Setelah tadi kita menyaksikan one make race mobil dari daratan Jerman di part 1, waktunya kita beralih ke one make race jet darat dari daratan negeri Pizza Italiano. Yaitu Ferrari F430 Competizione.
Well tak lengkap jika mobil eksotik ini berdiri sendirian saja di grid garis start tanpa adanya ladies yang juga competizione ini.
Grid girl atau umbrella girl atau race queen or what ever you say lah di setiap event motorsport menurut saya adalah sebuah keharusan dan wajib, karena membuat sebuah event Motorsport bukan sebagai club “man only”
Maklum saja di dunia ini populasi terbanyaknya adalah pria. Jadi kita harus stay high reviving dengan adanya umbrella girl ataupun race queen. Saya pun bertemu dengan teman saya Aphit yang merupakan salah satu photograper khusus otomotif di Indonesia. Yang paling saya lirik dari pria penggemar Rally ini adalah 2 buah kamera supernya yang menggantung.
Para pembalap ini pun sudah bersiap-siap untuk melakukan warm up lap. Saya baru sadar ternyata semua F430 yang dipersiapakan oleh Kessel racing ini adalah left hand drive car.
Yang berarti akan meningkatkan adrenaline atau ketegangan para pembalapnya yang terbiasa dengan right hand drive car. Apalagi mengendarai sebuah mobi F430 left hand drive car sejauh 39,65 km atau sebanyak 10 lap.
Everybodies love the race queen….termasuk juga saya
Setelah melakukan warm up lap, ke-8 kuda jingkrak bertenaga 483 hp ini langsung full throtle keluar dari tikungan terakhir sebelum garis finish, dan melakukan rolling start
Saya serasa melihat balapan FIA GT2 atau GT3, lengkap dengan raungan khas mesin V8 4.3 Litre. Namun sayangnya F430 nya terhitung masih perawan ting-ting. Tak ada aero kit atau wide body beserta GT-Wing khas GT3. Mobilnya juga terlihat berjalan pelan ketika memasuki tikungan, tapi ketika jalan lurus terlihat kencang. Tidak seperti kelas lainnya yang flat out sepanjang circuit, bahkan dengan Honda Brio pun untuk urusan cornering, si kuda ini kalah sadis.
Setelah menempu 10 lap atau 39,65 km, Rudi RS dari Bintang Sobo Racing Team hanya mampu bertengger di posisi ke 6 dengan best timenya 1:41.649
Dan akhirnya Robin Tato berhasil keluar sebagai juara 1 dengan best timenya 1:39.240. Dan juga berhasil fastest lap pada lap ke 5, circuit best lap, dan f430 Circuit record lap 2014 dengan catatan waktunya 1:39.240
Nasib kurang beruntung harus dialami oleh Danny Yuwono dari Bintang Sobo Racing Team yang D.N.S atau Did Not Start. Padahal saya suka melihat warna dari F430 yang mentereng dan greget banget ini.
Ternyata pada hari itu saya untuk pertama kalinya bertemu dengan sebuah mobil baru keluaran dari pabrikan McLaren UK yang saya kira ini adalah P1, tapi ternyata adalah 650S. Maklum tampang depannya, terutama headlights nya kembar sama P1, namun overall masih kembar siam dengan MP4 12C. Bisa dibilang 650S ini adalah MP4 12C yang di facelift dan di upgrade sebanyak 25% berupa part baru. Carbon fiber composite chassis dan juga mesin McLaren M838T 3.8 Litre V8 Twin Turbo nya masih sama dengan MP4, namun di re tune sehingga performancenya naik menjadi 641 bhp/500 lb.ft (MP4, 592 bhp/443 lb.ft). Akselerasi dari 0 ke 100 km/jam ditembus dalam 3,0 detik, dengan top speed 330 km/jam. Harganya sendiri juga sepertinya juga ikut naik, namun saat ini belum ada harga pastinya untuk Indonesia. (MP4 sekitar 7 Milyar an)
Selain supercar McLaren 650S, saya juga bertemu dengan para Superdad lengkap dengan baby nya yang diajak ke disneyland papanya. Ada Perally Internasional Rifat Sungkar
Dan juga Drifter nasional yang saat ini sedang banting setir menjadi pembalap touring, yaitu Mimo. Inilah yang mungkin dicita-citakan atau di mimpi-mimpikan bagi sebagian besar machine head atau speed freak seperti saya, yaitu pacaran, get married, make child, lalu mengajak anak kita ke lintasan balap. Dan beberapa tahun kemudian anak kita yang menggantikan posisi kita di cockpit, dan kita berganti tugas menjadi team managernya, sementara ibunya bagian konsumsi perut. Sweet….
Kita sekarang masuk di kelas Euro 2000 National Series dimana sebanyak 22 peserta yang sebagian besar menggunakan mobil BMW telah line up di area belakang pit sebelum dilepaskan masuk ke dalam sirkuit.
Dari total peserta yang mencapai 22 pembalap ini, sebagian besar berasal dari team ABM Motorsport yang juga mayoritas menggunakan BMW
ABM Motorsport bisa di bilang sebagai salah satu team terbesar dalam hal pasukan perangnya di ISOM ini, disamping team Jakarta Ban Motorsport. Sebagian besar team ABM Motorsport bertanding di kelas ETCC. Untuk Euro 2000 National Series sendiri ABM Motorsport menurunkan sekitar 6 pembalapnya.
Karena ini adalah ETCC atau European Touring Car Championship, jadi segala sesuatunya berbau Euro. Salah satunya adalah OMP Helmet yang bagian tengahnya ditempelkan bendera Perancis. Usut punya usut ternyata pembalap ini menggunakan mobil Peugeot
Salah satu pembalap muda yang ikut bersaing di kelas Euro 2000 National Series adalah Ananda Yusuf P (17 tahun) dari team AHT Garage dengam BMW E36 nya.
Entah kenapa, ketika saya meilhat interior E36 coupe dari Doddy Garnadi ini saya menjadi horny. Why? Karena saya suka seklai dengan cockpit mobil balap yang sudah di weight reduction dan roll cage dimana-mana.
Anda berpikir bahwa para mobil para pembalap ini dipinjam oleh emaknya untuk pergi kepasar belanja sembako bulanan? Anda salah. Yang benar panitia lomba menitipkan sekarung pasir untuk Anda sebagai hukuman buat Anda karena Anda sering juara. Biasanya beban ini bisa berupa barbel, potongan besi, atau apapun itu yang beratnya sudah ditetapkan oleh panitia. Yaitu Juara 3 +10 kg, juara ke-2 +20 kg, dan akhirnya juara 1 +30 kg. Hal ini dimaksudkan agar pertarungan di seri berikutnya berlangsung seru, karena mobil yang berada di 3 beaar sudah diperlambat oleh beban, terutama juara 1 nya. Maksmial beban yang diberikan kedalam mobil adalah +60 kg
Para pembalap Euro 2000 National Series pun mulai memasuki pit line untuk kemudian masuk ke dalam lintasan untuk melakukan warm up lap dan start. Terhitung ada sekitar 22 peserta di kelas ini yang mengikuti race sepanjang 47,58 km atau 12 lap ini.
Di Euro 2000 National Series ini Anda akan melihat banyak sekali BMW E36 yang terlihat sangat berbeda daripada mobil-mobil yang ada di club BMW manapun di Indonesia. Mulai dari liverynya yang termasuk rebel dan pop art dari Ananda Yusuf P dari AHT Garage harus puas menduduki posisi ke-5 dengan best timenya 1:56.838
Hingga yang sudah wide body kit lengkap dengan GT-Wingnya seperti milik Anwar Nasution dari team 310 Racing Team yang hanya menempati posisi ke 11 di kelas ETCC novice dengan best timenya 2:07.134
Salah satu BMW Idaman saya, yaitu BMW E36 Coupe milik Doddy Garnadi dari team Jakarta Ban Motorsport berhasil meraih podium ke-3 di kelas Euro 2000 National Series dengan best timenya 1:56.647
Dari pasukan Mercedes Benz tampaknya tidak bisa membendung performance dari team-team yang menggunakan pabrikan rival abadinya, yaitu BMW. Meskipun body nya sudah di pasangkan aero kit yang sekilas tampak seperti mobil DTM. Namun W124 ini belum mampu mengantarkan Davi Saputra dari team MM Motorsport yang hanya berada diposisi ke 7 di kelas ETCC Novice dengan best timenya 2:01.503. Tapi I like this Benz…so bad ass
Tak hanya W124 saja yang dipiloti oleh Davi yang bertarung dikelas ETCC Novice, ada Ade H Hiladi dari team MB W123 Bandung dengan W123 yang hanya mampu bertengger diposisi ke-13 dengan best timenya 2:10.787
Mobil selama ini saya anggap underdog ini, ternyata ketika saya lihat dilintasan cukup kencang larinya. Bahkan performance dari mobil dalam film Taxi ini cukup bagus. Yaitu berhasil mengantarkan M. Diponegoro dari team ART Motorsport dengan Peugeot 405 GTI di posisi ke-11 dengan best timenya 1:58.967 dari 22 peserta yang sebagian besar didominasi oleh RWD car (BMW dan Benz)
Kini saatnya masuk dikelas Euro 3000 National Series dimana Arya “The Flying Kid” Karistianto dari team AB Motorsport berlaga dengan BMW E36 yang disponsori oleh Prince Lubricants, Perfections Window Film, Hurricane Driving Performance, Ultra Racing Indonesia, dan juga Perfourm.com
Arya yang masih berumur 15 tahun ini merupakan salah satu pembalap termuda di ajang ISOM, salah satunya lagi adalah Zharfan (15 tahun) yang berlaga di Euro 2000.
Dimana pembalap yang termasuk jajaran pembalap team Perfourm Motorsport ini akan bertarung dengan para pembalap yang jam terbangnya sudah tinggi, termasuk juga dalam segi umur.
Diantaranya adalah Denny “The Bonek” Pribadi dari team Total Motorsport/ Segoro Kidul dengan Mercedes Benz W124
Dan akhirnya pembalap nasional Sunny TS dari Bintang Sobo Racing Team dengan Porsche Carrera nya. Ada persamaannya antara Arya dan Sunny TS, mereka mengawali karir balap mobil mereka dari Rally dan dimulai saat mereka masih duduk dibangku SMP.
Sebanyak 19 peserta kelas Euro 3000 National Series dari kelas Pro dan master mulai memasuki area grid Sentul. It’s Euro car on Parade
Sama seperti di F430 Competizone, di ETCC 3000 ini juga ada umbrella girl nya yang disediakan oleh GT-Radial. Grid pada siang hari itu terasa adem dengankehadiran umbrella girl ini.
Nasib kurang beruntung dialami oleh Arya Karistianto yang mendadak E36 nya tidak mau di start ketika hendak melakukan warming up lap. Hingga akhirnya di di dorong ke tepi lintasan. Dan diberhentikan oleh RC untuk tidak boleh start dari pit.
Di kelas Master Silas Adrianto dari team ABM Motorsport berhasil keluar sebagai juara 1 di kelas ETCC 3000 master dengan best timenya 1:53:779 terpaut 16.482 detik dengan juara 1 ETCC 3000 pro.
Persaingan sengit terjadi di kelas ETCC 3000 Pro dimana, pasukan Porsche Carrera dari team Jakarta Ban Motorsport mendapatkan perlawanan cukup sengit dari BMW E46 M3 yang dikemudikan oleh Ahmad Sadewa dari team Euro Speed Alta Racing
Bisa dibilang hanya M-Series lah yang bisa menandingi dan menyeimbangi performance dari Porsche Carrera.
Ahmad Sadewa dari team Euro Speed Alta Racing dengan E46 M3 nya berhasil keluar sebagai juara ke-2 di kelas ETCCC 3000 Pro dengan best timenya 1:47.169. Selain meraih gelar juara ke-2, Ahmad Sadewa juga berhasil meraih pole position, Circuit best lap, dan Circuit record lap 2014 dengan catatan waktunya 1:45.054
Namun pole position, Circuit best lap, dan Circuit record lap 2014 Ahmad Sadewa belum bisa membendung performance dari Rudy SL dari team Jakarta Ban Motorsport yang menggunakan Porsche Carrera bernomor lambung 99 ini. Rudy pun berhasil keluar sebagai juara 1 di kelas ETCC 3000 pro dengan best timenya 1:45.274 yang juga dmerupakan catatan fastest lapnya di lap ke-8 dari 12 lap yang dipertandingkan (0.608 lebih cepat dari pada Ahmad Sadewa)
Renaldi Hutasoit dari Team Jakarta Ban Motorsport terpaksa harus menyandang gelar D.N.F atau Did Not Finish, langkahnya terhenti pada lap ke 11 atau 1 lap kurang dari 12 lap yang di pertandingkan. Padahal best timenya Renaldi cukup cepat yaitu 1:45.835
Sunny TS dari Bintang Sobo Racing Team dengan Porsche Carrera nya hanya mampu berada di posisi ke-5 dengan best timenya 1:50.807
Dari kubu pejuang Mercedes Benz ada Tomi Hadi dari team Gazpol Racing Team yang hanya mampu bertengger diposisi ke-10 dengan best timenya 1:56.011
Nasib nahas juga menimpa pembalap asal arek Suroboyo ini, Denny “The Bonek” Pribadi dari team Segoro Kidul ini terpaka harus menyandang gelar D.N.F atau Did Not Finish karena terjadi kerusakan pada fuel pumpnya, yaitu mendadak mati ketika dia baru memulai balapan setelah lampu start dinyalakan.
Ada 4 mobil yang menurut saya paling sensasional pada pada event kali itu. Dimana antara mobil dan orang yang berada dibalik kemudinya sama-sama gilanya dalam melalap Sirkuit sepanjang 4.12 km ini. No. 1 nya adalah David Steve dari team D-Speck Motorsport dengan VW Scirocco yang lebih miri kendaraan Bat mobile ini. Sewaktu QTT saya melihat Scirocco ini berlari seperti orang kesetanan dalam melahap lap demi lap, larinya mirip seperti tikus yang lincah. Sayangnya di akhir qtt saya melihat Scirocco ini sudah diangkut ke atas towing, itu berarti game over. Rumornya mesin Scirocco ini tidak kuat atau overheat, sehingga menjadi PR bagi David
Dan dari semua mobil yang paling ganas, tercepat, powerfull, atau pun pembalap paling tercepat di sirkuit ini. Tetap saja dia harus tunduk dan berada dibelakang mobil 122 bhp hybrid car.
Sekarang kita beralih ke kelas Sentul Super Touring Car Championship atau kelas Neraka atau FFA nya balap touring di Indonesia dimana 2 mobil paling sensasional berada dari 41 mobil yang mengikuti kelas ini.
Nomer 2 adalah Mitsubishi Lancer Evolution IX CT9A milik pro drifter Indonesia Emanuel Amandio dari Engine+ Motorsport yang berhasil menggeser singgasana sang Gojira R35 GT-R milik Hendy Prabowo dengan berhasil keluar sebagai juara 1 dengan best timenya 1:46.837 yang juga tercatat sebagi fastest lap (race di lap ke-8) dan juga Circuit record lap 2014 1:42.408
Nomer 3. The One and only Gojira yang bertanding pada ISOM seri 3 ini harus kandas ditengah jalan karena permasalahan pada gearboxnya, hingga membuatnya D.N.F. Saya pun melihat betapa powerfullnya Gojira ini sewaktu babak QTT dimana GT-R ini mengoverlap beberapa mobil di depannya, dan juga membuat Emanuel Amandio bekerja extra keras untuk menempel di belakangnya saja, yang nyatanya gapnya antara Dio dan Hendy cukup jauh. Hendy pun sebenarnya mendapatkan pole position dari babak QTT dengan best timenya 1:41:709
Dan Nomer 4. Satu-satunya Honda Boy atau pasukan V-tec yang cukup gila untuk bertarung dengan pasukan force induction berkaki 4 adalah Muhammad Ichsan dari R-Speed yang berhasil keluar sebagai juara ke-2 dengan best timenya 1:48.119 (hanya beda 2.261 detik dari Emanuel Amandio di posisi 1)
Satu-satunya Subaru Impreza WRX STI GV yang bertanding di ISOM ini yaitu David Steve dari team D-Speck Motorsport yang pada sehari sebelumnya harus merelakan Scirocconya angkat kaki dari Sentul di kelas ETCC 3000. Di kelas Super Touring David Steve tampil cukup mengesankan dengan GV nya yang mampu membawanya ke posisi ke-3 dengan best timenya 1:50:169
Pembalap senior yang juga guru dari Arya Karistianto , Gerry Nasution dari BMW Astra Racing Team dengan BMW E30 Coupenya berhasil meraih posisi ke 10 dengan best timenya 1:53.986. Sementara di kelas Euro 2000 National Series pembalap senior ini berhasil keluar sebagai juara 1 dengan best timenya 1:54.021. Dan juga berhasil pemegang pole position pada seri 3 ini dengan best timenya 1:54.794, dan juga berhasil mencetak fastest lap pada lap ke-6 dengan waktunya 1:54.021
Sasongko Raharjo dari team Wisesa Motorsport pada seri ke-3 kali ini terpaksa harus D.N.F karena kerusakan pada mobilnya 5 lap sebelum balapan berakhir. Best timenya pada saat itu adalah 2:03.533
Barisan Sedan salon 4 pintu yang biasanya digunakan untuk drifting ini pun mulai turun gunung di ajang touring. Bayu Kresna dari AHT Garage harus puas di posisi ke 24 dengan best time nya 1:59.850. I love dat body kit
Wahyu Kumoro atau Mimo dari Garden Speed dengan A31 nya terpaksa juga harus D.N.F pada lap ke-5. Best time dari drifter ini adalah 1:52.807
Sementara pembalap bonek asal kota Suroboyo Denny Pribadi dari team Total Motorsport dengan KE70 nya harus puas duduk diposisi ke-20 dengan best timenya 1:58.156
Pejuang box car racer, Alfin Mulia Rahman dengan Civic Wonder nya berhasil duduk diposisi ke-13 dengan best timenya 1:56.406
Sementara itu pasukan FWD Toyota yang mengikuti Super Touring ini yaitu Adiyasa dengan Toyota Corolla AE111 terpaksa D.N.F di lap ke-10. Best time dari Adi adalah 2:07.084
Seri ke-3 ISOM 2014 pun telah usai, ada yang menang dan ada yang kalah.
Ada pula yang yang wrecked atau trouble atau rusak sewaktu dalam lintasan. Itulah Motorsport, tak ada yang tahu dengan mobil yang telah kita persiapkan dengan sebaik dan serapi mungkin ataupun latihan yang kita lakukan selama ini. Seperti bermain gambling atau judi dengan dewi fortuna.
Tetap saja dia hanya sebuah benda mati yang hanya hidup ketika kita menekan tombol Engine start.
Bagi sebagian besar orang datang, bertemu, dan melihat mobil balap ataupun mobil-mobil yang ada di lintasan atau parking lot adalah sebuah keasyikan tersendiri bagi kita yang seorang car enthusiast
Dan bagi sebagian orang it’s just a hobby and fun time. Sebuah sarana pelepas stress dari pekerjaan sehari hari beserta gilanya kemacetan kota Jakarta.
Dan mereka melakukan balapan 12 atau 10 lap ini karena mereka suka, bernapas dan hidup didalamnya sebagai seorang machine head atau speed freak. (Kalo aku bonek, trus kamu mau ngapain?)
So Apapun yang terjadi dengan Anda dan mobil balap Anda di seri ke-3 ini…..Just keep race your car in Sentul bro.
-Bayu Sulistyo |nyonk|
*Like us on Perfourm Facebook Fanpage
*Follow us on our Twitter and Instagram: @perfourm
*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com

































































