Sudah lama saya tidak bangun pagi dan jogging alias berolah raga pagi dengan hembusan angin yang cukup kencang sekitar 100 km/km bahkan lebih menerkam wajah saya, hingga membuat saya seperti Superman. Yes guys, yang saya maksud disini adalah morning run, bukan jogging di treadmill. Beberapa minggu yang lalu saya pun untuk yang pertama kalinya jogging dengan club yang baru saya lahir di kota Surabaya. Yaitu club F10 Crew Surabaya yang kalo saya bilang, club gadun style.
Rabu pagi itu kami pun memulai acaranya dengan bertemu di meeting point di sebuah restaurant fast food di daerah Surabaya Barat
Satu persatu mobil mid size sedan yang sudah di assembly di Indonesia ini pun mulai berdatangan
Dan tentu saja tak ketinggalan varian tertinggi dari kasta F10 dan juga BMW, yaitu M Series alias M5
Rabu pagi itu merupakan run ke-2 bagi F10 Crew Surabaya setelah pada Agustus kemaren mereka melakukan midnight run yang pertama yang merupakan peresmian F10 Crew Surabaya yang dihadiri oleh F10 Crew Jakarta.
Morning run kali itu di ikuti oleh sebanyak 8 anggota yang rata-rata masih berusia muda alias dibawah saya. Mereka semua berasal dari teman main, kuliah, ataupun sesama club mobil
Sekitar jam 9 pagi kami pun mulai bergerak untuk memasuki pintu tol. Sekitar 7 anggota membawa F10 nya sementara 1 orang membawa BMW X5 nya karena F10 nya masih di modif
Satu yang saya sukai dari mobil-mobil keluaran terbaru saat ini adalah pada bagian headlightnya diberikan daytime atau daylight running lamp yang berfungsi meningkatkan keamanan bagi pengendara lainnya. Sama seperti halnya aturan bagi kendaraan roda 2 atau motor untuk menyalakan lampu di siang hari.
Pagi hari itu saya pun bersama Kevin yang merupakan orang yang membawa virus F10 Crew ke Surabaya. Dulunya dia adalah anggota Nuvolks Surabaya, selepas VW Golf GTI MKV nya laku, diapun beralih menuju BMW series 5 F10.
Sesuai dengan taglinenya pabrikan Jerman ini yaitu Joy is BMW. Pria yang saat ini mengembangkan bisnis Autobacs Indonesia ini pun memilih Seri 5 genereasi ke-6 ini karena bodynya yang besar, stylish, elegant, nyaman, dan juga mesinnya bisa di remap atau tuning box. Kalo mau sedikit gahar bisa mengganti exhaust system.
Kami pun mulai memasuki tol kota Satelit menuju ke arah Selatan kota Surabaya. Traffic pada Rabu pagi itu cukup ramai, maklum saja hari itu adalah hari libur nasional yang bertepatan dengan tanggal merah tahun baru Islam atau Hijriyah.
Saya juga seperti de javu atau pernah melihat pemandangan seperti ini dimana? Mungkin ada yang bisa menebak de javu saya dimana?
Jawabanya adalah film Transporter. Black car, mid or full size of sedan. Gara- gara menonton film film ini saya dan mungkin Anda jadi tambah jatuh cinta dengan full size executive sedan yang body nya segede gaban namun tetap bisa di ajak full throttle layaknya sport car.
Namun bedanya adalah jika di Transporter 1 si Frank Martin menggunakan 1998 BMW 750iL yang menggunakan mesin 322 HP V12 dengan6-speed manual transmission yang dicomot dari BMW 850i (dipersiapkan khusus oleh BMW). Maka pada pagi hari 750iL nya Frank di istirahatkan dan diganti dengan BMW 520i, 523i, 528i, dan M5.
Well is not Egypt, Dubai, ataupun Istambul Turki. Tapi kita masih berada di kota Surabaya dengan view Majid Agung Surabaya yang terletak di tepi jalan tol Surabaya – Sidoarjo.
Di Jaman sekarang yang serba DIY atau Do It Yourself ini memberikan kemudahan kita untuk berkreatifitas tanpa batas. Seperti salah satu anggota F10 Crew Surabaya yang merekam jalannya morning run kali ini dengan Go Pro dan tongsis nya.
Yah walaupun ada plus minusnya penggunaan kamera yang diciptakan oleh pembuatnya sewaktu tinggal dan surfing Bali ini.
Tapi atas nama kreatifitas dan efektifitas, well kamera kecil ini bisa menjadialat dikumentasi Anda paling mujarab di sela-sela morning run
Pagi hari itu ada salah satu anggota F10 Crew Surabaya yang membawa BMW X5 karena mobilnya masih di modif. Well, mungkin ini lah yang dinamakan Joy is BMW. Dengan kata lain walaupun F10 belum jadi, dia tetap berangkat dengan menggunakan mobil BMW juga meskipun berbeda tipe
Kami pun berhenti sebentar di rest area tol Surabaya – Sidoarjo untuk beristirahat
Para anggota F10 Crew Surabaya yang rata-rata masih duduk dibangku kuliah ini pun beristirahat sebentar untuk sekedar menghapus dahaga atau pun merokok
Sementara saya, saya pun mulai bekerja mencari angle yang pas untuk ke-7 mobil yang range harganya sekitar dari 818 Juta hingga 1,18 M (baru) ini
Uniknya lagi dari 7 mobil yang ikut morning run pada kali itu 5 diantara nya berwarna gelap. Yaitu 4 hitam dan 1 berwarna Singapore Grey pada M5. Dan bisa di tebak ke-4 mobil tersebut menganut aliran murdered out alias black in black mulai dari warna body, rims, hingga kaca film
2 Diantara masih suka denga warna putih . Dan Anda bisa melihat disini ada 520i yang masih standard dengan 528i yang sudah di upgrade dengan Mtec bodykit. Anda bisa merubah tampilan seri 5 Anda menjadi lebih sport atau gahar ala M5 dengan merogoh dompet Anda sebesar 15 juta untuk full set body kit Mtec (termasuk cat). Tapi dengan catatan itu adalah body kit replica. Tapi jika Anda Like A Boss Anda mungkin bisa membawa pulang Mtec F10 bodykit dengan budget diatas 100 juta lebih.
Atau jika Anda tak mau ribet untuk membeli body kit nya yang seharga mobil LGCG (Low Cost Green Car). Beli saja langsung mobilnya, yaitu BMW M5 F10. It’s look good also make your pocket scream like the 560 HP V8 Twin turbo
Penggunaan cabon ducktail pun cukup populer di kalangan F10 Crew Surabaya. Bentuk nya yang lebih ramping dan elegant ketimbang wing atau spoiler menjadikannya melekat pas di bagian trunk generasi ke-6 dari seri 5 ini.
F10 Crew Surabaya sendiri mulai terbentuk atau aktif pada bulan Agustus yang lalu dimana sebanyak 12 mobil, satu diantaranya adalah M5 F10 ikut bergabung di dalamnya.
F10 Crew Surabaya sendiri merupakan cabang dari F10 Crew Indonesia yang berada di Jakarta. F10 Crew Indonesia sendiri berdiri pada December 2014 yang lalu dan merupakan club yang independent tidak tergabung dengan BMW Car Club Indonesia
Di Surabaya sendiri F10 Crew baru dipopulerkan oleh Kevin kepada teman-temannya. Dan Alhasil pada Agustus 2015 yang lalu untuk yang pertama kalinya sebanyak 12 mobil BMW seri 5 F10 berkumpul dan melakukan midnight run bersama anggota F10 Crew Indonesia pusat.
Well basicly Kevin berhasil meracuni teman-teman satu clubnya dan teman mainnya untuk move on ke seri 5. Begitu pula dirinya yang move on dari VW Golf GTI MKV
Dari rest area kami pun melanjutkan perjalan kami menuju kota Pandaan yang berjarak sekitar 64 km atau 1 jam perjalanan. Tol Sidoarjo –Porong pun kembali dihitamkan dengan F10 Crew ini. Komposisi black in black dengan adanya daytime atau daylight running lamp membuat mobil ini semakin gagah dan macho.
Dan mirip sekali dengan adegan action Transpoter yang dimana warna mobilnya didominasi oleh warna hitam dan mid size sedan ini
Selalu saja ada Ying dan Yang dalam setiap aspek kehidupan, sama halnya di kubu F10 Crew Surabaya. Walaupun warna putih menjadi minoritas yaitu 2 dari 12 mobil adalah berwarna putih. Namun dengan tampilan Mtec bodykit membuatnya tampak lebih sporty dan racing.
Lepas dari rest area, saya pun menumpang BMW X5 yang dipiloti oleh Gian. Ternyata pada hari ini Gian tidak bisa membawa F10 nya karena masih di bengkel untuk di modifikasi. Saya pun dibantu Gian untuk mengatur jalannya morning run kali itu, yaitu mengarahkan anak-anak untuk line up satu persatu.
Beberapa BMW F10 pun mulai melintasi saya di mulai dengan BMW 528i yang sudah dimodif dengan Mtec Body kit, Grill sible black gloss, OZ Ultralegera hlt 20 inc yang dibalut dengan Falken Azenis, KW Coilover V3, Ultra Racing Strurbar, Tuning Box JB4 by Burger Tuning, dan berakhir di Eisenmann muffler
F10 yang ke-2 adalah F10 berwarna putih yang dilengkapi dengan Mtec bodykit
Lalu F10 hitam memakai Mtec Bodykit, 360 Forged rims, and carbon lips
F10 berwarna hitam yang ke-3 adalah F10 yang masih mengandalkan body kit standart bawan pabrik yang hanya mendapatkan sentuhan carbon lips dan ducktail saja. Pada sector kaki-kakinya suspension standard diganti dengan coilover KW Suspension V1.
BMW F10 hitam yang ke-4 ini cukup special karena mengadopsi single tuner Hamann mulai dari full set body kit hingga 22 inch rims nya.
Jika yang lainnya rata-rata sudah di modif pada sector eksterior atau body kit dan kaki-kaki, maka F10 520i yang ke-6 ini terlihat masih virgin alias perawan yang baru keluar dari showroom. Hanya penggantian rims, lips dan ducktail.
Berbeda dengan BMW F10 yang ke-7 ini, walaupun dia masih virgin atau perawan ting-ting namun soal diajak bercinta di lintasan yang satu ini paling jago dan merupakan strata teratas dari line up mobil BMW yaitu M5 atau M Series. Inilah kasta tertinggi dari seri 5 atau F10 yang mendapatkan berbagai macam performance parts terbaik dari BMW mulai dari eksterior, interior, kaki-kaki, dan terutama mesinnya yang mengusung V8 4.4 Lt Twin Turbo yang mampu memuntahkan tenaga sebesar 560 hp. Napasnya pun semakin lancar dengan GruppeM carbon air intake dan Eisenmann exhaust system
Anda tahu seberapa cepat sedan tambun (1,945 kg) dengan 560 ekor kuda di dalamnya berpacu dari 0- 100 km/jam? Yaitu 4,2 detik. Jika mungkin someday saya jadi wong yes atau orang sukses, saya akan membeli M5 Monte Carlo Blue daripada Benz
Namun pesta pada pagi hari itu harus berhenti ketika kami mendekati pintu keluar tol porong. Kami pun harus berjalan pelan-pelan karena keadaan lalu lintas yang agak padat merayap
Kamipun kemudian melewati U-turn atau putar balik untuk menuju ke jalan bypass Porong
Lagi-lagi kami terkena traffic jam yang cukup padat merayap
Tapi justru hal tersebut membuat keuntungan kepada saya yang dalam hal ini menjadi tukang photonya. Saya pun berhasil memanfaatkan keadaan jalan raya yang padat merayap itu untuk mengabadikan 7 mobil itu yang sedang berjalan bersamaan lengkap dengan view dari atas jembatan
Setelah selesai keluar dari kemacetan baypass porong, kami pun kemudian beristirahat sebentar di depan area pintu masuk tol Porong – Pandaan
Saya jujur saja, baru kali ini saya menyentuh tol yang diresmikan pada tahun 12 Juni 2015 ini. Dimana semuanya masih terlihat baru dan fresh.
Namun walaupun tol ini terhitung baru, tapi ternyata tol sepanjang 13,61 ini menyimpan banyak jebakan batman yang bahasa romantisnya seperti Cinta. Tidak tampak tapi Anda bisa rasakan ketika melewatinya. Seperti jalan yang hampir 50% tidak rata/ mulus permukaannya alias bumpy. Mungkin bagi Anda yang mengendarai mobil sejuta umat atau missal tidak merasakan apa-apa. Tapi bagi sebagian mobil yang sudah di lengkapi coilover atau diceperkan akan terasa sedang bermain kuda-kudaan. Bahkan ada beberapa titik yang perbedaan ketinggian jalannya cukup terasa, hingga jika Anda tidak hati-hati rims ataupun body kit Anda akan lecet.
Namun tetap saja boys will always be boys, sudah tahu jalannya kadang mulus kadang tidak rata mereka malah flat out
Terlebih lagi dengan M5 yang berlarii dengan mudahnya mencapai kecepatan yang dinginkan. Namun suara mesin 560 hp 4.4 Lt V8 twin turbonya yang kalo saya bilang suara mesinnya tidak segahar mesin 500 hp V10 5.0 Lt all motor yang terdapat di kakaknya dulu (M5 E60). Walaupun tidak segahar kakaknya namun M5 F10 di claim lebih eficien dalam konsumsi bbmnya di klaim lebih hemat 31 % dari mesin V10 M5 E60.
Tapi walaupun yang lainnya hanya bermodalkan mesin 2.0 Lt (4 cylinder) hingga 3.0 Lt (6 cylinder) namun tenaganya pun masih bisa membawa mobil yang berbobot 1,685 kg ini.
Tak ada yang lebih menyenangkan daripada kita bisa berjalan bersama atau katakanlah morning run yang pada intinya touring jarak pendek dengan teman yang mempunyai passion yang sama dalam hal jenis mobil. Melihat teman kita di depan dan juga teman kita yang dibelakang membuat Anda akan bersyukur bahwa Anda berada di balik kemudi mobil itu.
Waktunya kita untuk keluar dari told an menempuh jalan desa atau country road menuju ke rumah makan Ayam goreng Sri yang sepanjang jalan nya menanjak dan rindang
Namun ada satu lagi tantangan yang harus dihadapi oleh para anggota F10 Crew Surabaya ini ketika sampai di rumah makan itu, area parkir dengan jalan yang cukup lancip sudutnya.
Its not beat the bump, it’s beat the road. Untungnya satu persatu BMW F10 itu bisa melewati rintangan tersebut tanpa ada satupun bagian front bumper atau carbon lipsnya yang nyangkut.
Welcome to paradise, dimana fresh fruits dan juga sayur mayor dijajakan di tepi parking lot rumah makan ini.
Dan tak lupa juga beberapa macam gorengan untuk cemilan atau mengganjal perut Anda seperti ote-ote dan dadar jagung
Well, dan ternyata anak-anak ini juga sepertinya kelaparan. Tak ada salahnya untuk mengganjel perut mereka setelah menempuh perjalan selama kurang lebih 2 jam tadi.
Sebelum menikmati hidangan utama atau main course kita pada siang hari ini, yaitu ayam goreng
Ayam goreng sri bisa dibilang menjadi ayam goreng favorit saya selain ayam goreng pak Sholeh Pandaan, dan ayam goreng gumarang di Medan. Rasa khasnya yang manis-manis asin dan empuk hingga ketulang belulangnya (sepertinya dipresto), membuat semua orang merasakannya hingga tulang terakhir.
Sementara saya, saya pun memesan minuman andalan saya yaitu es blewah jumbo mambo. Maklum saja saya tadi habis berburu dengan separo badan saya keluar pada kecepatan sekitar 100 km/jam. So I need a lot of drink and food.
Rumah makan di Pandaan ini sudah menjadi tempat favorit bagi hampir sebagian club di kota Surabaya yang untuk dijadikan sebagai tempat rally point atau tujuan akhir dari morning run mereka. Disamping jaraknya yang lumayan jauh, akses tol, parkirannya cukup luas, dan tentu saja ayam gorengnya juara.
Setelah saya selesai menyantap hidangan sarapan yang dirangkap dengan makan siang, saya pun menuju ke area parkiran untuk melihat lebih dekat BMW seri 5 generasi ke-6 ini. Seperti kita ketahui cara paling gampang untuk merubah tampilan dasar F10 yang elegant ini menjadi lebih sporty dengan menggunakan Mtec body kit. Anda juga bisa menggunakan carbon untuk menambahkan kesan racing atau sporty pada grill dan lipsnya
Atau mungkin carbon diffuser dengan sentuhan suara Meisterschaft exhaust system
Untuk urusan kaki-kaki, vender F10 yang normalnya dilengkapi dengan 18’inch rims bisa di upgrade hingga 22’inch. Beberapa member F10 Crew Surabaya mengganti oem rimsnya dengan OZ Ultraleggera dengan carbon cap center.
Jika ingin leboh terlihat racing dan sporty ala M5 mungkin bisa mengupgrade penggantian sector kaki-kakinya mulai dari M5 fender, hingga bigger rims beserta big brake kit system.
Seperti salah satu anggotanya yang memakai 360 Forged rims dengan 380 mm Brembo 8 pot calipers
Yang bersemi di dalam M5 fender yang Anda bisa tebus fendernya seharga 6,5 juta sepasang (replika)
Atau mungkin M5 rims lengkap dengan Brembo brake kit system.
bagaimana dengan seperangkat Hamann body kit dan juga 22 inch rims nya?
Tapi jika Anda tidak ingin ribet membeli partnya M5 satu persatu, mungkin Anda bisa tembak langsung saja membeli M5 nya seharga 2 Milyaran ini. Anda sudah dapatkan high performance part dari pabrikan BMW yang hanya diperuntukan untuk M series. Jika masih kurang puas, Anda bisa menggantinya dengan Vorsteiner VS-310 20 inch. Juga seperangkat aero kit dari Vorsteiner berupa carbon lips, ducktail, dan diffuser.
Dan juga carbon air intake pada mesin 560 hp V8 4.4 Lt twin turbo nya. Just for your info guys mesin ini sama dengan mesin yang terpasang di BMW M6 F11/F12
GruppeM Carbon Intake ini di klaim bisa menaikkan horse power sebesar 16 hp dan torsi sebesar 30 pound-feet.
Yang pasti dengan mudah mengantarkan M5 ini ke top speednya yang mencapai 300 km/jam.
Yang uniknya disini mayoritas dari anggota F10 Crew Surabaya adalah mahasiswa. Jadi ketika di tanyakan mengenai agenda kedepannya apa? Mereka hanya tersenyum saja. Jawabannya paling hanya sekedar kumpul-kumpul di parkiran mall dan juga morning atau midnight run. Intinya yang penting mereka bisa berkumpul bersama pengguna BMW F10 di kota Surabaya.
Waktunya kita untuk kembali ke kota Surabaya dengan kembali masuk ke dalam tol Pandaan – Porong.
Dan kali ini saya bersama Kevin di dalam BMW F10 nya yang dilengkapi dengan KW Suspension V3 yang rasanya malah lebih enak dan empuk daripada oem suspensionnya. Bahkan gejala body roll nya atau limbungnya tidak terasa ketik diajak menikung tajam dengan kecepatan agak tinggi. Alias grip ke lintasan.
Saya pun cukup enjoy bisa menikmati perjalanan pulang saya dengan duduk di kursi penumpang dari sedan yang berbagi chassis dengan BMW seri 7 ini.
Sampai berjumpa lagi dr morning run lainnya bersama F10 Crew Surabaya..
-Bayu Sulistyo
IG : @bayusulistyoo
*Like us on Perfourm Facebook Fanpage
*Follow us on our Twitter and Instagram: @perfourm
*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com
*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com









