Ketika saya nongkring atau bahasa halusnya kuliah permesinan di Universitas GAR Power Surabaya dengan guru besar mas Yudha, Khrisna pemilik EG6 silver ini memberitahukan saya bahwa ada event gathering di roof top sebuah mall di kawasan Surabaya tengah. Saya pun tertarik untuk nebeng di acara ini, karena kebetulan Khresna yang juga anggota HEC (Honda Estilo Club) ini hadir beserta komunitas EG6 nya. Pikir saya lagi, ah sekalian refreshing dan memperkenalkan website baru saya ini.
Saya pun berangkat dengan menebeng EG6 milik Khrezna beserta rombongan EG6 lainnya dari Honda Estilo Club Surabaya. Kami pun mulai menaiki satu demi satu lantai. 
Bisa di bilang ini adalah event gathering terbesar di Jawa Timur, khususnya kota Surabaya. Sekitar kurang lebih 500 mobil dari berbagai club di kota Surabaya dan sekitarnya memadati mulai dari 2 lantai di bawah roof top Grand City Mall.
Akhirnya tibalah saya di roof top Grand City Mall, yaitu sekitar 8 lantai dari tanah. Dan bad news is, udara Surabaya waktu itu sedang mendung, dan karena venue nya sekitar 8 lantai dari tanah, so it’s mean more winds ahed. Dan sama saja artinya dingin, lalu kebelet pipis.
Akhirnya saya memutuskan untuk ke toilet yang letaknya 4 lantai di bawah roof top. Setelah ke toilet, saya pun ditaktir Keceng minum Juice Mix. Mau tau Juice Mix ala Nyonk. Guava + Strawberry + Dragon fruit alias buah naga with less sugar. Rasanya juara, manisnya alami dan ada kecut dikit dari strawberry. Dan malam itu karena di roof top saya sudah mempersiapkan gear saya berupa Subaru STI Jacket. Tapi saya tidak bisa lepas dari khakis short pant + converse all star saya. Ini dress code wajib hukumnya saya sewaktu liputan, alasannya pewe, santai, and Nyonk style.
Mobil pertama yang saya photo ketika sampai di roof top adalah mobil dari Negara yang terkenal dengan Mafioso nya, yaitu Fiat 124. Saya ingat livery Fiat ini mencotoh dari livery mobil balap yang disponsori Gulf oil (biru muda dan orange). Dan satu yang saya dan pasti Anda ingat ketika melihat mobil asal Italia ini, adalah Cromodora 13’inch nya sungguh mamamia apabila diletakkan di rear tyre drag car. Karena ringan dan juga kuat, 3,5 kg/biji, and its magnesium braw.
Memang mobil yang bisa naik ke roof top adalah mobil-mobil pilihan atau andalan dari masing-masing car club, oleh karena itu masing-masing car club menampilkan 4 mobil terbaik mereka. Dan MTC atau Mobil Timor Club ini menghadirkan 4 mobil full color mereka, lengkap dengan efek awan kintaun ala Dragon Ball. Mungkin karena pikir mereka di roof top dekat dengan langit atau awan. Lol
BMWCCI atau BMW Car Club Indonesia Surabaya Chapter malam hari itu menghadirkan BMW series 520i yang di pimp ala safety car Moto GP. I wish that is the real M6 series.
Dan, yang sebagai safety car mereka malam itu cukup jokowow juga. Yaitu sebuah mobil patwal BMW 730il. LIKE A BOSS !!
Langkah dan mata saya dan Keceng berhenti pada sebuah mobil wagon berwarna merah ini. It’s a super rare Honda Accord wagon 1991 with an gold JDM rims.
Saya pun memutuskan untuk sedikit jalan-jalan ke parkiran di bawahnya roof top. Siapa tahu saya menemukan sesuatu yang unik. Saya pun berhenti pada 2 buah Honda Civic EF ini. Saya tertarik pada modifikasi EF silver ini yang tergolong simple namun look so JDM. Alasannya rims dan paint body EF ini cucok. Anda harus ingat langkah pertama sekaligus paling vital dalam pimp your ride adalah pada bagian rims. Jika salah atau tidak cocok, maka sama saja Anda memakai sepatu si Ronald McDonalds.
Di sebelah Civic EF berwarna silver ada EF berwarna hijau yang memakai rims yang cukup jadul namun cukup JDM enough.
Sepertinya kalo dilihat sekilas 13’ inch rims wheels ini untuk rally seperti Enkei compe rally.
Selain Honda Accord Wagon, saya juga menemukan salah satu rare item Honda, yaitu Honda Del Sol
Ah…an old box car racer. Saya langsung bernostalgia ketika melihat serombongan Suzuki Katana dari SKIN (Suzuki Katana Indonesia) ini. Maklum dulu sewaktu saya drag race dengan mobil Suzuki Carry GT-R saya, Katana adalah santapan menu saya sehari-hari.
Remember this braw? Oem Steel rims atau velg kaleng, ceper mampus hingga coak chassis, kaca film bening, no head rest, lampu kota berubah menjadi lampu sein atau riting, dan lampu sein menjadi lampu kota, dan no resonator on exhaust system alias free flow. So old school Indo Style. Aliran yang begitu booming ketika saya SMP hingga kuliah (90’s hingga mid 2000).
Toyota Crown look so damn stance here.
Jika ada Crown di kubu Toyota untuk mobil premium nya, di Honda ada varian Accord. Saya pun tertarik untuk melihat deretan dari Honda Accord generasi ke 4 ini , karena tampilannya yang fresh and JeyDeyEm.
Sepertinya Accord ini sudah di facelift dengan tampilan ala Honda Accord versi JDM. Bisa dilihat dari front bumpernya yang terdapat lampu kota dan lampu sein nya bertumpuk.
Saya pun kemudian naik lagi ke roof top, dan kembali berjuang melawan angin yang begitu lumayan kencang. Saya pun menemukan Honda Stream dari club Stream yang dimodif ala touring car. Tapi kenapa ada hood bra nya?
Warna putih memang tidak bisa dipisahkan dari pabrikan milik Soichiiro Honda ini. Hapir semua mobil dari pabrikan Jepang ini yang hadir dengan warna kebangsaannya, championship white. Contohnya barisan Honda Freed ini.
Terkadang saya berpikir dan menghayal jika kelak saya sudah punya uang untuk membeli mobil drift yang street legal namun murmer (murah meriah), yaitu Nissan Cefiro A31. Namun karena semakin hari populasi A31 ini sudah jadi rare item, saya pun berpikir untuk banting stir menggunakan BMW E36 atau E46 ini. Engine nya bisa jadi RB26DET atau 2JZ. Tapi saya ngidam memasukan mesin M series yang inline 6 cylinder kedalam engine bay nya. Amen
Welcome to my beloved city, Surabaya. Ketika Anda melihat kea rah barat dari roof top ini, maka Anda akan melihat city view kota Surabaya. Saya memang ingin membuat photo night city view sekelas photographer pro, namun apa daya saya tak bawa tripod dan tak mampu secara teknik dan praktek. Jadilah night city view sekedarnya.
Tapi jika Anda milhat kearah timur atau Utara, Anda akan melihat salah satu icon kebanggaan orang Indonesia, terutama arek Suroboyo atau masyarakat Jawa Timur, yaitu Jembatan Suramadu yang merupakan jembatan terpanjang di Indonesia.
G5 Brotherhood kali itu terlihat tampak mentereng dan juga modal dalam set up venue mereka. Terlihat dari lighting system dan juga tenda, serta big plasma TV and PS3. Tapi yang mampu menarik perhatian saya adalah Suzuki Swift yang digunakan mas Dikcy pada Ajang Kejurnas Sprint Rally di kelas N15 (1.5 lt)
Datang agak telat, Edo dari Zoom Bodyworks membawa sebuah mainan barunya. Yaitu sebuah Mitsubishi Lancer EX GT yang di face lift dengan tampilan ala Lancer Evolution X CZ4A.
Satu persatu club pun maju mempresentasikan clubnya masing-masing. Yang uniknya anak-anak HEC Surabaya Chapter ini memakai uniform berupa t-shirt bergambar EG6 yang warnanya sesuai mobil mereka. Jadi Anda akan tahu EG6 anak ini berwarna apa dari melihat kaos yang dia gunakan. Tapi jika warnanya tidak sesuai, berarti mobilnya adalah pinjaman atau sedang disekolahkan biar pintar…mencari uang.Lol
Saya baru ngeh atau ngerti ketika memandangi photo ini berkali-kali, dan melihat kejanggalan Bendot dan Aga yang memakai Batik sedangkan yang lainnya memakai uniform G5. Pulang kerjakah? Tak mungkin mereka satu kantor, la wong warnanya sama, memangnya anak yatim?. Sekolah? Mereka sudah terlalu tua untuk jadi anak SMA? Mungkin jika benar baju batik itu adalah official uniform untuk ketua dan wakil ketua. Betul ga G5?
Diakhir acara dan arena roof top yang cukup luas dan sepi, saya pun merayu Binar the Woles guy untuk melakukan sedikit aksi drifting dengan A31 nya. Ya katakanlah biar happy ending dengan drifting, abis jujur saja saya bosan dari tadi tidak ada yang membuat adrenalin saya memuncak. Jadilah Binar drift show di roof top .
Setelah drifting, Binarpun di interview oleh SBOtv menganai aksinya tadi. Yang meninterview itu adalah Juju yang menggantikan posisi saya sebagai produser di acara otomotif SBOtv, Drive Thru. Lalu yang tak saya duga, setelah menginterview Binar, Juju pun menginterview saya sebagai salah seorang yang getol mengangkat car culture di Indonesia, khususnya kota Surabaya melalui media online. Tak lupa juju juga menginterview saya mengenai website baru saya ini dan juga harapan buat program drive thru, secara saya mantan producernya. Ini adalah pertama kalinya saya muncul atau di interview pada acara yang pernah saya buat. Pikir saya lumayanlah promosi website baru saya, dan tentu saja masuk tipi.
Setelah celingak-celinguk melihat sana-sini , dan memastikan lokasinya tidak bocor objek. Ahirnya saya mencoba bereksperimen dengan 550D pada EG6 milik Khrezna. Hasilnya lumayan bagus, mengingat saya paling anti menggunakan flash, dan minim gear (lens kit std). Ditambah saya minim atau o’on menggunakan photoshop. Jadi semua photo yang Anda lihat dari saya adalah photo alami dari 550D+lens kit std nya. Saya Cuma bisa photoshop untuk merize, gelap terangkan, dan kasi watermark. La wong bikin gradient langit aja masih amburadol.
Ini dia bagian ending yang paling saya sukai dari setiap acara otomotif yang saya hadiri, yaitu makan time. Kebetulan malam itu saya di taktir makanan favorit saya, yaitu ceker asem manis pedes yang rasanya haw che sing cing ping (enak gila). Thanks to HEC guys.
Stay tune on Perfourm.com for another automotive event in Surabaya and Indonesia.
-Bayu Sulistyo |nyonk|









































