Jika Anda berpikir bahwa artikel ISOM round 5 yang diadakan pada tanggal 17-19 Oktober 2014 yang lalu ini sudah basi. Tidak bagi saya. Justru saya sangat on fire untuk berbagi cerita dan photo mengenai sepak terjang saya di Sirkuit Sentul ini. Karena ibarat lagunya Slank, ISOM seri 5 terlalu manis untuk disimpan didalam external hard disk.
Setelah 3 hari full of wisata kuliner kolesterol dan juga 2 jam lebih terbang melintasi pulau Sumatra, tibalah saya di kota big duren alias Jakarta
Dan tibalah saya di sirkuit sepanjang 4,12 km ini. Seperti biasa cuaca di Sentul seperti anak abg yang sedang galau, kadang panas, kadang mendung, alias moody.
Ngomong-ngomong soal anak ABG, misi utama saya datang ke ISOM seri 5 adalah untuk meliput pembalap muda yang genap berusia 16 tahun pada 19 Oktober 2014 yang masuk dalam team Perfourm Motorsport yang di support oleh Perfections Window Film, Ultra Racing Indonesia, Hurricane Motorsport, dan Prince Lubricants Indonesia. His name is Arya “The Flying Kid” Karistianto dari team AB Motorsport yang kali ini berada di peringkat sementara ke-2 di kelas Euro 3000 Master
Di Perfourm, kami selalu mengangkat sesuatu yang unik dari scene motorsport ataupun car culture yang bisa membuat Anda “think that makes you go hmmmmm” dan menjadikan referensi atau ide untuk pimp your ride. Seperti Daihatsu Grandmax team AHT Garage yang di airbrush dengan Audi oem rims + GT Radial Savero tires.
Bisanya AHT Garage turun dengan beberapa mobil RWD nya seperti BMW E36 dan juga Cefiro A31, tapi kali ini hanya Reqi saja yang turun dengan A31 nya.
Dengan basically mesin 2JZ ini untuk spek drift, well menurut saya untuk urusan power sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Paling kita hanya perlu men set up ulang kaki-kaki saja. Sepertinya ini adalah reinkarnasi dari bengkel Yashiro Factory Japan, karena pinky boy everywhere.
Beberapa Japanese nostalgic Heroes juga terlihat di sirkuit ini, seperti Toyota Starlet KP60 milik Achamad Muzofar dari team Jakarta Ban Motorsport yang bertanding dikelas Retro 1600 Max
Hachirokune…. Akhirnya saya berhasil bertemu dengan mobil si bakul tahu yang melegenda ini, yaitu AE86 Levin. Bukan milik Takumi Fujiwara dari toko tahu Fujiwara, namun milik Apip Ginanjar dari team Jakarta Ban Motorsport yang turun juga dikelas Retro 1600 Max. Ini adalah mobil impian saya selain Nissan Sukairain.
Dari daratan Eropa ada Alfa Romeo GTV milik pembalap senior Robert Paul.
Bagian interior dari mobil berkode 1750 GTV ini pun sudah di weight reduction dengan hanya menyisakan 1 Sparco bucket seat beserta custom dashboard dan dilengkapi dengan T45 spec rollcage
GTV ini juga sudah fully tuned dengan berbagai macam part racing dari single tuner Alfa Romeo Alfaholics Inggris. Seperti Alfaholics tubular wishbones, Alfaholics Watts link, Alfaholics adjustable 2 1/4? spring kit, Alfaholics rose-jointed trackrod kit, Alfaholics 6-pot brake kit & dual circuit adjustable balance box dan beberapa Alfaholics race parts. Sementara mesinnya dibatasi hingga 2000cc (sesuai regulasi), maka dibuatlah Alfaholics big valve twinspark race engines dengan extreme cam profile, yang dsambungkan dengan Weber 45mm, dibatu pengapiannya oleh single 105 series distributor yang telah di remap dan single spark ignition. Hasilnya mobil Italiano ini mampu menyemburkan tenaga sebesar 218 BHP/ 251 Nm. Gearboxnya juga sepertinya sudah dogbox sequential.
Ada juga sebuah Peugeot 405 GTI yang body kit nya dibuat mirip dengan Bensopra body kit pada fender depan dan rear bumper
Biasanya Benz yang digunakan adalah Benz jenis W201 dan W202, tapi kali ini ada pendatang baru berupa W203 milik Abimanyu Kameswara dari team Segoro Kidul.
Ada juga satu-satunya penjuang Volkswagen dari team D-Spec Motorsport, Yaitu David Steve dengan VW Scirocco nya yang kalo sudah di track larinya sudah seperti curut atau tikus. Modifikasinya juga terbilang sederhana ketika saya pop the hood. Mesin Scirocco R yang ccnya 2000 cc ini dimasukkan ke kelas Euro 3000 karena sudah mengadopsi turbo, jadi dihitung tenaganya setara dengan mobil ber cc 3000 cc di Euro 3000.
Ada BMW E36 milik Hendy Prabowo yang sudah di swap dengan mesin M3 untuk mengejar pasukan Porsche Carrera dikelas Euro 3000 Pro
Di kelas F430 Competizone ada sekitar 11 F430 yang bertanding selama 2 race yang digelar pada hari Sabtu dan Minggu. Ban nya sendiri menggunakan one make tires, yaitu ban lokal Achilles.
Di Audi Race Indonesia Series yang diikuti oleh 8 peserta yang semuanya menggunakan Audi A4 1.8 Turbo ini masuk ke seri terakhir mereka, dimana juara umum dengan total point terbanyak berhak membawa pulang sebuah mobil Audi A4
Saya juga melihat baru kali ini melihat 2 buah Toyota Corolla KE70 atau DX yang terlihat hardcore dengan bodywork nya yang gondrong dan super wide fender lengkap dengan rear diffuser yang menyerupai time attack car. Lupakan soal 4AGE 16 valve ataupun 20 valve, karena KE70 ini menggendong 3SGE Beams dengan super sticky Toyo Tires R888 di rimsnya
Lanjut dari pit Jakarta Ban Motorsport, saya pun beralih ke pit Honda Racing Indonesia yang merupakan team balap pabrikan Honda di Indonesia dengan 2 orang pembalapnya Alvin Bahar dan juga Rio SP.
Sayapun bertemu dengan Rio yang tampak sedang serius memilih ban mobil yang akan digunakannya nanti di race. Bisa dibilang inilah main job Rio saat ini, dimana title nickname the Smokey Rio sedang cuti digunakan di event drifting.
Udara Sentul yang cukup panas siang itu, membuat area pit sudah seperti rumah kontrakan lengkap dengan jemuran race suit dan juga helm 
Dan tentu saja sudah seperti santai kaya dipantai, dan selow kaya di pulaw. Fino Saksono seperti sudah tidak tahan dengan panasnya Sentul
Tapi beberapa orang mengademkan dirinya dengan sholat di pit. God bless this guy…
Untuk urusan team atau boyband paling kompak dalam urusan livery mobil, race suit, hingga helmet pada tahun ini sepertinya jatuh pada team ABM Motorsport
Dengan sekitar 9 pembalap yang tersebar di beberapa kelas mulai dari Euro 2000, Euro 3000, hingga F430 Competizone. Membuat team dengan livery putih merah dan hitam ini pulang dengan piala dari berbagai macam kelas.
Rasanya egois sekali jika yang jadi objek poto saya hanya seorang pembalap dengan umbrella girls nya yang seksi, yaitu Mekanik atau tunernya. Tanpa mekanik, pembalap tidak bisa balapan, tidak bisa balapan berarti tidak bisa dipayungi oleh umbrella girls. Tidak bisa dipayungi umbrella girls berarti mbokep saja di rumah (bobo cakep). Saya pun bertemu dengan Wiwi tuner dari Firna Pro Protechnic dan Togi dari GE Racing Jakarta 
Tak lengkap rasanya jika saya tidak memphoto mobil yang sudah saya idam-idamkan dari tahun 2005 ini, yaitu Nissan Cefiro A31. Alasannya simple sedan saloon, 4 door, mesinnya bisa di swap dengan mesin apa saja, and kabar paling baiknya it’s RWD. Dan Anda tahu RWD is in my blood. 
No aftermarket diffuser? No problemo untuk A31 Mimo dari team Garden Speed Jakarta. Yang ada mereka malah membuat rear diffuser custom dengan cara yang sangat Indonesia banget, yaitu tembak ditempat.
Selain Alfa Romeo GTV ada juga pembalap yang menggunakan mobil Italia lainnya, yaitu Fiat 124 Sport yang dipiloti oleh Kushindrarto dari team Ecurie Cinere
Tahun lalu saya melihat mobil ini nangkring diatas boothnya Honda, dan berada di premium stand atau stand paling exclusive, tapi setahun kemudian Honda Mugen CR-Z RZ yang dilengkapi dengan bodykit + 17’ inch Mugen rims, Mugen Brake Kit System, a five-way adjustable suspension, , dan tentu saja mesin 1.5 Lt i-vtec nya mendapatkan doping berupa supercharger yang mampu menaikkan tenaga dari hanya 135 hp menjadi 174 hp/194 lb-ft. Terlihat tidak pernah absen parkir di area parkir belakang pit Sentul.
Honda memang menjadi sponsor resmi bagi Sirkuit Sentul, bisa terlihat dari mobil Safety Car dan Fast Doctor yang semuanya memakai Honda CR-Z. Honda juga mempunyai kelas sendiri di ISOM, yaitu Honda Jazz/Brio Speed Challenge. Namun sayangnya sepertinya one make race ini sudah mulai sepi peminatnya.
Yang tersisa di kelas Jazz hanyalah beberapa pembalap dari team pabrikan Honda, seperti Rio SB dari Team Honda Racing Indonesia
Dulunya hampir setiap dealer Honda menurunkan 2 mobilnya untuk ikut bertarung di Honda Jazz Speed Challenge. Dan grid ini selalu penuh sesak dengan mobil Honda Jazz, namun saya tak tahu kenapa kini hanya tersisa 4 buah Honda jazz GE8 saja.
Dulunya hampir setiap dealer Honda menurunkan 2 mobilnya untuk ikut bertarung di Honda Jazz Speed Challenge. Dan grid ini selalu penuh sesak dengan mobil Honda Jazz, namun saya tak tahu kenapa kini hanya tersisa 6 buah Honda jazz GE8 saja. 
3 Diantaranya dari team Pabrikan, yaitu Honda Racing Indonesia dan Honda Bandung center
Dengan pembalapnya Alvin Bahar dan Rio SP 
Dan dari team luar pabrikan ada Fino Saksono dari team GT-Radial Nippon Paint
Sampai-sampai hanya menyisakan 2 buah umbrella girls. Padahal dulunya kalau tidak salah sudah seperti ajang kecantikan JDM girls
Dengan hanya menyisakan 7 Honda Jazz GE8 dan 12 Honda Brio , balapan pun berlangsung selama 12 lap atau 47,58 km
Hasilnya Rio SB dari team Honda Racing Indonesia meraih podium juara 1, lalu diikuti oleh Fitra Eri dari team Honda Bandung Center di posisi ke-2
Dan posisi ke-3 diraih oleh rekan satu team dari Rio SB di Honda Racing Indonesia, yaitu Alvin Bahar. Sementara di Indonesia Touring Car Championship keadaan terbalik, yaitu Alvin Bahar posisi 1, Rio SB ke-2, dan Fitra Eri tetap di posisi ke-3. Sementara Fino Saksono harus rela D.N.F alias did not finish di Honda Jazz Speed Challenge dan juga ITCC.
Dikelas Euro 2000 National Series adaa sebuah BMW E30 Coupe berwarna biru muda dari BMW Astra Racing Team yang menurut saya sticker liverynya paling rapi diantara mobil-mobil balap lainnya.
Sementara the man behind the wheel nya adalah pembalap senior Gerry Nasution yang sedang berduka cita atas wafatnya mekaniknya yang bernama M. Nur. Hingga dia mempersembahkan race kali ini untuk sang mekanik dengan menempelkan nama sang almarhum di kaca mobil hingga helmnya.
Sementara Posma Panggabean dari team PAG Racing Team memulai startnya dari dalam pit dengan sebuah mobil yang special, yaitu sebuah BMW E90-BTCC
Mulai dari body hingga mesin nya pun mengacu dengan spec BTCC atau British Touring Car Championship.
20 Peserta di kelas Euro 2000 National Series pun mulai berebut posisi dari lintasan lurus
Hingga di hampir 11 tikungan pada sirkuit sepanjang 4,12 km ini.
Hingga membuat beberapa peserta harus terlibat body contact dengan peserta lainnya
Dan setelah menyelesaikan sebanyak 12 lap atau 47,58 km, Akhirnya Gerry Nasution pembalap dari BMW Astra Racing Team berhasil menjadi juara 1 di Euro 2000 National Series.
Beralih 1 level diatas Euro 2000 National Series ada Euro 3000 dimana berbagai macam mobil pabrikan Eropa mulai dari sport car sekelas Porsche Carrera bersaing dengan pasukan BMW dari E30 hingga E46 bermesin M3.
Pembalapnya pun beragam mulai dari pelajar SMA hingga pejabat negara sekelas Gubernur, seperti Teras Narang dari team ABM Motorsport yang merupakan Gubernur Kalimantan Tengah
Bahkan helm dan HANS milik Bapak Gubernur ini pun di lukis dengan ornamen khas daerah Kalimantan Tengah
Karena itulah alasan nya kenapa saya suka sekali memphoto helm para pembalap ini, karena antara helm yang satu dengan yang lainnya pasti berbeda corak dan warnanya
It’s about man and helmet.
Dan bukan hanya sekedar sebuah helmet. Mobil dan team boleh berganti, namun hanya helm saja yang tetap setia menemani pembalap ini.
Dan satu lagi, ketika pembalap ini sudah memakai helmnya lengkap dengan race suitnya.
Terlihat sangat cool and macho
Kelas Euro 3000 pun tak mau kalah glamour nya dengan kelas-kelas lainnya, termasuk dalam urusan umbrella girls.
D’Spec Motorsport tahu benar bagaimana membuat saya berjalan menuju grid nya David Steve yang letaknya didepan E36 Arya.
Dengan menempatkan 2 buah lovely umbrella girls di sisi kiri dan kanannya VW Scirocco milik David Steve . Like a boss
Sebanyak 20 pembalap dari kelas Euro 3000 Master dan Euro 3000 pro pun berebut menjadi yang terdepan di balapan yang dihelat sebanyak 12 lap ini. Namun dari 12 lap yang dipertandingkan hanya 6 lap yang berjalan normal, 4 lapnya dihabiskan di belakang safety car, dan last lap nya hanya sebagai penghibur.
Arya “ The Flying Kid” yang start di posisi ke-2 di kelas Euro 300 Master dan sempat memimpin di lap pertama akhirnya terpaksa harus keluar lintasan pada lap ke-2 setelah mobilnya masuk ke dalam gravel di R1. Bocah berumur 16 tahun ini harus puas duduk di posisi ke-4.
Di kelas Euro 3000 Master, sekali lagi Aria dari Karunia Jaya Abadi berhasil keluar sebagai juara 1 di kelas Euro 3000 Master walaupun dia start dari posisi ke-4 namun dia bisa mengejar ketertinggalannya, dan meraih podium 1.
David Steve dari D’Spec motorsport yang pada seri kali ini harus nyemplungatau naik kelas di kelas Euro 3000 Pro, terpaksa harus berada di posisi ke-11
Sementara Sunny TS dari Bintang Sobo Racing Team dengan Porsche Carrera nya terus dibayang-bayangi oleh Benny Santoso dari Sigma Speed dengan BMW E46 bermesin M3. Akhirnya Sunny pun berhasil keluar sebagai juara ke-5, sementara Benny harus puas duduk di posisi ke-6 dibelakang Sunny TS.
Wing Bharoto dari team Jakarta Ban Motorsport dengan Porsche Carrera yang biasanya berada di posisi 5 besar dengan pasukan Porschenya ini terpaksa harus terlempar di posisi ke-7
Hendy Prabowo dari Forza Auto One Racing yang biasanya menggunakan Nissan GTR R35 di Indonesia Super Touring ini semakin mantap menjadi pemburu pasukkan Porsche Jakarta Ban Motorsport dengan berhasil meraih posisi ke-3 di Euro 3000 Pro dengan BMW E36 bermesin M3 nya.
Posisi runner up atau juara ke-2 nya di raih oleh Renaldi Hutasoit dari team Jakarta Ban Motorsport dengan Porsche Carrera nya.
Sementara untuk juara 1 di kelas Euro 3000 Pro di seri ke-5 ini di raih oleh Rudy SL dari team Jakarta Ban Motorsport dengan Porsche Carrera nya. Dengan prestasinnya mencetak fastest lap 1:46.957 dan circuit record lap 2014 1:45.022
Di kelas Audi Race Indonesia Series keluar sebagai juara 1 nya adalah Andrew Haryanto dari team AB2 dan berhasil membawa pulang hadiah utama sebuah Audi A4 1.8 Turbo sebagai juara umum .
Tentu saja saya tak sendirian dalam meliput ISOM seri ke-5 ini. Ada beberapa teman saya dari media online di kota Jakarta yang juga ikut meliput event yang menjadirave partynya bagi speed freaknya Indonesia. Mulai dari Fajar dari Sportku yang serius.
Hingga yang terlihat sedang mojok Angga dan Kipli dari Speedarchitech. Ah.. boyromance.
Jika barisan wanita cantik sudah memasuki area pi lalu ke grid, itu berarti tandanya grid girl ini sebagai foreplay sebelum balapan one make race Ferarri F430 Competizone.
Terhitung sekitar 11 pembalap dari berbagai team besar yang mengikuti race yang dihelat sebanyak 2 kali race di hari Sabtu dan Minggu
Dengan hanya menempuh 10 lap atau 39,65 km ini, sebanyak 2 peserta pun harus berhenti dengan gelar D.N.F alias Did Not Finish sebelum bendera finish dikibarkan
Di Race 1 (Sabtu) Robin Tato pun keluar sebagai runner up atau juara ke-2, sementara juara 1 nya diraih oleh Renaldi Hutasoit. Sementara di race ke-2 (Minggu), Robin Tato keluar sebagai juara 1 sementara Renaldi Hutasoit tidak start atau D.N.S (Did Not Start)
Saya pun menyempatkan diri untuk jalan-jalan ke R1 dimana saya bisa melihat R1 dari area luar tembok pengaman hingga bisa melihat lintasan lurus sepanjang 900 meter di depan area pit dan tribun secara jelas. Dan jangan lupakan juga spanduk legendaris atau icon dari Sirkuit yang diresmikan pada tahun 1993 ini.
Saya juga menemukan sisi keindahan atau kecantikan selain pada umbrella girls atau grid girls pada sirkuit ini, yaitu sebuah bunga yang tumbuh liar di antara tumpukan ban-ban lama. Ini mengingatkan kita bahwa pembalap atau motorsport di sirkuit ini dimulai dari balap jalanan atau grassroots
Jadi tak ada salahnya saya mengabadikan moment untuk pertama kalinya saya bisa berada di R1, maklum biasanya saya berada di dalam R1 ketika berada di area waiting zone drag race
Pas di depan R1 berdiri sebuah pos marshall yang berisi 4 orang marshall yang selalu standby selama ISOM berlangsung
Jika Anda pernah melihat beberapa orang mengibarkan bendera di sepanjang lintasan, mereka bukan anggota drum band. Tugas mereka adalah sebagai alarm hidup kepada para pembalap selama balapan berlangsung. SC berarti Safety Car berada di dalam lintasan, bendera biru berarti memberikan tanda kepada pembalap bahwa dia akan di overlap oleh pembalap dibelakangnya, sehinga dia harus memberikan jalan. Bendera kuning berarti seluruh pembalap harus berhati-hati karena telah terjadi kecelakaan. Bendera merah berarti balapan dihentikan karena telah terjadi kecelakaan hebat atau force major seperti hujan lebat hingga membuat balapn harus dihentikan/tidak bisa dilanjutkan lagi. Bendera hijau berarti balapan dilanjutkan kembali (setelah mengibarkan bendera kuning atau SC)
Mungkin dia sudah lelah. Bagaimana tidak lelah para marshall ini, mereka mulai berada di pos mereka dari jam 7:30 untuk pemeriksaan lintasan, lalu mulai bekerja dari jam 08:35 untuk race yang pertama, hingga race terakhir yang selesai pada jam 16:30
Sedangkan bagi anak-anak kecil ini mereka kelewat bersemangay untuk menonton balap touring ini. Saking terlalu bersemangatnya mereka lebih memilih memanjat pagar daripada melalui pintu masuk
Sedangkan bagi anak-anak kecil ini mereka kelewat bersemangay untuk menonton balap touring ini. Saking terlalu bersemangatnya mereka lebih memilih memanjat pagar daripada melalui pintu masuk
Dikelas Retro 1600 Max dimana beberapa mobil japanese nostalgic hero seperti Toyota Corolla AE86 Levin, Starlet KP61, dan KE70 bertarung dengan mobil-mobil retro dari daratan Eropa seperti BMW 2002, E30, hingga Fiat 124 Sport
Kenny Lie dari team ERC dengan Daihatsu Charmant yang body work sudah seperti AE86 N2 ini hanya berhasil meraih posisi ke-12.
Sementara Zafar D Idham dari team Ecuire Cinere dengan Fiat 124 Sport nya hanya berhasil menduduki posisi ke-13 di belakang Kenny Lie
Dan akhirnya juara 1 di kelas Retro 1600 Max di raih oleh Apip Ginanjar dari team Jakarta Ban Motorsport dengan Toyota A86 Levin. Ini adalah pertama kalinya say melihat AE86 melakukan hot lappin , dan jujur aja suara nya mirip dengan yang di youtube-youtube.
Sementara di kelas Retro 2000 Super, dari 13 peserta yang mengikuti kelas ini, hanya 7 peserta yang finish hingga akhir balapan. 5 diantaranya harus berhenti ditengah jalannya race yang berlangsung selama 12 lap ini. Dan 1 orang D.N.S yaitu Adrie Yahya dengan Datsun 510 nya.
Sementara pembalap senior Robert Paul dari team Garden Speed pada seri kali ini harus puas duduk di posisi ke-2, setelah dikalahkan oleh Rudy SL dari team Jakarta Ban Motorsport dengan Mercedes Benz 190 E
Masuk ke dalam kelas paling tinggi di ISOM, yaitu Sentul Super Touring Car Champ. Dimana di kelas ini bisa dibilang kelas FFA atau Free For All nya balap touring di Indonesia
Mulai dari pembalap pria
Dan wanita mengikuti balapan yang dibagi menjadi 5 divisi SSTC (Sentul Super Touring Car) dan 4 divisi pada ETCC (European Touring Car Championship). I’m gonna get you boys….say Alinka.
Sebanyak 31 pembalap bersaing di race yang digelar sebanyak 10 lap atau 39,65 km, mulai dari R1 hingga R11 mobil dari city car, RWD, FWD, sampai AWD berjuang menjadi yang tercepat.
Bagi mobil RWD sekelas Nissan cefiro A31, Sentul bukan berarti “ No Drift No Fun” alias grip. Buktinya Regi Fiandisa dari AHT Garage 788 dengan Nissan Cefiro A31 yang dipersenjatai dengan 2JZ bisa menggabungkan antara grip, dan tentu saja drifting di balapan yang seharusnya grip all the time. Bahkan Reqi mampu finish di urutan ke-2 dengan best timenya 1:49.251
Sementara nasib kurang beruntung di alami oleh Wahyu Kumoro atau Mimo dari Team Garden Speed. Cefironya harus keluar di lap 1, hingga dia tidak bisa melanjutkan balapan lagi
Sama seperti Mimo, Denny Pribadi dari team Total Motorsport harus keluar dari race di lap yang ke-2
Tak hanya Mimo dan Denny saja yang mengalami nasib D.N. F atau Did Not Finish, Alfin Muria Rahman dari Dapurpacu.com dengan Civic Wonder SB3 nya terpaksa harus keluar lintasn di lap yang ke di lap yang ke-4
Melengkapi deretan para pembalap D.N.F ada David Steve dari D’Spec Motorsport dengan Subaru WRX STI nya yang menyarah pada lap ke-5. Padahal best time dari David adalah 1.52.711
Sementara Reza Martin dari Garden Speed berhasil finish di posisi ke-10 dan menjadi yang tercepat di kelas SSTC divisi 1 dengan Honda Jazz GE8 nya
Ada sebuah mobil peserta yang membuat saya terkesima atau kagum akan tampangnya yang macho dan juga bodyworknya yang menyerupai monster time attack yang hungry for best time.
Dengan front bumper yang gondrong, wide body, GT-Wing, beserta pantat yang lebar dengan crazy rear diffuser. KE70 milik Bambang Hutomo dari team Jakarta Ban Motorsport menyelesaikan 10 lapnya di SSTC dengan finish di urutan ke-5 atau 1 di kelas SSTC divisi 5. Mesin 3SGE Beams nya mampu membuat KE70 mencetak best time 1.50.719
Sementara team ABM Motorsport yang kali itu menurunkan sebanyak 4 pembalapnya, yaitu Paul Montolalu, Eric Montolalu, Agustinus Arianto, dan Popo Asen. Hanya Paul Montolalu yang berhasil finish di 5 besar atau diurutan ke-4.
Ternyata dari 31 peserta yang mengikuti SSTC, mobil yang tercepat di kelas ini bukan si AWD ataupun monster RWD bermesin 3000 cc dengan turbonya, melainkan sebuah Honda Genio bermesin B20 All motor.
Muhammad Ichsan dari Nusantara Speed Racing berhasil menjadi yang tercepat diantaraa para peserta di kelas SSTC dengan berhasil finish di posisi 1 dengan best timenya 1:47.655
Saya pun menghampiri Silas yang terlibat kecelakaan dengan Peter di lap ke-7. Untungnya saja tak ada yang terluka dalam insiden pada sore hari itu, hanya saja Silas merasakan sakit pada tangannya akibat benturan yang cukup keras. Namun sepertinya E30 ini sudah tidak bisa diajak balapan lagi.
Welcome to the Social Media era. Saya pun meminta Silas untuk selfi dengan background BMW E30 nya yang bernama Cengek ini, ya setidaknya sebagai kenang-kenangan. Yang membuat saya takjub adalah kehebatan dari Advan Rims ori nya yang tetap utuh walaupun ditabrak pas dari samping
Sementara BMW E36 milik Peter yang menabrak Silas kerusakan nya tampak lebih parah daripada milik Silas. Tetapi untungnya ke-2 pembalap ini tidak mengalami cidera, bahkan mereka sempat berbagi rokok dan rokok bersama di tepi lintasan. Boyromance….
Sebelum pulang, saya pun mendapat oleh-oleh dari Denny Pribadi yang juga panitia sebuah event drifting berupa ton’s of goodie bag
Sampai berjumpa lagi di seri ke-6 ISOM yang akan memasuki final round dari 6 seri yang diadakan oleh Sentul Circuit pada tanggal 28-30 November 2014. Dimana akan melihat siapa yang akan menjadi juara nasional di seri terakhir nanti.
See ya…..
-Bayu Sulistyo |nyonk|
*Like us on Perfourm Facebook Fanpage
*Follow us on our Twitter and Instagram: @perfourm
*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com



















































































