Round 6 menjadi ajang pertempuran terkakhir Arya Karistianto atau The Flying Kid di ETCC 300 Master untuk musim balap 2014. Dengan posisi sementara di peringkat ke-2 dalam hal pengumpulan total point, bocah berumur 16 tahun ini pun nothing to lose dalam menghadapi pertarungan terkahirnya dengan pemimpin kelasemen yaitu Aria KJA. Baginya yang penting adalah masuk ke garis finish dengan selamat dan menerima big mambo jumbo trophy runner up ETCC 3000 masternya.
FRIDAY : PRACTICE DAY
Tak ada yang berubah dari spec mobil BMW E36 milik Arya ini, specnya masih sama dari seri 1 di tahun 2014. Yaitu Dan di akhir musim 2014 ini Arya pun mendapatkan sponsor baru yaitu High performance oil dari Inggris, Millers Oils
Mengawal Arya yang besar di team AB Motorsport dari seri ke-2 dan memasukkannya ke dalam entry list rider untuk Team Perfourm Motorsport bisa dibilang memberikan kesan tersendiri dalam mengawal pembalap berbakat yang masih cukup muda untuk dibilang sebagai anak kemarin sore.
Muda, berbakat, serta jenjang karirinya masih panjang di usia nya yang masih menginjak kelas 2 SMA atau 16 tahun. Dengan kata lain, kita berhadapan dengan calon pembalap masa depan Indonesia. Ingat setiap masa ada generasi, dan setiap generasi ada masanya.
Wild, young, talented, and dangerous. Itu lah yang saya lihat selama 1 tahun bersama bocah yang saya kasi julukan The Flying Kid semenjak saya mengenalnya dari ajang Sprint Rally bersama team AB Motorsport. Bakatnya yang lahir dari keluarga pembalap dan sprint rally membuatnya sedikit butuh penyesuaian untuk beradaptasi dari off the road ke on the road circuit. Namun karena masih darah muda darahnya para remaja dan gejolak kawula muda, membuatnya harus mengerjakan “PR” nya berupa mengatur emosi supaya bisa lulus dengan nilai 10 untuk urusan Jam Terbang.
Mengatur emosi dan juga jam terbang menjadi mata pelajaran utama yang harus di lalui oleh setiap pembalap muda yang ingin naik ke jenjang karir yang lebih tinggi. Di musim balapnya yang pertama ini, Arya sudah berhasil menjadi peringkat ke-2 dalam kelasemen sementara ETCC 3000 Master. Dan bertarung dengan pembalap hebat di kelasnya, seperti Aria KJA dan Silas ABM Motorsport yang notabene secara raport lebih baik daripada Arya.
Apalagi dengan emosi ala Ababil atau ABG labil, yang selalu tidak mau kalah dengan yang lainnya. Bisa jadi wild and dangerous dalam bertarung selama 12 lap atau 47,58 km. Hal itu sudah saya lihat sendiri ketika Arya bertarung di seri ke-5, yang digelar pas hari ulang tahunnya yang ke -16 tahun, dimana dia bablas ke gravel di R1 atau tikungan 1 ketika dia hendak melarikan diri dari Aria KJA dan mengamankan posisi 1 nya,namun berkahir di gravel R1. Dan membuatnya melorot 3 posisi, dan finish di posisi ke-4.
Practice day yang dimulai pada sore hari sekitar jam 14.30 ini pun berubah menjadi wet track. Dimana sirkuit Sentul diguyur oleh hujan yang lumayan deras dari sebelum jam 2. Arya pun berusaha melalui lap demi lap dalam keadaan cabin yang berembun gara-gara hujan yang agak deras di sertai angin. Yang dilakukan Arya hanyalah menjaga jarak dengan mobil di depannya, dengan berpatokan pada tail lights nya saja.
Hasilnya Arya menyelesaikan practice day dengan waktu 2 menit 6 detik
SATURDAY : QTT DAY
Qtt day yang diadakan pada hari Sabtu, 29 November 2014 ini cukup cerah cuacanya. Namun kita tidak akan pernah tahu beberapa menit ke depannya, karena Sentul Circuit letaknya masuk ke area kota Bogor yang notabenenya dapat julukan kota hujan
Beruntunglah Arya yang lahir dan hidup dari keluarga pembalap, dimana dia didukung penuh oleh keluarga besarnya terutama Kakek dan Ayahnya yang mantan perally. Motorsport adalah cara paling gampang merubah uang menjadi suara, yang berarti more money more louder your exhaust. It’s a big boys toy
Sebuah BMW E36 kelahiran tahun 1998 dipilih Arya sebagai senjatanya untuk bertarung di ETCC 3000 Master. Dengan mesin M52B30 2.5 Lt yang distroker up menjadi 3.0 Lt yang dibantu dengan M3 US Camshaft yang bernapas melalui M50B25 intake melalui Raser Throttle body spacer. Dan dibuang melalui M3 Header dan custom exhaust. Tak ketinggalan juga M3 LSD dan Dastek sebagai piggybacknya yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 270 hp/315 nm dengan berat mobil sebesar 1296 kg dengan bantuan Ultra Racing front strutbar, sway bar, x-brace. Terhitung cukup berat daripada peserta yang lainnya. Kaki-kakinya menggunakan ISC N1 Coilover, dengan Brembo disk brake, stoptech race brake pads, dan custom brake line.
Qtt yang dimulai jam 14:30 itu pun di buka dengan hujan yang cukup deras engan disertai angin yang cukup kencang. Alhasil saya pun terjebak di pos 22 pada tikungan terakhir di sirkuit yang berjarak 4,12 km ini.
Qtt kelas ETCC 3000 Master dan Pro pun dilangsungkan dibawah guyuran hujan yang cukup deras dengan hembusan angin yang cukup kencang. Arya pun merasa hujan kali ini lebih parah daripada sewaktu practice day kemaren. Saya sendiri yang berada di pos 22 harus curi curi pandang untuk memphoto Arya, karena angin kencang disertai hujan membasahi pos saya.
Strategi yang dilakukan Arya dalam wet track adalah menjaga jarak dengan posisi mobil terdepannya dengan cara melihat tail lights nya. Dan juga mengatur throttle gas sewaktu out atau keluar dari tikungan supaya tidak over spin. Tips nya juga adalah mengindari sedekat mungkin atau draft dengan mobil didepannya supaya tidak terkena cipratan air yang membuat pandangan tambah buta
Hasilnya Arya mampu menyelesaikan qtt day nya dengan waktu 2 menit 45 detik
Baru menjalani beberapa lap, para peserta ETCC 3000 pun langsung memilih masuk ke dalam pit karena hujan semakin deras dan lintasan yang cukup tinggi debit airnya. Beberapa saat kemudian safety car pun masuk, hingga akhirnya diputusakn qtt day pada hari itu di tutup karena lintasan yang tidak memungkinkan lagi untuk dilalui.
Jika menurut Anda hujan deras disertai angin kencang di rumah Anda sudah cukup membuat pohon kersen di depan rumah Anda tumbang, di Sentul tenda paddock yang asalnya dari tengah area parking lot berhamburan atau berterbangan kemana-mana
SUNDAY : RACE DAY
Minggu, 30 November 2014. Cuaca di Sentul cukup cerah dan panas dari pada hari kemarin. Dan sepertinya ada hati yang cerah ceria pada hari itu, yaitu Arya yang pada race kali ini didampingi oleh pacarnya lagi. Cie cie….
Hari minggu rasanya tak lengkap rasanya untuk berkumpul bersama teman-teman, kebetulan pada hari minggu itu teman-teman saya yang merupakan car enthusiast nya kota Jakarta pada kumpul semua di Sentul. Ada Akbar Rais (drifter), Aria KJA, Silas ABM Motorsport, Arya, dan Jurex. Saya sempat ngomong bahwa yang photo bersama ini nanti naik podium semua. Hanya di lintasan saja mereka menjadi competitor, tapi di luar lintasan mereka sudah seperti sekumpulan boy bands. Brotherhood….
Biasanya Arya qtt dan race day tidak menggunakan Voltex wingnya, tapi di qtt dan race day kali ini Voltex wing yang di anggap terlalu memberikan grip lebih pada E36 sehingga tidak memungkinkan Arya untuk membuat sedikit pantatnya (lincah) pada tikungan ini tetap terpasang. Tetapi dengan direndahkan atau tidak setinggi yang pertama
“GT-wing nya dipake buat handling di belokan., biar ga overstreer. Soalnya kemaren pas qtt hujan lebat, jadi biar mobilnya ga liar pantatnya. Untuk pendek atau tingginya wing, rasanya sama aja, sama-sama gripnya. Untuk race day nya dipake lagi untuk sekedar iseng aja, mau tau berapa best timenya kalo pake wing. Soalnya di race day kali ini aku nothing to lose” terang Arya
Arya pun masuk ke dalam lintasan sedikit terlambat karena ada insiden ke kamar mandi
Ya mungkin daripada dia ditengah balapan masuk ke dalam pit untuk wc stop, lebih baik dia terlambat masuk kedalam pit.
Rombongan ETCC 3000 Master dan Pro pun mulai memasuki garis start. Dari mesin AMG, M3, hingga Boxernya Porsche semua bergemuruh seperti badai
Arya pun akhirnya tiba di garis start di menit-menit terakhir
Dengan hasil catatan waktu qtt 2 menit 45 detik yang berlangsung pada hujan yang cukup lebat, pembalap yang di support oleh Ultra Racing Indonesia, Perfections Window Film, Hurricane Driving Performance, dan Millers Oils ini menempati grid ke-9
Sesampainya di grid nomer 9, para crew AHT langsung mengecek tekanan ban, mengencangkan baut roda ban, dan menutup area depan hood dengan lakban atau isolasi hitam supaya udara tidak masuk ke sela-sela hood atau mengurangi gaya drag. Mereka hanya diberikan 5 menit semejak seluruh peserta menempati posisi grid masing-masing.
5 menit sebelum lomba, tinggalah 1 crew atau mekanik yang tinggal didalam garis start untuk menemani sang pembalap. Arya pun ditemani oleh team managernya Tadias yang merupakan saudaranya sendiri.
Dan ketika RC atau Racing Committee meneriakkan “everbody out” maka tinggal lah Arya seorang diri di tengah garis start. Dan ini adalah 1 menit yang paling menegangkan dalam hidupnya dan pembalap manapun yang berada di grid.
Dia pun sempat-sempatnya bermain mata dengan saya di menit-menit terakhir sebelum dia melakukan warming up lap.
Sayangnya Arya memulai start nya di lap 1 ini dengan tidak mulus, alias dia mengalami miss gear ketika start sehingga membuat dia di salip oleh pembalap yang berada di belakangnya.
Posisi Arya pun melorot tajam dengan disalip oleh rombongan berisi Silas, Aria KJA, Doddy, Kenta, dan David Steve
Arya pun mulai memburu mobil-mobil yang sewaktu start tadi berada dibelakangnya lalu kemudian menyalipnya ketika dia mengalami kendala miss gear ketika start
Tugasnya yang pertama adalah mendahului si Curut atau Tikus Scirocco nya David Steve dari D’Spec Motorsport dan Kenta Kameron dari team Jakarta Ban Motorsport.
Kenta pun berhasil di lalui oleh Arya
Next stop adalah David Steve dari D’Spec Motorsport dengan Scirocconya yang pada event kali itu tampak tidak sehat dan mengalami trouble pada bagian engine nya
Ada yang aneh dengan mobilnya Arya, saya melihat E36 ini larinya tidak selincah dan responsive seperti seri sebelumnya. Ternyata penyakit lamanya kumat lagi yaitu masalah brake nya yang molor akibat panas. Maklum Arya hanya menggunakan Brembo brake disk dan caliper standart dengan Stoptech brake pad dan custom brake lines, membuatnya harus jauh-jauh hari harus mengerem ketika bertemu dengan tikungan. Wing nya juga menjadi biang kerok dari banyaknya downforce atau grip yang dihasilkan Voltex GT-Wing ini. Best time Arya pun melambat dari 1:52.504 (tanpa wing) menjadi 1:52.867. Sepertinya Wing nya kurang cocok dengan tenaga mobilnya yang masih terhitung kecil ini (270 hp/315 nm) dengan berat mobil 1290 kg
Titus Wahyudi pun berhasil di lewati oleh Arya di lap-lap terkahir sehingga membuatnya berada di posisi ke-4. Sementara di depannya tampak bertarung Silas dari team ABM Motorsport dengan BMW E30 dan Aria KJA dari team Karunia Jaya Abadi dengan BMW E36 nya yang memperebutkan posisi ke-2
Akhirnya setelah mengalami drama mulai dari qtt yang disertai hujan lebat, miss gear saat start, dan harus berjuang mengejar satu persatu pembalap yang melalui di saat start. Arya akhirnya finish di urutan ke-4. Ari Karistianto sendiri cukup surprise dan bangga dengan hasil yang diraih oleh putranya ini “ Hasilnya di luar dugaan, dan melampaui target karena ini adalah tahun pertama Arya di Sentul, dan hampir di setiap seri dia naik ke atas podium. Padahal ditahun 2014 ini tidak ada target, hanya riset dan persiapan saja untuk tahun 2015. Karena spec mobil Arya jauh dibawah peserta yang lainnya. Waktu time trial di awal musim saja, Arya masih menyentuh diatas 2 menitan” terang mantan perally ini.
Masih ingat dengan phot bersama sebelum race tadi yang berisi Aria KJA, Silas ABM Motrsport, dan Arya? Well, tampaknya ucapan saya dan ke-3 pembalap itu terwujud. Akhirnya mereka bertigalah yang naik podium
Dan sekali lagi untuk yang ke-5 kalinya Arya berhasil naik ke atas podium kemenangan. Untuk seri terakhir ini Arya berhasil menyabet podium ke-4. Di podium 1 ada Dody Saputra dari W202 Motorsport, ke-2 ada Silas dari ABM Motorsport, ke-3 ada Aria KJA dari Karunia Jaya Abadi, dan ke-5 ada Titus Wahyudi dari D’Spec Motorsport yang merupakan peserta tertua yang naik podium kali itu
Dengan rekor bertanding 6 kali race di 6 seri musim balap ETCC 3000 Master atau full 1 musim balap ISOM 2014. Arya berhasil naik ke podium 5 kali, yaitu seri 1 juara ke-4, seri ke-2 juara ke-5, seri ke-3 tidak start alias D.N.S, lalu seri ke-4 juara ke-2, seri ke-5 juara ke-4, dan akhirnya seri ke-6 juara ke-4. Itu berarti Arya menempati podium ke-4 sebanyak 3 kali. Dan total point Arya dalam klasement sementara ETCC 3000 Master adalah 146 point
Yang berarti Flying Kid yang disponsori oleh Ultra Racing Indonesia, Perfections Window Film, Hurricane Driving Performance, dan Millers Oils ini berada di peringkat ke-2 juara umum nasional ETCC 3000 Master dibawah Aria KJA dari Karunia Jaya Abadi degan total pointnya 174. Dan membawa nama team AB Motorsport ke runner up juara nasional ETCC 3000 Master
Ke-2 pembalap yang sama-sama bernama Aria, tentu saja yang satu spellnya pake “I” dan “Y”, dan paddocknya tetanggan ini naik ke atas podium juara nasional ETCC 3000 Master. Dimana Aria KJA berhasil pulang dengan membawa piala Juara umum nasional ETCC 3000 Master 2014 beserta 1 motor Piaggio Liberty. Sementara Arya yang runner up hanya pulang dengan membawa piala saja.
“Seneng…gila banget, karena bisa jadi runner up di tahun pertama balapan di Sentul. Padahal mobilku pas-pasan ato low budget. Ya walaupun sempat kecewa ga bisa start di seri ke-3, sehingga tidak bisa mngumpulkan point lebih banyak. Tapi cukuplah tahun ini jadi runner up. Tahun depan she berharap jadi juara 1 nasional. Aamiin.” Terang Arya ketika ditanyai via bbm.
Runner up juara nasional ETCC 3000 Master 2014 adalah sebuah surprise untuk Arya dan ke-2 orang tuanya yang notabene tidak menargetkan apa-apa di musim balap pertama Arya di Sentul alias melampaui target mereka. Namun ternyata bakat dari mantan perally cilik ini terbukti selama 6 seri yang di gelar.
Terkait rencana musim balap tahun depan. Arya akan tetap berkompetisi di ETCC 3000 Master dengan mobil yang lebih kompeten supaya bisa lebih bersaing dengan peserta lainnya. Disamping untuk naik ke 3000 Pro juga mahal, Arya juga di programkan oleh ayahnya untuk menimba ilmu, pengalaman, dan jam terbang sampai mentok di ETCC 3000 Master. Rencana seperti ikut di Super Touring dan membangun kembali KE70 Arya yang pernah dipakenya Rally untuk ikut Retro 2000 max juga menjadi wacana dari Arya dan Ayahnya. ”16 tahun juga belum pantas di Pro..hahahaha, pantasnya Arya masih di ETCC 2000 Novice” ucap Ari Karistianto sang Ayah
See ya on the next year….
Arya “The Flying Kid” Karistianto special thanks to :
-Ultra Racing Indonesia
-Millers Oils
-Perfections Window film
-Hurricane Driving Performnace
-Bayu Sulistyo |nyonk|
*Like us on our facebook fanpage
*Follow us on our Twitter and Instagram : @perfourm






















































