Setelah pada part 1 kita melihat pertarungan atau dog fight di kelas MBCI, Retro 1600 max, Retro 2000 max, hingga balapan one make race Honda Jazz dan Honda Brio di Honda Jazz Speed Challenge dan Honda Brio Speed Challenge. Waktunya kita untuk masuk di kelas yang bisa dibilang big boys toys alias premium class seperti F430 Competizone, Super Car Championship, Super Touring Car, dan Euro Touring Car Championship.
Jika Anda sering mampir ke Sentul dan tidak pernah absen nonton ISSOM, Anda pasti tahu jika segerombolan wanita cantik nan seksi ini tiba-tiba melintas di hadapan Anda. Yang pasti Anda langsung berpikir “ that’s hot”
Anda tidak salah, ini adalah good sign atau pertanda bagus, karena sebentar this lovely and sekseh girl akan mengawal pasukan kuda jingkrak yang akan keluar dari kandangnya.
Dan pasukan kuda jingkrak itu bernama, F430 Competizone yang diikuti oleh 6 F430. Saya sendiri juga bingung, kenapa begitu sedikitnya F430 yang ikut pada seri ini.
Entry pembalapnya pun di isi oleh orang-orang yang tak asing di Sentul Circuit, seperti Paul Montolalu dari ABM Motorsport yang merupakan pimpinan dari ABM Enterprise dan ABM Motorsport.
Lalu ada pembalap yang barusan saja finish runner up di kelas Retro 1600 Max dengan BMW 2000 nya, yaitu Uthan MA. Sadikin
Uthan MA. Sadikin dari team Achilles Racing Team pun berhasil finish ke-2 di F430 Competizone dengan best timenya 1:46.726
Lalu diikuti dibelakangnya oleh Paul Montolalu dari team ABM Motorsport di podium ke-3 dengan best time 1:46.598
Sementara podium 1 nya di raih oleh Wing Bharoto dari team Jakarta Ban Motorsport yang terpaut 27.242 di depan Uthan. Best timenya adalah 1:43.591
Ada yang unik dari ISSOM seri 1 pada waktu itu. Yaitu acara opening ceremony yang berupa parade team ABM Motorsport yang mengawal mobil BMW E36 milik almarhum Popo Asen yang meninggal pada tahun lalu.
Selain team ABM Motorsport yang mengiringi E36 Asen, Hendy Prabowo dari team Forza Auto One dengan R35 GT-R dan Teruci atau Toyota Rush Club Indonesia juga ikut dalam parade opening ceremony itu.
Termasuk juga para petinggi otomotif di Indonesia, seperti Tinton Soeprapto dari Sentul Circuit (tengah)dan Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna, Ketua Umum IMI Pusat (kanan). I love this 2 guys, So stylish.
Tak ketinggalan juga pit crewnya Dominico Caldarola dari Tim TBI-Top Run Motorsport. Melihat ini saya serasa menonton Super GT Jepang.
Ingat yang saya katakan tadi, good sign apabila race queen atau grid girl sudaj muncul, berarti ada supercar yang akan bertanding.
Dan pertempuran super car di kelas Super Car Championship tersebut di isi oleh para gentlemen yang masih young at heart. Namun buat pembalap muda sekelas E. Amandio tak ada kata mundur bagi drifter yang sudah merasakan panasnya kompetisi D1 Grandprix Japan dan Formula Drift USA ini. Dan saya suka melihat photo ini, dimana old school dan new school tertawa bersama. Sebelum akhirnya mereka masuk ke dalam cockpit, dan berucap “I’m gonna get you”
But first..phot bersama terlebih dahulu oleh seluruh peserta Super Car Championship yang berjumlah 21 pebalap meramaikan seri perdana kelas terbaru di ISSOM 2015 ini. Super Car Championship sendiri merupakan pecahan dari Sentul Super Touring. Mengingat jumlah peserta yang membludak di musim 2014 lalu, pihak promotor dan penyelenggara memisahkan satu kelas untuk mengakomodir mobil-mobil diatas 3000 CC.
Opening Ceremony peresmian balapan ISSOM 2015 yang dilakukan sesaat sebelum kelas Super Car Championship dimulai, dihadiri oleh Direktur Utama Sentul Tinton Soeprapto, Ketua Umum IMI Nanan Soekarna, General Manager Sentul Lola Moenek dan CEO ABM Enterprise Vivi Montolalu. Ketua Ikatan Motor Indonesia, Nanan Soekarna, menyatakan kebanggaannya pada Sentul International Circuit dan ABM Entertainment selaku Promotor yang dapat menyelenggarakan Super Car Champhionship ini. “IMI akan sangat mendukung pergelaran ISSOM 2015,” ujarnya saat membuka ISSOM 2015 di Sentul International Circuit, Minggu (13/3).
Pelaksanaan ISSOM seri perdana ini juga diwarnai dengan kemasan baru, yang terbukti berhasil menggabungkan unsur sport dan entertainment sesuai dengan janji CEO ABM Enterprise, Vivi Montolalu beberapa waktu yang lalu
Seri pertama ISSOM yang memperlombakan 12 kelas balapan ini dibuka dengan penampilan Angel Percussion, dan ditutup dengan penampilan Sexy Dancer dan Live DJ Performance, pada berbagai tempat pun telah ditemukan berbagai booth food festival yang semakin meramaikan pagelaran yang disebut-sebut sebagai “The Biggest Car Racing Event in Indonesia” tersebut.
Selain “The Biggest Car Racing Event in Indonesia” , ISSOM kali yang membuka kelas baru SCC atau Super Car Championship yang entry listnya di isi oleh pembalap pro Indonesia seperti Rudy SL dari Jakarta Ban Motorsport dengan F430 Competizone yang hanya ada satu goalnya pada hari itu
Yaitu mencoba membendung pria berkebangsaan Italia yang duduk dibalik kemudi sebuah Mercedes Benz Mercedes-Benz C63 AMG..yaitu Dominico Caldarola dari Tim TBI-Top Run Motorsport. Yang pada seri tahun lalu membuat para pasukan F430 Competizone seperti mobil mainan.
Super Car Championship juga diramaikan oleh para drifter yang banting stir ke balap touring, yang mungkin alasan mereka karena tidak adanya event drifting lagi di tanah air. Seperti E. Amandio dari team Achilles Radial denga Mitsubishi Lancer Evolution IX
Lalu ada Wahyu Kumoro atau biasa di panggil Mimo dari team Garden Speed Wiens Ophjaya dengan Nissan Cefiro A31 nya.
Ben Satrio Hutomo dari team AHT Garage dengan Nissan Silvia S15 nya
Denny Pribadi alias si Bonex dari team Total Motorsport dengan Toyota Corolla KE70 nya yang mendapatkan baju baru atau livery barunya yang terinspirasi dari Citroen World Rally Team
Satu lagi pendatang baru yang sudah lama menghilang dan akhirnya kembali lagi dengan mobil barunya…yaitu drifter M. Abdul Azis dari Ode Car Garage. Kali ini Aziz mempensiunkan BMW E30 nya dengan sebuah Nissan Cefiro A31 yang bercorak flame. Di debut perdananya Aziz di SCC ini dia hanya mampu finish di urutan ke -14 dengan best timenya 1:59.159
Sementara si Bonek arek Kedung Cowek Surabaya ini terpaksa harus mendapatkan titel DNF alias Did Not Finish akibat DX nya mengalami trouble pada engine di lap ke-2.
Hal serupa juga di alami oleh 2 orang pembalap AHT Garage, yaitu M. Lutfi Aziz dan Regi Fiandisa yang sama sama mengendarai Nissan Cefiro A31 terpaksa gagal mengikuti race atau DNS Did Not Start akibat ada masalah dengan mesin mereka.
Sementara pasukan Cefiro Indonesia lainnya yang masih berjuang adalah Wahyu Kumoro atau Mimo yang pada race kali itu berhasil finish di urutan ke 11 dengan best timenya 1:52.577, dan keluar sebagai juara ke-2 di kelas B2
Old cayote is back in action. Setelah pada ISSOM tahun lalu Chandra Alim balapan dengan sebuah Nissan Silvia S15, maka pada tahun ini Chandra Alim kembali lagi dengan Sebuah Suzuki Swift turbo dari bengkel tempat dimana dia menghabiskan karir balapannya bersama Sigma Speed Jakarta. Anehnya ketika saya mencari info mengenai catatan waktu dan finish ke urutan berapa, nama Calim pun tak ada di hasil akhir. Ada yang tahu berapa catatan waktunnya dan finish ke berapa?
Jackie Chan, is that you? Entah kenapa setiap kali melihat sebuah Lancer Evolution III saya jadi teringat dengan si Jackie Chan di filmnya yang berjudul Thunderbolt. Rezkha Yudha Putra dari team JS Garage M Tuning lah yang telah membuat saya mengingat film tersebut. Rezka pun berhasil finish di urutan ke 13 di ajang 1st debutnya ini dengan best timenya1:54.439. Atau finish diurutan ke-3 di kelas B2
Dan yang menjadi juara 1 di kelas B2 Super Car Championship adalah E. Amandio dari team Achilles Radial yang berhasil finish overall di posisi ke-6 dengan best timenya 1:45.909. Uniknya lagi E. Amandio pada saat itu menggunakan ban terbaru dari Achilles Radial yaitu ATR-K Sport yang merupakan ban semi slick yang di claim 1 detik lebih cepat daripada Toyo Tires Proxes R888 di Sentul Circuit.
The one and only pembalap Indonesia yang mampu menempel Mercedes-Benz C63 AMGnya Dominico Caldarola dari Tim TBI-Top Run Motorsport ini adalah Wing Baroto Wibowo dari team Jakarta Ban Motorsport dengan F430 Competizone nya. Gapnya antara Wing dengan Caldarola adalah 2.186 detik, dan finish di urutan ke -2 dengan best time 1:41.283. Sementara Rudy SL dari Jakarta Ban Motorsport yang juga mengendarai F430 Competizone harus puas finish di urutan ke -3 dengan best time 1:40.301 dengan gap antara dia dan Caldarola 7.132 detik.
Dan akhirnya si Undisputed Champion, Dominico Caldarola dari Tim TBI-Top Run Motorsport untuk yang ke-2 kalinya berhasil finish di urutan pertama di kelas Super Car Championship dengan best timenya 1:38.874, dan gap dengan Wing Baroto yang diposisi ke-2 adalah 2.186. Saya dan Anda yakin, sebenarnya Mercedes-Benz C63 AMG tidak di gas pol dan bisa mencetak waktu di 1:35 bahkan 1:30 kecil. Namun pikirnya untuk apa? Di Sentul belum ada yang mampu mengimbangi kedigdayaan mesin 469 HP V8nya Caldarola. Harapan kita mungkin hanya pada 3 mobil tercepat yang kita miliki, yaitu Nissan GTR R35 milik Hendy Prabowo dari team Forza Auto One (belum fit), Toyota Corolla AE101 TRD JTCC yang dipiloti oleh Fino Saksono dari team GT Radial (rebuild), dan akhirnya Nissan Primera BTCC 1999 milik Robert Paul dari team Garden Speed (hibernate).
Beralih ke kelas terbaru ke-2 di ISSOM 2015 ada Super Touring Car yang merupakan FFA nya atau Free For All bagi mobil NA atau Natural Aspirated. Dimana di kelas ini di ikuti sebanyak 35 pembalap. Dan ada yang unik, yaitu adanya sticker “In Memoriam 28 Popo Asen” di kaca belakang di setiap mobil team ABM Motorsport.
Di kelas Super Touring Car ini pulalah, M. Herdy pembalap dari team B16 AP Speed kembali lagi bersama EG6mya yang bernama Pedez-Maniz beraksi di lintasan sepanjang 4.12 km, setelah bertahun-tahun malang melintang di dunia drag race 402m dan 201m.
Dan walaupun 1 st debutnya di Super Touring Car bersama Pedez-Maniz baru dimulai di seri ini, namun hasilnya cukup mengejutkan, M. Herdy berhasil menduduki posisi P1 atau Pole Position.
Sementara posis ke-2 di garis start di isi oleh Dodi Saputra dari team ABM Motorsport dengan BMW E36 yang notabene adalah guru dari M. Herdy.
Begitu lampu merah mati ke-35 mobil pun berhamburan dan berebutan untuk bisa mencari celah masuk ke R1, lalu cepat keluar dari R1. Bisa dibilang R1 setelah start merupakan killing fields bagi para pembalap, karena kecelakan banyak terjadi di sini akibat menumpuknya mobil yang berebutan untuk segera masuk dan keluar di R1.
Tapi apabila Anda bisa berhasil melewati R1 dengan aman, itu berarti 50 % dewi fortuna masih berpihak kepada Anda.
Tak selama Super Touring car disi oleh mobil-mobil high end atau setidaknya lahir ditahun 90’an. Ada juga beberapa pembalapnya yang masih setia dengan oldschool car nya. Seperti Adi Wicaksono dari team Yans Bims Speed dengan Datsun 510 Coupe nya yang berjuang habis-habissan di Sub Class : Retro STC dan akhirnya berhasil finish ke-4 di kelas nya dengan best time 1:57.026
Ekadana dari team BBM Motorsport dengan KE70 bermesin 4AGE ini finish di urutan ke-3 di Retro STC dengan best timenya 1:56.725. Ekadana ini adalah sepupu dari pembalap Arya Karistianto atau The Flying Kid dari team AB Motorsport
Sementara ayahanda dari Ekadana , yaitu Budidana yang juga balapan satu kelas dengan anaknya dengan menggunakan KE70 yang sudah di swap dengan K24 ini finish dibawah anaknya sendiri atau ke-5 dengan best timenya 1:59.939
Juara ke-2 atau runner up di kelas Retro STC ada Alfin MR dengan Honda Civic Wondernya dengan best timenya 1:55.374
Dan juara 1 di kelas Retro STC adalah B. Hutomo dari team Jakarta Ban Motorsport dengan KE70 yang cukup menyilaukan dan glow in the dark , yaitu kuning stabilo. Best Hutomo dengan KE70 yang dipersenjatai dengan 3SGE BEAMS ITB dan killer aerokit ini 1.49.424. Dan mampu meninggalkan jarak atau gap pada Afin mencapai hampir 1 menit, yaitu 49.382
Jimmy Lukita dari team ABM Motorsport pada seri perdana STC ini hanya mampu meraih podium ke-3 dikelas BMW STC 3500 dengan best timenya 1:53.442
Silas Bonar dari team ABM Motorsport yang biasanya masuk di kelas ETCC atau Euro 3000 Master ini kali ini bertarung di BMW STC 3500 dan berhasil keluar sebagai runner up atau juara ke-2 dengan best timenya 1:50.536
Eric Montolalu ABM Motorsport pada race kali itu (BMW STC 2100) harus berakhir di tepi lintasan karena BMW E36 nya mengalami kendala di lap ke 9. Best timenya adalah 1:59.707
Anda pasti bingung kenapa STC atau Super Touring Car dipenuhi oleh mobil balap dari team ABM Motorsport? Terhitung ada sekitar 11 mobil dari team yang bernaung di bawah ABM Enterprise ini. Jawabannya mungkin agar kelas terbaru di ISSOM ini menjadi ramai dengan kompetisi yang begitu ketatnya. Namun saya menyayangkan beberapa pembalap dari ABM Motorsport yang menarik diri dari ETCC baik itu Euro 2000 dan Euro 3000, membuat ETCC menjadi sepi. Padahal ABM Motorsport mempunyai beberapa pembalap yang cukup disegani di ETCC seperti Silas di Euro 3000 Master.
Posma Panggabean dari team ABM Motorsport dengan BMW E90 WTCC nya berhasil naik ke atas podium ke-2 di kelas BMW STC 2100 cc dengan best timenya 1:55241
Sementara mobil milik mendiang almarhum Popo Asen dengan nomor start 55 kali itu ikut turun di STC dengan di piloti oleh pro drifter Indonesia, yaitu E. Amandio. Namun sayang I lap sebelum finish atau last lap, BMW E36 ini mendadak trouble pada mesinnya sehingga harus berakhir dengan “Did Not Finish”. Padahal sebelumnya engine trouble, Amandio mampu menggeber mobil ini dengan best timenya 1:54.974.
Nasib kurang beruntung menimpa Sasongko Raharjo dari team Wisesa Motorsport. BMW E30 yang sudah di swap dengan mesin Lancer Evolution CT9A ini gagal finish alias Did Not Finisih (DNF) di lap ke-7. Best time dari Sasongko adalah 2:04.131
Sementara Reza Martin dari team Garden Speed berhasil finish di urutan ke -2 di STC 1600 dengan best time 1:54.877
Kini saatnya kita beralih ke barisan terdepan di STC dimana M. Herdy dari lap awal meninggalkan Dodi Saputra (BMW) dan Muhammad Ichsan (Honda) dibelakangnya. Namun sayangnya gap yang sudah cukup jauh atau pesta nya Herdy dirusak dengan sebuah insiden yang mengakibatkan safety car harus masuk ke dalam lintasan hingga membuat gap mereka bertiga menjadi dekat lagi.
Sementara duel dibarisan terdepan untuk memperebutkan posisi 1 terjadi antara mobil Honda Civic yang sama sama menggunakan mesin B20 ini, yaitu Ichsan (orange) melawan Herdy (biru). Herdy yang sudah berhasil meninggalkan Ichsan di lap lap awal pun mulai kedodoran akibat masalah braking systemnya yang mulai bermasalah di lap ke-6, sehingga dia harus menrem lebih awal serta menggunakan engine brake dan e-brake supaya EG6 nya mau berhenti. Ichsan pun mulai mendekati Herdy
Dan akhirnya berhasil melewati Herdy di S Besar.
Ichsan pun langsung memanfaatkan kelemahan Herdy tersebut dengan meng over taking pembalap Cianjur tersebut dan langsung tancap gas di setiap kesempatan. Dan akhirnya Ichsan pun berhasil finish di urutan pertama dengan best timenya 1:47.802 meninggalkan M. Herdy yang finish ke-2 dengan dengan gap 20.707 (1.47:905)
Dodi Saputra pun berhasil finish di posisi ke-2 di STC (umum) dan pertama di BMW STC 3500 dengan best timenya 1:48.354. terpaut sekitar 1 detik dari M. Ichsan
Sometimes shit happen. Sepertinya dialami oleh Ronald N dari team ABM Motorsport yang mobil BMW E36 nya melintir di tikungan S besar. Akhirnya Ronald pun harus pulang ke pit dengan berjalan kaki.
Throwback ke hari Sabtu dimana qtt berlangsung, saya pun menemukan salah satu bagian dari GT-Wingnya BMW E90nya Posma Panggabean tercecer di S kecil lalu dipungut oleh marshal yang bertugas di sekitar daerah itu.
Dan akhirnya sayapun memintanya kepada petugas untuk saya bawa ke pit dan menyerahkannya kepada pemiliknya, yaitu Posma. Sepertinya bagian tersebut bagus untuk dipajang di bengkel PAG nya (memorabilia), sebagi cinderamata dari ISSOM seri 1.
Well, semakin sore penonton pun semakin banyak berdiri di S besar. Belum pernah saya lihat penonton sebanyak ini setelah seri ke-6 tahun lalu. And it’s a good news and sign untuk motorsport Indonesia.
Masuk di ETCC kelas Euro 3000 tampak persaingan tak kalah serunya dengan Super Touring Car. Apalagi di musim balap 2015 ini banyak muka baru yang menghiasi kasta tertinggi dari ETCC Indonesia. Seperti Nanang Hamdani dari team D’Spec Motorsport dengan BMW E46 berwarna silvernya yang merupakan mantan juara nasional Euro 2000 Master 2014 yang lalu
Dan yang cukup surprise buat saya, yaitu ternyata Nanang adalah arek Bratang alias arek Suroboyo. Jadi di Sentul, khususnya ISSOM ada sekitar 4 pembalap dari kota Surabaya, yaitu Denny Pribadi, Reza Martin, Rian Risky, dan akhirnya Nanang Hamdani. Nanang yang mengendarai mobil standart E46 yang baru jadi ini harus puas finish di urutan ke-16 (ke-3 di Master) dengan best timenya 1:57.770
Sementara juara nasional Euro 2000 Pro Gerry Nasution dari team BMW Team Astra dengan mobil barunya E36 hanya bisa finish di posisi ke-9 (umum dan pro) dengan best timenya 1:50.396
Ivan Dumais dari team PAG pada event kali ini terpaksa tidak bisa mengikuti start alias DNS atau Did Not Start. Padahal E46 ini sudah dipersenjatai dengan mesin M3 untuk mengejar pasukan Porsche
Dikelas Euro 3000 Promotion ada Suraj. R Mukhi dari team D’Spec Motorsport yang berhasil keluar sebagai juara ke-2 dengan best timenya 1:55.171
Sementara Arya Karistianto a.k.a The Flying Kid yang merupakan runner up juara nasional Euro 3000 Master 2014 dari team AB Motorsport yang tergabung dalam team Perfourm Motorsport ini, berhasil keluar sebagai juara 1 di Euro 3000 promotion dengan best timenya 1:53.284
Peter Fries dari team Racetech yang pada tahun lalu terlibat insiden tabrakan dengan Silas ABM Motorsport yang menyebabkan E36nya rusak parah, akhirnya kembali lagi dengan E36 V8 barunya. Namun sayangnya di seri pembuka ini Peter terpaksa Did Not Finish di lap ke-9
Masuk dibarisan terdepan dari pertarungan di Euro 3000 Master antara pasukan M3 melawan Posche pun tampak semakin memanas.
Ahmad Sadewa dari team D’Spec Motorsport kali ini harus mengakui performance dari pasukan M3 lainnya yang tampak semakin menggila di tahun 2015 ini. Dan sepertinya M3 nya sedang tidak sehat pada race kali itu, terbukti dengan best timenya yang turun menjadi 1:50.572 yang membawanya finish di urutan ke-10.
Pendatang baru di kelas Euro 3000 Master dan langsung melejit ke puncak ada pro drifter Fadillah dari team Jakarta Ban Motorsport yang mampu finish di urutan ke-5 di ajang 1st debutnya ini. Best time dari si Fadil adalah 1:47.680
Sementara Sunny TS dari team Top Group tampaknya pada race kali ini harus puas duduk di posisi ke-7 di kelas Euro 3000 Pro dengan best timenya 1:48.326.
Dan yang menjadi pasukan Porsche tercepat saat itu adalah Rudy SL dari team Jakarta Ban motorsport yang pada event kali ini tampaknya habis-habisan bertarung dengan pasukan M3 yang akhirnya membuatnya mengakui pasukan M3 yang finish didepannya. Rudy SL pun harus puas finish di urutan ke-3 dengan best timenya 1:46.631 (gap dengan Benny Santoso M3 9 detik) Tampaknya tahun 2015 ini menjadi tahun yang suram bagi pasukan Porsche Jakarta Ban Motorsport, dimana pasukan M3 sudah semakin didepan mereka, dominasi Porsche pun mulai berakhir di Euro 3000 Pro.
Ada kabar baik dan kabar buruk bagi Benny Santoso dari team Sigma Speed. Kabar Baiknya performa E46 M3 nya semakin membaik, dan mampu menjadi juara 1 di seri ke-6 ISOM 2014, serta kembali mengasapi pasukan Porsche di seri 1 ini dengan menjadi runner up juara Euro 3000 Pro. Dan bad newsnya is dia hanya bisa menjadi juara ke-2, yang berarti ada yang lebih cepat 6.980 darinya (Benny 1:46.613)
Jawabannya adalah….Behold of the new Hendy Prabowo E36 M3 yang tampak sudah seperti Decepticons atau time attack machine dengan aerokit yang sangat agresif
Liat saja betapa gondrongnya front bumper, lalu lebarnya fender, agresifnya diffuser belakang, serta jangan lupakan juga besarnya GT-Wing nya. Mobil ini yang jelas sudah diupgrade dari segi engine performance dan juga aerokit serta suspension.
Yang akhirnya membawanya sebagai penguasa Euro 3000 Pro yang baru dengan best timenya 1:45.595. Lebih cepat 6.890 dari Benny Santoso (E46 M3), dan tentu saja lebih cepat 16.247 dari Rudy SL (Porsche Carrera)
Dan ABM Enterprise pun menepati janjinya dengan memberikan Motorsport yang dipadu dengan Entertain mulai dari female duo percussion, food bazzar, dan akhirnya sexy dancer di akhir acara atau race.
And we love after race parteh with this lovely and sekseh girls. Bahkan mereka jogetnya dari yang teratur hingga yang joget seenaknya sendiri, karena lagu yang diputar begitu lama. And it’s bonus stage for us.
See ya on round 2 guys..
-Bayu Sulistyo
*Like us on Perfourm Facebook Fanpage
*Follow us on our Twitter and Instagram: @perfourm
*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com
*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com
























































































