One Mo time.. atau kalo di dunia drifting dikenal dengan nama OMT atau One More Time, yang manandakan bahwa dewan juri meminta para drifter yang sedang tsuiso atau tandem di ulangi lagi driftingnya karena nilai atau skill mereka imbang. Well, untuk The Flash, karena hasil di seri ke-3 kemaren masih bikin orang penasaran dengan segala macam keruwetan miss gear Albins Dox Box nya yang hanya mampu memperoleh 12.2 detik sewaktu QTT. Tak ada salahnya jika saya berkata kepada Rio R. Bramantio “One Mo Time” untuk Flash.
Seperti biasa saya berangkat Jum’at malam dengan last flight seorang diri, karena Rio masih menjaga Keinan anaknya. Jika Anda doyan main Maximum Tune, well guys itu dia New Belt in sepanjang kurang lebih 14 km ala Juanda Highway yang biasa digunakan oleh anak-anak SNC (Surabaya Night Cruise), Speed Freak, dan I-SPEC (Indonesia –Subaru Performance Enthusiast Club) untuk full throttle.
Sekitar jam 12 malam saya landing di Terminal 3 Bandara Soekar-Hatta ditambah sekitar 30 menit menunggu bagasi saya berupa Ultra Racing product dari Ultra Racing Indonesia. Jadilah saya lapar ditengah malam. Melihat ada sebuah restaurant legendaries dengan bakminya yang selama ini saya hanya mendengar mitos atas kelezatan rasanya. Akhirnya saya putuskan untuk mencoba makan Bakmi Gajahmada…and trust me guys…its haw che sing ping lah (enak gila)
Sempat mampir untuk meletakkan Ultra Racing product, tak lama kemudian Flash akhirnya di gendong menuju ke Sentul yang jaraknya sekitar 45 menit dari bengkel AP Speed di daerah Duren Sawit.
QTT DAY
Sabtu pagi, 20 September 2014. Sekitar jam 9 pagi saya pun tiba di Sentul International Circuit, dan langsung menuju ke pit 33 dan 34 tempat dimana team B16 AP Speed dan juga Flash beserta Tomahawk berada.
Bagi Flash ini adalah ke-2 kalinya dia turun di musim balap 2014 setelah hampir 1 tahunan dia hibernasi untuk berubah wujud menjadi super saiya. Jika pada musim race yang lalu Flash menggunakan Hoosier slick tires berukuran 26 inch dibalut dengan Weld rims. Maka di seri ke-3 dan 4 2014 ini Flash menggunakan MT slick tires berukuran 24,5 inch yang melekat pada Bogart rims yang berukuran 15 inch untuk menyesuaikan dengan final gearnya.
Mesinnya sendiri masih menggunakan B20 yang di stroker kit menjadi 2.2 liter dengan beberapa part performance yang sebelumnya mampu memuntahkan tenaga sebesar 367 dk/306 Nm ini di upgrade lagi menjadi 366 dk/ 320 Nm. Horespowernya turun 1 dk, sementara torsinya melonjak sekitar 14 Nm. Namun di seri ke-4 ini Daddy atau Bang Apre memutuskan untuk mengganti Albins Dog box gearbox nya dengan gearbox manual namun sudah close ratio. Alasannya untuk mencari best time atau setingan yang pas dari mesin baru ini.
Ada peraturan baru dari panitia Sentul Drag race yaitu dilarangnya penggunaan kaca acyliric pada mobil drag race, karena ditakutkan jika terjadi kecelakaan pecahan kaca acyliric masih tajam dan tidak aman untuk pembalap di dalamnya. Oleh karena itu di seri ke-4 ini semua mobil yang dulunya memakai kaca acyliric diwajibkan menggantinya dengan kaca berbahan Polycarbonates. Polycarbonates di di klaim lebih aman karena lebih tebal, kuat, dan tingkat kelenturannya tinggi. Plastik ini juga memiliki banyak keunggulan, yaitu ketahanan termal dibandingkan dengan plastik jenis lain, tahan terhadap benturan, dan sangat bening namun mampu menahan cahaya dengan baik (tidak silau).
Termasuk juga kaca belakang dari Flash yang diganti menjadi kaca. Sementara pada bagian pilar C dari EG6 ini ditambahkan Ultra Racing Rear Upper bar yang berfungsi memegang pilar C supaya lebih rigid atau kokoh dan stabil.
Sementara Ultra Racing fender bar dan 4 point rear strut bar belum terpasang karena waktu yang sudah mepet dan terkendala roll cage yang menutupi tempat rear strut bar. Bagi FF atau Front engine, Front wheel drive (mobil berpenggerak depan), rear strut bar berfungsi untuk mengurangi gejala understeer.
Di sebelah Flash, ada EG6 milik adiknya, Rian, yaitu Tomahawk yang pada seri ke-4 kali ini juga ikut turun mendampingi Flash
Alasannya turun lagi ke medan pertempuran adalah simple, meneruskan tradisi juara 1 di kelas bracket 13 detik. Maklum saja pada seri ke-2 Rian berhasil menyabet podium 1, lalu di seri ke-3 , Rio sang kakak berhasil menyabet podium 1 juga. Jadi sekarang posisinya imbang 1-1 antara adik kakak ini. Dan sapa tahu bisa menyabet gelar hat-trick bagi Tomahawk di kelas bracket 13 detik
Sementara pembalap kita yang pada seri ke-3 tepar di hotel dan tidak bisa mengikuti babak race day. Akhirnya di seri ke-4 ini, M. Herdy tampil segar bugar dan siap untuk go all out dengan Flash.
Rekornya bersama Flash adalah 12.2 sewaktu QTT sebelum dia di knock out oleh penyakit kompilasi berupa demam dan radang tenggorokan pada seri ke-3 yang lalu.
Di seri ke-4 ini diharapakan pembalap touring dari kota Cianjur ini berhasil mencetak waktu mendekati 12.2 detik yang dicetaknya sewaktu QTT di seri ke-3 yang lalu dengan memakai dox box gearbox.
M. Herdy pun melesat begitu lampu start hijau menyala, mobilnya terlihat sedikit bogging atau lemot sewaktu start, namun begitu meluncur suara khas Hytech header yang keluar samping kanan ini meraung hingga garis finish. Tak ada miss gear yang dilakukan Herdy dengan gearbox manual nya. Herdy pun menyentuh garis finish dengan waktu 12.4 detik. Di run ke-2 waktunya bertambah molor menjadi 12.7 detik.
Herdy pun melaporkan hasil run nya kepada Daddy atau Bang Apre sebagai masukan untuk mendapatkan performance yang maksimal dari Flash. Laporannya adalah sewaktu start mobil terasa bogging atau berat untuk diajak start, dan ratio gigi 4 nya terlalu panjang. Hingga membuat mobil terasa loyo untuk mencapai rpm atas di gigi ke-4 nya. Dan juga performa nya dari run 1 ke run ke 2 menurun.
Akhirnya Daddy pun memutuskan untuk membawa pulang Flash menuju ke markas AP Speed di Duren Sawit untuk melakukan operasi pada gearbox nya.
Kenapa di pilih di markas AP Speed. Alasannya Daddy simple, di bengkel semua tools dan part ada. Jadi tidak perlu takut untuk tidak bisa mengerjakannya dengan cepat.
Sekitar jam 4 sore proses pembongkaran gearbox pun dimulai, termasuk juga pengecekan head mesin nya beserta pistonnya
Sekitar jam 12 malam seluruh mesin dan gearbox pun sudah naik keatas engine bay Flash. Dan sekitar jam 1 malam Flash kembali di gendong menuju ke Sentul Circuit untuk di inapkan disana sebelum menghadapi race day pada pagi hari nya.
RACE DAY
Jika kemaren QTT day saya memakai kaos Tomahwak, maka di race day ini saya menggunakan kaos Flash. Ke-2 kaos nya adalah rancangan atau desain dari saya bersama Team Perfourm. Proses pembuatannya sudah melalui acc dari Rian (Tom) dan Rio (Flash). Bahkan selidik punya selidik ke-2 kaos yang mulai dipakai semenjak musim balap 2013 ini menjadi trendsetter atau awal kelahiran baju-baju team balap lainnya yang menggunakan gambar mobil nya( EG6) di kaos mereka. Rian dan Rio sendiri mencetak kaos ini dalam jumlah yang cukup banyak sekali, dan dibagikan for free alias gratis kepada teman-teman mereka.
Di seri yang ke-4 ini, dimana masuk seri yang ke-2 dari bergabungnya Ultra Racing di Flash, ada revisi pada sticker yang menempel di body Flash. Logo UR yang ada warna merahnya tidak terlihat, oleh karena itu diganti dengan sticker baru yang menggunakan outline putih.
Termasuk juga sticker Perfections Window Film yang kini lebih besar dan backgroundnya berwarna hitam supaya lebih eye catching.
Sementara Tomawahak masih tampil dengan cukup ganteng dan klimis atau bersih dengan warna camouflage nya beserta sponsornya Prince Lubricants. Yang jelas saya tahu, ada orang yang kangen berat untuk gas pool dengan mobilnya ini… Rian Risky Putrantio.
Ternyata Ultra Racing juga cukup populer dikalangan para dragster kota Jakarta, termsuk juga di golongan anak B16 AP Speed. Dimana hampir semua mobil yang turun menggunakan UR product. Seperti Daihatsu Sirion milik Gunawan yang menggunakan full set Ultra Racing untuk Sirionnya yang bertenaga 210 hp ini.
Lalu ada EG6 milik Leo yang dipasangi 2 point front strut bar dan juga anti-roll bar. Warnanya yang putih membuatnya tampak bersih dan eye catching di engine bay EG6 bermesin 300 dk B20 ini
Ada yang unik di sini. Yaitu Sebuah Honda Civic EF hatchback milik salah satu anak AP Speed yang dibawa ke pit. mobil yang aslinya kelahiran tahun 1990 ini di restorasi atau di bangun ulang secara total pada seluruh bagian tubuhnya tanpa terkecuali. Mulai dari karet-karet, list, interior, bahkan sampai kaca semuanya memakai barang baru seperti aslinya. its nice nad clean. Fresh from the oven.
Bahkan sampai dipasang raakroof dan sun roof yang terbuat dari kain. Mesinnya sendiri sudah di swap menjadi B20 dengan menggunakan Type R Camshaft yang akhirnya hatchback kecil ini mampu menyemburkan tenaga sebesar 258 dk
Heat 1 pun segera dimulai. Daddy pun mulai memeriksa Flashm mulai dari tekanan ban hingga bagian mesinnya seperti air radiator, minyak rem, dan juga oli mesin.
Disamping Flash, ada Rio yang sedang mengganti bajunya dengan Alpinestar race suit beserta racing shoes nya.
Setelah semua nya berkumpul, Daddy pun memimpin doa bersama sebelum dimulainya heat 1 di kelas bracket 16 detik yang juga diikuti oleh AP Speed
Dan tak lupa juga tos kebersamaan, keselamatan, kelancaran, dan kemenangan untuk team B16 AP Speed.
Rio pun mulai memasuki cockpit Flash bersama M. Herdy untuk melakukan pemanasan di area parking lot Sentul
Mobil pun berjalan meninggalkan area pit line yang masih tampak sepi.
Dan mulai berlari sepanjang area parking lot dengan mulus dan tanpa ada masalah pada gearbox seperti miss gear pada dog box gearbox. Maklum pada event kali ini Daddy menggantinya dengan manual gearbox.
Di seri ke-4 ini race suit nya Rio pun tampak semakin ramai dan sempurna dengan adanya beberapa bordiran yang melengkapi sponsor (Prince Lubricants, Ultra Racing, Perfections Window Film, dan Perfourm.com) seperti logo B16 dan Flash, lalu ada nama anaknya Rio yaitu Keinan, logo Tomahawk, dan tak lupa bendera Indonesia beserta nama lengkap Rio R. Bramantio. Inilah yang di cita-citakan dari dulu oleh pria yang pecinta Mini Cooper ini, yaitu race suitnya penuh dengan bordiran sponsor layaknya pembalap F1.
Sementara dibagian belakangnya logo AP Speed dan Ultra Racing menemani logo Prince Lubricants.
Tak lupa sayapun meminta Rio untuk berpose di depan engine baynya yang terdapat Ultra Racing Strut Bar untuk keperluan Ultra Racing
Saya juga memintanya untuk berpose ala the Stig, namun pria pemalu ini tak berani keluar dari dalam pit untuk berpose di luar
Yang ada Rio malah bergegas keluar dari pi dengan Tomahawk untuk memulai heat 1 di kelas bracket 13 detik.
Di seri 2, Rian berhasil keluar sebagai juara 1 di kelas bracket 13 detik dengan Tomahawk ini dengan catatan waktu 13.0
Di seri ke-3, Rio sendiri berhasil mengantarkan Tomahawk sebagai juara 1 lagi dengan catatan waktunya 13.0. So, apabila di seri ke-4 ini Rio berhasil juara 1 lagi di kelas bracket 13 detik. Maka akan menorehkan hat trick bagi Tomahawk di kelas 13 detik
Rio pun melesat dengan sempurna bersama Tomahawk , dan berhasil menyelesaikan race nya di heat 1 dengan waktunya 13.039 dan juga 13.013 (2 nomor start). Mengantarkannya ke posisi 1 di kelas bracket 13 detik di heat yang pertama ini.
Masuk ke kelas bracket 12 detik. Rio pun kini berada di dalam cockpit mobilnya sendiri, yaitu Flash
Di seri ke-3 kemaren catatn waktu Rio sangatlah jelek yaitu 13.050 detik dan 13.180 detik yang disebabkan oleh miss gear yang dialaminya bersama Albins dog box gearbox. Walaupun miss gear namun Rio berhasil keluar sebagai juara ke-5 di kelas bracket 12 detik.
Sementara sewwaktu injury time atau extra time yang disediakan oleh panitia untuk mencoba performance mobilnya diluar race atau setelah race, Rio berhasil membukukan waktu 12.7 detik. Kini di seri ke-4, Albins dog box tersebut diganti dengan manual gearbox.
Yang berarti memudahkan Rio untuk bisa berakselerasi atau pun shifting ketika mulai start hingga garis finish tanpa adanya kendala miss gear seperti pada seri sebelumnya
Rio pun berhasil finish di heat 1 ini dengan catatan waktunya adalah 12.911 dan 12.855 detik. Cukup jauh dari area 12.000 karena Rio 2 kali mengalami miss gear dari 3 ke-4.
M. Herdy menjadi pembalap ke-2 di kelas bracket 12 detik dengan Flash.
Ini adalah debutnya di race day bersama Flash setelah pada seri ke-3 sebelumnya tidak bisa mempiloti Flash karena knock out di hotel akibat kompilasi penyakit demam.
Pembalap asal kota Cianjur ini berhasil membukukan waktu 12.450 detik. Masih cukup jauh dari pembalap yang tercepat di kelas bracket 12 detik yaitu Yose V Adrian dari team Wisesa Motorsport dengan Skunk 2 EG6 nya yang berhasil mencetak waktu 12.126 detik.
Rio pun berjalan pulang ke pit AP Speed. Masih ada sisa heat ke-2 untuk memperbaiki catatan waktunya, dan juga mengejar ketertinggalan waktu Flash dari Skunk 2
Sesampainya di pit, Rio langsung berkonsultasi kepada Daddy mengenai heat ke-2 nya nanti. Maklum di heat yang pertama tadi dia mengacaukannya dengan 2 kali miss gear. Dia merasa berat sekali atau susah memasukkan gigi dari gigi ke-2 ke 3.
Tampaknya pria yang merupakan adik kelas saya SMA ini perlu beradaptasi lagi dengan gearbox barunya. Jika gearbox pada Tomahawk dia sudah katam sela nya, namun pada gearbox Flash dia masih harus menyesuaikan lagi.
Sementara bertarung dikelas bracket 16 detik. Suluh Jagad dengan Civic ES nya berhasil mencetak waktu 16.018 detik dan berhasil mengantarkan AP Speed ke podium ke-3. Sementara podium pertamanya diraih juga oleh AP Speed feat. Cityzen dengan pembalapnya Maurid Rizky dengan best timenya 16.010 detik.
Dikelas bracket 15 detik ada D. Gunawan Wibisono dari B16 AP Speed yang berhasil keluar sebagai juara 1 dengan Daihatsu Sirion Turbonya dengan best timenya 15.127 detik.
Heat ke-2 pun segera dimulai. Rio pun mulai bersiap-siap di untuk mengahadapi 2 run terakhir yang akan dijalani nya di seri ke-4 ini.
Dan dia tahu kalo dia hanya punya 2 koin lagi untuk menyelesaikan race kali ini berharap dia bisa mengalahkan rekor adiknya ketika mengendarai Flash pada tahun lalu, yaitu 12.6 oleh Rian
Dan jika memungkinkan masuk ke peringkat 5 besar lagi seperti pada seri sebelumnya dimana dia bertengger di posisi ke-5
Tentu hal ini tidaklah mudah, apalagi kubu Wisesa Motorsport dengan Skunk 2 EG6 nya yang dipiloti oleh Yose dan Adhi berada di urutan 1 dan ke-2.
Akan menjadi hari yang berat bagi Rio untuk bisa merangkak masuk ke posisi 5 besar dimana heat 1 posisinya adalah ke-6.
Setidaknya dia butuh menembus waktu di 12.6 atau setidaknya 12.7 detik seperti pada seri sebelumnya. Agar bisa aman masuk di jajaran 5 besar
Mengingat di dia di kepung oleh 1 EG6 All Motor (Skunk 2 Wisesa), EG6 Turbo (progressive Motorsport) dan Lancer Evo beserta Toyota MRS
Rio pun hanya memandangi saya sambil mengacungkan jempol, tanda dia siap untuk flat out.
Rio pun berangkat dari garis start dengan mulus. 1 ke-2 lancar
Namun sayangnya ketika masuk dari 2 ke -3, Rio lagi-lagi melakukan miss gear. Sehingga menyebabkan waktunya cukup buruk yaitu 13.006 dan 13.269. Cukup jauh sekali dari area 12.000 detik dan 12.6 detik
Sementara M. Herdy dengan EG6 B20 berwarna hijau ini berhasil mencetak waktu 13.196 detik
Dan berhasil mengantarkannya ke posisi ke-3 di kelas bracket 13 detik.
Rio yang berada di garis start langsung menghampiri Daddy yang sedang mengawasi mobil-mobil yang bertanding di kelas bracket 13 dan 12 detik. Rio pun menceritakan bahwa dia kesusahan ketika hendak mengoper gigi atau shifting dari 2 ke-3.
Lepas dari EG6 bertenaga 300 dk, kini M. Herdy berada di dalam cokpit Eg6 bertenaga 366 dk/ 320 Nm
Pengusaha gas elpiji asal kota Cianjur Jawa Barat ini adalah pencetak rekor all motor Indonesia pada tahun 2013 yang lalu di seri ke-5 Sentul Drag Race bersama Rainbow EG6 nya, yaitu 12.107 detik. Sementara bersama Flash, dia mencetak rekornya sendiri dengan EG6 berwarna merah ini yaitu 12.2 sewaktu QTT day di seri ke-3 yang lalu.
Sementara di heat 1 di seri ke-4 ini M. Herdy berhasil membukukan waktu 12.450 detik, sementara Yose dari Wisesa Motorsport membukukan waktu 12.126 detik. Jadi dia butuh waktu sekitar 300-400 seconds untuk bisa mengejar ketertingalannya dari Yose. M. Herdy pun start dengan cukup menyakinkan di lintasan sebelah kiri.
Dan langsung melesat mulus melewati saya dan juga pit line dan akhirnya menyentuh garis finish dengan waktu 12.275 detik. Sementara Yose berhasil membukukan waktu 12.291. yang akhirnya membuat Herdy bertengger diposisi ke -3 dari Yose 1 dan Adhi ke-2 di kelas bracket 12 detik.
Setelah melihat run terakhir dari M. Herdy yang berjalan mulus dan mencetak waktu 12.275 detik. Rio pun menuju ke pit untuk mengambil Tomahawk, dan bersiap untuk bertarung lagi di kelas bracket 13 detik.
Heat 1 di lewatinya dengan best time nya 13.013 detik dan 13.039 detik, yang membuatnya bertengger di posisi 1..
Yang perlu dia lakukan adalah mengulangi lagi angka 13.0 atau setidaknya 13.1 untuk mempertahankan supremasi Tomawak di kelas bracket 13 detik ini, dan menjadikanya hat trick
Rio pun mulai melesat meninggalkan garis start dengan sempurna
Tom yang merupakan notabenenya mobil Rio di masa jaman dia masih SMA dan kuliah sebelum dihibahkan ke Rian ini tampak melesat dengan mulus di lintasan sebelah kiri ini.
1 ke-2 mulus, 2 ke-3 mulus, dan akhirnya 3 ke-4 mulus. Tomahawk pun finish dengan catatan waktunya 13.185 detik yang membuatnya keluar sebagai juara 1 di kelas bracket 13 detik dan menjadikan Tomahawk Hat trick 3 kali berturut-turut keluar sebagai juara 1 di kelas ini.
Meskipun Rio sempat terseok-seok di kelas bracket 12 detik, namun dia berhasil mempertahankan gelar juara 1 3 kali berturut-turut dikelas bracket 13 detik untuk AP Speed. Sementara di kelas bracket 12 detik ada M. Herdy yang berhasi menuntaskan tugasnya dengan sempurna yaitu podium ke-3
Rio pun langsung mengabarkan adiknya, Rian, yang saat ini sedang berada di USA dan sedang tidak bisa tidur karena memikirkan kakaknya bertanding dengan mobilnya Tomahawk
Well, team B16 AP Speed pun cukup puas dengan hasil yang diraih oleh para pembalap-pembalapnya di seri ke-4 kali ini. Karena berhasil meraih juara 5 besar di kelas 12,13, 15, dan 16 detik.
Saya pun cukup puas dengan performance dari Flash ini, meskipun sejujurnya saya masih suka mendengar suara guk guk dari Albins Dog box gearboxnya yang menurut saya seh bisa mencuri waktu 0.250 hingga 0,500 detik setiap shiftingnya.
Rio pun mengambil gambar terkahir dari Flash sebelum diangkut pulang ke bengkel AP Speed yang terletak di kawasan Duren Sawit. Pikirnya, masih ada 1 race terakhir di musim balap 2014 ini. 1 kesempatan lagi untuk mencetak 12.0 atau masuk ke holly land all motornya Indonesia, yaitu 11 detik.
Sementara Tomahawk yang ditinggal pendidikan dan kerja oleh Rian, menjalankan tugasnya dengan sangat sempurna, yaitu mencetak hat trick atau 3 kali berturut-turut keluar sebagai juara 1 di kelas bracket 13 detik. Yaitu Rian di seri ke-2, sementara Rio di seri ke-3 dan ke-4.
Jadwal race yang selesai sekitar jam 4 sore ini, membuat saya dan juga beberapa orang di Sentul merasa ngantuk sekali. Apalagi sore hari itu Sentul diguyur hujan dengan lebatnya.
Dan bagi saya dan Rio yang tinggalnya di kota Surabaya, ini adalah Hujan pertama kalinya bagi kami. Maklum di Surabaya sampai saat ini belum turun hujan. Jadilah Rio sampai tertidur pulas selagi menunggu pengumuman pemenang.
Sementara bagi crew B16 AP Speed, mereka seperti energizer bunny yang terus dan terus dan terus tertawa ha ha hihi.
Karena di luar hujan, jadilah acara penyerahan piala dilakukan di dalam ruangan. Di kelas bracket 12 detik. Juara 1 diraih oleh Yose V Adrian dari Team Wisesa Motorsport dengan Skunk 2 EG6 dengan best timenya 12.126 detik. Lalu diikuti oleh teamn satu teamnya, Adhi Wisesa dengan best timenya 12.119 detik. Sementara M. Herdy berada di posisi ke -3 dengan best timenya 12.275 detik. Diposisi ke-4 ada Ardiansyah dengan lancer evo nya (12.389 detik). Dan diposisi ke-5 ada Bintang BAG dari team Fast Auto Mobil dengan Toyota MRS nya yang mencetak best time 12.567 detik
Sementara di kelas bracket 13 detik. Rio berhasil mempertahankan gelar juara 1 di kelas 13 detik 3 kali berturut-turut dengan best time nya 13.013 detik
Sementara juara ke-2 nya diraih oleh Ardiansyah dengan Lancer Evonya (13.045 detik), di peringkat ke-3 ada M. Herdy dengan best timenya 13.196 detik. Sementara di peringkat ke-4 dan ke 5 diduduki EG6 dari team Fast Auto Mobil yaitu Mendi BJM di peringkat ke 4 (13.203), dan Harry BJM di peringkat ke-5 (13.439)
1 piala ini bagi Rio mengobati kekecewaannya akan miss gear sewaktu membawa Flash di heat 1 dan ke-2, yaitu menciptakan hat trick bagi Tomahawk sebagai juara 1 3 kali berturut-turut di kelas bracket 13 detik. 2 gelar juara 1 di ciptakan oleh dirinya sendiri (seri 3 dan 4, sementara seri 2 di peroleh adiknya sendiri, Rian.
Total hari itu team B16 AP Speed membawa pulang sebanyak 6 piala dari kelas 16, 15, 13 dan akhirnya 12 detik.
Dan para pembalap ini sudah bertugas dengan baik melanjutkan tradisi bagi team yang bermarkas di Duren Sawit ini untuk selali pulang dengan memborong piala drag race.
See ya in the next round… the last round or the Judgement day…. round 5
THE FLASH B16 AP SPEED EG6 powered by :
Prince Lubricants
Ultra Racing
Perfections Window Film
Perfourm.com
-Bayu Sulistyo |nyonk|
*Like us on Perfourm Facebook Fanpage
*Follow us on our Twitter and Instagram: @perfourm
*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com























































































