Akhirnya saya bisa membuka file Sentul Drag Race 2015 rd.2 ini lagi setelah bertapa di dalam external hard disc selama kurang lebih 2,5 bulan lamanya akibat banyaknya artikel yang menunggu line up untuk saya kerjakan. Sentul Drag Race seri 2 pun menjadi liputan ke-2 saya setelah touring yang diadakan seminggu sebelumnya. And it’s good to be back at Sentul again.
Sentul Drag Race yang diadakan pada tanggal 30-31 Mei 2015 yang lalu ini di ikuti oleh sekitar 550 stater yang memenuhi dari kelas 19 detik hingga FFA. Jumlah yang cukup banyak mengingat nomor startnya akan mencapai angka 5xx. Dan senang rasanya bisa berada di pit Sentul pada pagi hari memandangi beberapa team yang baru saja datang
Ataupun sedang sedikit jogging atau jalan santai di area pit lane Sentul. Sentul dipagi hari memang cukup menyenangkan atau nyaman untuk kita, tapi begitu diatas jam 10. Sirkuit yang terletak disamping tol Jakarta-Bogor (Jagorawi) ini akan berubah menjadi pantai..alias panas.
Jadi jika Anda datang ke Sentul, ada baiknya Anda datang dipagi hari. Dan pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkunjung dari satu pit ke pit lainnya melihat sesuatu yang baru.
Seperti duo Honda Civic Wonder AT dari club WAR Ambon dan Argo Speed yang jauh-jauh datang dari kota Yogyakarta untuk ikut meramaikan event Sentul Drag Race seri 2 ini. Saya cukup senang satu persatu team dari luar kota Jakarta terutama Jawa Tengah, Yogyakarta, ataupun Jawa Timur bisa ikut meramaikan event bersakla nasional ini. Kenapa nasional? Karena eventnya diadakan di sirkuit sepanjang 402m berstandar nasional bahkan internasional (sirkuitnya)
Beberapa mobil pun masih terlihat shy shy cat alias malu-malu kucing dengan tampil polos dengan warna kebesaran JDM yaitu putih.
Pagi hari Anda juga bisa melihat beberapa team sedang deadline atau kejar tayang dalam mempersiapkan mobil perang mereka di menit-menit terakhir sebelum maju ke dalam garis start.
Seperti Epo III milik Tama dari team Sigma Speed Jakarta yang tampaknya baru saja di operasi plastic pada hampir seluruh bagian bodynya. Para crew pun sibuk mem fitting baju baru Epo milik Tama ini.
Yang Anda bisa lihat disini, baju barunya adalah you can see alias tembus pandang. Maklum saja fiber untuk bagian pintunya baru saja jadi, dan belum di lapisi dengan cat. Tujuannya Cuma 1, yaitu weight reduction untuk mengejar power to weight ratio
Jika Epo milik Tama masih telanjang atau nude, maka lain lagi EG6 milik Baim dari Supernova yang sedang diberikan livery baru berupa camouflage atau doreng warna merah.
Jika team lain sibuk mempersiapkan mobil mereka, maka di pit team Vintage feat. Bitech Performance Mas tampaknya sedang sibuk bermain PS atau winning eleven lengkap dengan tv plasma nya.
Team Vintage feat. Bitech Performance Mas pada event kali itu membawa sebuah EG6 yang sudah di lengkapi dengan mesin K20R yang sudah di tambahkan turbo kit untuk mendoping tenaganya. Parts premium untuk K-Series pun menghiasi engine bay nya, seperti K-tuned dan Skunk 2.
Uniknya lagi EG6 atau Estilo ini mengadopsi beberapa part dari Honda Integra Type R DC5, mulai dari dashboardnya hingga kaki-kakinya
Yang jelas dari seri ke seri, pasukan Toyota Starlet ini semakin banyak saja yang ikut berperang disini. Mulai dari yang NA hingga turbo.
Dan salah satu pasukan Toyota yaitu Toyota Corolla DX KE70 milik Alvin Harmen dari team MMS/Abunawas yang dilengkapi dengan mesin 3SGTE comotan dari Toyota Celica GT-4 lengkap dengan AWD nya
Beberapa mobil dengan spec terbaru pun bermunculan disini, seperti Lancer Evo IV dari team Engine+ Motorsport
Dan si Black Magic Boost Factory Lancer Evolution IX CT9A yang akan bertarung di kelas FFA menggantikan posisi 9,7 sec Red Bull milik Welliem yang sedang di rebuild
Sementara dari kubu Supernova datang dengan Hulky EG6 yang telah di swap dengan mesin H22 yang sudah di stroker menjadi 2.3 Liter. Bisa dibilang pemilihan enginenya terbilang cukup unik, dimana para petarung all motor lainnya masih bermain bermain dengan B Series ataupun naik pangkat menjadi K-Series. Supernova justru menswapnya dengan mesin H-Series, yang secara notabene lebih berat daripada B series. Namun jenis mesin ini cukup legendaris di dunia motorsport, yaitu pernah digunakan Mugen Motorsport untuk bersaing di Formula 3 Eropa, dan JTCC (Japan Touring Car Championship) pada Accord.
Jika Hulky menggunakan mesin baru, maka si Jack’D EG6 dari team Jack Daniels feat Supernova ini melungsurkan mesin 12 sec D series nya dengan sebuah mesin B20 yang sudah di stroker menjadi 2.3 Lt lengkap dengan new livery plus aero kit atau body works nya yang baru
Begitu juga dari kubu Wisesa Motorsport. EG6 tubular yang dipanggil Skunk 2 ini akhirnya berubah lagi liverynya menjadi lebih fresh dengan warna hijau pastel sebagai vocal point dari warna liverynya yang baru. Dan tak lupa ton’s of racing part di sekujur bodynya. Senang sekali melihat beberapa team dan mobil mulai berbenah diri “menghidupkan” dan membuat scene drag race Indonesia menjadi lebih motorsport dengan livery-livery baru pada mobil mereka.
Tak hanya livery pada mobil saja, tapi beberapa pembalap juga sudah mulai sadar akan safety dan juga style dalam sebuah suit bernama race suit. Seperti Abdul Aziz dari team Felix Auto Club Cikarang yang menggunakan baju perangnya untuk bertempur di kelas bracket 13 detik dengan Lancer nya
Dan rasanya mobil balap dengan livery, serta race suit pada pembalapnya, kurang lengkap dengan sebuah helm full face lengkap dengan liverynya. Menjadikan helm bukan lagi sebagai alat pelindung kepala yang itu-itu saja, tapi menjadi sebuah karya seni, lebih personal, dan juga lebih motorsport
Maka jika semua digabungkan akan menjadi seperti ini….Motorsport
Di seri ke-2 ini juga saya melihat banyak sekali mobil-mobil oldschool atau box car racer yang menginvasi Sirkuit Sentul. Mulai dari sebuah Datsun 120Y dari team WAR Maluku atau Jogyakarta lengkap dengan shark livery
Well walaupun para pejuang box car racer ini jauh-jauh datang dari kota Yogyakarta, namun semngat mereka untuk berkompetisi di ajang nasional dan juga sirkuit berskala internasional saya acungi jempol
Walaupun sempat patah semangat akibat terbentur regulasi mobil karena tidak tahu soal regulasi terbaru penggunaan polycarbonate yang menggantikan kaca acrylic . Namun akhirnya mereka di ijinkan start karena sudah jauh-jauh datang dari Yogyakarta. Seperti Mudawarman dari Argo Speed Yogyakarta yang mampu menduduki posisi ke-8 di kelas bracket 14 detik dengan best timenya 14.227 detik
Saya cukup kaget dengan performance mobil kecil mungil bernama Suzuki Eleny atau mungkin kita kenal dengan Suzuki Forsa ini mampu berlari cukup kencang. Adalah Mochamad Nur Ramadhan dari team Gemilang Auto Service yang berhasil mencetak best timenya 16.606. Padahal dia ikut di kelas bracket 17 detik
Ardiansyah Saputra Ambon dari team WAR terpaksa harus pulang dengan tangan hampa. Datsunnya berhasil menembus batas bracket 18 detik, yaitu 17.131 detik. Yang berarti dia brake out
MHD Guntur dari MK Autotechnica dengan Toyota Corolla DX KE70 yang dilengkapi dengan SR20DET hanya mampu duduk diposisi ke-25 di kelas bracket 15 detik dengan best timenya 15.291 detik
Sementara pejuang DX lainnya, yaitu Alvin Harmen dari team MMS/Abunawas dengan KE70 yang dipersenajatai dengan 3SGTE plus AWD nya harus puas di posisi ke-14 di kelas bracket 13 detik dengan best timenya 13.470 detik.
Namun nasib kurang beruntung menimpa Adhit dari MK AutoTechnica yang bertarung dikelas bracket 14 detik .DX yang dipersenjatai dengan 3SGTE ini terlihat over power dan over steer sehingga membuat pantatnya goyang dombret dan kehilangan traksi
Adhit yang tidak bisa mengendalikan mobil nya pun terpaksa harus berciuman cukup keras dengan tembok pembatas sirkuit.
Begitu mobilnya berhenti, seketika para marshal, crew MK Autotechnica, dan mobil towing atau Derek segera meluncur ke tkp yang jaraknya sekitar 100 meter dari garis start. Kali ini saya cukup salut atau acungi jempol kepada petugas atau marshal yang sigap dan tanggap pada kecelakaan kali ini. Mengingat sewaktu kecelakaan pada tahun lalu dimana EG6 dari Ricks Motor terbakar di ujung lintasan akibat mobil pemadam kebakaran yang kurang sigap.
Adhit pun langsung keluar dari mobilnya dan berjalan menuju area medis bersama marshall. Tampaknya dia tidak mengalami luka, namun saya pikir dia cukup shock atas kejadian tersebut
Namun sayangnya bagi DX nya, keruakan lumayan parah pada buritan bagian belakang, serta pintu samping kanannya. Adhut pun terpaksa harus gugur di heat 1 akibat insiden ini. Padahal di QTT kemaren dia berhasil mencetak best timenya 14.1 detik.
Beralih ke box car racer FWD, ada Dimas WAR dari team WAR Ambon Yogyakarta dengan Honda Civic Wonder AT yang bertarung di kelas bracket 17 detik. Sayangnya Dimas hanya mampu berada diposisi ke-64 dengan best timenya 16.933 detik, alias bracket out.
Jika pada seri sebelumnya Mugen Power Hond Civic AT (3 door) Group A ini bertarung dengan Rizal Basalamah yang berada di dalam cockpit, maka pada event kali ini ada Rio Bramantio dari B16 AP Speed yang menjadi pemilik baru dari mobil legend dan rare ini.
Dari Hatchback atau 3 door kita bralih ke box car racer sedan 4 pintu salon, dimana ada Honda Civic LX dari team Double S Engineering yang berhasil membawa pembalapnya Sutan Pakpahan ke podium 1 di kelas bracket 14 detik dengan best timenya 14.010 detik. Sementara di kelas bracket 13 detik, Sutan hanya mampu bertengger diposisi ke-9 dengan best timenya 13.402 detik.
Daihatsu Charade Wong Kentir dari Yan’s Speed ini hanya mampu mengantarkan Agil ke posisi ke-8 di kelas Cons 15,5 detik dengan best timenya 15.491 detik
Waktunya untuk masuk ke kelas MPV atau minibus ataupun mobil harian alias antar jemput bahkan sejuta umat. Tapi jangan salah ini adalah populasi dari MPV terkencang yang ada di Indonesia. Gagal di juara di kelas bracket 15 detik dan hanya mampu bertengger di posisi ke-20. Heryco Ricks Beltoken dari Ricks Motor – Beltoken berhasil keluar sebagai juara 1 di kelas Cons 15,5 detik dengan best timenya 15.614 detik
Mungkin bisa dibilang ini adalah benar-benar musang berbulu domba seperti yang digambarkan pada kisah dongeng pengantar tidur anak kecil. Bertampang domba alias mobil sejuta umat, namun jeroannya dari mobil sport. Ya inilah Toyota Avanza dari team Zie Auto yang diswap dengan mesin Lancer Evolution 4G63T dan mampu membuat Herman dan mobil yang terkenal dengan sebutan mobil rental ini ngacir di lintasan 402 meter dengan best timneya 14.166 detik (posisi ke-12) dari 42 peserta yang notabenenya mobil sedan semua.
Mulailah kita masuk ke mobil favorit atau idaman keluarga Indonesia dan juga idaman para Ayah yang ingin mempunyai mobil keluarga dengan dual function, antar jemput dan racing car, yaitu Toyota Innova diesel yang sudah di jejali turbo kit. Dan Hot papa kali itu adalah Teddy Jusman dari team 55 Performance – CTM yang berhasil mengasapi mobil sedan lainnya dengan diesel powernya yang berhasil mencetak waktu 14.122 detik, dan bertengger di podium ke-2 kelas bracket 14 detik
Sementara pejuang Diesel Power dari kubu Rev Engineering, Denta Rikin terpaksa harus terlempar jauh dari podium kelas bracket 13 detik. Innovanya hanya mampu meraih best time 14.528 detik
Sekilas Anda pasti menyangka bahwa GE8 ini paling-paling hanya bermain di kelas 16,17, dan 18 detik saja. Ya paling banter 15 detik. Well, jika saya jadi bandarnya. Anda bakalan kalah banyak. GE8 dari team Wisesa Motorsport yang dipiloti oleh George Hilton ini berhasil mencetak best time 14.681 detik. And yes it’s NA.
Ternyata ketika saya mengintip ke pit Wisesa Motorsport, tampak si GE8 sedang menjemur mesin K20R Type R nya. Benar-benar street sleeper dan musang berbulu domba.
Beberapa mobil drag race FWD berbasic NA namun di doping dengan turbo kit pun mulai bermunculan di Sentul Drag Race. Dimulai dari pabrikan Toyota dengan Toyota Starlet seperti yang digunakan oleh Sigit F dari team GSS Engineering yang berhasil mencetak waktu 13.715 detik dan bertengger diposisi ke- 19 di bracket kelas 13 detik
Jika kita biasanya melihat Mobydick EG6 dari Progressive Bandung bermesin B20 Turbo, maka kali ini ada EG6 merah bermesin K20 Turbo dari team Vintage feat. Bitech Performance HAS yang dipiloti oleh Alam Wijaya Kusuma ini harus puas mencetak best timenya 14.581 detik dan berada diposisi ke-18 di kelas bracket 14 detik.
Ada juga Mazda Interplay yang sudah di persenjatai dengan turbo kit under the hood.
Selain Toyota Starlet dan Corolla, pilihan selanjutnya jatuh pada Toyota Soluna. Seperti Ewin Windran dari team B16 AP Speed dengan 7AGET Toyota Soluna nya yang berhasil duduk dipodium ke-5 di kelas bracket 14 detik dengan best timenya 14.287 detik. Sementara rekannya Reynaldi Indra F berhasil keluar sebagai juara 5 di kelas bracket 13 detik dengan best timenya 13.322 detik
Sementara di kubu FWD Mitsubishi ada Abdul Aziz dari team Felix Mantap yang harus puas duduk diposisi ke-13 di kelas bracket 13 detik dengan best timenya 13.630 detik. Well dari semua mobil FWD yang di doping dengan turbo, permasalahnnya hanya satu. Yaitu over power pada roda depannya sehingga menyebabkan mobil tidak mendapatkan traksi yang cukup ketika start atau pun sewaktu shifting.
Akram Tabrani dari CK Motorsport dengan VW Scirocco nya hanya mampu finish diurutan ke-39 dengan best timenya 14.992 detik atau brake out dari kelas bracket 15 detik.
Dan jika Anda mencari sebuah daily use car yang juga bisa diajak berolahraga di sirkuit ataupun sekedar drag race dengan spec yang minim modif. Mungkin Anda bisa beralih ke keluarga Mitsubishi Lancer Evolution, mulai dari yang Evo asli ataupun Epo semuanya dilengkapi dengan 4G63T dan AWD. Aik Fahd dari team B16 AP Speed yang menggunakan Lancer Epo IV nya berhasil keluar sebagai juara ke-4 di kelas bracket 14 detik dengan best timenya 14.160 detik.
Mohamad Reno Ardian dari team Tuning Motor Sport yang bertarung di kelas bracket 12 detik berhasil mencetak best time 12.244 detik di heat 1, seblum akhirnya di heat ke-2 tidak dapat melanjutkan race
Masuk di kelas bracket 13 detik, dimana di kelas ini rata-rata di isi oleh pasukan all motor Indonesia seperti BL racing, B16 AP Speed, Wisesa Motorsport, Sigma Speed,
Dan juga Supernova yang pada kali ini menurunkan sebuah EG6 berlivery camouflage atau doreng yang dipiloti oleh Baim. Baim pun harus puas duduk diposisi ke-17 dengan best timenya 13.802 detik.
B16 AP Speed pada seri ke-2 kali ini memperkenalkan EG6 all motor terbarunya, yaitu Susu Sachet B16 AP Speed EG6 yang merupakan adik dari Spongebob EG6. Mobil ini dikirim langsung dari kota Palu Sulawesi Tengah kemudian di upgrade lagi di bengkel AP Speed dengan mesin B20 di dalamnya.
Indrajaya dari team GSS Engineering-MDC yang biasanya tampil cukup mengesankan dengan Toyota Starlet turbonya ini, pada seri ke-2 ini terpaksa terlempar dari posisi 5 besar yaitu di urutan ke-15 dengan best timenya 13.706 detik
Juara 1 di kelas bracket 13 detik pada seri ke-2 kali ini direbut oleh Kiki Anggoro dari team B16 AP Speed dengan Susu Sachet yang merupakan debut pertamanya mobil ini di Sentul. Best timenya adalah 13.041 detik.
Sementara Rio Bramantio dari team B16 AP Speed dengan si “undisputed champion’ Tomahawk EG6 harus puas berada di posisi ke-2 dengan mencetak best timenya 13.142 detik
Sementara di posisi ke-3 di kelas bracket 13 detik direbut oleh Frans Hildebrand dari team Rev Engineering dengan 3SGTE AE111 nya yang mencetak best time 13,208 detik
Di posisi ke-4 kelas bracket 13 detik di raih oleh Alva dari team BL Racing dengan best timenya 13.287 detik
Masuk ke kelas bracket 12 detik dimana pasukan perang all motor mulai line up menuju ke garis start. Dimana di kelas ini di dominasi oleh EG6 atau Honda Civic Estilo sebagai chassingnya, sementara enginenya sudah diswap dengan berbagai jenis performance enginenya Honda, mulai dari B hingga K series. Anda juga bisa melihat disini beberapa owner monster all motor mendandani mobil perang mereka dengan livery yang cukup unik dan eye catching. Seperti Ade dengan Spongebob pada K-Series EG6 nya ini.
Rio Bramantio dengan Flash EG6 nya.
Dan Jack’D EG6 nya. Hanya di kelas bracket 12 detiklah Anda bisa melihat serunya persaingan di kelas All Motor, dimana setiap mobil di dandani dengan bodworks serta livery yang yang sangat cantik. Membuat kita serasa menonton drag race di luar negeri. Well sepertinya program kerja Perfourm untuk mensosialisasikan dan menggalakkan livery pada mobil balap sudah berjalan. Tujuannya adalah membuat aura motorsport nya semakin kenta atau hidupl, dan tentu saja menambah HP mobil Anda (handsome power)
Aditya Sani dari team Supernova feat Gentlemen Jack pada event kali ini harus puas hanya menjalani 1 heat saja akibat ada masalah pada enginenya yang mulai di alaminya semenjak pada saat qtt kemaren. Best time Jack’d pada heat 1 adalah 12.412 detik
Bersiap-siap line up di belakang Jack’d ada Hulk’y dari team Supernova yang akhirnya bisa kembali ke lintasan setelah mengalami masalah pada mesin H23 pada saat run terakhirnya di babak qtt. Yang uniknya pada saat qtt Hulky mencetak waktu yang cukup fantatis, yaitu 11,530 detik. (Holy Land all motor Indonesia).
Pada saat race day Hulky tidak bisa tampil maksimal karena terkendala pada mesin nya, sehingga tidak bisa melanjutkan race untuk mempertahankan atau mencetak waktunya tersebut
Nasib yang sama juga dialami oleh M.Herdy yang pada race kali itu hanya mampu beretengger di posisi ke-3 kelas bracket 12 detik dengan best timenya 12.468 detik. Padahal pada sehari sebelumnya atau qtt juga berhasil mencetak waktu 11.920 detik (Holy Land). Sementara Rio harus puas duduk di posisi ke-6 di kelas bracket 12 detik.
Dibelakang Flash ada Yose dengan Skunk2 Tiegan Wisesa Motorsport EG6 yang sedang bersiap-siap line up di area waiting zone. Saya cukup kaget dengan transofmasi livery yang dilakukan Yose pada mobilnya, dari yang biru putih dan kalem berubah menjadi seperti monster drag race ala IDRA
Yose pada seri ke-2 kali ini berhasil menyabet podium ke-5 di kelas bracket 12 detik dengan best timenya 12.502 detik
Diatas M. Herdy atau podium ke-2 di isi oleh Eric Kristianto dari team Engine+ Motorsport dengan best timenya 12.429 detik.
Sementara Firman Santoso dari Mtech Performance terpaksa harus drop di posisi ke-12 dengan waktunya 13.157 detik
Sementara duo adik kakak keluarga Fahd yaitu Aik dan Sadat dari team B16 AP Speed. Harus puas di posisi ke-7 dan 8 di kelas bracket 12 detik dengan best timenya 12.485 detik (Sadat) dan 12.833 detik (Aik)
Tibalah kita di kelas paling teratas dari gelaran Sentul Drag Race 2015 seri ke-2, yaitu kelas FFA atau Free For All. Yang dimana rata-rata di kelas ini di dominasi oleh pabrikan Mitsubishi.
Beberapa team besar pun ikut menurunkan pasukan perangnya di kelas yang rata-rata waktu tempuhnya adalah 10 detik ini. Seperti Supernova
Wisesa Motorsport dengan Evo IX
Dan Boost Factory yang merupakan nama baru dari ABS Performance
Tak ketinggalan juga dengan pasukan Epo Pro Drag Racing Team
Meet Evo IX dari Boost Factory yang dijuluki Black magic ini yang merupakan project ke-2 dari Boost Factory setelah sukses dengan 9,7 sec Red Bull Epo V milik Welliem
Black Magic merupakan project terbaru dari Boost Factory yang berhasil membuat CT9A milik Willy Wijaya ini dari yang hanya sekedar Highway junkie menjadi track car namun tetap bisa di gunakan untuk daily use. Tenaganya sendiri hanya sekitar 600 whp an dengan boost hanya bermain diangka 2.2 -2.3 bar yang cukup untuk memutar turbin pada Owen Developments GT35
Black Magic yang dipiloti oleh Willy dan Welliem ini hanya mampu bertarung di heat 1 saja. Welliem yang merupakan pembalap Red Bull Epo V berhasil mencetak waktu 10.305 detik.
Sementara Willy Wijaya terpaksa harus kandas di heat 1 karena D.N.F atau Did Not Finish akibat masalah pada transfer case nya.
Akibatnya Welliem dan Willy tidak bisa melanjutkan ke heat ke-2, sehingga membuat crew Boost Factory tertidur nyenyak di dalam Evo IX Black Magic.
Satu-satunya pejuang Toyota di FFA ada Rizza Ariana dari team Sentul Club dengan 3SGTE AWD AE101 yang berhasil mencetak waktu 11.388 dan duduk diposisi ke-6.
Setelah kurang beruntung di kelas bracket 12 detik, akhirnya dewi fortuna menghampiri Baim FH dari team Supernova. Baim pun berhasil keluar sebagai juara ke-2 di kelas FFA dengan best timenya 11.112 detik.
Dan yang keluar sebagai juara 1 di kelas FFA adalah Reindy Riupassa dari team Putra Rafflesia (Pro Drag) dengan mencetak best timenya 10.821 detik
Dengan berakhirnya kelas FFA berarti berkahir pula event Sentul Drag Race seri 2. Dan itu berarti waktunya kita untuk jalan-jalan di area depan pit atau pit lane untuk melihat beberapa club yang melakukan tradisi photo session selagi menunggu acara pengumuman pemenang atau podium. Saya pun menghampiri beberapa team untuk mengajak berphoto bersama sekaligus bersilahturahmi, seperti BLX Performance.
Pasukan Epo Prodrag Racing Team
Dan juga keluarga besar WAR dan Argo Speed Yogyakarta yang sudah jauh-jauh datang untuk meramaikan Sentul Drag Race seri 2 kali ini. Harapan saya semoga saja ada team-team dari Jawa Tengah dan Jawa Timur yang mengikuti jejak WAR dan Argo Speed ini. Dan Perfourm akan dengan senang hati mengabadikan moment Anda di Sentul
Podium 1 di kelas bracket 13 detik diraih oleh Kiki Anggoro B16 AP Speed, juara ke-2 oleh Rio R Bramantio B16 AP Speed, juara ke-3 Frans Hildebrand Rev Engineering, juara ke-4 Alva BL Racing Team, dan juara ke-5 Reynaldi Indra F B16 AP Speed
Di kelas bracket 12 detik bertengger di posisi 1 ada Binsar Robemo Autokey, juara ke-2 Eric Kristianto Engine+ Motorsport, juara ke-3 M. Herdy B16 AP Speed, juara ke-4 Riki Rizki Basc Autoplus, dan juara ke-5 Yose V. Adrian Wisesa Motorsport
Sementara di kelas FFA podium 1 di raih oleh Reindy Riupassa Putra Rafflesia (Prodrag), juara ke-2 Baim FH Supernova, juara ke-3 Verdian Rynladi Pro Drag Racing Team, dan juara ke-4 diraih oleh Weda Bagus Prakoso dari team Indonesia Performance. Reindy boleh menjadi juara di kelas FFA, namun gelar the fastest of the day kali itu disabet oleh Welliem Surya Gunawan dari Boost Factory dengan waktunya 10.305 detik, sementara Reindy hanya mampu mencetak waktu 10.821 detik
Perfourm pun memberikan Perfourm T-shirt kepada 2 orang yang menyandang gelar The Fastest of The Day pada event kali itu. Di kelas all motor, ada Rio R Bramantio dari team B16 AP Speed dengan Flash EG6 nya yang berhasil menyabet gelar the fastest all motor of the day dengan best timenya 12.379 detik (heat ke-2 di kelas bracket 12 detik)
Dan untuk turbo atau force induction, ada Welliem Surya Gunawan dari Boost Factory dengan Black Magic Boost Factory CT9A derngan best timenya 10.305 detik (heat 1 kelas FFA)
Sampai berjumpa lagi di Sentul Drag Race seri 3 akhir bulan Agustus ini. Keep Pushing guys…
-Bayu Sulistyo
*Like us on Perfourm Facebook Fanpage
*Follow us on our Twitter and Instagram: @perfourm
*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com
*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com











