Seri ISSOM atau Indonesia Sentul Series of Motorsport 2015 sudah memasuki seri ke-4, dimana perjalanan balapan sudah memasuki 70 % dari total seri yang dijadwalkan yaitu 6 seri. Dan bagi sebagian team atau pembalap yang baru memulai debutnya di tahun ini, well bisa dibilang masih banyak PR atau pekerjaan rumah yang harus dituntaskan. Namun mungkin tidak seberat di awal seri
Begitu juga dengan team B16 AP Speed yang sudah memasuki seri ke-4 dimana research dan development pada salah satu jagoannya di kelas FFA All motor balap touring atau Super Touring Car masih terus dilakukan. Proyek yang sebenarnya sudah dimulai pada tahun 2010 atau 2011 ini terhenti akibat lesunya balap touring pada saat itu, yang menyebabkan EG6 bernama Pedes-Maniz ini banting stir menjadi monster drag race. Namun di awal tahun 2014 proyek Pedes-Maniz pun dijalankan kembali
Akhirnya setelah hampir 1 tahun setengah proyeknya ini mandek setelah dia pensiun dari balap drag race (2013 akhir). Pedez-Maniz pun kembali ke tempat yang seharusnya dia dilahirkan, yaitu circuit attack. Sempat menduduki P1 atau pole position di seri 1 namun akhirnya hanya mampu finish di urutan ke-3 akibat braking system, lalu seri ke-2 masalah over heat, dan seri ke-3 lagi-lagi over heat. Beberapa penyempuranaan pun terus dilakukan oleh Daddy atau Bang Apre beserta crew AP Speed
Dengan M. Herdy yang berada dibalik kemudinya, data yang menyangkut plus dan minus yang dirasakannya sewaktu menggeber mobil ini langsung diteruskan ke Daddy yang berarti Daddy harus mencari jalan keluarnya supaya tidak banyak minus dalam mobilnya. Bedanya pembalap pro dengan amatir adalah, dari segi seberapa sensitifnya dia bisa menyatu dan merasakan mobilnya berbicara dengannya.
It’s ok jika shit happen sometimes. Ini adalah pelajaran yang paling mahal yang pernah diajarkan di manapun juga di dunia ini, termasuk di dalam lintasan. Di mana semua pembalap pasti pernah mengalami nya, tapi setidaknya kita mengurangi resiko terjadinya shit happen sometimes itu. Seperti H.M. Kurdi yang akhirnya comeback lagi setelah pada saat QTT seri ke-3 mobilnya terguling lalu koprol atau salto di udara pada R1 hingga membuat mobilnya rusak pada bagian roof dan pilar A dan tak bisa ikut pada race day.
Jikur pun akhirnya bisa kembali ke lintasan di seri ke-4 ini untuk menemani H. Machfud yang merupakan teman satu kampungnya di pulau Madura.
Mereka berdua adalah sama-sama peserta di Honda Brio Speed Challenge kelas 1200 yang dimulai debutnya pada seri pertama di awal tahun 2015 ini
Perbedaannya adalah Jikur mempunyai basic balap drag race
Perbedaannya adalah Jikur mempunyai basic balap drag race
H. Machfud akhirnya bisa menyelesaikan qtt nya dengan berhasil mencetak best timenya 2:05 yang mengantarkannya pada grid ke-6 di Honda Brio Speed Challenge kelas 1200
Sementara Jikur berhasil mencetak waktu 2:03 yang membuatnya bertengger di grid nomer 3 di Honda Brio Speed Challenge kelas 1200
Setelah menjalani beberapa lap di babak QTT, ke-2 pembalap itupun di isyaratkan untuk segera mengakhiri babak QTT nya dan masuk ke kembali ke dalam pit oleh crew AP Speed
Lanjut setelah kelas Honda Jazz Brio Speed Challenge, crew AP Speed pun langsung menyiapkan Honda Civic EG6 ini untuk segera line up di babak QTT Super Touring Car
Selagi menunggu Pedes-Maniz dipersiapkan oleh crew AP Speed, Daddy dan M. Herdy pun berjalan menuju ke area awaiting zone
Waktu QTT pun sudah tiba , sesegera mungkin Herdy langsung memakai balaclava, helm , dan juga HANS nya
Dan langung masuk ke dalam cockpit Pedes-Manis dan siap mencetak best time sebagai modalnya untuk start di Race day yang akan di adakan pada esok harinya
Pembalap sal kota Cianjur Jawa barat ini langsung memulai babak kualifikasinya atau QTT nya pada siang hari itu hanya beberapa lap saja dikarenakan ada insiden yang terjadi di S kecil yang menyebabkan jalannya QTT STC terhenti cukup lama
Dan ketika dilanjutkan kembali, M. Herdy langsung flat out untuk mencetak waktu terbaiknya di QTT ini. Dan hasilnya EG6 yang dipersenjatai dengan mesin 310 HP ini bisa mencetak waktu 1:48.003, dan akan memulai start di posisi atau grid ke-2 pada Race day yang akan di selenggarakan pada esok harinya (Minggu)
Namun ada PR atau Pekerjaan Rumah yang harus dilakukan oleh crew AP Speed setelah Herdy melakukan QTT, yaitu Herdy merasakan mobilnya agak berat dan juga melihat temperature mesinnya yang agak naik. Setelah dicek oleh crew AP Speed maka ditemukan bahwa radiatornya terlihat bocor halus. S.O.P darurat pun dijalankan dengan mengelas bagian radiator yang bocor tersebut.
Ada yang unik selama team B16 AP Speed ini mengikuti ISSOM 2015 dari seri yang pertama, yaitu posisi pit nya yang terletak pas dibawah podium kemenangan. Maklum, karena biasanya di drag race, AP Speed mendaat pit yang cukup luas dan PeWe (Posisi Wenak), namun di balap touring peserta juga tak kalah banyak, dan masing-masing pit sudah di booking atau di sewa oleh team-team besar.
Tak ada yang lebih menyenangkan ketika race day keluarga, atau istri dan anak bisa hadir dan menyaksikan kita balapan di tengah lintasan. Bercanda dengan anak bisa menjadi mod booster dan juga obat penenang di saat sebelum masuk ke dalam cockpit
Team yang bermarkas di daerah BKT atau Banjir Kanal Timur, Jakarta Timur ini pun sudah siap untuk bertarung kembali di ISSOM seri 4 ini dengan line up 2 pembalap di kelas Honda Brio Speed Challenge 1200. Dan 1 pembalap di kelas Super Touring Car (STC 2100).
Namun sebelum salah satu pembalap keluar dari dalam pit dan mulai masuk ke dalam lintasan, diadakan ritual wajib yaitu doa bersama yang dipimpin oleh H. Machfud agar team ini diberikan keselamatan dan kelancaran selama race berlangsung. Menang adalah hadiah, yang terpenting adalah bisa kembali ke dalam pit atau rumah dengan selamat
Daddy atau bang Apre langsung mengecek satu-persatu mobil Honda Brio yang akan segera masuk ke area waiting zone. Ini adalah inspeksi terkahir oleh Daddy supaya untuk memastikan semua dalam kondisi prima. Dan jika ada something wrong, dia dan crewnya masih bisa memperbaikinya.
H. Machfud pun sudah bersiap sedia denga helm dan HANS nya
Sementara Jikur tampak sedang bercanda dengan Eric Montolalu dari team ABM Motorsport yang merupakan teman main gokart nya juga
Pikirnya lumayan ada hiburan atau pelepas stress sebelum start. Maklum saja pria berdarah Madura ini masih trauma ketika melihat R1 gara-gara pada seri ke-3 kemaren dia sempat syuting film action di R1. Dengan kata lain mobilnya salto dan melayang di udara berkali-kali.
Setelah race Euro 2000 selesai dan para pembalapnya mulai masuk ke area pit, seluruh peserta Honda Jazz/Brio Speed Challenge pun mulai diperbolehkan untuk masuk ke dalam lintasan.
Total peserta Honda Brio Speed Challenge pada race kali itu adalah sebanyak 17 peserta, yang terbagi menjadi 9 peserta di kelas Brio 1300, dan 8 peserta di kelas Brio 1200.
H. Machfud yang mengendarai Honda Brio 1200 inipun langsung tancap gas begitu race dimulai. Bermodalkan start di grid ke 6 HBSC pria asal pulau Madura ini pun bertarung di kelas Brio 1200 yang di ikuti oleh 8 peserta.
Dan setelah menyelesaikan sebanyak 10 lap atau 39,65 km, H. Machfud berhasil finish di urutan ke-20 dan naik ke atas podium ke- 5 Brio 1200 dengan best timenya 2:05.464
Sementara itu H. M Kurdi atau Jikur yang start dari grid ke-3 (HBSC) terlihat menempel ketat Uki Ifwa yang berada di posisi ke-2.
Bahkan mereka berdua terlibat dog fight di setiap lintasan lurus dan juga tikungan, hingga akhirnya Jikur berhasil mengambil alih posisi ke-2 dari tangan Uki.
Hingga akhirnya Jikur membuat gap yang cukup besar yaitu 8 detik dari Uki dan juga menempatkan Huga Laverda Labib pembalap dari Brio 1300 sebagai pemisah antara mereka berdua
Havin yang mobil Brio 1200 nya masih diperbaiki pun ikut hadir di Sentul menyaksikan ke-2 temannya bertarung di lintasan. Dan bersama team dan crew AP Speed mereka semua menyaksikan serunya pertarungan Jikur melawan Uki dari layar televise yang berisi catatan waktu
Dan hasilnya, Jikur pun berhasil naik ke atas podium ke-2 di kelas Brio 1200 setelah berhasil mengambil posisi ke-2 dari Uki.
Beralih ke kelas ITCC atau Indonesia Touring Car Championship yang merupakan kelas Kerjurnas yang hanya boleh di isi oleh mobil-mobil yang diproduksi di dalam negeri (CKD/Complete Knock Down), yaitu 1500, 1400, dan 1200 cc. H. Machfud harus puas finish di urutan ke- 13 atau ke-5 divisi 1200 dengan best timenya 2:07.662
Sementara itu pertarungan sengit terjadi di group atau barisan terdepan dari divisi 1200, dimana group ini di isi oleh 3 pembalap yang gapnya cukup dekat atau rapat. Yaitu di posis 1 ada Ricky Dianto dari team FBRT dengan Mitsubishi Mirage, lalu Uki Ifwa dari team Extra Joss Blend, dan yang ke-3 adalah H.M Kurdi atau Jikur dari team B16 AP Speed dengan Brio nya.
Setelah Uki berhasil melewati Ricky dan berada di posisi 1, kini dog fight terjadi antara Ricky dan Jikur yang memperebutkan posisi ke-2. Yang dimana ini adalah pertarunga antara 3 cylinder 1.200 cc yang bertenaga 77 HP (stock Mirage) dan 4 cylinder 1.200 cc yang bertenaga 86,8 bhp (stock Brio)
Daddy atau Bang Apre yang berdiri di tepi pit lane pun Nampak tegang melihat pertarungan pembalapnya yang sedang berlangsung dengan ketat.
Namun memasuki lap-lap terkahir keadaan pun berubah menjadi Ricky di posisi ke-3, sementara Uki yang tadinya berada di posisi 1 sekarang menjadi posisi ke-2, dan akhirnya posisi 1 di tempati oleh Jikur yang berhasil merebutnya dari tangan Uki
Daddy yang tadinya sangat tegang kini berubah menjadi gembira melihat anak didiknya berada di posisi terdepan. Dan terlibat pertarungan sengit atau dog fight dari semenjak keluar dari tikungan terkahir atau R11 hingga R1.
Namun di lap terakhir, Jikur terlihat sedikit melintir di S besar hingga membuatnya kehilangan waktunya, dan tak bisa mengejar Uki yang terlihat racing line nya benar ketika hendak lepas dari S besar ke tikungan akhir. Akhirnya moment tikungan terakhir yang seharus nya bisa diambil Jikur untuk memperbaiki kesalahannya, ternyata gagal. Uki pun berhasil finish terdepan, sementara Jikur di belakangnya dengan gap cukup tipis . Best time mereka pun sama yaitu 2:03.882 (Uki) dan 2:03.843 (Jikur)
Baru kali ini saya melihat pertarungan seru di kelas Brio 1200 antara pemain lama (Uki) dengan pemain baru (Jikur). Hampir setiap lintasan lurus dan tikungan mereka saling bertarung atau dogfight ketat. Maklum saja secara tertulis spec mobil mereka sama karena dibatasi peraturan, jadi bisa dibilang skill mereka pun sudah sama.
Yang dimana juga di sini kita bisa melihat para pembalap yang masih kategori freshman atau pembalap baru bertarung ketat dengan spec mobil yang sama dan akhirnya bisa naik podium. Di podium 1 tampil dengan wajah berseri-seri setelah habis memenangkan dog fight dengan Jikur ada Uki Ifwa dari Extra Joss Blend, dan di podium ke-2 ada H.M. Kurdi atau Jikur dari B16 AP Speed, sementara di podium ke-3 ada Ricky Dianto dari team FBRT Sports.
Selesai di kelas Kejurnas ITCC kita akan masuk di kelas Super Touring Car, dimana M. Herdy selalu melakukan ritual wajib ketika hendak melakukan start yaitu menghubungi mamanya lewat telephone jika mamanya tidak hadir. Mungkin sekedar minta doa restu dan keselamatan serta kelancaran ketika sedang berada di lintasan.
Dan tampaknya setelah selesai menelphone sang mama, Herdy pun tampak lebih santai dan tenang karena sudah mendapat restu dari dari orang tuanya.
Sebelum race di STC tak lengkap rasanya jika saya tidak mengabadikan photo ke-3 teman di luar sirkuit ini sebelum nantinay mereka bertempur habis-habisan selama 12 lap. Mereka adalah Trio Libesnya STC yaitu M. Herdy, Dodi Saputra, dan M, Ichsan. Dimana mereka bertiga selalu berada di group terdepan dan finish 1 sampai 3 serta satu podium. Dan juga jago Nikung di dalam maupun di luar lintasan.
Minta doa restu dari Mama atau papa (orang tua) dan ditambah lagi dengan berdoa sebelum menyalakan mesin bisa menjadi bekal spiritual sebelum berpacu dengan kecepatan tinggi.
Karena Motorsport is very dangerous. Anda mungkin yang sudah berhati-hati, tapi belum tentu dengan pembalap lainnya. Jadi Intinya kita harus disiplin dan menjaga diri sendiri dari hal-hal yang tidak di inginkan selama kita balapan.
Satu yang mungkin Anda inginkan ketika menonton atau pun menjadi pembalap adalah hadirnya sang grid girl yang cantik nan jelita di grid Anda.
Well kebetulan saja M. Herdy yang berhasil mencetak waktu 1:48.003 pada saat QTT kemaren berhasil start di grid atau posisi ke-2 di belakang Dodi Saputra di P1.
Dan dia mendapatkan grid girl yang cukup geulis pisan euy
STC pun di isi oleh sekitar 34 pembalap yang memenuhi grid yang disediakan oleh Sentul International Circuit. Dan dibarisan ke-2 tedapat M. Herdy yang akan bertarung dengan M. Ichsan di grid ke-3, dimana merekaberada dalam kelas yang sama yaitu STC 2100. Yang dimana akan menjadi pertarungan Vtec !
Selama 3 seri Herdy selalu finish ke-3 (umum) dan ke-2 di STC 2100. Pernah menempati P1 pada saat QTT, dan 2 kali start di posisi ke-3. Sementara di seri ke-4 ini hasilnya lebih baik dia bisa start dari posisi ke-2 yang mana bisa meberikan waktu untuknya bisa memberikan gap antara dia dengan Ichsan.
Lalu dimulailah pertarungan sengit di kelas nerakanya touring di ISSOM ini selepas start. Herdy pun membayang-bayangi Dodi yang mengendarai BMW bermesin M3 itu
Di lap awal M. Herdy pun berhasil meninggalkan Ichsan dengan gap yang cukup jauh di belakangnya
Namun sayangnya Namun sayangnya insiden pun terjadi di lap ke-3 dan ke-4 yang melibatkan Tugimin dengan Lancer nya dan Agustinus Ariyanto dari ABM Motorsport dengan E36 ynag membuat ke-2 pembalap itu kembali ke pit. Namun insiden tersebut membuat safety car harus masuk, dan mengawal sepanjang 2 lap (lap 3 dan 4)
Akhirnya Trio Libels STC ini kembali rapat lagi di barisannya . Safety car pun masuk dengan waktu yang cukup lama, yaitu sebanyak 2 lap
Begitu Safety car masuk, ke-3 pembalap ini langsung tancap gas secara bersamaan. Namun sayangnya di S kecil Dodi Saputra melintir hingga membuat posisi pertama nya direbut oleh M. Herdy. Sementara Ichsan terus membayang-bayangi Herdy di belakangnya
Pertarungan atau dog fight pun akhirnya terjadi antara Herdy dan Ichsan yang memperebutkan posisi ke-1. Herdy yang mengalami kendala lagi pada overheat mesinnya membuat powernya pun menjadi drop, hingga akhirnya Ichsan dengan mudah mendekati Herdy
Ichsan pun menyerang Herdy dari segala penjuru. Dia mencoba masuk dari bagian luar di S besar, namun M Herdy pun berusaha menahan serangannya dari sisi bagian dalam S besar
Namun karena factor over heat dan juga terutama EG6 tidak mempunyai pantat hingga mudah sekali melintir jika tidak berhati-hati mengatur gas dan steering wheel. Ichsan pun berhasil melewati M. Herdy ketika keluar dari S besar di lap pertengahan. Ichsan pun kini memimpin atau P1 di STC.
Sementara di belakang Herdy tampak Dodi yang sedang flat out memburu posisi 1 yang lepas darinya. Kini Dodi pun tepat berada di belakang Herdy. Hingga akhirnya Dodi pun berhasil mengambil alih posisi ke-2 dari tangan Herdy.
Namun lagi-lagi ada insiden di lintasan yang membuat Si patwal atau Safety Car kembali masuk ke dalam lintasan
Patwal atau Safety Car ini pun masuk di lap ke-10 dan 11, bahkan hingga last lap. Yang mana begitu last lap atau keluar tikungan terakhir, safety car pun masuk. Sementara balapan hanya tersisa sekitar kurang lebih 200- 300 meter dari bendera finish
Dan akhirnya yang berhasil finish pertama dan juga merebut podium 1 di kelas STC Open adalah Dodi Saputra yang diikuti oleh M. Ichsan di posisi ke-2, sementara M. Herdy berada di posisi ke-3
Bisa dibilang balapan STC kali ini kuang begitu greget atau seru akibat sering nya terjadi insiden yang menyebabkan si patwal atau safety car masuk hingga 2 kali dan rata-rata selama 2 lap balapan harus berlangsung dibawah kawalan Safety Car. Namun bagi Trio STC yang juga teman main di luar ini, STC adalah uji nyali mereka di luar fun gokart yang sering mereka adakan bersama-sama
M. Herdy pun memberikan laporan mengenai hasil race nya pada Daddy atau bang Apre. Dia merasa mesin nya agak kurang bertenaga beda (ada sedikit brebet) dengan sewaktu di awal-awal qtt dan penyakit overheat nya kembali kumat. Maklum saja dia membutuhkan tenaga extra ketika keluar dari tikungan, karena ketika masuk tikungan dia harus berhati-hati menjaga pantat EG6 nya supaya tidak melintir.
Dan akhirnya mereka bertiga lagilah yang naik ke atas podium kemenangan STC Open atau FFA. Yaitu Dodi Saputra ABM Motorsport di podium 1, M. Ichsan Eneos Gilabalap di posisi ke-2, dan M. Herdy B16 AP Speed di posisi ke-3
Kalah atau menang yang penting mereka tetap berada di dalam 1 podium dan tentu saja have fun go mad bersama teman-teman
Sementara di STC 2100, Herdy harus puas bearda di posisi ke-2 dengan best timenya 1:48.031. Sementara yang berhasil naik di podium 1 untuk yang ke-4 kalinya di STC 2100 adalah M. Ichsan dengan best timenya 1:47.843. Dan di posisi ke-3 ada Angling Kusuma Endriyono dari team Barspeed (Ferio EK) dengan best timenya 1:53.130
Well, pada seri ke-4 kali itu team B16 AP Speed berhasil membawa pulang sebanyak 5 piala dari yang disumbangkan oleh H. Machfud ( Brio 1200 ke-5), H. M Kurdi (Brio 1200 ke-2 dan ITCC ke-2), dan akhirnya M. Herdy di STC Open (3rd), dan STC 2100 (2nd). Tampaknya skill dari masing-masing pembalap di team ini semakin membaik dan sudah mulai konstan dalam membukukan waktunya
Hanya tinggal memperbaiki kekurangan-kekurangan masing-masing pembalap dengan latihan rutin, dan juga setingan mobil supaya bisa lebih kompetitif dengan peserta lainnya. Terutama PR atau pekerjaan rumah bagi Daddy atau Bang Apre dan crew AP Speed adalah membuat si Eneng Shakira ini (nama anak dari M. Herdy) ini performa dan endurancenya bisa semakin sempurna. Mengingat isu overheat masih terus menghantui mesin B20 nya ini.
-Bayu Sulistyo
IG : @bayusulistyoo
*Like us on Perfourm Facebook Fanpage
*Follow us on our Twitter and Instagram: @perfourm
*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com
*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com










