Artikel pemanasan yang menceritakan tentang ABS Performance Jakarta dan juga The Redbull Epo V yang built for Street Performance by ABS Performance Jakarta sudah saya ceritakan sebelumnya, sekarang waktunya saya menghidangkan artikel main course yang berisi tentang bagaimana perjalanan love story saya bersama Redbull Epo V dan juga beberapa mobil lain dari ABS Performance Jakarta yang bertanding pada seri 5 Sentul Drag Race 2014.
Setelah menerima e-mail dari Welliem Surya, pemilik Redbull Epo V yang berisi booking code tiket pesawat, keesokan harinya pun saya langsung bergerak menuju Juanda Airport untuk morning flight menuju Soekarno-Hatta Airport Jakarta.
Setibanya di Jakarta, saya pun langsung diajak oleh Welliem Surya untuk menuju SpeedZ Performance, sebuah toko yang terletak di daerah Pluit yang menjual performance parts untuk mobil balap anda.
Namun kedatangan kami kesana bukan untuk membeli engine parts, tetapi membeli bahan bakar untuk persiapan Sentul Drag Race esok harinya. 2 gallons VP Racing Fuel Q16 116 octane.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 menit dari Pluit menuju Sunter, kami pun tiba di ABS Performance Jakarta yang beralamat di Jalan Indokarya nomor 1, Sunter, Jakarta Utara.
Saya pun bertemu dengan Master Chef sekaligus owner ABS Performance dan memotret apapun yang ada di ABS Performance seperti yang sudah saya ceritakan pada artikel All About That Boost: ABS Performance Jakarta. Mulai dari berbagai turbo yang ada di workshop ABS Performance,
Hingga para mekanik dari ABS Performance yang sedang bangun candi, jika candi yang dibangun oleh Bandung Bondowoso untuk Roro Jonggrang selama satu malam adalah Candi Prambanan….
…..maka candi yang dibangun oleh mekanik ABS Performance untuk Sentul Drag Race seri 5 adalah mesin 4G63T dari Mitsubishi Lancer Evolution IX CT9A.
Sekitar pukul 10 malam, towing untuk kedua mobil balap ABS Performance Redbull Epo V dan Subaru Impreza GV sudah siap. Sementara Mitsubishi Lancer Evolution IX CT9A masih di ruang operasi menunggu fan belt yang belum datang. Saya pun meninggalkan ABS Performance untuk menuju hotel di daerah Sentul.
Perjalanan saya dari bengkel menuju Bogor beriringan dengan Nissan GT-R R35 yang sebelumnya sudah di-tuning oleh ABS Performance untuk esok harinya berkompetisi pada Sentul Drag Race seri 5 pada kelas FFA. Setelah sampai di hotel, saya pun langsung membersihkan badan dan skip the night.
DAY 2 – QTT DAY
Paginya, sebelum berangkat menuju Sentul International Circuit untuk mengawal proses scrutineering mobil ABS Performance, saya pun menyempatkan untuk sarapan terlebih dahulu.
Dan juga menyapa Redbull Epo V, Nissan GT-R R35, dan juga Subaru Impreza GV yang sudah diparkir sebaris di lobby hotel.
Setelah semuanya siap, saya pun berangkat menuju Sentul International Circuit bersama dengan Welliem Surya dengan Redbull Epo V. Sehari sebelumnya saya sudah memotret seluruh mobil ini sampai bagian terkecilnya sekalipun, jadi tak ada salahnya jika saya duduk di passenger seat untuk setidaknya merasakan bagaimana naik Redbull Epo V yang telah mencetak rekor 6,531 detik 201m.
Welliem Surya pun memutuskan untuk mematikan mesin mobilnya dan lebih memilih untuk mendorong karena antrian yang sangat panjang.
Begitu juga dengan Oscar, pemilik Subaru Impreza GV.
Sekitar pukul 11 siang, mobil balap dari ABS Performance terutama Redbull Epo V masih berada dalam line up untuk scrutineering.
Saya pun tetap wara-wiri di area scrutineering untuk mencari angle foto sembari mengobrol dengan sang pemilik Redbull Epo V, Welliem Surya. Dirinya mengatakan bahwa sejak mobil ini dibangun pada awal tahun 2014 dan dipasangkan mesin 4G63T, Redbull Epo V ini belum pernah mengalami turun mesin. Artinya, setiap race yang diikuti oleh Redbull Epo V selama ini berjalan dengan lancar dan mesin 4G63T 2.100cc JUN pun belum pernah mengalami kerusakan yang berarti. Jadi proses maintenance yang dilakukan di ABS Performance untuk persiapan event drag race selanjutnya pun tidak terlalu berat.
Selain itu, mobil yang belum pernah melakukan treadmill alias dyno tuning ini ternyata tidak dibekali dengan “gas tertawa” alias Nitrous Oxyde System seperti pada beberapa mobil drag lain yang bertanding pada kelas FFA di Sentul Drag Race. Dyno tuning? Not yet. NOS? No.
Sementara itu di meja panitia, pembalap dari ABS Performance ini sedang mengurus nomor start nya.
Beberapa saat kemudian, tibalah giliran dari Redbull Epo V untuk melakukan scrutineering. Jika sebagian besar peserta drag race mengutus mekaniknya untuk mengikuti proses scrutineering, Welliem Surya, pemilik Redbull Epo V ini melakukan proses scrutineering sendiri dari mulai mendorong mobil sejak di antrian sampai proses scrutineering selesai. Salute…
Setelah selesai, pria yang dijuluki Mr. Barney ini langsung mengajak saya untuk menuju pit 20 yang sudah dipesan oleh ABS Performance. Dan untuk persiapan sebelum melakukan QTT, dia pun sudah stand by memakai OMP Race Gloves dan juga menenteng Simpson Diamondback Helmet Snell SA2010 Red Hot Meltdown miliknya.
Maka sebelum meninggalkan pit dan menuju garis start untuk QTT, saya pun meminta pemilik Redbull Epo V ini untuk menempelkan sticker Perfourm.com sebagai kenang-kenangan sekaligus untuk menambah 10 HP mobil ini. And Handsome Power too…
Sementara itu di pit sebelah, saya bertemu dengan partner in crime yang juga merupakan Founder Perfourm.com, Nyonk, sedang menikmati makan siang Burger King di pit AP Speed. Fotografer andalan Jatim ini memang sudah di booking oleh pemilik dari The Flash EG6 dan juga Tomahawk EG6 untuk liputan bersama AP Speed setiap seri Sentul Drag Race.
Selain Redbull Epo V milik Welliem Surya, ada juga 3 mobil lain yang juga tuned by ABS Performance untuk Sentul Drag Race seri 5. Yaitu Nissan GT-R R35 milik Wiwii yang seluruh body nya telah di wrap dengan camouflage livery.
Mobil yang bertanding di kelas Free For All ini tidak mengalami ubahan yang banyak alias masih tergolong standart. Perubahan hanya dilakukan pada Boost Logic Intercooler Piping Kit, HKS Blow Off, COBB Tuning Access Port, dan Injector Dynamic.
Kemudian Subaru Impreza GV milik Oscar, daily car yang satu ini juga bertanding pada kelas Free For All pada Sentul Drag Race seri 5.
Perubahan pada Subaru Impreza yang masih digunakan sebagai daily car oleh Oscar yaitu fully closed deck engine, 6 Speed STI Transmission, Triple Plate Carbonetic Clutch, GT35 Owen Development Turbo, Injector Dynamic 1000cc, Microtech ECU System, Brian Crower Cam Gear, Kelford Camshaft, CP Pistons, BC Stang Pistons, equal length extractor.
Lalu, Mitsubishi Lancer Evolution IX CT9A milik Willy yang sehari sebelumnya sedang kejar tayang untuk mengikuti Sentul Drag Race seri 5 ini.
Perubahan pada sektor mesinnya tidaklah banyak, untuk Engine Management System menggunakan ECU Microtech, Cosworth M3 280/272 Camshaft, dan GT35 Owen Development Turbo. Mobil ini juga bertanding di kelas Free For All.
Dan untuk Redbull Epo V sendiri menggunakan 4G63T JUN 2.100cc dengan Cosworth Head, Tomei Main Stud, Tomei Head Stud, GT3588 Owen Development Turbo, Injector Dynamics 1200cc, dan Tomei Camshaft berdurasi 290 derajat, Full Race Header, Magnus Intake Manifold, TiAL Blow Off Valve, TOMEI Throttle Body, Turbosmart Fuel Pressure Regulator, BOSCH Ignition Coils, Intercooler HKS Type R, dan Engine Management System Microtech LT-16C.
Lalu Holinger MF-E Sequential Transmission, ATS Carbon Clutch, CTG Carbon Driveshaft, G-Force Racing Coilover Suspension, AP Racing Pro 5000 Brake Calipers, JEGS Line Lock.
Sebelum memulai QTT, Welliem Surya sempat melihat-lihat kondisi antrian yang saat itu masih panjang dan ramai, sambil menunggu Redbull Epo V miliknya dipersiapkan oleh mekanik ABS Performance.
Setelah Redbull Epo V dipersiapkan oleh mekanik ABS Performance, dan ban juga diganti dengan 2 pasang SSR Type C yang telah dibalut dengan Mickey Thompson ET Drag Tires, Welliem Surya pun segera bergerak menuju waiting zone untuk memulai QTT. Redbull Epo V yang beberapa waktu lalu mencetak rekor 6,531 detik pada 201m di Medan ini kondisinya mesinnya masih sama seperti pada saat bertanding di Medan, alias tidak ada maintenance yang terlalu berat. Setting boost dari GT3588 Owen Development Turbo ini dimantapkan pada boost 2,4 bar untuk QTT.
Sementara itu saya stand by di tepi lintasan dengan menunggu Redbull Epo V berpacu dalam lintasan 402m untuk mencari best time nya. Saat Redbull Epo V sudah melewati garis finish, saya pun kaget dengan catatan waktu mobil ini saat first run QTT.
Catatan waktu fantastis yang berhasil dicetak Welliem Surya dengan Redbull Epo V yaitu 9,801 detik. Catatan waktu milik Welliem Surya ini lebih cepat 0,134 detik dari catatan waktu pemegang rekor sebelumnya yaitu EVOJUN milik ENGINE+ yang catatan waktunya 9,935 detik pada lintasan 402m.
It means, the record was broken!
Rekor baru telah dicetak oleh Welliem Surya, pembalap yang lebih suka dibilang balapan karena ingin mencari best time ketimbang ingin menjadi juara. Setelah dirinya melakukan first run QTT dan mengetahui catatan waktunya 9,801 detik, Redbull Epo V dimasukkan kembali kedalam pit 20 dan Welliem Surya pun berjalan di area pit dengan wajah sumringah dan menebar senyum kepada setiap orang yang menyapa dirinya. Beberapa orang yang menyapa juga memberikan ucapan selamat bahwa dirinya telah mencetak rekor baru untuk dunia persilatan drag race 402m di Indonesia.
Karena pada saat first run QTT Redbull Epo V sudah mencetak waktu yang sangat memuaskan atau bisa dibilang one shot one kill, Welliem Surya pun memutuskan untuk mengakhiri QTT day dengan saving power untuk keesokan harinya.
Dan berharap semoga saat race day semua berjalan dengan lancar dan tidak ada hambatan, sehingga dia bisa mencoba untuk memecahkan rekornya sendiri yang baru saja beberapa menit yang lalu ia cetak.
DAY 3 – RACE DAY
Seperti pada race day – race day sebelumnya di Sentul Drag Race, para pembalap dan juga crew dari team sudah harus stand by di pit masing-masing dan mempersiapkan mobil yang akan bertanding, agar tidak terlambat saat panggilan menuju waiting zone untuk memulai start heat pertama.
Begitu juga dengan Redbull Epo V yang terlihat sudah siap untuk memulai heat pertama pada kelas Free For All. But, first of all, salah satu mekanik dari ABS Performance ini harus membilas seluruh body Redbull Epo V agar terlihat bersih sebelum memulai heat pertama.
Setelah bagian luar bersih, barulah dilanjutkan dengan mengisikan bahan bakar VP Racing Fuel Q16 116 octane ke ATL Racell Fuel Cell yang telah terpasang di bagasi belakang Redbull Epo V.
Dan saya meminta agar Redbull Epo V yang juga merupakan maskot dari ABS Performance ini dikeluarkan dari pit 21.
Kemudian saya pun memandangi Redbull Epo V yang sehari sebelumnya mencetak rekor baru di dunia persilatan drag race Indonesia. Dengan ban Mickey Thompson ET Drag Tires yang sudah terpasang di keempat bagiannya, mobil ini terlihat sudah siap untuk memulai heat pertama. And hungry for 9 second.
Begitu juga dengan sang pemilik, Welliem Surya yang sudah memandangi Redbull Epo V sambil memulai obrolan pagi dengan Chief Mechanic ABS Performance, Andy.
Untuk persiapan sebelum start heat pertama, Redbull Epo V telah dinaikkan boost nya menjadi 2,6 bar. Step by step sedikit lebih besar dari QTT day dengan harapan dapat mencari best of the best time dan mencetak catatan waktu yang tentunya lebih cepat dari QTT day kemarin.
Boost dari Redbull Epo V yang telah dinaikkan menjadi 2,6 bar untuk race day diimbangi dengan pengurangan tekanan angin pada keempat Mickey Thompson ET Drag Tires yang digunakan. Hal ini untuk mencegah terjadinya overspin pada saat start dan juga agar ban lebih grip ke aspal.
Sebelum Welliem Surya meninggalkan pit 21 untuk menuju waiting zone, mekanik ABS Performance pun melakukan pengecekan ulang pada mesin untuk memastikan Redbull Epo V baik-baik saja dan siap untuk memulai heat pertama.
Dia juga mendapat ucapan good luck, selamat bertanding, make your best time, dari rekan nya.
Saat saya bertanya apakah siap untuk mencetak best time dan memecahkan rekor lagi saat race day ini, dirinya pun berkata siap dengan nada optimis.
Lalu Welliem Surya mengambil Simpson Diamondback Helmet Snell SA2010 Red Hot Meltdown miliknya.
Dan masuk kedalam Redbull Epo V untuk memasang Takata Racing Harness pada Recaro Seat-nya.
Setelah semuanya siap, dia pun langsung meninggalkan pit 21 dan bergerak menuju waiting zone karena sudah ada panggilan untuk memulai heat pertama pada kelas Free For All.
Begitu juga dengan Mitsubishi Lancer Evolution IX CT9A milik Willy yang juga sudah terlihat siap untuk memulai heat pertama.
Sementara itu di pit 21, salah satu mekanik ABS Performance sedang mengganti ban belakang Nissan GT-R camouflage dengan satu set Hoosier Slick Tire yang masih fresh from the oven alias anyar gres kalo kata orang Surabaya.
Tapi ternyata satu set ban Hoosier Slick Tire dengan velg nya ini tidak bisa terpasang dengan pas, saat mobil dijalankan, bagian dalam velg nya bergesekan dengan mounting sehingga menimbulkan scratch. Bad news, satu set Hoosier Slick Tire harus digantikan lagi dengan velg dan ban standart dari Nissan GT-R R35.
Setelah itu saya pun langsung berlari menuju garis start untuk stand by di belakang garis start dan menunggu Redbull Epo V yang sedang line up untuk memulai heat pertama.
Pada Sentul Drag Race seri 5 ini, Welliem Surya mendaftarkan 2 nomor untuk dirinya yaitu nomor 306 dan 307 pada Redbull Epo V. Tujuannya yaitu tidak lain untuk mencari best time mobilnya ini dengan melakukan 2 kali run (heat pertama dan kedua) untuk 1 nomornya.
Welliem pun bersiap di garis start dengan Redbull Epo V dan hungry for 9 second. Untuk start dirinya menekan pedal gas dan menahan pada sekitar 8000 rpm.
Ketika lampu hijau menyala, dengan sekejap Redbull Epo V meninggalkan garis start. Saya yang saat itu berada tepat dibelakang Redbull Epo V pun mendapatkan semburan asap dari keempat Mickey Thompson ET Drag Tires yang spin saat start.
Heat pertama, Welliem Surya dengan nomor start 306 berhasil mencatat waktu yang lebih cepat dari saat QTT day yaitu 9,783 detik. Catatan waktunya pada waktu heat pertama ini sekaligus memecahkan kembali rekor 9,801 detik yang sehari sebelumnya ia buat. Settingan boost dari GT3588 Owen Development yang dinaikkan sekitar 0,2 bar ini ternyata langsung terasa efeknya.
Setelah finish, Welliem Surya memutuskan untuk kembali menuju waiting zone untuk memulai start heat pertama dengan nomor start kedua miliknya yaitu 307.
Saya pun tetap stand by disekitar area waiting zone untuk menunggu Redbull Epo V ini maju ke garis start.
Setelah pada QTT day Welliem Surya berhasil mencetak rekor baru yaitu 9,801 detik, pada race day heat pertama dengan nomor start 306, dia pun berhasil kembali mematahkan rekornya dan mencetak rekor baru yaitu 9,783 detik. Perasaan heran pun muncul dalam hati saya, bagaimana bisa Redbull Epo V yang merupakan Street Performance car yang juga sering dipakai untuk daily car ini menyentuh waktu 9 detik.
Chief Mechanic dari ABS Performance, Andy, terlihat sedang memandu Welliem Surya dan Redbull Epo V di garis start sebelum memulai heat pertama dengan nomor start 307.
Beberapa saat kemudian Welliem Surya memacu Redbull Epo V nya dalam lintasan 402m ini. Asap spin dari keempat Mickey Thompson ET Drag Tires pun masih mengepul sejauh sekitar 50 meter.
Dan pria yang dijuluki “The Man With The Double Titanium Bearing Balls” ini pun kembali menggemparkan dunia persilatan drag race di Indonesia dan para penonton sekaligus peserta Sentul Drag Race seri 5 ini. Redbull Epo V yang boost nya lebih besar 0,2 dari waktu QTT day ini kembali mencetak rekor dengan dipiloti oleh Welliem Surya. Catatan waktunya untuk heat pertama dengan nomor start 307 yaitu 9,772 detik. Lebih cepat 0,011 detik dari sewaktu heat pertama dengan nomor start 306.
Setelah heat pertama selesai, saya memutuskan untuk kembali ke pit 21 dan memberi selamat kepada Mr. Barney karena telah mencetak rekor baru dan memecahkan rekornya sendiri. 9,801 detik QTT; 9,783 detik heat pertama untuk nomor 306; dan 9,772 detik heat pertama untuk nomor 307.
Dia pun juga berkonsultasi tentang mobilnya yang saat memulai heat pertama masih mengalami kendala overspin, kepada (dari kanan) Tom tuner dari Singapura, Oscar pemilik Subaru Impreza GV, Willianto Hardi owner ABS Performance, Andy Chief Mechanic ABS Performance.
Saat heat pertama selesai, saya menyempatkan untuk beristirahat di pit 21 yang merupakan pit ABS Performance. Kemudian saya dikagetkan dengan kehadiran Luckas, dan juga Rendi Vin dari ENGINE+ yang mampir ke pit ABS Performance. Sebenarnya ENGINE+ sudah melakukan persiapan untuk EVOJUN CT9A dan juga EG6 Casper untuk bertanding di seri 5 ini tetapi mengalami trouble pada saat dyno tune yang menyebabkan mobil balapnya tidak bisa mengikuti Sentul Drag Race seri 5 sehingga Luckas dan Rendi Vin pun hadir sebagai penonton.
Beberapa saat kemudian sudah terdengar panggilan untuk memulai heat kedua pada kelas Free For All, Welliem Surya yang sudah bersiap-siap dengan Redbull Epo V pun langsung kembali menuju waiting zone untuk line up heat kedua dengan nomor start 307 terlebih dahulu.
Pada heat kedua, drag racer dari ABS Performance ini memulai start dibawah 8000 rpm dengan maksud mengurangi over spin saat start karena saat heat pertama dirinya merasa masih over spin. Memang benar saya melihat Redbull Epo V tidak terlalu banyak mengeluarkan asap seperti pada heat pertama dan juga saat QTT.
Sayangnya, mengurangi rpm pada saat start bukan merupakan suatu penyelesaian karena pada saat Redbull Epo V meninggalkan garis start, mobil ini terlihat bogging. Catatan waktu yang dihasilkan Welliem Surya pun membengkak menjadi 10,400 detik untuk heat kedua ini.
Pembalap lain dari ABS Performance yaitu Wiwii dengan Nissan GT-R camouflage yang juga bertanding di kelas Free For All.
Pada heat pertama, Nissan GT-R R35 yang tergolong masih standart ini catatan waktunya mental jauh yaitu 12,312 detik.
Dan menyebabkan Wiwii yang bernomor start 412 ini tidak bisa mengikuti heat kedua.
Lalu Oscar dengan Subaru Impreza GV yang bertanding di kelas Free For All.
Catatan waktu Oscar pada heat pertama yaitu 11,652 detik.
Sedangkan pada heat kedua yaitu 11,348 detik dan menyebabkan Oscar harus puas menempati posisi 6 pada kelas Free For All.
Willy yang menggunakan Mitsubishi Lancer Evolution IX CT9A yang menggunakan 2 nomor start yaitu 522 dan 523.
Namun 2 nomor start yang dimiliki Willy ternyata tidak berhak mengikuti heat kedua karena catatan waktunya yaitu 12,736 detik dan 13,344 detik dikarenakan boost dari Mitsubishi Lancer Evolution IX CT9A ini hanya bisa di angka 1,5 bar dan tidak bisa dinaikkan karena permasalahan pada wastegate nya.
Kembali ke Redbull Epo V milik Welliem Surya, karena masih ada satu kesempatan lagi untuk memulai start pada heat kedua dengan nomor start 306, Welliem Surya pun langsung bergegas menuju garis start dan berusaha untuk memecahkan best time nya kembali dengan satu kesempatan start. Dengan start di sekitar 8000-8500 rpm, Redbull Epo V pun langsung melesat meninggalkan garis start dengan asap tebal.
Namun tiba-tiba saya melihat Redbull Epo V malah melambat seperti kehilangan power nya pada 200 meter setelah start. Saya pun kaget padahal mobil ini beberapa menit yang lalu start dengan begitu powerful.
Redbull Epo V pun berhenti ditengah lintasan dengan mesin mati, beberapa saat kemudian Welliem Surya membuka pintu kemudi.
Dirinya pun terlihat bingung dan penasaran dengan permasalahan yang terjadi pada mobilnya yang berhenti di tengah lintasan secara tiba-tiba.
Setelah keluar dari mobil, pembalap ABS Performance ini mengintip bagian bawah mobilnya untuk mencari tau permasalahan yang terjadi karena mesin nya sendiri tidak mengeluarkan asap ataupun gejala-gejala trouble.
Ternyata permasalahannya ada pada CTG Carbon Fibre Propshaft yang melintir kemudian patah ditengah jalan sehingga Redbull Epo V tidak bisa menyelesaikan run terakhirnya. CTG Carbon Fibre Propshaft yang melintir disebabkan oleh besarnya torsi dari Redbull Epo V.
Setelah beberapa menit Redbull Epo V berada di tengah lintasan, towing truck pun datang dan segera membawa mobil ini menuju pit 21 yang merupakan pit ABS Performance.
Dan inilah CTG Carbon Fibre Propshaft seharga hampir US$ 3000 yang menjadi korban dari torsi yang dikeluarkan oleh mesin 4G63T 2.100 cc JUN yang terpasang di Redbull Epo V. Performance Part yang di klaim 65% lebih ringan dari Propshaft standart ini melintir dan patah menjadi 2 bagian, sampai-sampai patahan CTG Carbon Fibre Propshaft ini terlihat seperti kue semprong.
Hal ini sekali lagi menguatkan statement bahwa racing itu kejam. Sometimes you win some, sometimes you lose some, and sometimes you wreck some.
Niat untuk memecahkan best time nya 9,772 detik pun harus diurungkan karena trouble yang terjadi pada Redbull Epo V saat melakukan run terakhirnya. Welliem Surya pun berjalan kaki dari lintasan menuju pit 21 dengan membawa patahan CTG Carbon PropShaft-nya.
Dengan diikuti oleh towing truck yang sedang menggeret Redbull Epo V menuju pit 21.
Setelah sampai didepan pit 21, orang-orang dari pit sebelah pun berkumpul dan bertanya-tanya apa yang terjadi pada Redbull Epo V ini.
Kemudian Redbull Epo V didorong kedalam pit agar para mekanik dapat melakukan pengecekan.
Beberapa mekanik ABS Performance yang sudah stand by langsung mendongkrak Redbull Epo V dan melihat apakah ada part lain yang bermasalah ataukah hanya propshaft saja. Begitu juga dengan Welliem Surya yang terlihat sedang mengawasi mekanik ABS Performance dan juga memandangi Redbull Epo V miliknya.
Sementara itu, teman-teman dari Tons Garage yang mampir ke pit ABS Performance pun juga melihat video bagaimana Redbull Epo V yang dipiloti Welliem Surya ini saat start sampai berhenti ditengah lintasan secara tiba-tiba.
Begitu juga dengan pembalap dari ABS Performance itu sendiri, Welliem Surya.
Redbull Epo V yang sudah dipasangkan jackstand langsung diperiksa bagian bawahnya oleh mekanik ABS Performance, dan patahan CTG Carbon Fibre Propshaft yang masih terpasang pun segera dilepas.
Pihak ABS Performance sendiri sudah melakukan konsultasi dengan pihak CTG pembuat carbon fibre propshaft ini dan mereka sendiri kaget dan bingung karena CTG Carbon Fibre Propshaft untuk Lancer Evolution jarang sekali mengalami kasus melintir dan patah seperti yang dialami Redbull Epo V milik Welliem Surya ini.
Meskipun CTG Carbon Fibre Propshaft yang terpasang di Redbull Epo V melintir dan kemudian patah menjadi 2 bagian, namun setidaknya masih ada yang membuat pria ini senang dan pulang dari Sentul Drag Race seri 5 dengan wajah tersenyum,
Karena pria yang dijuluki Mr. Barney ini masih mendapatkan podium pertama pada kelas Free For All dengan catatan waktu rata-rata 10,086 detik, tetapi keinginannya untuk menjadi Fastest of The Day ternyata harus dikurungkan karena rekor 9,772 detik miliknya telah dipecahkan oleh Stefen Teo dari Steve Garage Pekanbaru yang memiliki catatan waktu 9,767 detik pada saat heat kedua dengan Mitsubishi Lancer Evolution VIII CT9A yang diberi nama Red Ant.
Setelah turun podium, tidak lupa saya mengucapkan selamat dan saya pun meminta dirinya untuk berdiri disamping Redbull Epo V dengan memegang piala juara 1 Free For All dan berpose disamping sang istri yang setia menemani balapan dari awal sampai akhir acara.
Dan kemudian foto bersama dengan teman-teman dari Tons Garage Medan sebagai kenang-kenangan pada Sentul Drag Race seri penutup tahun 2014.
Adegan lucu sesaat setelah turun podium adalah ketika saya diminta untuk memotret 2 jawara Sentul Drag Race, Williem Surya yang mendapat juara 1 kelas Free For All dan Stefen Teo yang mendapat juara 2 kelas Free For All sekaligus Fastest of The Day dengan catatan waktunya 9,767 detik. Saat saya bilang satuuu, duaaaa, tiiii… Tiba-tiba dari belakang muncul Antony Lo dan Willianto Hardi yang sedang mengangkat cooler box berisi es batu dan air dingin yang digunakan untuk mendinginkan minuman botolan.
Dan keduanya pun menyiramkan air dingin dan es batu yang ada di cooler box kepada 2 jawara Sentul Drag Race seri 5 ini seperti pada Ice Bucket Challenge. Memang sebelumnya Welliem Surya dan Stefen Teo telah membuat perjanjian bagi yang menyentuh angka 11 detik di Sentul Drag Race harus bersedia disiram Ice Bucket.
Namun karena mereka mendapat posisi yang pas yaitu posisi 1 dan 2 sekaligus salah satu mendapatkan gelar Fastest Of The Day dan juga pemegang rekor baru, maka Welliem Surya dan Stefen Teo mendapatkan hadiah dari para crew ABS Performance, Tons Garage, dan juga Steve Garage berupa Ice Bucket Challenge.
Dan tidak lupa saya memotret 2 mobil yang telah bermain di angka 9 detik pada Sentul Drag Race 2014, yaitu Redbull Epo V ABS Performance berdampingan dengan Evo VIII Red Ant Steve Garage.
Dan meminta Willianto Hardi, Master Chef-nya ABS Performance berpose didepan Redbull Epo V dan juga Evo VIII Red Ant bersama partner sekaligus tuner dari bengkelnya yang terletak di Singapura.
Saya pun tidak mau kalah berpose dengan 2 monster drag Indonesia yang bermain di angka 9 detik ini bersama Founder Perfourm.com, Nyonk. Kenangan Sentul Drag Race seri penutup tahun 2014 ini.
Untuk kedepannya, pihak ABS Performance sedang melakukan research tentang brand yang tepat untuk Carbon Fibre Propshaft yang akan dipasang di Redbull Epo V ini dan juga mempersiapkan another monster drag yang sedang dibangun menjadi pure drag car yang akan bertanding di angka 9 kecil untuk Sentul Drag Race tahun 2015 mendatang.
Congratulations and thank you Welliem Surya and ABS Performance. See you next time lah…
Adhyasaka Hutama
*Like us on Perfourm Facebook Fanpage
*Follow us on our Twitter and Instagram: @perfourm
*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com










