The Flying Kid is back!! Kembali lagi di dunia persilatan metal to pedal motorsport Indonesia. Tapi kali ini Arya Karistianto harus melupakan SS (super stage), no gravel, no water splash, no over jump (his favorite one), dan juga no lovely best boyfriend atau navigatornya, mas Ginajar. Yang ada di hadapan bocah yang tergabung dalam team AB Motorsport ini hanyalah wide open tarmac Sentul International Circuit yang mempunyai panjang lintasan 4,12 km dengan jumlah tikungan sebanyak 11 buah.
Setelah pada hari Rabu malam saya baru saja landing dari terdamparnya saya di Malaysia selama 2 minggu bersama The Tiger Veory Power Nissan GT-R R35. Sabtu paginya saya harus living on the jet plane lagi menuju ke kota Jakarta. Jadi saya hanya terhitung 2 hari di kota Surabaya hanya untuk meetinbg sama client saya dan nyuci baju.lol.
Bisa dibilang dari saya masih ingusan sampe sekarang saya masih ingusan atau meler juga, semua kota atau rute yang ada di dalam mini map ini pernah saya datangi. Dulunya saya living on the jet plane ikut orang tua saya pindah-pindah tugas di 8 kota Indonesia (samapai saya SMA). Lalu saya melanjutkan hobby travelling saya di kota ( Pekanbaru, Medan, Batam) dan negara (Singapore dan Malaysia) yang belum pernah saya kunjungi dalam rangka kerja yang terlihat seperti orang liburan atau malah main.
Dan tentu saja ada perasaan senang ataupun home sick. Karena saya jauh dari orang tua (love my parents), dan mungkin someone yang jaraknya a thousand miles from home. Karena di Pesawat tidak bisa browsing, yang hanya saya bisa lakukan adalah memakai ear phone, lalu memutar lagu kesukaan saya
Sambil memandang one of my favorit view atau scene, the wide open blue sky. Semenjak saya memulai Perfoum di bulan Maret 2013 ini, hampir setiap minggunya (week end) saya selalu travelling ke luar kota untuk liputan. So if you looking me at the weekend, maybe me I’m not in Surabaya, probably i’m thousand miles from you.
Dan hidup saya tergantung atau ada di tangan Allah SWT melalui pilot ini. Karena kendaraan yang paling banyak saya gunakan untuk acara wira wiri saya adalah pesawat. Nice flight captain. Untung saja SIM nya tidak nembak. lol
Setelah pada malam minggunya saya datang ke kondangan salah satu teman saya, yaitu Rio Myb AP Speed. Minggu pagi harinya saya pun menuju ke Sentul Circuit yang jaraknya sekitar 1 jam dari rumah saudara saya di kawasan Duren Sawit. Tibalah saya di paddock AB Motorsport. Namun Arya tidak ada dilokasi, yang ada hanya navigator dan sekarang naik pangkat jadi team manager AB Motorsport, Mas Ginanjar. Para crew mekanik dari AB Motorsport pun mulai mempersiapkan E36 milik Arya, dengan memasang BBS RX 17 inch wrapped wit Bridgestone Adrenaline Potenza RE001 . Rulesnya untuk urusan ban pada ETCC adalah semua ban yang dipakai harus made in Indonesia.
Jika 2,0 Lt 3SGE berada di balik hood Toyota Corolla KE70 mobil Rally nya Arya. Kali ini mesin 2.5 lt inline 6 BMW yang internal nya masih stock menjadi dapur pacu cowok yang baru saja lulus SMP ini. Modifikasi yang dilakukan hanya penambahan front strut bar, K&N open air filter, Throttle body M50B25 + throttle body spacer, Race pink injector, M3 headers, dan akhirnya dibantu dengan Racing inspired Performance short shifter. Lainnya masih perawan.
Sementara untuk bisa membikin mobil yang basicnya mobil daily usenya Arya ini, ditambahkan piggyback Dastek Unichip Q+ dengan pilihan pembakaran sesuai dengan fuel atau bahan bakar yang digunakan.
Akhirnya untuk yang pertama kalinya semenjak saya mengenal Arya lewat FB dan dia mulai mengisi website pertama saya (2012 umur 13 tahun ), sayapun bertemu dengan anak berusia 14 tahun ini yang baru saja lulus dari bangku SMP.
Buat Anda yang belum kenalan, i give you the 12 years (2011) old kid flying around with his 200 hp KE70. That’s why i call this kid as The Flying Kid. Anda bisa membaca beberapa tulisannya di driver blog Perfourm.
Arya Karistianto memulai karier dalam dunia motorsport Indonesia pada umur 11 tahun, dengan memulai pada cabang Rally dengan KE70 nya. Selama 3 tahun di dunia Rally, Arya berrsama Navigatornya sering keluar sebagai juara ke-3 , bahkan pernah juara 1 di kelas GRB (gerak roda belakang)
Dan untuk pertama kalinya untuk Arya, dia akan meninggalkan sebentar track gravel yang menjadi makanan sehari-harinya,dan beralih ke circuit attack.
Dan juga harus putus sebentar dengan his best boy friends atau navigatornya dalam Rally, Ginajar. Kali ini yanga da hanya intercom dari Ginajar yang tak lagi memberikan informasi track lewat pace note ataupun duduk disampingnya.
Sayapun dan Arya pergi menuju ke area tepi lintasan , tepatnya di medical center Sentul Circuit. Untuk meilihat-lihat safety car Sentul Circuit yang berupa Mercedes Benz C180 CGI COUPE bemesin 1.796cc yang mampu memuntahkan tenaga sebesar 156 hp.
Dan tak di sangka-sangka saya pun mendapatkan kesempatan langka untuk mengelilingi Sentul dengan menaiki mobil Fast Doctor berupa Mercedes Benz W204 C-Clas. Ini adalah pengalaman saya mengelilingi sebuah sirkiut, setelah minggu lalu saya hot lappin di Sepang Malaysia dengan ST Wangan R33 GT-R.
Dan karena namanya Fast Doctor jadi dokternya juga harus punya driving skill yang super duper fast untuk bisa bersaing dengan para pembalap di depannya. Meet Ario Danu yang merupakan salah satu fast Doctor di Sentul Circuit. Jika tidak sedang on duty di Sentul, maka dia akan beralih profesi sebagai navigatornya Mbn Boyke Indrajaya dari team rally AB Motorsport dengan Mitsubishi EVO IX CT9A.
Race pun dimulai, green light on. Dan satu persatu mobil peserta berpacu meninggalkan grid masing-masing di garis start. namun sayang ada 1 mobil yang tak beranjak dari grid nya, yaitu Mimo dengan Nissan Cefiro A31 nya. Sepertinya bad day sedang melanda drifter yang mencoba untuk bermain grip ini.
Ario pun mulai memacu kencang mesin156 ps 1.8 lt turbocharged ini, dan mulai melewati beberapa tikungan Sentul. Dan lalu datanglah yang namanya G-Force.
Saya pun dan Arya yang duduk di kursi belakang terlempar kesana kemari karena ulah G-Force yang dihasilkan oleh tikungan-tikungan Sentul. Ini adalah 1st debut saya hot lappin di Sentul Circuit, dan yang berkesannya adalah saya hot lappin dengan mobil Fast Doctor sebanyak 2 lap. Sedangkan pada minggu sebelumnya saya juga mendapatkan kesempatan langka yaitu melakukan 3 hot laps di Sepang Circuit Malaysia dengan menaiki mobil idaman saya Nissan Skyline GT-R R33 . Wohooo…..
Dengan kecepatna rata-rata di setiap tikungan sekitar 80-100 km/h dan track lurus mencapai 140 – 160 km/hr. Fast doctor ini memburu para peserta yang sedang balapan didepannya. Bahkan saking cepatnya Ario mengemudiakn mobil fast doctornya, dia pun menempel ketat dan malah memberikan pressure buat juru kunci balapan tersebut. Dan lucunya dia sering ditegur oleh race control untuk tidak boleh terlalu dekat dengan peserta dengan posisi buncit atau juru kunci pada balapan tersebut tersebut.
Setelah mengelilingi Sentul selama 2 lap, saya dan Arya kembali menuju paddock AB Motorsport. Arya pun bersiap-siap untuk memulai 1st debutnya di lintasan aspal. Dia pun mulai memakai OMP race suit dan OMP Racing shoes nya.
Setelah memakai gear nya, Arya pun melangkah bersama Papanya Ari Karistianto menuju ke Masjid yang terletak di dalam area Sentul Circuit.
Dan melakukan sholat Dhu’hur berjama ah. Biasanya orang sholat dengan memakai sarung, kali ini ada orang yang sholat memakai race suit lengkap dengan under wear nya. God bless this kid.
Setelah menunaikan ibadah sholat Dhuhur, Arya pun kembali menuju ke paddock. Kali ini seluruh keluarga besarnya pun sudah berkumpul. Mulai dari sepupu, om, tante, orang tua, hingga kakek dan neneknya datang semua untuk memberikan dukungan kepada anak yang baru berusia 14 tahun ini.
1 jam sebelum race dimulai, saya pun memutuskan untuk melakukan ritual wajib saya yang hukumnya wajib dilakukan oleh setiap wartawan atau journalist dimanapun, yaitu makan.
Karena jika Anda sudah mulai bekerja atau meliput suatu event atau acara, maka yang ada hanya kerja kerja dan kerja saja. Anda tak akan tahu kapan Anda akan berhenti bekerja, dan berisitirahat. Tahu-tahu beberapa hari kemudian Anda terkapar di tempat tidur dengan divonis…. tipes.
Setengah jam sebelum race dimulai, Arya pun mulai masuk ke dalam cockpit BMW E36 yang mampu memuntahkan tenaga sebesar 208 hp ini.
Dan karena biasanya Arya balapan rally yang venue nya jauh dan berlumpur, maka untuk race di Sentul ini, hampir seluruh saudara atau sepupunya yang rata-rata masih duduk dibangku SD dan SMP datang memberikan dukungan untuk Arya. Yang lucunya, sewaktu Arya hendak meninggalkan paddock, seluruh sodara-sodaranya pada melambaikan tangan sambil bilang ” dada…dada…dada arya” dengan suara khas anak kecil yang imut dan lucu. Arya pun menjawabnya sambil melambaikan tangan “dada…dada” sambil meninggalkan mereka.
Arya pun mulai masuk area waiting zone Sentul Circuit dengan ditemani oleh Ginajar. Untuk urusan eksterior dan aero kit E36 ini hampir semua bagian menggunakan produk M-Tech. Seperti M-tech OEM front bumper, M-tech OEM side skirt, M-Tech OEM rear bumper, dan E36 M3 GT wing spoiler. Sedangkan coilovernya menggunakan produk V-Maxc coilover (front), dan Bilstein PSS (rear)
Dan BMW E36 yang merupakan kendaraan daily usenya bertemu dengan european car yang cc dan spec nya, serta drivernya diatas Arya. Karena cc mesin Arya nanggung yaitu 2500 cc dan standart juga , maka secara otomatis E36 nya masuk ke dalam kelas C2 kelas Super 3.000 yang dihuni mobil-mobil yang sudah fully tuned.
Bull’s on parade. Sebanyak kurang lebih 40 European car dari berbagai brand pabrikan Eropa mulai memenuhi area waiting zone yang terletak di belakang pit.
Mulai dari BMW, Mercedes-Benz, Peugeot , VW hingga Mini Cooper, dari berbagai tipe dan tahun semua nya ada disini. Mereka semua tergabung dalam kelas C2 Super 3000 (ETCC – European Touring Car Championship)
Dengan percaya diri Arya pun melangkah menuju area briefing dan photo session sebelum race di mulai.
Akhirnya bocah berumur 14 tahun itu duduk bersama para pembalap yang lebih layak dipanggil dipanggil om atau bahkan eyang.lol
See… Arya become a new kid on the block, Dan menjadi peserta termuda di ETCC. Mungkin para pembalap yang lainya berpikir,” welcome to the real world kids, and please don’t kiss my car and mess this race” Lol
Mungkin dalam event rally Arya dia sudah menempuh beratus-ratus kilometer dari SS (special stage) yang disediakan oleh panitia. Tapi dalam touring car ini, odomoter nya Arya masih menunjukkan angka 0 km alias belum punya track record atau jam terbang. Saingannya juga terlihat lebih matang dari segi umur, jam terbang, dan spec mobilnya. Dan beban mental pasti ada dalam diri Arya. Yang biasanya berphoto bersama dengan Ginanjar sang navigatornya sewaktu hendak start, kali ini hanya duduk dan berphoto seorang diri bersama dengan lingkungannya yang baru pula.
Setelah photo session dan briefing dari panitia ETCC, acara terlahir adalah tos bersama dengan seleuruh panitia dan seluruh peserta.
Biasanya Arya pada Rally menggunakan sebuah helm half face merek Peltor dengan intercom di dalamnya. Dibalapan touring ini, Arya menggunakan OMP helmet full face yang dilengkapi dengan pegangan HANS. Sementara untuk HANS ( Head and Neck Support device) menggunakan merek Schroth.
Harness dan balaclava pun sudah mulai diapakai. Arya pun sudah mulai terlihat tegang
Lalu kemudian memasangkan helm nya berserta HANS di belakangnya. Ya yang saya lihat saat itu adalah ada rasa demam panngung atau tegang pada Arya. Mungkin karena kanan kiri atau tetangga tetangga nya sudah mulai fire up the engine, dan juga ini adalah 1st debutnya di touring. Well, every start must be difficult. Tetapi bocah berumur 14 tahun ini sudahmemulai langkagh kecilnya dan berani mengambil kesempatan yang mungkin Saya dan Anda tidak mungkin bisa memiliki ataupun merasakannya.
Dan salah satu tetangga Arya dan juga peserta ETCC di kelas yang sama dengan Arya adalah “The Monster” Jimmy Lukita dari team Forza Auto One racing Team. Pembalap veteran dan andalan Indonesia ini sudah mulai turun di dunai motorsport semenjak tahun 1978 (gokart) dan 1984 (mobil). Tapi saya percaya, bahkan Andapun percaya, bahwa pria yang berumur 48 tahun ini juga merasakan demam panggung ketika memulai 1st debutnya di dunia balapan gokart ataupun roda 4. Dan apa yang bisa membuatnya hebat dan berada dibalik kemudi mobil-mobil tercepat di Indonesia? jam terbang my friends…jam terbang.
Papanya Arya, Om Ari pun membantu Arya di menit menit terkakhir sebelum masuk ke dalam circuit. Yaitu menyesuaikan suara radio antara Arya dengan crew yang ada di pit. Jika terlalu keras suara pada radio Arya, maka Arya akan merasa terganggu dengan suara radio tersebut. Jadi Arya meminta volume suaranya untuk disesuaikan dengan kebutuhannya.
Volume radio pun oke. Arya pun siap untuk memasuki area circuit.
Tapi sebelumnya, saya pun memberikan dukungan kepada Arya untuk berjuang semaksimal mungkin di 1st debutnya di lantanas circuit. Pesan saya cuma satu” bring da car home again, and don’t fly it lah”lol
Lalu kemudian papanya, juga memberikan dukungannya yang terakhir sebelum anaknya masuk ke dalam circuit. Pesan atau targetnya Ayahnya cuma satu, just finish the race, no matter what position are you.
Tak disangka saya bertemu dengan Si Denny “The Sembalap” Pribadi, yang merupakan pembalap dari kota Surabaya. Langsung saja saya memulai sapaan saya dengan kata-kata mutiara khas Suroboyo, seperi pecel pinCuk dan jan..gkrik. Kami pun saling bersalaman mesra sebelum akhirnya saya melepas Sembalap ini (sembarang di balap).
Arya pun bersama rombongan peserta laiinya mulai bergerak meninggalkan pit menuju ke dalam sirkuit sepanjang 4.12 km ini.
Sementarasi Sembalap, Denny Pribadi terlihat seperti artis saja ketika melewati pit, sambil melambai-lambaikan tangannya. Dasar sampel ! (dasar gila) lol.
Dan sayapun akhirnya berjumpa kembali dengan salah satu anggota genk wartawan otomotif yang bernama The Koplakz, karena berisi wwartwan otomotif yang koplakz, narsis, suka saling memphoto sesame wartawan, dan selalu berebutan memphoto dan meminta pin bb para model atau hotbabes. Yang ini adalah Fajar dari Sportku.com. Sayang nya si ketua the Koplakz yang merupakan anak dari wakatipdal (wakil kepala penitipan sandal) dan wakapoldur (wakil kepala polisi tidur) si Begenk Sportku.com tidak bisa hadir karena terkena sakit encok, akibat pas touring motor bysonnya disenggol nenek nenek naik mio. Lol
Saya pun tak menyangka jika pada hari yang minggu lalu saya berada di Sepang international Circuit Malaysia, dan seminggu kemudian (minggu berikutnya) here I’am, berada di Sentul International Circuit Indonesia. It’s just like a dreams guys.
Arya pun mulai menempati grid atau garis start ke-25 dari 30 peserta. Grid atau garis start ke 25 ini didapatkan dari hasil qtt pada hari Sabtu nya.
Dan orang yang paling bingung , tegang ,dan mual-mual pada saat itu adalah Ginajar yang merupakan navigator Arya sewaktu Rally. Maklum biasanya mereka selalu ngedate ber-dua di lintasan rally, tapi kali ini mereka harus pacaran long distance relationship. Ginanjar pun merasa tegang dan mual-mual karena takut ada apa-apa terjadi sama Arya,maklum biasanya dia yang membantu memberikan rute track rally melalui pace note, kini dia Cuma bisa halo-halo lewat radio. “ Yang mau balapan sapa, tapi kenapa gua jadi tegang sama mual-mual gini ya?”, kata Ginanjar. Lagi hamil tua ya mas?Lol
Jelas sekali dari mata saya kalo Arya sedang tegang sekali menghadapi 1st debutnya di ajang touring ini. Sayapun atau Andapun pasti ikut tegang menghadapi situasi ini, apalagi ini adalah malam pertamanya di touring.
Yang biasanya dia dilepas satu-persatu dengan selang beberapa menit untuk menempuh beberapa SS atau special stage.
Tapi kali ini dia dilepas secara massal atau pun rombongan. Dan mereka semua berebut untuk menjadi yang tercepat dan terdepan dalam hanya 12 lap saja.
Bagi seorang perally muda yang biasanya the road is mine, tapi kali ini berubah menjadi the public road ini, tentu saja tak mudah. Banyak hal yang harus disesuaikan dan dibuang jauh-jauh adat istiadat rally, seperti over steer dan e-brake. Yang ada disini adalah racing line, grip, grip,and grip.
Culture Rally kalo bisa saya bilang lebih keras dan menantang daripada touring atau motorsport manapun. Karena yang musuh yang harus kita kalahkan adalah yang bernama alam dan diri kita sendiri, karena kita tak punya pembalap yang hendak dikejar didepan kita. Tapi touring juga menurut saya ada bright side nya, yaitu melatih dan menguatkan mental seseorang untuk bisa bersaing dan meraih posisi yang terdepan. Tetapi kembali lagi jika Anda sudah menjadi yang terdepan, maka musuh Anda berikutnya adalah pembalap yang bernama diri Anda sendiri. You’ll never know if you dont go, and you’ll never shine if you don’t glow. So let’s race….
Saya tidak melihat Arya memulai 1st debut start nya di ajang European Touring Car Championship karena saya harus lari-lari menuju S kecil untuk mendapatkan posisi angle dan pas untuk memphoto Arya. Jika Anda pergi menonton event touring, ini adalah tempat yang paling pewe (posisi wuenak) untuk menonton aksi circuit attack.
Sudah tiba duluan dan duduk di barisan paling depan ada om Ari, Ayahanda dari Arya yang tampak sedikit rada atau bahkan tegang sekali menanti anaknya melewati S kecil ini. Maklum biasanya dia cuma melihat anaknya sekelebat balapan sendirian di tengah hutan atau sawah, tapi kali ini harus keroyokan berebut jalan dengan pembalap lainnya.
Start pun dimulai, dan beberapa saat kemudian rombongan besar kelas C2 Super 3000 cc dari European Touring car Championship ini mulai memasuki area S kecil. Saya pun mencari-cari dimanakah The Flying Kid ini? Apakah dia sudah terbang atau over jump keluar lintasan, ngadat, atau malah wrong way.
Ah ternyata Arya baik-baik saja disana,bahkan dia menempel dekat dengan si Sembalap Denny Pribadi. Saya dan Papanya Arya pun senang bercampur lega ketika melihat Arya memasuki tikungan S kecil dengan cepat dan lancar. Sory guys meskipun ini RWD, but no oversteer or even sideways action here.
Arya pun dengan cepat sekali keluar dari tikungan S kecil menuju lintasan lurus di depannya.
Di lap 1 ini Arya masih kuat dan bisa menempel ketat rombongan mobil lainnya yang berada di depannya
Tapi begitu memasuki lap ke-2 Arya pun sudah mulai keteteran dan mulai tertinggal atau menjauh dari rombongan utama di depannya.
Dan akhirnya habit atau adat istiadat Rally terbawa juga di Lap ke-3. Arya pun melintir di R1 (tikungan pertama) karena terlalu keasyikan full throttle dan lupa atau telat injak rem. Dan Sekali lagi Arya melakukan kesalahan yang sama di lap yang ke-5 di R3. Read the braking zone sign please.
Sementara persaingan di lini depan semakin memuncak antara 2 BMW yang berada di posisi terdepan, yaitu FreddySetiawan (kiri) dan Andre Timothy (kanan).
Sampai-sampai mereka kedua pembalap ini ngotot dan tidak mau mengalah ketika hendak masuk ke dalam tikungan, dan terjadilah hard breaking yang sampai membuat asap mengepul dari ban ke-2 mobil Biem tersebut, dan berakhir dengan terdampar di gravel.
Sementara Arya tampak fine-fine saja menimati lap demi lap nya yang mulai di over lap oleh pembalap yang berada di barisan terdepan. Seperti Freddy Setiawan dan Andre Timothy. Dan berusaha untuk tetap stay on track.
Dan di lap-lap berikutnya Arya sudah mulai keteteran dan disalip lagi oleh pembalap yang dibelakangnya, bahkan di over lap.
Dan akhirnya dilap terakhir karena merasa sudah sia-sia tidak bisa mengejar ketinggalannya dengan rombongan utama, Arya pun memutuskan untuk sedikit have some fun dengan 208 hp E36 nya. Doing some drifting action at little S (S kecil). Jika saya ada disana pasti saya akan teriak..”One More Time !!!!!!”lol. Gue suka gaya lo brow…..
Dan akhirnya Arya menyelesaikan Special Stage yang terberat dalam karier balapnya, yaitu 49,44 km ( 4.12 km X 12 lap = 49,44 km ), dengan finish pada posisi ke 20 dari 30 peserta. Target papanya pun terwujud, yaitu finish the race dengan total lapnya 23.55.220. 2 menit lebih lambat daripada sang juara kelas ini Andre Timothy dari team Yuasa Racing yaitu 22.07.512
Tak demikian dengan Arya, dia merasa marah dan kesal sekali dengan hasil balap ini. Kenapa menyesalkan kenapa dia tidak bisa konsentrasi dalam mengemudikan mobilnya sewaktu memasuki tikungan, sehingga membuatnya harus melintir dan keluar dari racing linenya karena keasyikan gas pol dan telat rem di braking zone. See I told you before kids, no over jump and sideways action here.
Satu lagi yang paling membuat Arya kesal dengan balapan ini, yaitu suhu atau temperature di dalam cabin atau pun race suitnya meningkat drastis. Sehingga membuatnya kepanasan dan kehilangan konsentrasi dalam mengemudi. Dan akhirnya membuat dia keteteran di belakang.
Sementara dewi apes (sorry dewi fortuna nya lagi ngambek) sedang menimpa pembalap andalan Jatim, yaitu Denny Pribadi. Mobil pembalap yang mempunyai julukan the sembalap ini (sembarang dibalap), tiba-tiba over heat ketika masuk ke area pit. Sehingga membuatnya terlihat seperti sedang memasak air. Mas…mas.. atene masak banyu ? opo atene balapan mas? Ampe umub ngono montore.lol (mas..mas..mau balapan atau masak air? Sampe mendidih gitu mobilnya?Lol
Begitu selesai race, satu persatu mobil peserta pun ditimbang untuk mengetahui berat dari mobil tersebut. Sedangkan berat mobil Arya plus Aryanya sendiri sekitar 1341 kg
Arya pun tampaknya setengah puas dengan hasil balapan hari itu. Puas karena target nya bisa ikutan finish dengan peserta-peserta lainnya bisa terwujud. Setengah menyesalnya karena sampai 2 kali dia harus melintir sewaktu melewati tikungan. Tapi over all menurut saya anak ini punya potensi dan bakat, buktinya dia masih bisa stay on track selama 12 lap. Daripada saya atau Anda, paling-paling ketemu R1 atau tikungan pertama sudah ada tanda wrong way..wrong way..wrong way..pada kaca depan Anda. lol
Dan rencana kedepannya Arya akan membangun atau bore up (naik spec dan cc) menjadi 3.000 cc supaya bisa bersaing dengan mobil pembalap-pembalap lainnya yang cc nya sudah 3.000 cc bahkan lebih (E36 Arya masih pure 2.500 cc)
Akhirnya race yang dimulai pada jam 2 siang hingga jam setengah tiga ini harus berakhir. Sayapun harus pulang menuju ke rumah saudara saya yang jaraknya sekitar 1 jam, oh tidak, jadikan 2 jam jika Sore hari begini. Sayapun pulang dengan diantarkan oleh salah satu crew mekanik AB Motorsport dengan Nissan Serena yang 7 seaternya berisi kerdus, oli, kunci ban dan tetek bengeknya, sampai hanya bisa menampung 2 orang saja, yaitu saya dan supirnya. Dan hujan di sore hatri itu mengiringi perpisahan saya dengan anak yang semenjak berumur 12 tahun ini saya juluki “the Flying kid” karena hobbynya yang suka gas poll ketika melewati over jump.
Well, that’s it my report with Arya Karistianto a.k.a The Flying Kid dari team AB Motorsport Jakarta, yang sudah memulai dan menyelesaikan 1st debut balap touring atau balapan di track tarmac dengan hasil yang very-very good start. Karena sudah memenuhi target nya dan orang tuangnya, yaitu finish the race atau bahsa Indonesia nya, yang penting finish dulu. Ada wacana Arya akan membangun E36 ini menjadi circuit attack ataupun tertarik untuk memboyong Honda Brio dengan spec touring. Tapi yang jelas rencananya pada musim Rally 2013 ini, Arya akan menggantikan KE70 nya dengan evo IV, dan naik kelas. Kita nantikan saja kelanjutan cerita dari The Flying Kid. Tetap di Perfoum.com guys….
-Bayu Sulistyo |nyonk|
* Like us on our Facebook Fanpage
*Follow us on our Twitter and Instagram : @perfourm
























































































