Perasaan senang dan bangga muncul ketika setelah 4 tahun terakhir kami berjuang untuk memperkenalkan dan memajukan drifting di Kota Surabaya akhirnya berujung pada penyelenggaraan sebuah event kompetisi drifting berskala nasional oleh Mogu-Mogu dan Achilles Radial pada tanggal 15-16 Agustus 2015 lalu. Artikel demi artikel yang kami tampilkan di Perfourm.com tentang perjalanan drifting di kota ini seolah menjadi satu magnet yang menarik pihak penyelenggara untuk menjadikan Kota Surabaya sebagai salah satu tuan rumah pada Mogu-Mogu Achilles Motorsport Festival 2015.
Event yang diselenggarakan di salah satu kota terpanas di Pulau Jawa ini berlangsung selama 2 hari. 2 days of joy, maka dari itu Achilles Radial menyediakan truck khusus yang digunakan untuk mengganti ban para peserta yang berkompetisi dalam event ini.
Sebelum para drifter melakukan practice dan qualification run, seperti biasa pihak panitia dan juri memberikan briefing agar tidak terjadi human error ketika berada di lintasan. Sedikit saya jelaskan pada layout drift Mogu-Mogu Achilles Motorsport Festival 2015 round 2 yang berlangsung di Lapangan Parkir Lenmarc Mall Surabaya ini tidak menggunakan track aspal melainkan menggunakan paving block. Dan Surabaya merupakan kota pertama di Indonesia yang memiliki drift track yang beralaskan paving block. Mirip seperti FD Dataran Merdeka, Malaysia.
Dan akhirnya para lokal hero Surabaya atau drifter lokal siap beraksi untuk pertama kalinya di event kompetisi drifting berskala nasional. Mereka pun mendapatkan tips dan trick dari ke-3 judge bagaiaman menaklukan soal angka 8 yang diberikan khusus di kelas novice.
Sambil menunggu para drifter mengikuti briefing yang diadakan pihak panitia dan juri, seluruh mekanik yang berada di paddock pun juga turut mempersiapkan mobil yang akan digunakan untuk bertanding.
Insiden terjadi ketika pihak panitia sedang melakukan briefing sebelum practice run, beberapa tenda yang berada di paddock roboh karena angin kencang sehingga menyebabkan beberapa mobil terkena imbasnya, yang paling parah yaitu Nissan Cefiro A31 milik Ikhsan Utama yang kaca depannya terkena tiang besi penyangga tenda.
Tenda yang roboh juga mengenai 2 Nissan Cefiro A31 milik drifter dari Achilles Exclusive, Rayhan Ally dan Emmanuel Amandio namun tingkat kerusakannya masih dalam batas wajar.
But, you know him. He was just stay cool.
Seperti pada event kompetisi drift pada umumnya, Mogu-Mogu Achilles Motorsport Festival 2015 juga mengadakan Opening Ceremony sebelum qualification run. Dimulai dengan beriringan sebanyak 25 mobil mengelilingi track dan kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai puncak Opening Ceremony Mogu-Mogu Achilles Motorsport Festival 2015 round 2.
Senang sekali rasanya bagi saya untuk dapat mengikuti seri kedua Mogu-Mogu Achilles Motorsport Festival 2015 pada round 2 ini, apalagi setelah tahu bahwa seri kedua event ini diselenggarakan di kota asal saya. Salah satu yang membuat saya jatuh cinta pada layout drift track di Surabaya ini adalah pemandangan sekitarnya yang jika diperhatikan akan mirip dengan layout drift track di Odaiba, Jepang.
Anda bisa melihat mobil sedang drifting dengan pemandangan gedung-gedung bertingkat disekelilingnya, hanya saja di Surabaya tidak menggunakan aspal melainkan paving block. Sama seperti di Formula Drift Dataran Merdeka (2011), Malaysia.
Dan seperti biasa, Opening Ceremony Mogu-Mogu Achilles Motorsport Festival 2015 round 2 yang dilakukan oleh seluruh drifter dan penonton yang hadir pun diakhiri dengan Perfourm signature photo, bagaimana lagi kalau bukan JUMP!!!!
Dan tentu saja aksi drifting yang berduet dengan freestyle
Hingga membuat bendera Merah Putih dari asap yang dihasilkan oleh motor (merah), dan putih (Skyfiro A31) yang menggunakan produk Achilles Radial dan Corsa.
Setelah Opening Ceremony selesai para drifter pun kembali ke paddock dan segera mempersiapkan peralatan balap nya seperti racing suit, racing shoes, dan full face helmet agar keselamatan tetap terjaga selama berjalannya event ini.
Beberapa drifter yang akan bertanding juga terlihat sedang sibuk di paddock untuk mempersiapkan mobilnya.
Atau mungkin berubah menjadi pahlawan bertopeng
Juri pun juga sudah terlihat siap di posisi yang telah disediakan untuk melihat dan menilai satu persatu drifter yang akan melakukan qualification run. Tiga orang juri yang dihadirkan pada Mogu-Mogu Achilles Motorsport Festival 2015 round 2 ini sama seperti pada seri 1 di Yogyakarta lalu, yaitu (dari kiri) Wanbro (Malaysia), Dean Zen (Indonesia), dan Loy Ay (Malaysia)
Para drifter pun mulai bersiap sedia di area waiting zone untuk memulai babak qtt yang dilakukan dalam 3 kali run.
First qualification run dilakukan oleh Rayhan Ally dari Achilles Exclusive dengan Nissan Cefiro A31 miliknya yang telah mengalami proses engine swap dengan mesin RB25DET.
Saat seluruh drifter melakukan practice run, semua berjalan dengan lancar begitu juga practice run yang dilakukan oleh Emmanuel Amandio dengan Nissan Cefiro A31 nya yang bagian depannya lebih terlihat seperti Nissan Silvia S13.
Namun pada practice run terakhir yang dilakukan drifter bernomor start 55 ini, ban belakang mobilnya menabrak pulau jalan ketika inisiate dan menyebabkan mobilnya straighten kemudian menabrak pagar pembatas lintasan.
Seketika marshall yang berada di lintasan pun langsung mengangkat bendera merah agar peserta selanjutnya tidak diberangkatkan terlebih dahulu, dan ambulance yang berada di tepi lintasan langsung bergerak menuju drifter yang pernah menjuarai kejuaraan drift D1 Gran Prix Japan ini.
Untung saja Amandio tidak mengalami luka parah, hanya mengeluh sakit pada tulang lehernya dan mengalami sedikit trauma sehingga dirinya tidak dapat melanjutkan qualification run alias dinilai DNS (Did Not Start).
Qualification Run selanjutnya giliran Dipo Dwiki dari Team BSI Achilles Drift menggunakan Nissan Silvia S14 Zenki dengan livery barunya. I love this car!
Kemudian dilanjutkan oleh Dika CH dari Achilles Exclusive dengan Nissan Cefiro A31 convert to ENR34, mobil yang sama ia gunakan ketika bertanding pada Mogu-Mogu Achilles Motorsport Festival 2015 round 1 Yogyakarta.
Bimo Andotama dengan Nissan Cefiro A31 dari Team BSI Achilles Drfit. Tercatat sebanyak 32 drifter turut meramaikan Mogu-Mogu Achilles Motorsport Festival 2015 round 2 yang berlangsung di Surabaya ini dan sebagian besar drifternya berasal dari Jakarta.
Selain peserta asal Jakarta, ada juga beberapa drifter yang berasal dari Yogyakarta yang juga turut bertanding pada Mogu Mogu Achilles Motorsport Festival round 2 kemarin. Salah satunya adalah Chandra HTJRT dengan Nissan Cefiro A31 nya.
Insiden kecil saat briefing yang mengakibatkan pecahnya kaca depan dari Nissan Cefiro A31 milik Ikhsan Utama karena tertimpa tiang besi penyangga tenda menyebabkan dirinya harus rela melepas kaca alias bertanding tanpa menggunakan kaca depan, hal ini tentu saja sedikit berbahaya karena bisa saja batu kecil masuk kedalam kabin dan mengenai drifter. Namun yang saya lihat disini, dirinya malah asyik melakukan qualification run tanpa menggunakan kaca depan dan mengangkat satu tangannya keluar. Damn, I love this guy!
Ada juga salah satu pembalap yang sering saya jumpai di Sentul International Circuit bertanding pada lintasan 402m yang ternyata juga ahli dalam dunia drifting menggunakan Nissan Cefiro A31. Namun kali ini Reindy Riupassa tidak sedang membawa nama Pro Drag melainkan HTJRT.
Jika pada seri 1 kemarin Ahmad Fadil hanya datang sebagai penonton, pada seri 2 Mogu Mogu Achilles Motorsport Festival 2015 dirinya datang untuk bertanding dengan Nissan Silvia S13 miliknya dan membawa nama AHT Garage.
Sayang sekali pada saat Fadil melakukan qualification run mobilnya mengalami trouble (kopel jatuh) di tengah drift track sehingga perbaikannya membutuhkan waktu yang cukup lama, namun juri memberikan kesempatan pada Fadil untuk masuk ke Best 16 dan bertanding dengan meminjam mobil dari peserta lain.
Evan Pratama a.k.a Evan Cuan dari Achilles Exclusive dengan Nissan Cefiro A31 convert to ENR34 sedang melakukan qualification run.
Odhi akhirnya datang sebagai competitor pada Mogu Mogu Achilles Motorsport Festival round 2 setelah pada round 1 lalu dirinya datang sebagai penonton karena Nissan Cefiro A31 RB25DET miliknya dipakai oleh Emmanuel Amandio.
Adi Indiarto, salah satu pembalap Speed Offroad senior yang sering sekali anda jumpai di berbagai seri Speed Offroad nasional, kini mencoba have fun dengan drifting menggunakan Nissan Cefiro A31 yang telah di engine swap menggunakan mesin V8 VH45DE dalam Mogu-Mogu Achilles Motorsport Festival 2015.
Lucky Reza, salah satu drifter yang juga turut memperkenalkan drifting di Kota Surabaya 4 tahun lalu juga ikut bertanding dalam Mogu-Mogu Achilles Motorsport Festival 2015 round 2 menggunakan Nissan Cefiro A31 nya. Sepanjang acara drifter asal Jakarta ini terlihat excited karena akhirnya drifter Surabaya dapat membuktikan skill nya dihadapan orang banyak dalam sebuah event kompetisi.
Salah satu wajah drifter baru yang saya lihat dalam Mogu-Mogu Achilles Motorsport Festival 2015 round 2 kemarin yaitu Theoresta.
Kemudian drifter bernama Rengga menggunakan Nissan Cefiro A31 dengan livery yang masih sangat terlihat fresh.
Ada juga satu-satunya drifter termuda yang sudah mengikuti 2 seri dari Achilles Motorsport Festival 2015 yaitu Zico dari Team BSI Achilles Drift dengan Nissan 180SX. Bayangkan saja seorang anak yang masih berumur dibawah 17 tahun drifting dengan menggunakan mobil bertenaga sekitar 200-300 horsepower dan bersaing dengan orang yang usianya beberapa tahun diatas dirinya. Dirinya bahkan masih belum mempunyai SIM. Two thumbs up for you bro!
Beberapa drifter yang bertanding pada Mogu-Mogu Achilles Motorsport Festival 2015 kemarin juga ada yang masih tergolong privateer, salah satunya yaitu M. Farhan dengan Nissan Cefiro A31.
Please welcome Michael Kusumahadi, satu-satunya drifter asal Surabaya yang bertanding pada Rookie Class dengan Nissan Cefiro A31 milik salah satu pioneer drifter Surabaya, Cefiro Chui yang telah di engine swap menggunakan 2JZ-GTE. Pada Mogu-Mogu Achilles Motorsport Festival 2015 round 1 lalu Michael masih bertanding pada Novice Class menggunakan Mazda RX-8 SE3P, konon katanya Mazda RX-8 SE3P miliknya sekarang sedang dalam proses engine swap menggunakan mesin 13B dan dipersiapkan untuk Mogu Mogu Achilles Motorsport Festival round 3 Jakarta.
My favourite car of the event pada Mogu-Mogu Achilles Motorsport Festival 2015 round 2 jatuh kepada Toyota Chaser JZX90 yang digunakan oleh Caesar Adhinanda salah satu drifter asal Jakarta. Terlebih lagi ini adalah pertama kalinya saya melihat mid-size sedan asal Jepang yang memang ramai digunakan untuk drifting disana. Daydreamin’…
Setelah qualification run pada Rookie Class dan Pro Class selesai, kini giliran Novice Class yang unjuk gigi. Untuk Novice Class pada Mogu-Mogu Achilles Motorsport Festival 2015 round 2 kemarin seluruh pesertanya sebanyak 12 orang berasal dari Surabaya Drift Society, satu-satunya komunitas drift di Surabaya. Dimulai dari Dani TJ dengan Mercedes Benz W124 nya.
Lalu Bima yang hari itu tidak bisa menggunakan Nissan Cefiro A31 1JZ-GTE miliknya karena masih dalam proses rebuild, sehingga dirinya harus berkompetisi menggunakan Mazda RX-8 SE3P standart. Soal yang diberikan juri tidak begitu rumit, peserta Novice Class hanya diharuskan drifting membentuk angka 8 tetapi dimulai dengan doughnut. Dan regulasi untuk mobilnya pun juga tidak begitu banyak.
Bahkan ada beberapa drifter Novice Class yang berkompetisi menggunakan Automatic Transmission FT-86, salah satunya yaitu Agung.
Lalu Jorge, juga dengan FT-86 bertransmisi Automatic. Bukan hal sulit untuk memulai doughnut dan membuat angka 8 dengan mobil yang memiliki tenaga bawaan 200 horsepower ini.
Dan satu lagi yang berkompetisi pada Novice Class dengan Automatic Transmission yaitu Aliang menggunakan FT-86. Sebanyak 5 perwakilan anggota dari 86ID Surabaya mengikuti Mogu-Mogu Achilles Motorsport Festival 2015 round 2 kemarin. Walaupun mobilnya masih tergolong standart namun niat dan kemauan para drifter untuk berpartisipasi pada suatu event drifting berskala nasional ini sudah patut diacungi jempol.
Namun ada juga 2 drifter pada Novice Class yang bertanding menggunakan FT-86 Manual Transmission, salah satunya yaitu Nauval.
Bahkan ada juga drifter yang threesome alias 1 mobil dipakai oleh 2 orang drifter, yaitu Verry dan Evan. Adanya sebuah event drifting berskala nasional di Kota Surabaya kami rasa sangat membantu para drifter yang masih tergolong dalam kategori pemula, karena jika biasanya para drifter ini hanya melakukan free practice di Kenjeran Park, pada Mogu-Mogu Achilles Motorsport Festival 2015 round 2 ini ada juri yang menilai sejauh mana kemampuan drifter-drifter disini sehingga mereka pun bisa mengetahui peningkatan skill dirinya masing-masing.
Typical weekend car yang juga ikut dipakai dalam berkompetisi pada Mogu-Mogu Achilles Motorsport Festival 2015 round 2 kemarin yaitu BMW Z4 milik Andre.
Salah satu pembalap slalom yang kembali terjun ke dunia drifting yaitu Binar ZeroTrip menggunakan BMW E36. Pada Novice Class ini drifter hanya diberi kesempatan satu kali run membentuk doughnut dan angka 8 dengan mempertahankan konsistensi speed, angle dan line dari mobilnya. Penilaian langsung dilakukan oleh juri dan bersifat final. One shot one kill.
Cefiro Chui, salah satu pioneer drifting di Surabaya hari itu juga ikut bertanding menggunakan Nissan Cefiro A31 2JZ-GTE, mobil yang sama yang ia gunakan ketika mengikuti event Drift Tutor 4 tahun lalu di Surabaya. Namun karena Cefiro Chui tidak pernah mengikuti latihan drift maka dirinya memutuskan untuk back to basic alias bertanding pada Novice Class.
Dan Andhi Laksana juga memutuskan untuk bertanding pada Novice Class dengan Nissan Skyline R34 karena adanya regulasi pengaplikasian rollbar pada mobilnya untuk Rookie Class, maka dari itu untuk kedepannya pemilik bengkel Speed Point Garage ini akan menggunakan Nissan Cefiro A31 nya untuk dijadikan real drift car.
Qualification Run untuk Rookie Class dan Novice Class selesai, kini giliran saya bergeser tempat menuju parkiran karena mobil-mobil menjadi peserta Mogu-Mogu AMF2015 x SHOW UP Perfourm Meet sudah menunggu.
Karena Perfourm.com mendapatkan giliran menjadi host dalam Mogu-Mogu Achilles Motorsport Festival 2015 round 2, maka saya dan Founder Perfourm.com, Bayu Sulistyo langsung mengadakan penyeleksian terhadap caption Aku Melok AMFSBY dan hashtag #AMF2015 #AMFSBY #perfourm di Instagram terhadap show car yang ingin tampil pada SHOW UP Perfourm Meet ini.
Car meet yang bersifat mini contest ini diramaikan oleh lebih dari 20 mobil dari Surabaya dan Sekitarnya. Dan mobil-mobil yang ikut berpartisipasi dalam Mogu-Mogu AMF 2015 x SHOW UP Perfourm Meet ini juga berhak menerima penghargaan atas 10 kategori.
Diantaranya yaitu Euro Swag, Stance Punk, JDM as a Fuck, Honda Boys, Build to Race, Oldschool, Street Fighter, Van Madness, Bippu Style, dan Best Car Club.
Dari sini kami juga dapat melihat bagaimana loyalitas dan support dari para car enthusiast terhadap event meet local. Mogu-Mogu AMF2015 x SHOW UP Perfourm Meet ini diadakan untuk meramaikan event drifting kompetisi pertama di Surabaya.
Sehingga kami sebagai media local asal Kota Surabaya juga dapat memperkirakan apabila untuk kedepannya kami mengadakan event car meet di Surabaya.
Kembali ke dalam tenda juri, pengumuman untuk hasil qtt di mulai. Dimana para juri akan mengumumkan menilai hasil run dan juga urutan rangking serta rekan tandem mereka di best 16.
Juri pun mengumkan satu persatu nilai dan rangking para drifter tersebut.
Satu-satunya lokal hero atau drifter Surabaya yang masuk di kelas rookie adalah Michael yang berhasil duduk di rangking ke-15 dari 18 peserta. Semua drifter pro dan rookie pun bertepuk tangan untuknya.
Dan bagi kelas rookie dan pro, mereka pun menunggu penguman tersebut dengan cukup tegang.
Tapi begitu tahu bahwa rekan tandem mereka di best 16 adalah teman mereka sendiri, yang ada hanyalah seperti adegan teletubbies alias berpelukan. Seperti pasangan Evan dan Fadil yang tahu kalo mereka nanti akan bertandem ria di best 16. Ah….Bromance.
Waktu istirahat yang diberikan panitia pun usai dan para drifter dipersilahkan berangkat menuju waiting zone untuk memulai tandem Best 16 pada Rookie Class dan Pro Class.
Saya pun langsung berlari menuju track untuk mencari posisi yang nyaman untuk memotret dan membuat seluruh foto yang ada di artikel ini mirip seperti event kompetisi drifting internasional Formula Drift dan D1 Gran Prix. Do it like a pro!
Tandem pertama dimulai oleh Rayhan Ally dan Emmanuel Amandio, namun rupanya mekanik Amandio butuh waktu lebih lama untuk mempersiapkan Nissan Cefiro A31 yang baru saja menabrak pagar pembatas jalan beberapa menit sebelumnya. Sehingga Emmanuel Amandio dinyatakan Did Not Start dan secara otomatis tandem pertama ini dimenangkan oleh Rayhan Ally dari Achilles Exclusive.
Tandem battle kedua pada Best 16 dilakukan oleh Dipo Dwiki dari Team BSI Achilles Drift dengan Nissan S14 Zenki melawan Dika CH dari Achilles Exclusive dengan Nissan Cefiro A31 convert to ENR34. Dan tandem battle ini dimenangkan oleh Dika CH dari Achilles Exclusive.
Chandra HTJRT dengan Nissan Cefiro A31 nya berhasil memenangkan tandem battle melawan Bimo Andotama dari Team BSI Achilles Drift dan berhak melaju ke Best 8.
Selanjutnya, Ikhsan Utama dari Joger Achilles dengan Nissan Cefiro A31 tanpa kaca depan & belakang dan tanpa hood nya berhasil meninggalkan Reindy Riupassa dari HTJRT dengan mobil yang sama, Nissan Cefiro A31. Ikhsan Utama pun berhak maju ke Best 8.
Fadil yang hari itu mengalami kerusakan pada kopel Nissan Silvia S13 miliknya diberikan kesempatan oleh juri untuk mengikuti Best 16 dengan meminjam mobil dari salah satu drifter yang juga ikut berkompetisi untuk digunakan tandem battle. Dan pilihannya jatuh kepada Nissan Cefiro A31 milik Odhi. Namun pada saat tandem battle Best 16 melawan Evan Pratama dari Achilles Exclusive, dirinya terlihat kurang all-out dan beberapa kali straighten sehingga Evan pun memenangkan tandem battle dan berhak maju ke Best 8.
Nasib yang sama dialami oleh pemilik mobil yang digunakan oleh Fadil, Odhi. Perjalanannya menuju Best 8 harus terhenti karena kalah ketika melakukan tandem battle pada Best 16 melawan Adi Indiarto yang menggunakan Nissan Cefiro A31 dengan V8 engine VH45DE.
Tandem Battle Best 16 dilanjutkan oleh Lucky Reza melawan Theoresta salah satu drifter yang baru saya lihat namanya pada Mogu-Mogu Achilles Motorsport Festival 2015 round 2 kemarin. Tandem battle ini dimenangkan oleh Lucky Reza.
Best 16 diakhiri oleh tandem battle dari Michael Kusumahadi dari Surabaya Drift Society melawan M. Farhan dari P-Five Garage, keduanya menggunakan mobil yang sama yaitu Nissan Cefiro A31. Namun pada first debut Rookie Class nya Michael terlihat masih grogi dan demam panggung. Hal yang sangat wajar yang dialami oleh seorang pembalap yang baru pertama kali bertanding dalam sebuah event berskala nasional. Walaupun tandem battle ini dimenangkan oleh M. Farhan, namun setidaknya Michael Kusumahadi sudah melakukan hal yang membanggakan dengan menjadi satu-satunya perwakilan dari Surabaya yang bertanding pada Rookie Class Mogu-Mogu Achilles Motorsport Festival 2015 round 2. Fifty percent of something is really really better than hundred percent of nothing.
Sebelum Best 8 dimulai, para drifter, pecinta motorsport dan media otomotif yang hadir dalam Mogu-Mogu Achilles Motorsport Festival 2015 round 2 saat itu kedatangan tamu kehormatan yang memang diundang untuk dapat menyaksikan sebuah event motorsport berskala nasional yang sudah lama tidak terdengar di Surabaya. Sekaligus ikut datang dalam peresmian Sapu Angin Speed III yang dirancang oleh Tim Sapu Angin ITS yang akan bertanding di Student Formula Japan (SFJ) yang juga disponsori oleh pihak Achilles Radial
Tamu tersebut tidak lain tidak bukan adalah orang nomor satu di Kota Surabaya akrab disebut “Mbok’e arek-arek” atau “Ibunya anak-anak”, yaitu Ibu Tri Rismaharini. Kunjungan Walikota Surabaya dalam Mogu-Mogu Achilles Motorsport Festival 2015 ini merupakan sebagai bentuk dukungan beliau terhadap perkembangan dunia motorsport di Surabaya sekaligus memberikan semangat untuk para drifter yang hari itu bertanding.
Tamu kehormatan tersebut diberikan kesempatan juga untuk merasakan taxi drift dengan track yang digunakan saat itu. Saya masih ingat ketika turun dari mobil drift dan ditanyakan bagaimana rasanya naik mobil drift ? ” kaya naik bom bom car ” kata Bu Risma yang langsung membuat para rekan media tertawa mendengarnya.
Beberapa saat kemudian, tandem battle best 8 pun dimulai. Pertarungan para drifter menuju semifinal ini dimulai oleh Rayhan Ally dan Dika CH yang berasal dari satu tim, Achilles Exclusive.
Tandem battle antara keduanya berhasil dimenangkan oleh Dika CH. Pertarungan para drifter menuju semifinal ini semakin seru karena masing-masing drifter terlihat all out untuk memperebutkan kesempatan maju ke final.
Kemudian tandem battle dilanjutkan oleh Evan Pratama dan Adi Indiarto. Evan berhasil unggul dan berhasil maju ke Best 4.
Lucky Reza berhasil memenangkan tandem battle Best 8 melawan M. Farhan yang terlihat straighten lebih dari satu kali pada saat berada di posisi chase.
Cuaca Kota Surabaya dua hari itu sangat cerah dan sedikit berawan. Event Mogu-Mogu Achilles Motorsport Festival 2015 round 2 pun bisa anda lihat juga dari lantai paling atas Lenmarc Mall. So smokey down there.
Karena jeda antara Best 8 dan Best 4 sangat lama, maka kami dari Team Perfourm memutuskan untuk mencoba sesuatu yang baru pada sela-sela liputan kami untuk event Mogu-Mogu Achilles Motorsport Festival 2015. Project tersebut adalah membuat sebuah video clip lipsync dengan menyanyikan lagu SM*SH – I Heart You yang diperankan oleh hampir seluruh drifter dan mekanik yang berada di paddock, bahkan beberapa Sales Promotion Girl pun juga ikut lipsync. Syaratnya hanya 1, HARUS BERANI GILA!
Sunset pun mulai menyelimuti area parkir barat Lenmarc Mall, itu berarti kita akan menuju ke babak best 4 atau semi final. Tapi sebelumnya kita nikmati dulu sunset dengan pemandangan yang cukup langka, yaitu JDM heroes sperti RX8,RX7,R33, dan R34 yang merupakan drift car asli alias dipakai untuk drift bukan jadi garage queen atau sleeping beauty ini sedang menikmati sunset.
Best 4 battle, persaingan menuju final Mogu-Mogu Achilles Motorsport Festival round 2 dimulai oleh Lucky Reza dan Evan Pratama. Penonton yang ramai semakin memeriahkan suasana pada semifinal ini, ditambah lagi dengan pemandangan lampu-lampu mall yang ada disekitar drift track. Lucky Reza pun berhak maju ke babak final.
Di best 4 berikutnya ada Ikhsan Utama versus Raihan Ally yang merupakan pertarungan paling sengit hingga diberikan beberapa kali babak OMT alias One More Time karena masing-masing drifter tampil dengan sangat mengesankan dan juga beberapa kali melakukan kesalahan. Akhirnya pertarungan malam itu dimenangkan oleh Ikhsan Utama yang mengantarkannya ke babak final bertemu dengan Lucky Reza
Mogu-Mogu Achilles Motorsport Festival 2015 round 2 ini merupakan event drifting kedua yang diselenggarakan di Parking Lot Lenmarc Mall. Event pertama yang diselenggarakan disini yaitu Ototuned Drift Meet 2012 dengan mendatangkan T. Ueno, pembalap D1 Gran Prix yang saat itu menjadi juri di sebuah event remote control drift di Surabaya. Namun ini merupakan first debut saya liputan drift di lapangan parkir yang beralaskan paving block ini, karena pada saat tahun 2012 saya liputan Formula Drift Indonesia 2012 di JIExpo Kemayoran. Pertarungan memperebutkan posisi ke-3 terjadi natara Evan Pratama versus Rayhan Ally
Kerusakan dialami oleh Evan Pratama ketika sedang melakukan tandem Best 4 menjadi lead melawan Rayhan Ally. Nissan Cefiro A31 milik Rayhan Ally menyenggol bumper belakang Skyfiro milik Evan dan akhirnya keduanya pun melintir. Dan akhirnya posisi ke-3 dimenangkan oleh Evan Pratama.
Drifter yang berhak maju ke final malam itu adalah Lucky Reza (kiri), dan Ikhsan Utama (kanan) dari Joger Achilles. Disela-sela persiapan menuju Final Battle pun mereka sempat-sempatnya bermesra-mesraan di area waiting zone. Another bromance scene….
Nissan Cefiro A31 milik Ikhsan Utama yang digunakan untuk tandem battle Final pada malam itu sudah terlihat seperti missile car, tanpa bumper depan, bumper belakang, hood, dan kaca depan & belakang.
#KEEPPUSHING. Juri pun menyimpan akhir hasil dari babak final ini untuk selanjutnya diumumkan pada podium kemenangan.
Pertarungan final antara Lucky Reza dan Ikhsan Utama selesai, saya pun langsung berlari menuju podium untuk stand by dan menunggu pengumuman pemenang dari panitia. Dan sebelum itu kami Team Perfourm (saya dan Founder Perfourm, Bayu Sulistyo), menyempatkan untuk foto dengan Anton, Co-Founder Ototuned.com, salah satu fotografer otomotif yang juga turut menjadi bagian dari ada dan berkembangnya drifting di Surabaya.
Beberapa saat kemudian panitia pun mempersilahkan para drifter yang menjadi pemenang untuk segera naik podium. Yang pertama, pemenang pada kategori Novice juara ketiga diraih oleh Cefiro Chui dari Surabaya Drift Society Loading, juara kedua diraih oleh Binar ZT dari ZeroTrip, dan juara pertama diraih oleh Agung dari Surabaya Drift Society 86.ID.
Kemudian pada kategori Rookie, juara ketiga diraih oleh Chandra dari HTJRT, juara kedua diraih oleh salah satu drifter yang seringkali anda jumpai berkompetisi di kejuaraan Speed Offroad, Adi Indiarto, dan juara pertama diraih oleh M. Farhan dari P-Five Racing Team.
Untuk kelas neraka alias kategori Pro pada Mogu-Mogu Achilles Motorsport Festival 2015 Round 2, juara ketiga berhasil diraih oleh Evan Pratama dari Achilles Exclusive Garage, juara kedua berhasil diraih oleh Ikhsan Utama dari Joger Achilles, dan juara pertama diraih oleh Lucky Reza.
Sebagai pelengkap acara, pihak Mogu-Mogu dan Achilles Radial sebagai penyelenggara event tidak lupa memberikan piagam penghargaan kepada beberapa drifter yang berkompetisi pada Mogu-Mogu Achilles Motorsport Festival 2015 Round 2 kemarin. Dan berikut adalah para drifter yang menerima penghargaan dari Mogu-Mogu dan Achilles:
(dari kiri)
Kategori Best Qualifier Umum diraih oleh Rayhan Ally dari Achilles Exclusive,
Kategori Best Outfit diraih oleh Andre dari Surabaya Drift Society,
Kategori Best Drift Impact diraih oleh Michael Kusumahadi dari Surabaya Drift Society SP Garage,
Best Drift Angle diraih oleh Jorge dari Surabaya Drift Society 86.ID,
Best Drift Speed diraih oleh Naufal dari Surabaya Drift Society 86.ID,
Best Achilles Looking Car diraih oleh Ziko dari BSI Achilles Drift,
Best Drift Smoke diraih oleh Andy dari Surabaya Drift Society SP Garage.
Kemudian diikuti dengan penyerahan piala untuk Mogu-Mogu AMF 2015 x SHOW UP Perfourm Meet.
(dari kiri)
Untuk kategori Best Car Club diraih oleh Revenge Auto Club Surabaya,
Untuk kategori JDM As a Fuck diraih oleh Rio MYB Racing Surabaya,
Untuk kategori Euro Swag diraih oleh Hendra MYB Racing Surabaya,
Untuk kategori Stance Punk diraih oleh Arvel Dumais Hellastance ,
Untuk kategori Build to Race diraih oleh Khrezna GAR Power Yoedha Tuning Surabaya,
Untuk kategori Van Madness diraih Chang Revenge Auto Club Surabaya,
Untuk kategori Bippu Style diraih oleh LB Garage Surabaya,
Untuk kategori Street Fighter diraih oleh Anton Stripes Auto Club,
Dan untuk kategori Old School diraih oleh Galih Ride N Shine.
See you at Mogu-Mogu Achilles Motorsport Festival 2015 Final Round Jakarta!
Adhyasaka Hutama
Instagram : @adhyasaka_h
*Like us on Perfourm Facebook Fanpage
*Follow us on our Twitter and Instagram: @perfourm
*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com
*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com












