The Judgement day. Musim balap Sentul Drag Race 2014 memasuki seri terakhir dari 5 seri yang dijadwalkan. Seri ke-5 yang diadakan pada tanggal 22-23 November 2014 ini menjadi the Judgement day untuk The Flash B16 AP Speed EG6. Sudah 5 seri EG6 ini bertanding, namun best timenya masih bercokol di 12.2 detik saja. Ini adalah kesempatan terakhir The Flash untuk mempertajam waktunya dan masuk ke area holly landnya All Motor Indonesia, yaitu 11 detik. Atau setidaknya mempertajam waktu Rainbow B16 AP Speed EG6 yang mencetak waktu 12.106 detik, dan tercatat sebagai tercatat sebagai the fastest all motor in Indonesia.
Seperti biasa saya pun berangkat dari kota Surabaya Jumat pagi, dimana matahari dan cuaca pada pagi hari itu cerah ceria. And I love the blue of Indonesia.
Selain suka memphoto langit biru ketika sedang mengudara, ada satu hal lagi yang membuat saya ketagihan, yaitu pancake durian Medan. Thanks to Litowongso Myb Medan untuk 1 paket C4 yang memabukkan ini.
Sayapun bermalam di hotel AP Speed, dimana di pagi harinya ketika bangun tidur saya bisa melihat mobil balap dan menghirup bau VP Racing.
The Flash yang di sponsori oleh Ultra Racing Indonesia ini sudah terlihat semakin rigid pada bagian belakang atau pilar C akibat penggunaan Ultra Racing reat bar dan rear upper bar
Sabtu paginya saya pun menuju ke Sentul Circuit dimana agenda Sentul Drag Race seri 5 ini dimulai dengan acara scrutineering, yang dimana antrian dimulai dari tengah malam tadi hingga pagi hari.
Banyak yang bertanya pada saya apa untungnya bela-belain bermalam atau menitipkan mobil di Sentul Circuit untuk hanya berada di urutan paling depan ketika pintu scrutineering dibuka pada jam 8 pagi hingga jam 4 sore ini. Yang jelas, jika Anda dalam antrianpertama, maka Anda akan cepat selesai scrutineering, lalu bisa mempersiapkan mobil dan pit Anda dengan santai
Di seri terakhir ini, Flash pun mendaptkan sponsor baru berupa Millers Oils yang merupakan high performance engine oil dari Inggris yang mendampingi Ultra Racing dan Perfections Window Film
Selain mendapatkan sponsor baru yaitu Millers Oils, perubahan yang terjadi pada Flash yaitu penempatan tangki bahan bakar dan aki pada bagian engine bay EG6 bertenaga 366 hp/320 nm . Akinya sendiri berada dibawah headlights sebelah kiri, sementara tangki customnya yang mampu menampung 8 liter VP Racing Q16 berada di depan pilar A.
Berada di samping The Flash, ada Tomahwak B16 AP Speed EG6 yang mempunyai rekor bertanding di musim balap ini adalah 3 kali bertanding dan 3 kali menang.
Bisa dibilang EG6 bertenaga 333 hp/275 nm ini bisa dipastikan juara umum kelas bracket 13 detik. Selama 3 seri yang telah di ikutinya, 3 kali podium yang 1 berhasil di sabet oleh Tom dengan juaranya Rian, lalu Rio, dan rio Rio. Jika berhasil keluar sebagai juara 1 lagi di seri ke-5 ini maka, Rio akan mencetak hat trick di kelas bracket 13 detik. Dan menjadikan Tomahawk sebagai “undisputed champion”
Sementara Flash yang dari seri ke-2 hingga ke-4 terus terkendala dengan masalah dog box gearboxnya, belum bisa mempertajam waktunya dan masuk ke area holly landnya all motor Indonesia, yaitu 11 detik. Best time dari Flash adalah 12.2 yang dicetak oleh M. Herdy
Di seri ke-5 ini, Ultra Racing 3 point fender dipasangkan ntuk meningkatkan traksi dan rigid pada body bagian depan ketika melakukan start dan shifting.
Hytech exhaust yang terkenal di dunia indy car dan formula atlantic ini di custom ulang oleh Daddy atau bang Apre dengan cara ujung headernya dipotong lalu dibuatkan sebuah custom megaphone. Alasan Daddy memotong header seharga 20 juta lebih ini adalah karena ujung headernya yang terlalu landai kebawah.
Albins dog box gearbox yang menjadi penyakit ketika shifting(susah untuk dimasukkan atau dipindahkan) sudah diberikan berupa alat berupa shif holder dari Speed Factory USA.
Setelah M&T slick tires terpasang, Daddy pun mulai mengecek tekanan angin pada ke-2 ban slick berukuran 24,5 inch x 9 x 13 (depan). Tekanan bannya pun tergantung kebutuhan, rata-rata Daddy menggunakan di angka 10 psi
Setelah semua tekana angin pada ke-4 ban diperiksa, M. Herdy pun masuk ke dalam cockpit Flash lalu kemudian berdoa terlebih dahulu sebelum melakukan babak QTT di seri ke-5 ini.
M. Herdy bisa dibilang sebagai test drivernya team B16 AP Speed. Karena hampir setiap mobil hasil tuningan dari Daddy atau Bang Apre selalu di coba run oleh M. Herdy untuk mengetahui apa saja plus minusnya yang menjadi feedback bagi Daddy untuk fine tuning mobil hasil ciptaannya
M. Herdy pun berhasil melakukan 1st run nya di qtt day dengan mencetak waktu 12.2 detik
Namun sayang di 2nd run nya Herdy mengalami kendala pada gearboxnya
Switch gigi mundurnya mental hingga menyebabkan oli gearboxnya bocor yang mengakibatkantimbulnya asap pada engine bay sehingga membuat M. Herdy meng cut of kan mobil secepat mungkin ketika sampai di finish line karena dikira mesinnya jebol.
Setelah mencoba The Flash, M. Herdy pun melnajutkan test nya kepada Tomahawk. M. Herdy pun berhasil mencetak waktu 13.1 detik
Meet the new kids on the blocknya team AP Speed, yaitu Keinan B16 AP Speed GE8. Keinan merupakan GE8 ber spek touring yang dipersiapkan oleh Daddy untuk mengikuti balap touring Honda Jazz Speed Challenge dan Indonesia Touring Car Championship di Sentul yang akan dikemudikan oleh duo kakak beradik Rio dan Rian di tahun 2015., Keinan sendiri diambil dari nama anaknya Rio.
Mesin 150 hp L15A nya pun di tuning sesuai dengan regulasi HJSC yaitu three angle valve, dinaikan kompresi, balance, down pipe, free flow exhaust, HKS Replacements filter kit, Dastek + i-drive, dan Buddy Club coilover ini mampu mencetak waktu 16.038 detik . Sementara best timenya dalam menempuh 1 lap Sentul Circuit adalah 1 menit 56 detik
Qtt day pun berakhir dengan sukses, tak ada masalah yang berat pada mobil-mobil AP Speed. Terhitung sebanyak 5 kelas di ikuti oleh B16 AP Speed, mulai dari 17 detik, 16 detik, 15 detik, 13 detik, dan 12 detik
DAY 2 : RACE DAY
Hari Minggu di pit B16 AP Speed sudah tampak seperti bengkel AP Speed yang dipindah ke Sentul Circuit. Terhitung sekitar 7 mobil ikut dalam Sentul Drag Race seri ke-5 ini.
Mulai dari kelas 17 detik, 16 detik, 15 detik, 13 detik, hingga 12 detik, team B16 AP Speed bertarung dengan 6 mobil Natural Aspirated dan 1 force induction
Itu berarti sudah menjadi tradisi di team yang berasal dari bengkel yang terletak di Duren Sawit ini untuk meramaikan setiap event drag race di Indonesia dan pulang sebagai juara umum atau peraih podium terbanyak.
Tapi semunya bisa dibilang tak berarti tanpa adanya doa bersama sebelum salah satu pembalapnya menghadapi heat 1
Daddy atau Bang Apre sebagai tuner dari AP Speed memimpin doa untuk kelancaran, keselamatan, dan kemenang team yang muali dia bentuk semenjak 2007 ini.
Somesay, ngebut itu adalah ibadah, semakin ngebut semakin dekat dengan Tuhan. Yang berarti Motorsport can be dangerous. Jadi menurut saya wajib hukumnya untuk berdoa dahulu sebelum Anda mulai masuk ke dalam cockpit ataupun mulai menginjak pedal gas Anda
Dan sedikit tos bersama teman-teman satu team Anda
Yang akan mem boost up semangat Anda untuk bisa mencetak best time dari setiap run yang Anda lakukan. Rio pun langsung berada didalam cockpit Keinan B16 AP Speed GE8 untuk memulai 1st debutnya di kelas 16 detik
Bisa dibilang ini adalah foreplay yang dilakukan Rio dengan Keinan, mengingat GE8 ini sudah hard parking di garasi rumahnya selama kurang lebih 1 tahun.
Di heat yang pertama ini dan di 1st debutenya bersama Keinan, Rio hanya mampu mencetak best time 16.548 detik. Sementara tandemnya M. Herdy berhasil meraih waktu yang tercepat di heat 1 yaitu 16.001 detik.
Sementara Gunawan Wibisono dengan 200 hp Daihatsu Sirion nya berhasil keluar sebagai juara 1 di kelas 15 detik dengan best timenya 15.019 dan juga 15.028
Rio pun memasuki cokpit Flash dan mendapat pejelasan mengenai penambahan alat pada Albins Dogbox gearboxnya. Alat ini di klaim bisa mempermudah dan meminimalisasi miss gear
Rio pun kembali dari sesi latihannya di parking lot bawah
Dan tampak big willy smile nya ketika sampai di pit AP Speed. Dari hasil runningnya di bawah, Rio berhasil shifting dengan lancar dari gigi 1 hingga ke 4. Terutama yang paling krusial adalah 2 ke-3. “Sekarang gearboxnya tambah enak, jadi mudah untuk mindah gig, ngga kaya dulu susah e” kata Rio.
Mungkin kalo Rio miss gear lagi, sepertinya harus dipasang steering wheel milik Rio Fariz ini
Bertarung di kelas 14 detik ada Rio Fariz dengan 290 hp b18 yang mengadopsi skunk2 pro 3 camshaftnya
Rio pun berhasil mencetak waktu 13.5 detik di heat 1 nya.
Masuk di kelas bracket 13 detik yaitu heat 1 ada M. Herdy pada EG6 hijau dan ada Rio pada Tomawak
Ini adalah race yang ke-3 untuk Rio bersama mobil adiknya, Rian, yaitu Tomahawk
Selama 3 seri dari seri ke-2 hingga ke-4, Tomawak berhasil menjuarai podium 1 di kelas bracket 13 detik. 1 seri di pegang oeh Rian, sebelum akhirnya 2 seri (3 dan 4) di pegang oleh Rio. Itu berarti jika Rio berhasil juara 1 lagi di seri ke-5 ini, maka dia berhasil hat trick
Heat 1 pun di mulai oleh Rio. Start pun dilaluinya dengan mulus, EG6 bertenaga 330 hp ini pun langsung melesat dengan sempurna.
Tomahawk pun tak berlari sorang diri, disampingnya atau dilintasan sebelahnya juga ikut berlari James A.K dari Hotwheels dengan James Bond EG6. Hasilnya, Rio pun berhasil finish pertama dengan waktunya 13.154 detik, sementara James cukup jauh dibelakanya, yaitu 13.824 detik
Sementara Anggara Oyot di heat 1 ini berhasil mencetak waktunya 13.806 detik. Sementara M. Herdy 13.294 detik
Masuk di kelas 12 detik yang merupakan tempat dimana all motor terkencang yang ada di Indonesia bertarung dengan pasukan force induction, ada M. Herdy yang akan memulai heat 1 dengan The Flash.
M. Herdy membuthkan sedikit sentuhan magic dari kaki dan tangannya pada mesin 362 hp B20 yang sudah distroker menjadi 2.2 Lt ini
M. Herdy pun berhasil mencetak waktu 12.287 detik dengan mulus, apalagi shift holder membantunya dalam shifting dari gearv 1 hingga ke-4
Rio yang berada di belakang garis start pun terlihat sedikit tegang ketika melihat M. Herdy berhasilkan menyelesaikan heat 1 nya dengan mulus.
Ada pemandangan menarik ketika Rio hendak menuju ke Flash. Dia dan teman-teman dari team Wisesa Motorsport membantu mendorong Hulk’D Supernova feat Jack Daniels yang sedang bermasalah ketika hendak start sehingga harus di dorong ke area waiting zone. Brotherhood….
Rio pun melanjutkan langkahnya menuju ke Flash yang sudah siap untuk melakukan run ke-2 nya di heat 1 ini.
Tetapi sebelumnya Herdy pun sharing kepada Rio mengenai driving experience tadi atau how to run this Flash. Intinya Herdy memberikan masukan kepada Rio mengenai runnya tadi. Start, shifting,peak power, dan irama antara pedal gas dan pedal kopling.
Namun pada akhirnya Rio lah yang harus mencari ramuan yang tepat berdasarkan driving experience M. Herdy agar waktu yang diciptakannya lebih baik dari Herdy
Rio pun memulai run pertamanya di heat ke-1 dengan miss gear yang mengakibatkan waktunya melorot tajam ke angka 13.539 detik. Di run ke-2 atau start ke-2 nya di heat 1, Rio berhasil memperbaiki catatan waktunya yaitu 12.444 detik tanpa miss gear lagi.
Tampaknya Rio masih harus beradaptasi lagi dengan mobilnya sendiri ini. Tapi di dalam drag race yang balapannya hanya sekejap mata atau lebih cepat dari pada Anda ke kamar mandi ini, kesempurnaan dari start dan shifting adalah harga mati. Karena tidak ada tiket pp alias one way, kecuali Anda punya 2 nomer start.
Tetapi di dalam dunia persilatan 12 second or less car, point utama tetap terletak pada orang ini. Yaitu mekanik. Dengan kata lain mekanik membangun mesin, dan mesin yang dibantu oleh pembalap yang menentukan best time mobil tersebut. In other words, Drag Race, Power is everything.
1 jam istirahat pun selesai, heat ke-2 pun segera dimulai tepat setelah kelas FFA di lepaskan. Flash pun mulai bergerak menuju ke area waiting zone
M. Herdy yang menjadi pembuka heat 2 berhasil mempertajam catatan waktunya dari 12.287 detik menjadi 12.222 detik yang membuat nya bertengger di posisi juara ke-2 kelas bracket 12 detik.
Selepas Herdy, perburuan best time untuk Flash di seri terakhir ini dilanjutkan oleh sang ownernya Flash Rio. Sepertinya dia siap untuk berburu best timenya.
Sebelum maju ke garis start, Rio pun men set up lunch control nya ke angka 3.800 rpm. Maklum di heat yang 1 tadi baik herdy maupun Rio men set up di angka 4.000 rpm. Dan sepertinya angka 4.000 terlalu over untuk ban M&T nya yang sudah habis. And he need more grip.
Di Run 1nya di heat ke-2 ini Rio berhasil mempertajam waktunya dari heat 1, bahkan mengalahkan M . Herdy
. Jika di heat 1 baik Herdy dan Rio shifting di 9.300 rpm, maka di heat ke-2 ini mereka berdua shifting di 9.500 rpm. Hasilnya Rio berhasil mempertajam waktu menjadi 12.215 detik, lebih tajam daripada M. Herdy (12.222)
Namun sayangnya, acara OMT atau One More Time Rio untuk mempertajam waktunya lagi terhenti karena terkendala pada bagian engine nya ketika hendak melakukan run yang ke-2 di heat ke2 ini. Sehingga menyebabkan Flash harus berhenti ditengah jalan , dan bersandar di bahu jalan
Penyebab perusak pesta ini adalah fuel pump ato pompa bensinnya mendadak mati, hingga menyebakan mobil kehilangan tenaga hingga mendadak mati karena tak ada supply bensin ke mesin.
Wajah Rio pun terlihat kecewa akan kegagalannya mempertajam waktu akibat masalah bensinnya. Pesta nya harus berakhir ketika dia sudah ketemu pattern nya dan hampir sedikit lagi dia mendekati rekor Rainbow yaitu 12.107 detik.
Gagal mempertajam waktu di Flash, Rio pun beralih ke Tomahawk yang masuk ke heat ke-2. Flash mungkin berarti baginya, namun saat ini yang ada di otak Rio adalah bagaimana mempertahankan podium 1 di tangannya lagi untuk yang ke-3 kalinya.
Setelah 5 podium di kelas bracket 12 detik gagal diraihnya, harapan satu-satunya dari event ini adalah pada kelas bracket 13 detik
Terlebih lagi Rio mempunyai misi dan juga misi titipan dari adiknya, yaitu Rian yang notabene pemilik Tomahawk untuk bisa mempertahankan gelar juara 1 di kelas bracket 13 detik pada Tom yaitu 4 kali berturut-turut. Alias 12.0 detik
Tomahawk pun melesat dari garis start bagaikan rudal yang di lepaskan dari kapal perang.
Gear 1, gear 2, gear 3, dan akhirnya gear 4. Rio pun finish dengan waktu yang cukup membuatnya keluar sebagai juara 1 di kelas bracker 13 detik, yaitu 13.199 detik
Sesampainya di pit Rio pun langsung disambut oleh pelukan dan jabat tangan oleh teman-teman satu teamnya
Ternyata Ayah 1 anak ini berhasil mempertahankan juara 1 di kelas bracket 13 detik selama 3 kali atau hat trick atas namanya sendiri. Bisa dibilang ini adalah rekor hat trick untuk perorangan, dan 4 kali untuk mobil yang susah dipecahkan oleh pembalap atau pun mobil yang sama pada event Sentul Drag race
Dari pit AP Speed yang penuh dengan suka cita, kita beralih ke tempat yang penuh dengan ketegangan, yaitu area waiting zone. Anggoro Oyot pun bersiap sedia di line up untuk memulai heat ke-2 nya di kelas 13 detik.
Oyot pada heat ke-2 itu belum berhasil masuk ke posisi 5 besar, tetapi bertengger di posisi ke-14. Sore itu Oyot hanya mampu mencetak waktu 13.552 detik
Dikelas bracket 16 detik, B16 AP Speed juga menurunkan sebuah EG6 berwarna putih yang dilengkapi dengan mesin B20 stock yang mampu memuntahkan tenaga sebesar 240 hp. Selva Raj hanya mampu mencetak waktu 16.408 detik dan 16.259 detik yang membuatnya bertengger diposisi ke-17 dari 60 peserta
Masih dari kelas bracket 16 detik, Rio pun bersiap untuk heat ke-2 nya dengan GE8 yang berspec touring ini.
Jika di heat 1 Rio berhasil mencetak waktu 16.548, maka di heat ke-2 ini catatan waktunya melorot ke 16.686 detik yang membuatnya hanya mampu bertengger diposisi ke 35. Sementara M. Herdy berhasil mencetak waktu 16.018 detik yang membuatnya keluar sebagai juara 1 di kelas bracket 16 detik.
Sekitar jam 4 sore race pun selesai. Dan untuk merayakan keberhasil team B16 AP Speed tak ada salahnya kami mengabdikan photo bersama di akhir musim seri 2014 ini
Dan tak terasa juga Perfourm sudah mendampingi team yang berasal dari daerah Duren Sawit ini selama 2 musim yaitu 2013 dan 2014. Dan specialnya lagi di tahun 2014 ini Perfourm kembali lagi bersama B16 AP Speed dengan proyeknya di motorsport, yaitu Team Perfourm Motorsport dengan membawa sponsor yang mensupport Flash dan Tom. Seperti Ultra Racing Indonesia, Millers Oil, dan Perfections Window Film.
Dengan komposisi pembalap yang handal dan juga mesin yang powerfull, di setiap serinya pembalap team B16 AP Speed selalu naik keatas podium. Dan orang yang menjadi langganan naik podium di kelas 12 detik itu adalah M. Herdy dengan Flash. Di Seri terakhir ini, M. Herdy berhasil mengantarkan Flash ke podium ke-2 dengan best timenya 12.222 detik. Sementara posisi 1 diraih oleh Edo Liando dari M.E.T dengan EG6 Turbo (12.019), dan juara ke-3 diraih oleh Ronny Sulistio dari team Ton’s Garage Medan dengan Sharkie EG6 (12.396), juara ke-4 oleh Handry Pratama Putra dari team IMC dengan Evo III (12.320), dan akhirnya Stefen Teo dari team Steve Garage Pekanbaru dengan The Baby EG6 (12.223)
Di kelas bracket 13 detik, podium juara 1 ini sepertinya sudah di booking oleh kakak beradik Rio dan Rian. Di seri ke-2 podium 1 ini ditempati oleh Rian Risky dengan Tomahawk, lalu kemudian 3 kali berturut-turut dari seri ke-3 hingga ke-5 ini, sang kakak, Rio R. Brahmantio berhasil mencetak hat trick dengan berhasil berdiri lagi di podium 1 di kelas bracket 13 detik dengan waktunya 13.154 detik dan 13.199 detik. Sementara juara ke-2 nya diraih oleh Angger A.V dari team Steve Garage Pekanbaru dengan The Baby EG6 (13.147), posisi ke-3 oleh Billy PRS dari team Steve GaragePekanbaru dengan The Baby EG6 ( 13.151), juara ke-4 oleh Budi Rahmadi dari team PSM Racing dengan Nissan Fairlady 370Z (13.604), dan posisi ke-5 di raih oleh M. Herdy dari team B16 AP Speed dengan EG6 (13.283)
Dari 7 mobil dengan 10 pembalap yang bertanding, B16 AP Speed berhasil pulang dengan 6 podium kemenangan. 2 diantaranya diraih oleh M. Herdy di kelas 12 detik (ke-2), dan 16 detik (1). Dari kiri ke kanan, Arif (18 detik), Gunawan (15 detik), Rio (13 detik), Herdy (12 dan 16 detik), dan Oyot .
Sebelum kami berpisah pulang, kami pun menyempatkan untuk berphoto bersama terakhir di musim seri 2014 ini. Tak terasa sudah sepanjang tahun 2014 dengan 5 seri Sentul Drag Racenya saya bersama team B16 AP Speed. Bisa dibilang ini adalah kelurga kecil saya di kota Jakarta dan Sentul Circuit. Banyak hal seru dan lucu selama saya meliput pasukan all motor Indonesia yang identik dengan warna merah ini. Bersama merekalah, saya pertama kalinya menginjakkan kaki di Sentul dan membuat nama Perfourm go national.
“Hasil yang diraih sepanjang musim balap 2014 cukup memuaskan, karena kami masih diberikan rejeki berupa berhasil mendominasi podium di berbagi kelas. Harapan kami di musim balap 2014 bisa mempertahankan prestasi kami, dan besar harapan saya untuk bisa masuk ke area holly land nya all motor Indonesia yaitu 11 detik. Dimana tahun depan kami akan menurunkan full team dari pasukan All Motor B16 AP Speed yang mengejar area Holly land (11 detik)” Terang Daddy atau Bang Apre tuner dari B16 AP Speed.
Sampai berjumpa lagi dengan B16 AP Speed di Sentul Drag Race 2014…
B16 AP Speed mengucapkan terima kasih kepada para sponsor di musim balap 2014 :
Ultra Racing Indonesia
Millers Oils
Perfections Window Film
Bayu Sulistyo |nyonk|
*Like us on Perfourm Facebook Fanpage
*Follow us on our Twitter and Instagram: @perfourm
*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com






























































































