Masih ingatkah anda dengan Mitsubishi Lancer CK4A convert to Evo V yang dipiloti oleh Welliem Surya alias “The Man with Double Titanium Bearing Balls” yang pada Sentul Drag Race seri 4 melakukan wrong way action? Masih ingatkan anda dengan mobil yang beberapa waktu lalu mencetak rekor baru pada lintasan drag race 201m dengan catatan waktu 6,531 detik? Here it is.
Sebelum anda membaca artikel saya yang berisi tentang spesifikasi mobil ini, tidak ada salahnya jika saya juga memperlihatkan kepada anda video saat Redbull yang dipiloti oleh Welliem Surya mencetak rekor baru yaitu 6,531 detik di lintasan 201m pada event drag race di Medan, Sumatera Utara.
Setelah mengunjungi bengkel ABS Performance Jakarta yang seperti saya tulis pada artikel sebelumnya, saya pun tergoda untuk menjadikan mobil yang merupakan senjata andalan dari ABS Performance ini menjadi satu artikel sendiri. The special one.
What’s so special about Redbull? Inilah yang membuat mobil ini langganan menjadi juara 1 pada kelas FFA di event Sentul drag race. ABS Performance, bengkel yang dipercaya oleh sang pemilik mobil ini, Welliem Surya, memasangkan mesin 4G63T JUN 2.100cc dengan Cosworth Head, Tomei Main Stud, Tomei Head Stud, Injector Dynamics 1200cc, dan Tomei Camshaft berdurasi 290 derajat, Engine Management System Microtech LT-16C, Intercooler HKS. Sangat simple, tidak seperti monster car lainnya yang jika anda lihat engine bay nya berwarna warni seperti candy shop. Bahkan power steering dan radiator asli bawaan Mitsubishi Lancer ini pun masih terpasang.
Untuk menyalurkan udara masuk kedalam mesin, dipercayakan kepada Full Race Turbo Manifold.
Dan juga Magnus Motorsport Intake Manifold.
Saya sendiri pun sedikit kaget melihat Fuel Pump Bosch 044 didalam bagasi bekerja sendiri alias cuma ada 1 Fuel Pump, rata-rata yang saya lihat Mitsubishi Lancer Evolution yang bertanding di Sentul Drag Race memiliki 2 Fuel Pump. Here, one is enough.
Untuk mencapai target mengejar best time terbaik mobil ini, tangki bawaan mobil dipensiunkan dan diganti oleh Aero Tech Laboratories RA105 Fuel Cell yang mendapatkan sertifikasi halal oleh FIA, alias standart FIA.
Untuk bagian yang paling berpengaruh pada mobil ini saat bertanding pada lintasan drag 201m maupun 402m, yaitu Turbo GT3588 Owen Development. Menurut sang Master Chef nya ABS Performance, GT3588 Owen Development merupakan turbo yang paling pas dan sangat responsive untuk spesifikasi mobil ini yaitu Street Performance, mobil ini sebelumnya masih sering dipakai untuk harian. Turbo GT3588 Owen Development berukuran tidak terlalu besar sehingga engine compartment tidak penuh. Perbedaan terletak pada bearingsnya yang putaran maksimalnya 2x lipat dari turbo biasa atau sekitar 250.000 rpm turbo.
Pemilihan Sequential Gearbox pada Mitsubishi Lancer ini dipercayakan pada brand yang sudah 30 tahun membuat transmisi untuk mobil balap yaitu Hollinger Engineering. Sedangkan untuk kopling dipasangkan Triple Plate Carbonetic Clutch.
Untuk bagian suspensi, ABS Performance memasangkan G-Force Racing Coilover Suspension pada Mitsubishi Lancer CK4A yang dikenal dengan nama Redbull ini.
Ban semi-slick tentunya tidak akan cukup membuat mobil ini grip saat menyentuh aspal. Maka dari itu penggunaan ban slick sangatlah penting. Mickey Thompshon ET Drag 26/8,5 pun dipasangkan dengan SSR Type C 15×7 ET42 untuk melahap track 402m. Dan untuk pengereman dipercayakan kepada AP Racing Pro 5000 Brake Calipers.
Untuk antisipasi pada jarak pengereman di Sentul, mobil ini juga dipasangkan JEGS Line Lock yang berfungsi sebagai pengunci rem depan secara independen dari rem belakang melalui switch. Jadi, dengan memencet tombol berwarna kuning yang ada di Sparco Steering Wheels, Line Lock akan berfungsi secara otomatis. Sedangkan love letter yang menempel pada dashboard, hanya untuk mengingatkan saja.
Untuk mengejar weight reduction besar-besaran, interior mobil ini pun dikosongkan sehingga hanya tersisa 2 bucket seat saja, dan keempat pintunya sudah diganti dengan bahan Fiber yang didatangkan langsung dari Inggris.
Memang sejak mobil ini dibangun, sampai sekarang tidak ada yang bisa memastikan berapa kuda yang ada pada mesin 4G63T yang terpasang pada redbull ini, bahkan Willianto Hardi sang Master Chef dari ABS Performance dan Andy sang Chief Mechanic dari ABS Performance pun tidak berani memastikan karena selama ini memang tidak pernah dilakukan dyno tuning melainkan hanya fine tuning dan juga street tuning di jalanan saja. You know, it’s street legal.
Welliem Surya, sang pemilik yang sempat menjadi artis social media ketika berhasil mencetak rekor baru pada 201m ini pun mengikuti setiap seri Sentul Drag Race bukan mengejar posisi untuk menjadi juara 1 pada kelas FFA.
Baginya, setelah mencetak rekor tercepat di lintasan 201m, dia pun masih ingin membuktikan performa mobil dan juga skill balapnya di lintasan 402m dengan mengikuti seri terakhir Sentul Drag Race 2014.
So guys, Nantikan artikel selanjutnya dari saya tentang QTT Day dan Race Day bersama ABS Performance pada Sentul Drag Race seri 5 ini.
Later..
Adhyasaka Hutama
*Like us on Perfourm Facebook Fanpage
*Follow us on our Twitter and Instagram: @perfourm
*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com










