari F430 Competizione
Dimana semua F430 yang digunakan pada F430 Competizone ini di persiapkan dan di tune oleh Kessel Racing yang berasal dari Swiss yang merupakan salah satu tuner atau team balap terkenal di ajang LeMans dan GT cars. Mungkin Kessel Racing kalo diartikan dalam bahasa Jawa jadinya cape balapan.lol
Balapan one make race ini terdiri dari dua kelompok. Pertama kelas Trofeo KFC, untuk pembalap yang memiliki pengalaman membalap di trek balap, lalu ada kelas Copa Jakarta Ban untuk pembalap di kelas pemula. Total peserta kali ini ada 9 pembalap yang menggunakan F430 tuned by Kessel Racing.
Dan semua peserta balap menggunakan ban slick Achilles GS328 sebagai official tyre. Tersedia dua ukuran ban Achilles itu yaitu, 24/65 R19 untuk bagian ban depan dan 29/68 R19 (belakang). Saya sudah melihat bentuk ban GS328 yang dulunya merupakan ban slick Achilles R1, tapi ban semi slick yang ada alurnya ini bikin saya ngiler, yang jelas brand nya Achilles dan made in Indonesia. Saya lupa kodenya, yang jelas besok saya akan memphotonya lebih jelas
Inilah mengapa di ISOM hampir seluruh pembalapnya menggunakan brand OMP, mulai dari ujung kaki sampai ujung kepala, dan juga interior mobil balapnya. Because discount….
Saya pun mulai mengunjungi lagi beberapa pit, dan menemukan BMW E46 milik Ahmad Sadewa dari team Euro Speed Alta Racing
Untuk bersaing di kelas Euro 3000 pro dan bertarung dengan pasukan Porsche Carrera dari Team Jakarta Ban Motorsport, Dewa pun mempersenjatai E46 nya dengan mesin mesin BMW M3 series engine yaitu S54 engine. Sebuah mesin inline 6 DOHC 3.2 Liter yang mampu menyemburkan tenaga sebesar 338 hp/ 365 Nm.
Jika Mseries engine masuk ke body Biem sudah terlalu mainstream, bagaimana kalo BMW dengan rasa JDM didalamnya. Yaitu sebuah mesin 4 cylinder DOHC asal Jepang
Wisesa Motorsport yang terkenal di ajang drag race dengan duo EG6 All Motor (Predator dan Skunk2) dan Evo Yose dan Ebel ini mempersenjatai BMW seri 3 ini dengan sebuah mesin 2.0 liter 4G63 DOHC dari Mitsubishi Lancer Evolution dengan seperangkat karburator 4 barrel Weber di bayar tunai. Terdengar gila, namun bengkel yang terletak di daerah pondok indah ini bisa melakukannya.
Terlebih lagi pada steering wheelnya diberikan paddle shift yang saya kira berfungsi untuk shifting atau mengoper gigi, tapi saya tambah salah. Ternyata paddle shift tersebut berfungsi untuk menaikan rpm atau gas ketika cornering. Why? Karena pembalapnya tidak bisa melakukan heel and toe. Genius…..
Di belakang pit Sentul ada tenda besar berwarna putih yang berisi 9 mobil Audi A4 1.8 TFSI yang mampu memuntahkan tenaga sebesar 170 BHP/ 320 Nm
Audi Race Indonesian Series (ARIS) sendiri merupakan ajang one make race dari Audi yang menggunakan basis mobil Audi A4 1.8 Turbo-FSI Automatic Transmisi yang akan digelar dari tahun 2013-2014 di Sentul International Circuit mengikuti seri ISOM. ARIS akan dibagi menjadi tiga kelas berbeda: Seeded, Non-Seeded dan Novice. Dan pihak Audi sendiri menaragetkan pesertanya berasal dari para pebalap profesional dan senior, tim balap korporat, pebisnis dan pelajar/mahasiswa. Di akhir seri, sebuah Audi A4 1.8 TFSI 2014 akan diberikan sebagai hadiah kepada pebalap dengan raihan poin terbanyak di kelas Seeded. Oh iya semua A4 ini tuned by DART Racing sebagai technical partner ARIS.
Saya pun hari itu bertemu dengan beberapa teman saya yang berasal dari Facebook. Yaitu Silas Adrianto yang merupakan salah satu pembalap dari team ABM Motorsport (kiri), dan juga Tuner muda grassroots yang berbakat dari bengkel K18 Engineering, yaitu Jureq atau yang terkenal dengan hastagnya #jureqin.
Dan tak lupa saya pun bertemu dengan orang yang menjadi Wakatipdaltul alias wakil kepala penitipan sandal masjid sentul dan juga teman satu genk saya di The Koplakz (perkumpulan journalist otomotif yang sukanya haha hihi), yaitu Fajar (kanan) dari semprotku.com (panggilan dari orang-orang Sentul) yang aslinya adalah Sportku.com, dan juga partnernya Selo.
Denny Pribadi? Arek kedungcowek asal kota Suroboyo ini? Tentu saja saya bertemu dia, malahan saya yang dicari-cari oleh pembalap dari Team Total Motorsport ini
Denny adalah contoh pembalap yang 100% bonek. Mobilnya sendiri yang berupa Toyota Corolla KE70 atau DX ini dibawanya dari kota Surabaya Semnejak dia pindah ke Jakarta pada awal tahun 2000an.
Dan demi mengejar performance agar bisa bersaing dengan monster-monster Super Touring car dan juga mumpuni untuk diajak long sideways atau drifting, arek Suroboyo ini mengswap mesinnya dengan 7AGET yang mampu memuntahkan tenaga sebesar 250 hp dengan boost 0.8 bar. Total dana dari tahun 2007 hingga sekarang kurang lebih sekitar 250 juta.
I’m a classic guy yang suka sekali dengan segala hal yang berbau mobil retro atau classic terutama RWD car. Bagi saya berkeliling Sentul dan menemukan beberapa Japanese Nostalgic Heroes membuat saya cukup horny. Seperti Datsun 510 dan Daihatsu Charmant di sebelahnya.
Mesin 1.6 Lt L-series L4 ini yang standartnya mampu memuntahkan tenaga sebesar 96 hp ini merupakan salah satu mesin yang cukup populer dimasa 70’an dimana 510 ini digunakan diberbagai ajang motorsport diberbagai belahan dunia. 40 tahun berlalu, mesin L16 nya pun direstorasi lagi dengan berbagagai part racing dari tuner JUN Jepang dan karburator 4 barrel Weber.
Ada juga Teman seangkatan 510 dari Mazda yaitu Mazda 818 yang sudah dilengkapi dengan aero kit plus wide body
Ada 2 sejoli yang belainan negara namun hidup dimasa yang sama yaitu sebuah Toyota Celica Coupe 1600 GT dan sebuah Alfa Romeo 105/115 series coupe dengan livery classic nya
Alfa Romeo 105/115 series coupe ini menggunakan mesin 4cylinder 1.6 litre DOHC yang sudah ditambahkan kaburator 4 barrel Weber.
Ada juga saudara kembarnya KE70 yaitu Daihatsu Charmant A35 milik Kenny Lie dari ERC atau Eric Motorsport yang sudah dilengkapi dengan 4AGE20 valve full race , aero kit + wide body yang khas mobil balap touring jaman 80 an yaitu N2. ERC Motorsport didirikan oleh Eric Lie berguru dari TOM’S Jepang di USA selama kurang lebih 8tahun .
Tetapi sebelum dimulai race ETCC ada sedikit acara halal bihalal sesama pembalap ETCC dan juga B’day party yang diselenggarakan oleh panitia ETCC untuk Rudy SL( polo shirt kuning), yang juga dihadiri oleh direksi Sentul Circuit Management termasuk Tinton Soeprapto.
Sayapun menikmati hidangan yang di sajikan oleh panitia ETCC dimana seluruh media yang ada pada saat itu ikut serta diundang.
Setelah B’day party, halal bihalal, dan makan siang. Saya pun sempat mewancarai pembalap senior Indonesia yang juga orang nomor 1 di Sirkuit Sentul ini. “ Siapapun presiden yang terpilih nantinya, saya berharap bisa ikut memajukan dunia otomotif khususnya motorsport atau balap mobil. Ajang balap mobil juga bisa mengharumkan nama bangsa dan juga mendatangkan devisa bagi negara. Disamping itu banyak pembalap-pembalap muda Indonesia yang cukup berbakat dan mampu bersaing dengan pembalap luar negeri. Sudah saatnya negara ikut membantu pembalap dan juga event balap mobil seperti negara-negara lainnya “ terang Satu-satunya pembalap Indonesia yang pernah merasakan ganasnya rally legendaries Paris Dakar Bersama Richard Hendarmo dan Dali Sofari, pada tahun 1989
Sementara Ahmad Sadewa dari team Euro Speed Alta Racing yang juga merupakan ketua panitia balap ETCC ketika saya tanyakan mengenai kondisi lintasan sentul yang cukup memprihatinkan di beberapa titik, menjawab bahwa hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi kami sebagai pembalap yang berlaga di Sirkuit ini untuk bisa mencetak best time dan juga keluar sebagai pemenangnya. Terang pembesut E46 bermesin M3 ini.
Masuk di kelas Retro 1600 Max tampak beberapa mobil sudah line up di belakang pit Sentul, termasuk salah satu mobil RWD Retro favorit saya, yaitu Toyota Starlet KP61
Mesinnya sendiri yang aslinya mengadopsi mesin 4K di swap dengan mesin 4AGE 16 valve lengkap dengan karbutaror 4 barrel keluaran Weber
Yang specialnya lagi pada interiornya ada Race dash nya yang menjadi impian saya dari dulu. Amazing
Jika KP61 tadi menurut Anda belum Amazing, lalu bagaimana dengan KP61 yang lengkap dengan TRD Aero kit yang super duper wide body ini?
Mesin 4K nya sendiri sudah dilungsurkan dengan mesin 4AGE 20 valve yang ITB atau Individual throttle bodies nya sudah digantikan dengan karburator 4 barrel.
Interiornya sendiri sudah di weight reduction ala touring car dengan rollcage dan Sparco bucket seat dan custom dashboard. Yang membuat saya kesengsem dengan mobil ini adalah racing pedal nya.
Some say it’s was build and tuned by TRD Japan
Dat ass…love it.
Masih saudara sekandung dengan KP61 ada KE70 yang juga tak bisa dipisahkan dari balap Retro. KE70 yang sudah di wide body ini milik Iqbal Krisnadi dari team Jakarta Ban Motorsport
Mesin K series nya yang biasa menghuni KE70 ini diganti dengan 4AGE 16 Valve lengkap dengan karburator 4 barrel Weber nya
Dan untuk urusan helm, saya paling suka dengan sebuah helm full face yang telah di berikan livery sesuai dengan warna atau corak favoritnya si pembalap. Bagi saya ini adalah sentuhan personal yang menggambarkan taste seorang pembalap akan sense of art.
There’s goes my Japanese Nostalgic heroes
Ini adalah balapan paling keren di Sentul. Why? Karena saya serasa di Tsukuba Circuit Jepang, dengan mobil-mobil retronya yang berlaga di event yang bernama Idlers. Mobil retro+box car racer +wide body kit+ classic livery + suara 4 barrel+ free flow exhaust= Old school kick ass !
Mobil favorit saya yang dikemudikan oleh M. Budi Utomo berhasil menduduki podium ke-2 di kelas Retro 1600 max dengan best timenya 1:58.590
Sementara KP61 hijau yang dikemudikan oleh Adrian Herbowo dari team Jakarta Ban Motorsport berhasil meraih podium 1 di kelas Retro 1600 max dengan best timenya 1:56.636
Sementara posisi ke-3 nya diduduki oleh Iqbal Krisnadi dari team Jakarta Ban Motorsport dengan best timenya 1:58.596. Iqbal juga berhasil mencetak fastest lap yaitu 1:56.590. Iqbal juga berhasil meraih pole position pada race kali ini dengan best timenya pada qtt yaitu 1:57.589
Ada juga Mitsubishi Lancer SL yang dikemudikan oleh Iranius Barus yang harus puas duduk diposisi ke-13 dengan best timenya 2:07.193
Sementara di kelas Retro 2000 Super ada Narhendra Putra dengan Datsun 710 160J SSS nya
Diikuti juga oleh Adrie Yahya dengan Datsun 510 nya
Please welcome raja Retro 2000 Super, Robert Paul dengan Alfa Remeo GTV nya yang berhasil keluar sebagai juara 1 lagi di kelas Retro 2000 Super. Saya masih ingat denga Robert Paul ini yang ketika saya masih duduk dibangku SMP dan SMA, saya mengenalnya sebagai seorang dragster.
Sementara di kelas Indonesia Classic Race Championship ada Marza dengan VW Bettle nya yang berhasil keluar sebagai juara 1 dengan best timenya 2:05.663
Di kelas Honda Jazz Speed Challenge/Brio keluar sebagai Juara 1 nya adalah Alvin Bahar dengan best timenya 1:54.857. Dan menempel yang menempel dibelakangnya adalah Fino Saksono dari GT-Radial Nippon Paint Racing Team yang berhasil menduduki podium ke-2 dengan selisih waktu 3.775 ( 1:55.037)
Selain itu Alvin Bahar juga berhasil menyabet pole position dengan best timenya sewaktu qtt yaitu 1:53.896, dan juga berhasil mencetak fastest lap pada lap ke-2 dari 12 lap yang dijadwalkan yaitu 1:54.857
Persaingan ketat pun terjadi kelas Honda Brio dimana sebanyak hampir 14 Brio bertarung juga dengan Honda Jazz
Defa Tri Handoyo dari team Engine+ Motorsport harus puas diposisi ke- 10 dengan best timenya 2:03.106
Dan yang menjadi pemenang di Honda Brio Speed Challenge direbut oleh Sendy Setiawan dari team Bintang Sobo GT-Radial dengan best timenya 1:59.735
Di kelas balap one make race Audi Race Indonesia Series persaingan ketat pun terjadi dari awal lomba hingga akhir lomba. Dimana ke-9 pembalap yang sama-sama menaiki mobil Audi A4 saling menempel satu sama lainnya baik di tikungan ataupun di lintasan lurus. Maklum saja spek mobilnya sama semua, jadi bisa dibilang race kali ini menguji jam terbang dan driving skill dari si pembalap itu sendiri.
Erwin Subhandi dari team JF Sulfur ini harus puas duduk di posisi ke 8 dengan best timenya 1:58.021. namun di kelas Euro Touring Car Championship Novice, pembalap asal kota Bandung ini berhasil menyabet podium ke-2 dengan best timenya 1:56.335
Sementara Andrew Haryanto dari team AB2 berhasil menduduki podium ke-3 dengan best time 1:56.853. Pembalap yang mempunyai mobil dengan livery paling simple dan juga favorit saya ini, Martini Racing , juga berhasil menyabet gelar circuit best lap dan fastest lap yaitu 1:56.853. Dan specialnya lagi menyabet Circuit record lap untuk Audi A4 yaitu 1:56.513
Anda bisa lihat disini bagaimana ketatnya persaingan di kelas ARIS ini, ke-9 peserta ini tampak menjadi satu dalam sebuah group saja. Berbeda dengan race lainnya yang terpisah-pisah menjadi beberapa group.
Dan akhirnya setelah menempuh jarak sekitar 47,58 km atau 12 lap, Haridarma dari team Asco racing Team keluar sebagai juara 1 dengan best timenya 1:56.834
Bersambung ke part 2
-Bayu Sulistyo |nyonk|
*Like us on Perfourm Facebook Fanpage
*Follow us on our Twitter and Instagram: @perfourm
*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com

































































