Balapan paling hardcore dan fullly loaded with sideways and jumping action di Indonesia ini sudah dimulai. Indonesia Extreme Offroad Racing atau IXOR sudah sudah memulai kick off nya di tahun 2015 yang bertempat di Jhonlin Racing Team Circuit, kota Batulicin, Kalimantan Selatan. Sebanyak 137 starter dari 23 tim bersaing di sirkuit sepanjang 5 km yang berdiri diatas bukit dan lembah ini.
Perjalanan saya dimulai pada Jumat pagi, 13 Maret 2015, dimana saya mulai take off dari kota Surabaya menuju ke kota Banjarmasin. Ini adalah rekor saya berada di sebuah bandara 3 jam sebelum pesawat terbang.
Maklum sekitar 2 bulan yang lalu saya ketinggalan pesawat akibat si singa terbang ini mendadak dangdut menjadi pesawat yang sangat tepat waktu. Akibatnya saya harus merogoh kocek sendiri untuk membeli tiket ke kota Medan.
Dari pesawat bermesin jet lalu kemudian berganti dengan pesawat bermesin mesin twin-turboprop bertenaga 5.000 hp ini . Dari pesawat milik Jhonlin Aero Transport ini, saya pun bisa melihat bahwa Pulau Kalimantan ini memang berfungsi sebagai paru-paru dunia.
Hanya membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit untuk saya tiba di kota Batulicin, tapi 5 jam jika Anda lewat jalur darat. Dan good news is, ternyata di kota kecil ini ada the one and only Colonel Sandlers fried chicken.
Well..well…saya pun bertemu dengan pembalap importnya Jhonlin Racing Team, yaitu Doug Mittag (sebelah kanan) dan juga mekanik importnya JRT dari K & T Performance USA. Daug Mittag adalah Seorang pembalap dari USA yang bertarung di The PRO 2WD class of TORC: The Off-Road Championship, sebuah balap speed offroad namun pesertanya banyak seperti balap touring. Pembalap asal California, USA ini merupakan juara umum ke-4 di kelas Pro Light di tahun 2014. Dan di tahun 2015 ini Mittag akan naik kelas di PRO 2WD class dengan sponsor utamanya yaitu JRT atau Jhonlin Racing Team dan Jhonlin Group
Dan apa yang saya temukan di UTV nya si Mittag, yaitu sebuah karya seni berupa CVT Belt cover yang dilengkapi dengan damper yang terbuat dari metal. And yes guys, its made in Batulicin alias JRT Workshop yang menurut saya dan mungkin Anda juga sebagai workshop terlengkap dan tercanggih yang ada di Indonesia. Sebuah Workshop yang terletak di far far away from Sentul Circuit, yaitu kota Batulicin, Kalimantan Selatan yang dilengkapi dengan sebuah ruangan yang berisi mesin laser bernama Trumpf Tru laser cell. Dimana didalamnya terdapat tangan robot dan sebuah mesin laser yang bisa memotong apa saja memotong dan mengelas metal 2 atau 3 Dimensi dan lingkaran atau oval.. Itulah sulap atau magic yang terjadi di workshop yang terletak di pulau Kalimantan ini.
Selamat datang di jogging track saya hari ini bernama Jhonlin Racing Team Sirkuit yang terletak di kompleks atau lebih tepatnya sebuah bukit di dalam area Jhonlin Group. Ini adalah sirkuit speedoffroad bahkan sirkuit paling gokil dan greget yang pernah saya jumpai.
Ini adalah sirkuit sepanjang 2,5 km (5 km untuk 1 heat/2 lap) yang segala macam wahana bermain ada di dalamnya. Mulai dari straight, over jump, table top, hairpin, S, hingga up hill dan down hill yang serasa naik rollcoster.
Bagaiaman bisa sirkuitnya bisa mempunyai uphill dan downhill yang cukup curam? Jawabannya adalah, sirkuit ini dibangun diatas sebuah bukit.
Area paddock nya pun cukup luas dan berdiri di atas bukit atau track, hingga para crew bisa dengan mudah mengawasi para pembalapnya yang sedang bertarung di track ini.
Sama seperti tradisi lebaran yang selalu memakai baju baru, di ajang seri pembuka ini beberapa team juga memakai baju baru atau livery barunya, dan tampak lebih greget daripada tahun lalu. Seperti pasukan Jeep Cherokee XJ HRVRT ini
Tak mau kalah dengan HRVRT rivalnya di kelas G4.3, pasukan Cherokee Troupe Brut Rides Industry ini pun mendapatkan livery barunya dari sponsor mereka untuk musim 2015 ini
Sementara pasukan Troupe Industry yang pada tahun lalu berlivery putih, kini berubah menjadi matte black atau hitam dop.
Dibelakang Troupe Industry atau Fastron Offroad Team ada sebuah Cherokee yang lain anti mainstream, alias beda sendiri diantara kawanan Cherokee XJ
Yaitu the one and only Jeep Grand Cherokee WJ milik dari Julian Johan lengkap dengan liverynya yang eye catching. Maklum saja si Julian ini empunya Abbey & Rigby branding house.
Tapi beberapa orang pun datang dengan tak hanya memakai baju baru saja, bahkan ada yang datang lengkap dengan mobil barunya. Meet weapon of choicenya Rifat Sungkar untuk musim balap 2015 ini, yaitu sebuah full tubular chasis Mitsubishi Pajero Sport dengan mesin Evo didalamnya, yes 4G63T. Pertama kali saya lihat mobil ini, kesannya….it’s a stance bagged speedoffroad car.
Tapi ketika kita melihat ke dalamnya mobil bongsor ini yang ada malah interior yang full heavy metal, alias full tubullar chasis. Ini adalah sebuah Mitsubishi Pajero dengan basic mesin EVO Turbo Rally Spec sebagai modal untuk bertarung di kelas Free For All atau FFA
Terakhir kali saya bertemu dengan Rifato ketika IXOR 2014 yang lalu di kota Tuban, dimana selama 3 hari mulai dari shakedown hingga race day, perally nasional ini digoda terus oleh Pajero Sportnya hingga membuatnya pulang dengan tangan hampa.
Selain bertemu dengan Rifato, saya juga bertemu dengan Reza (kiri) dan Yedi (kanan) dari team Troupe Industry yang dulu sewaktu di IXOR 2014 kota Tuban satu paddock dengan Rifato.
Dan juga Mago Sarwono (kanan) yang kali ini turun di speedoffroad bersama Jhonlin Marine Motorsport
Entah kenapa saya paling suka jika memphoto para pembalap yang bersembunyi di balik helm mereka ketika sedang berada di area waiting zone. Ada aura ataupun ekspresi yang hanya dimiliki oleh para pembalap, yaitu motorsport soul.
Sebuah tatapan kosong atau bengong khas para pembalap yang hendak memasuki garis start. Itulah yang saya sukai jika memphoto sebuah event motorsport, Anda juga tak hanya melihat mesin dibalik hoodnya, tapi Anda juga bisa melihat orang dibalik kemudi mobil itu.
Pada seri 1 itu juga saya melihat banyak sekali bule atau orang asing di pit JRT atau Jhonlin Racing Team, ternyata mereka adalah pasukan dibalik semua mobil JRT, alias mekanik yang di import langsung dari USA, yaitu KT Performance.
Jika di sirkuit lain yang ada hanya ucapan “sealamat bertanding” atau “selamat datang “ di spanduk pintu masuk. Maka di Sirkuit Jhonlin Racing Team ini Anda akan disambut dengan 2 paralayang yang terbang diatas sirkuit dengan membawa spanduk bertuliskan “Selamat bertanding”
Race pun dibuka atau dimulai dengan group G1 yaitu kelas G1.1 atau 2 cylinder 1- 900 cc lalu kemudian G1.2 atau 2 cylinder 901 – 1000 cc, yang dimana seluruhnya disi oleh UTV dari pabrikan Polaris USA.
Di kelas G1.2 ada duo pembalap wanita yaitu, Liana/Anisa yang mengendarai sebuah UTV berwarna kuning yang headlights nya sudah diganti dengan LED. Liana merupakan putri dari H. Sam owner dari JRT ataupun Jhonlin Group
Jadi kemanapun UTV nya berlari, dia akan selalu selalu dibuntuti oleh sebuah drone yang akan mengambil video secara bird view.
Dan juga seorang video maker import langsung dari USA lengkap dengan gear yang bikin saya panas dingin ketika melihatnya, yaitu sebuah Red Camera dan juga lensa Canon L Lens Series. Sayangnya Liana/Anisa hanya mampu bertengger diposisi ke-15 di kelas G1.2
Walaupun ini adalah kendaraan matic dengan hanya 2 cylinder saja, tapi cukup lincah dan kencang ketika diajak menaklukan lintasan sepanjang 5 km ini. Aris Febriana/Okkep Andi dari team 7 Saudara berhasil menempati podium ke-3 di kelas G1.2 dengan best timenya 04:19.363 (SS4)
Sementara H. Blegur/ Hadek dari team Astri Mining Racing Team hanya mampu menempati posisi ke-9 di kelas G1.2 dengan best timenya 4:28.769 (SS4)
Sementara rekan satu teamnya yaitu pembalap wanita Mariachi/Fabya Nurahman harus puas bertengger diposisi ke-13, satu tingkat diatas pembalap wanita Alinka Hardianti yang memulai debutnya di ajang speedoffroad bersama team Nav-Sat.
Saya juga begitu kagum dengan supension pada UTV yang sangat panjang ini dan begitu balance (center gravity nya) sehingga ketika mulai terbang dan landing, posisi kepala dan belakangnya tetap rata/ balance.
Pasangan Yedi/Reza dari Troupe Industry pada race kali itu bertengger di posisi ke- 8 di kelas G1.2 dengan best timenya 4:23.284 (SS4).
Sementara juara 1 di kelas G1.2 nya dipegang oleh pasangan Henri Dunan/Dani dari Citra Group Racing Team dengan best timenya 04:18.078 (SS4)
Well walaupun body UTV yang cukup balance disertai dengan suspension yang mumpuni, tapi tetap saja istilah motorsport is dangerous tetap berlaku disini. Beberapa peserta pun terpaksa menyerah kepada sirkuit yang dibangun diatas bukit dan lembah ini.
Hingga terpaksa harus hard parking di tepi lintasan. Seperti yang dialami oleh pasangan Tony/Fauzi dari team Navsat Bram 69 Mitra
Naik satu tingkat dari kelas G1.2 ada group G2 , yang dimulai dengan G2.1 atau kelas yang berisikan mobil 4 cylinder 1-1000 cc carburator
Saya cukup senang melihat para pasukan atau pejuang speedoffroad dengan menggunakan mesin 970 cc berkode F10A ini beraksi di lintasan yang mirip roller Coaster ini. Ya meskipun terdengar mesin kecil dengan carburator nya terdengar seperti sesak napas atau bengek.
Tapi yang jelas mereka yang berada di group G2 ini selalu flat out di setiap kesempatan, bahkan bisa juga terbang. Seperti pasangan Yayat/Arief dari Navsat Bram 69 Mitra yang terbang cukup jauh menuju ke posisi 4 di kelas G3.2 ( 4 cylinder, 1001 – 2500 cc full modification) dengan best timenya 04:38.145 (SS2)
Sementara teman satu kampungnya Yayat (Bandung), namun beda team, yaitu H. Irman/ Yedi berhasil keluar sebagai juara 1 di kelas G3.2 dengan best timenya 04:32:935
Bertarung di kelas G3.2 atau 4 cylinder 1001-2500 cc full modification ada TB Jaman/Dedi Agung dari team Banten Motorsport dengan mobil Suzuki Vitara custom tubular, yang berhasil meraih podium ke-3 dengan best timenya 04:39.797
Sebenarnya mobil-mobil speedoffroad kaki-kaki atau suspensionnya sudah dilengkapi dengan suspension yang mungkin lebih mahal daripada motorsport lainnya, supaya garansinya anti terguling. Namun namanya motorsport, shit sometimes happen. Suzuki Katana ini over shoot lalu menabrak tanggul pembatas track, dan akhirnya berakhir seperti ini
Naik lagi kita ke kelas box car racer, yang benar-benar tampak seperti kotak sabun berjalan ini, namun sangat cepat ketimbang sebuah mobil yang dikenal sebagai kebo atau jagoan minum bensin ini. Yaitu group 4 atau 6 cylinder. Dikelas G4.3 atau 6 cylinder full modification tampak Eko Luriyanto/Cyrus Adhyta dengan Jeep Cherokeenya yangs edang bersideways ria, hasilnya pasangan ini berhasil duduk di podium ke-3 dengan best timenya 04:27.802 (SS 2).
Tak hanya Eko saja yang bisa bersideways ria, ada pasangan Iek Malik/Ricardo dari team 7 Saudara Motorsport dengan Jeep Cherokee nya yang drifting ketika keluar dari dalam tunnel. Pasangan inipun hanya mampu duduk di posisi ke-6 di kelas G4.3 dengan best timenya 04:34.888
Banyak aksi awd drifting terjadi ketika kelas yang didominasi oleh Jeep Cherokee berlangsung, dan mungkin ini membuktikan bahwa mesin 6 cylinder full modification ini powernya sebadak mesin inline 6 lainnya
The Iron Wolf Jeep Grand Cherokee WJ milik Julian Johan yang berpasangan dengan Hanif terpaksa harus takluk dengan para pembalap yang menggunakan Jeep Cherokee XJ yang notabene lebih tua dari milik juragan stiker ini. The Iron Wolf dari team GT-Radial Prestone ini hanya mampu mengantarkan pasangan ini ke posisi ke-8 di kelas G4.3 dengan best timenya 04:31.717
Selain menang dalam urusan over power atau aksi sideways, SUV dari pabrikan Jeep USA ini juga paling jago dalam urusan lompat melompat atau over jump. Saya pun menemukan beberapa Cherokee yang mempunyai lompatan yang cukup tinggi, namun tetap aman ketika landingnya. Itulah mengapa motorsport semacam rally, offroad, ataupun speedoffroad. Suspension selalu membuat Anda Suspicious dalam hal budget, karena harganya sangat super sekali alias mahal.
Seperti Agok /Popeye Adhit dari team HRVRT yang tampak cukup jauh lompatannya ketika sedang melewati area over jump yang terletak pada track down hill. Pasangan ini pun finish di urutan ke-5 di kelas G6.4 atau 8 cylinder full modfication.
Masih rekan satu teamnya,yaitu owner atau asal muasal dari nama team HRVRT, yaitu Haji Raihan Variza Racing Team. Ada H. Raihan Variza yang berpasangan dengan Adi Indiarto yang akhirnya berhasil menduduki podium 1 di kelas G4.3 dengan best timenya 04:21.296
Sementara el clasico nya atau clash of titansnya pasukan Jeep Cherokee HRVRT adalah pasukan Troupe Industry yang dimusim balap 2015 di support oleh perusahan minyak plat merah merah ini. Hans Gunawan yang berpasangan dengan Achmad Faizal pun harus mengakui pasangan TB Deyang yang berpasangan dengan Andi Randi yang bertengger di puncak atau juara 1 di kelas G4.3. Sementara mereka sendiri harus puas duduk di podium ke-2 dengan best time mereka 04:24.667
Dari Navsat Bram 69 ada pasangan Rully/Aus yang lompatannya cukup tinggi dan jauh di area down hill. Pasangan ini pun bertengger diposisi ke-7 di kelas G4.3 dengan best timenya 04:29.612
Two is better than one right?
Masuk di kelas terbaru dari IXOR yaitu group 5 atau kelas diesel 4 cylinder 1-3000 cc modification (G5.1) dan full modification (G5.2) . Terdapat sekitar 9 starter yang rata-rata di isi oleh mobil diesel double cabin.
Dan tentu saja jika kita berbicara sebuah mobil diesel diajak balapn maka akan berubah menjadi sebuah cumi-cumi. Yes guys, it’s diesel power! Sepanjang jalan yang ada hanya asap pekat dari si double cabin ini. H. Edy BJ/Pumpung dari Astri Mining Racing Team dengan Isuzu Dmax nya harus puas duduk diposisi ke-6 di kelas G5.2 dengan best timenya 06:26.126 (SS2)
Sementara sama-sama pengendara Isuzu Dmax di kelas G5.2 ada Dana Karya/Riski Aditya dari team CGRT arau Citra Group Racing Team yang posisinya 2 tingkat diatas H. Edy BJ/Pumpung dari Astri Mining Racing Team, yaitu posisi ke-4 dengan best timenya 04:31.441 (SS 1). Bisa dibilang ini lah diesel power yang paling kencang di straight atau lintasan lurus, namun agak belepotan ketika bertemu dengan yang namanya tikungan.
Head to head yang paling seru pada kelas diesel power pada hari itu terjadi antara pasangan Andi Bahaki/ Yasin Fadilah dari team BJM Racing Team yang mengendarai Mitsubishi Triton yang menempel ketat pasangan Albertus Hariono/Tunggul Birawa dari CGRT atau Citra Group Racing Team feat. TTI (Toyota Team Indonesia) dengan Toyota Hi-lux
Dengan mengantongi best time 04:26.126 (SS 2), pasangan ini pun semakin percaya diri menggeber Tritonnya
Dan mampu meninggalkan Hari/Tunggul ketika head to head semenjak garis start.
Hilux bertenaga 240 HP ini pun mengejar Triton yang semakin menjauh dari nya.
Namun sayangnya duel paling seru di kelas diesel itu harus berakhir, dengan game overnya pasangan Andi Baihaki/Yasin Fadilah yag Triton nya terguling di depan garis start
Yang membuat pasangan Hariono/Tunggul ini berhasil menempati podium ke-2 di kelas G5.2 dengan best timenya 04:33.406 (SS 2)
Diatas Hariono/Tunggul ada pasangan Satya Sunarso / AG Dino F dari team 7 Saudara Motorsport yang mengendarai Toyota Hilux yang berhasil keluar sebagai juara 1 di kelas yang baru memulai debutnya di tahun 2015 ini. Best time Satya Sunarso/ AG Dino F adalah 04:36.518 ( SS 2)
Sedangkan pasangan Agus Jarwo/ Bintang Dwi harus menjalankan race tanpa kaca depan dan samping akibat sebuah kecelakaan. Namun windshield bukanlah halangan bagi pasangan dari team BKW ini, podium ke-2 di kelas G5.1 berhasil di sabet pasangan tersebut
Jika pasangan Agus Jarwo/ Bintang Dwi harus race tanpa menggunakan kaca depan dan samping saja, maka Pudjo alias Mr. Kwik Kwik sang MC hanya beratapkan triplek di towernya di lantai 2 yang terbuat dari scafffolding
Sementara kami para awak media atau photographer selama 3 hari yang dimulai dari hari Jum’at (shakedown) hingga race day ( Sabtu dan Minggu). Hanya berlangitkan langit biru kota Batulicin. Dari dataran paling rendah di area paddock, kamipun harus menempuh perjalanan yang terjal dan mendaki dan cukup jauh dari area paddock.
Well, jika kita sudah menyangkut yang namanya automotive atau motorsport photographer, terutama motorsport yang juga mengajak para photographernya ikut berolahraga (rally, offroad, dan speedoofroad). Disini kita tidak hanya berbicara soal bagaimana memphoto yang baik dan benar, teknik memphoto, trick dan bla bla bla lainnya. Tapi ini sudah menyangkut fisik, mental, dan juga daya tahan atau endurance tubuh si photographer.
Panas, dehidrasi, debu, one day standing tanpa adanya peneduhan, kehujanan, dan berjalan kesana-kemari
Hingga pakaian yang kami kenakan sudah menyerupai anggota ISIS daripada seorang photographer
Ini lah yang kami lakukan untuk beradaptasi dengan lingkungan atau tempat ngantor kami pada hari itu. Dan demi..sebuah photo yang berarti bagi Anda. So masih bilang..”ah kan Cuma moto atau tukang poto doang”. So Respect us guys…
Sirkuit Jhonlin Racing Team ini benar-benar amazing sekali. H. Sam sudah benar-benar sudah merubah sebuah bukit menjadi sebuah sirkuit yang paling keren di Indonesia. Dan juga melelahkan..
Di atas bukit itu sepertinya sedang dipersiapkan sebagai ruang atau gedung VIP untuk penonton VIP. Animo para masyarakat kota Batulicin juga cukup tinggi, mereka pun berduyun-duyun datang untuk melihat balapan kali ini.
Walaupun tak ada tenda dan tempat berteduh, mereka tetap semangat 45 datang ke sirkuit ini. Secara tertib mereka mulai memenuhi dinding bukit dengan modal payung yang mereka bawa. Ya mirip seperti gelaran F1 atau Moto GP.
Jika penonton bermodalkan payung, maka marshall ini hanya bermodalkan topi kecilnya dan duduk di atas tanggul lintasan …all day long. Trust me guys…..Anda tak mau di posisi dia.
Jika si Marshall duduk sepanjang hari mengawasi balapan, maka ada satu lagi orang yang non stop meramaikn arena sirkuit dengan komentator atau suaranya. Dia adalah Mr. Pudjo atau yang lebih dikenal dengan sebutan Mr, Kwik Kwik. Menurut saya tak ada yang mengenal para pembalap selain dirinya. Dia bisa tahu dari a to z mengenai pembalap yang sedang beraksi di lintasan. Ibaratnya mbah Google, dialah mbah Googlenya dunia slalom dan Speedoffroad. Dari sebelum race dimulai hingga race selesai, suara bapak yang yang satu ini selalu berkumandang non stop.
Di part 2 berikutnya kita akan masuk ke kelas FFA 2 cylinder dan juga FFA 4, 6, 8, serta champ of the champ. Stay tune…
-Bayu Sulistyo
*Like us on Perfourm Facebook Fanpage
*Follow us on our Twitter and Instagram: @perfourm
*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com
*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com




















































































