ABM Motorsports menunjukan kedigdayaannya di dunia balap tanah air dengan menyabet sebanyak 20 trophy dari berbagai kelas yang diikutinya dalam ajang Indonesian Sentul Series of Motorsports (ISSOM) serie ketiga di Sentul International Circuit, Minggu (23/8/2015).
Dalam seri ketiga ISSOM ini team yang di sponsori oleh Intersports, AchilessRadial, Bolt 4G LTE, Repsol Oil, MMP dan ClarZ Sportwear ini menurunkan 13 orang pembalap dengan 18 unit mobil balap
Yang dimana di hampir setiap kelas yang dipertandingkan terdapat para pembalap ABM Motorsport di dalamnya.
Di kelas European Touring Car Championship (ETCC) pada kategori Novice dan juga Super Touring Car, ada Gerhard Lukita. Seorang pembalap muda ABM Motorsports yang masih berusia 15 tahun ini merupakan putra dari pembalap senior Jimmy Lukita yang juga salah satu pembalap di team ABM Motorsport. “Waktu kecil memang sudah suka sama game balapan. Usia 10 tahun saya sudah dikenalkan dengan gokart. Kemudian usia 12 tahun makin jadi hobi sampai sekarang terjun ke lintasan besar dengan mobil besar pula. Tapi sempat vakum sebentar karena sekolah. Nah, sekarang turun lagi di ISSOM sejak awal 2015,” ungkapnya.
Hingga Paul FM yang akan bertarung di kelas berat yaitu F 430 Competizione, Lamborghini Super Trofeo, dan Super Car Championship.
Di ETCC atau Euro Touring Car Championship kelas Euro 2000 Master, M.Dipenogoro dengan Peugeot 405 SRI berhasil menyabet podium 1 untuk team ABM Motorsport. “Ini balap pertama ABM di ETCC, pagi ini sangat seru, dari awal sampai terakhir saya harus fight, di pertengahan yang biasanya mulai longgar karena ada safety car masuk, itu rapet lagi, over all dari awal sampai akhir fight terus dan terus menjaga ritme,” katanya.
Kejutan terjadi di kelas European Touring Car Championship (ETCC) 2015 pada kategori Novice. Pembalap muda ABM Motorsports berusia 15 tahun,Gerhard Lukita, sukses menyabet podium utama dengan mencatatkan waktu 27 menit 9,401 detik dalam 12 laps.Gerhard mengaku bangga atas pencapaian itu karena tidak mudah untuk meraih podium utama. “Sangat ketat persaingannya. Malah mobil sempat bermasalah dan sempat terlempar di posisi lima. Saya coba ngejar satu-satu akhirnya terkejar dan berada di posisi utama,” ungkapnya. Namun sayangnya, kesuksesan Gerhard di kelas ETCC 2000 tidak diikuti di kelas kedua yang diikutinya, yakni Super Touring Championship. “Di kelas ini pas start ada yang tabrakan. Jadi mobil saya ikut melintir di R1. Abis itu masuk pit, benerin sebentar langsung jalan lagi. Tapi sudah tertinggal satu lap,” jelas dia.
Pembalap muda besutan ABM Motorsports, Emanuel Amandio, membuktikan tajinya di kelas European Touring Car Championship (ETCC) 2000 Profesional. Meski tampil sebagai pendatang baru di kelas tersebut, namun Amandio sukses menyabet podium kedua dengan catatan waktu 26 menit 27,479 detik (12 lap) atau hanya selisih 12 detik dari posisi pertama yang ditepati oleh Fadilah dari Jakarta Ban Motorsports
Setelah dalam QTT ETCC 2000 kelas Master Pembalap dari ABM Motorsport, Posma Panggabean berhasil menempati pole position, namun karena mengalami kendala pada gearbox sejak bendera start dikibarkan, akhirnya ia harus puas dengan finish di posisi ke empat. “Kendala sudah mulai dirasakan sejak start, sehingga saya mundur ke posisi 7 atau 8, kemudian mulai kerja keras berhasil naik di posisi 6 atau 5, setelah safety car masuk, kembali fight cukup seru dengan ridho, setelah itu mulai ada kendala di gearbox, sehingga performa mobil mulai agak turun, namun tetap berusaha hingga akhirnya berhasil finish di posisi ke empat,” ujar Posma di Sirkuit Sentul, Minggu (23/8).
Di kelas Euro 3000 master, Silas Andrianto berhasil merebut podium 1 dengan best timenya 1:49.815
Di Ferrari F430 Competizone, ada Paul FM yang berhasil menyabet podium ke-3 dengan best timeya 1:43.874
Dari F430 Competizone Paul FM pun kini berada di balik kemudi sebuah Lamborghini Gallardo yang menjadi kendaraan perangnya untuk bertarung di kelas Lamborghini Super Trofeo. Dan setelah menempuh 15 lap atau sekitar 55,51 km, Paul FM pun finish diurutan ke-4 dengan best timenya 1:38.905. Paul Montolalu pada race kali ini berhasil menyumbang piala terbanyak untuk team ABM Motorsport.
Namun pertarungan sesungguhnya terjadi di kelas Super Touring Car Championship yang merupakan kelas paling bergengsi dan banyak peminatnya saat ini. Dan khusus untuk menghadapi kelas ini ABM Motorsport pun menurunkan 12 dari 13 orang pembalapnya (minus Paul FM)
Eric Montolalu berhasil naik ke atas podium ke-1 di kelas BMW STC 2100 dengan best time 1:57.719
Sementara pembalap senior Jimmy Lukita berhasil finish ke-5 (umum) dan ke-3 STC 3500 serta BMW STC 3500 dengan best timenya 1:54.245
Nasib kurang beruntung menimpa Dodi Saputra yang pada seri 1 dan 2 berhasil finish di urutan 1 di Super Touring Car, pada seri kali ini harus puas finish di urutan ke-2. Walaupun finish ke-2 (umum),namun pembalap dari team ABM Motorsport ini berhasil keluar sebagai juara 1 di kelas BMW STC 3500 (1:49.810), dan juara ke-5 di kelas Euro 3000 Master (ETCC) dengan best timenya 1:46.688. Walaupun finish ke-5, Dodi berhasil start dari grid 1 atau pole position dengan best timenya sewaktu qtt 1:44.874.
Kunci sukses ABM Motorsports diajang ini. “Sebetulnya sederhana, di ABM itu yang pertama mengedepankan kekeluargaan, dengan rasa memiliki secara otomatis kesolidan bisa tercapai,” terang Team Manager ABM Motorsports, Agus Sidiq.
-Bayu Sulistyo
*Like us on Perfourm Facebook Fanpage
*Follow us on our Twitter and Instagram: @perfourm
*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com
*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com









