Terlalu manis untuk di lupakan, dan juga terlalu sayang untuk hanya sebuah kenangan di dalam sebuah folder photo yang bernama Sentul Drag race 2013. Karena terlalu banyak acara dan juga materi yang sudah berada di waiting zone dan menunggu untuk di startkan. Saya pun sampai terlupa dengan kisah kasih saya dalam sejarahnya saya pertama kalinya saya menginjakkan kaki saya di the one and only International Circuit in Indonesia. Sentul International Circuit. Oleh karena itu, diwaktu yang agak senggang ini saya menyempatkan waktu untuk bernostalgia dengan Sentul Circuit dan juga beberapa peserta Sentul Drag Race round 1, 13-14 April 2013 yang lalu.
Inilah pertama kalinya saya melihat secara live atau langsung wujud nyata nya Sentul International Circuit, setelah sekian lama ngidam saya tak terwujud. Karena kos atau tempat tinggal saya letaknya kurang lebih 1000 km dari pit nya Sentul.
Dan inilah pertama kali nya kaki kecil saya menginjakkan kaki di pit lanenya Sentul. Dan khusus untuk di Sentul, saya membawa sebuah Puma Sparco racing Shoes yang telah saya miliki semenjak saya kuliah (2004-an), yang memang saya jarang pake karena sepatu ini harus menginjakkan aspal Sentul Circuit terlebih dahulu. Dan akhirnya terwujud.
Thanks a lot buat The Two Brotha Racing, atau duo kakak beradik, Rio dan Rian, dari team Myb AP SPEED yang sudah mengundang saya untuk meliput drag race di Sentul bersama Tomahawk AP SPEED Honda Civic EG6.
Pagi hari waktunya sunbathing dulu untuk sebagian mobil. Dan salah satunya adalah EG6 yang sudah dilengkapi dengan aero kits yang berupa lips yang menyerupai seperti sebuah pisau yang siap mengahambat angin masuk kedalam kolong mobil. Dan juga ada SSR type C wrapped with Toyo Proxes R888, serta Project Mu brake kit system tersembunyi di balik rimsnya
Halo nama saya Casper, Hantu atau Mobil yang ramah. Jika Anda dulu seangkatan saya atau masa kecil kurang bahagianya dihabiskan pada era 90’s, maka Anda akan hapal dengan kata-kata orang yang melihat Casper.Tapi khusus untuk Engine+ Honda Civic EG6 ini.
Jawabannya adalah” Ha…ha..hantuuuuuuuuu!”. Lupakan soal Si Hantu Casper yang ramah, karena engine H22T dari Casper ini terbilang tidak ramah kepada mobil-mobil lainnya, alias monsta machine. Mau tau seberapa nightmarenya horsepower yang dihasilkan oleh the lil mosnter ini, 954 hp pada Dyno Dynamic, dan 849 hp on wheels. Jun Custom Billet crankshaft, JUN connecting road, Wiseco pistons, Crower Valve spring, lalu dicangkokkan dengan kepala silinder yang sudah di porting dengan mesin CNC dan camshaft Skunk2 Tunner Series. Garret GT series, full race header, dan Haltech Platinum series yang membuat Casper ini menjadi lebih menakutkan. Dan best time yang diraih so far baru 11.750 detik. I think it’s a nightmare for Mitsu kid or other awd turbo car.
Biar tambah dingin PWR water to air intercooler + radiatornya( karena tertutup front bumper) jadi jalan-satu-satunya untuk memadatkan dan mendinginkan udara dari turbo atau exhaust adalah meletakkan es batu pada tempat khusus.
My favorite car of the day, Mazda RX-7 FC3S milik dari team Veory Power bukan Red Suns.
Berjalan-kalan di pit Sentul kali itu membawa saya ke sebuah mobil yang terlihat un familiar buat saya yang dari saya SMP (1995) sudah nyanggong di pinggir lintasan Surabaya. Ternyata itu adalah mobil Toyota Hi-Lux pick up diesel. Service car kah dia? Tapi jika mobil diesel ini service car, kenapa dia memakai skinny tires?
Meet the diesel power. 370 Hp 2KD-FTV 2500cc (stock engine+stock internal) dan memakai Injector stage3 by Thaijid Nozzle100. Jangan lupakan juga otak dari si monster Hi-Lux ini , ECUSHOP standalone. Best time dari si Mosnter Hi-lux ini adalah 13.5 detik.
Sementara untuk menambah panjang napas dari mesin 2.5 Lt Toyota ini, Teddy dari Rev Engineering mencangkokkan cangkokkan turbo dari Mitsubishi TF06-22V (boost 48psi) + Nitrous.
Untuk interior atau cockpit nya terbilang cukup minimalis, hanya ada Bride seat untuk kernet nya dan, untuk supirnya. Tarik mang.lol
Bagian bak nya yang biasa berisi sayur mayur dan kawan-kawannya yang berupa sembako. Kini berubah menjadi benar-benar open pick up. Yang dulunya sembako berubah menjadi seperangkat peralatan perang di lintasan 402 meter.
No pump gas. No problem. Back to basic. Pompa manual. Saya tak habis pikir dengan anak-anak dari team BL racing Bandung ini yang secara estafet atau bergantian memompa ke-2 slick tyre nya dengan pompa yang hanya khusus digunakan untuk….sepeda ontel.
Apapun itu olahraga dan aktifitas, ataupun hingga sampai menyangkut ehem-ehem pasti ada pemanasan alias foreplaynya terlebih dahulu. Nah tepat di area parking lot pit Sentul digunakan sebagai tempat foreplay bagi para peserta yang ingin mencoba mobilnya sebelum race.
Welcome to the block buster movie scene, The Fast and Furious ala Indonesia.
Bisa jadi ini the next sekuel dari The Fast And Furious 7. Dan sang Toretto akan berkata “ This is Indonesia, not Brazil” dari dalam sebuah Honda Jazz GE8.lol. Sorry buat editan saya yang masih cupu> baru belajar bikin awan.
Saya juga baru tahu ada mobil yang dulunya hampir dibeli oleh Papa saya ini juga ikutan drag race lengkap dengan spion tanduk, exhaust keluar samping, roll cage, and a GT-wing. Walaupun tampilannya seronok, tapi saya rada keder melihat ada air scoop di hood nya. Itu berarti he need more air, more air mean more horse powaaa.
Saya pun juga menemukan beberapa arek jawa timur yaitu arek Suroboyo dan juga Malang yang sudah jauh-jauh datang dari kawasan timur pulau Jawa untuk mengikuti seri 1 Sentul Drag race ini.
Dan saya juga untuk pertama kalinya bertemu dengan Ginanjar (bertas hitam) yang merupakan navigator nya Arya “The Flying Kid” Karistianto dari team AB Motorsport Jakarta. Yang saat itu sedang hang out dengan anak-anak club Mitsubishi Lancer SL.
Sayapun memberikan sticker Perfourm.com pesenannya Arya dan mas Ginanjar untuk dupasangkan di mobil balapnya team AB Motorsport (rally dan touring)
Satu persatu monster lantanas 402 m ini mulai keluar dari kandangnya atau pit menuju ke area garis start untuk melakukan heat yang pertama. Mulai dari FWD
RWD dengan Monster Hi-Lux yang berupa pick up and also diesel power
Hingga all-wheel drive Mitsubishi Galant yang sudah dipersenjatai dengan 3.0 Lt V6 4B11T T VR4 engine beserta AWD nya.
Dan untuk yang pertama kalinya saya berjumpa dengan teman perjuangan saya yang merupakan anggota geng neronya journalist otomotif atau The Koplakz, Fajar dari Sportku, di Sentul Circuit. Maklum dari dulu saya selalu curhat ingin liputan ke Sentul. “Akhirnya sampe juga lo ke Sentul brow ” kata Fajar.
Damn…that blue Fiesta looking so damn hot and low. Saya juga sempet rada kaget ada mahluk satu ini yang merayap di pit lane Sentul. The hottest Ford Fiesta in da Indonesia..i guess.
Hari itu juga saya sebuah Mercedes Benz C coupe dari One Make Race Mercedes Benz C Coupe berwarna pinky wingky lengkap dengan BBS rimsnya. Cute lah
Saya nggak sadar kalo dari tadi di panggil-panggil oleh 3 orang wanita yang berada di belakang saya yang memanggil-manggil saya untuk minta di photo “mas..mas..kita ga ikut di photo neh, kia kan juga kece” sambil setengah menggoda. Apa she yang ngga buat kalian ladies? Can lah.
Tapi yang menjadi my most favorite car hari itu adalah The legend of LeMans car, 550bhp Ford GT-40 milik Pak Haji Dadang dari team Veory Power. Mean machine….
Satu persatu mobil para peserta menuju ke garis start, yang merupakan kebalikan dari arah start jika event balap resmi (anti clockwise)
Kelas yang dipertandingkan pada ajang Sentul Drag Race Seri 1 2013 (13-14 April 2013) ini cukup banyak, terhitung mulai dari kelas bracket 19 detik hingga kelas FFA dengan waktu tempuh s/d 11.999 detik).
Berbagai macam jenis mobil dan dari berbagai macam pabrikan ada disini. Mulai dari standart hingga full heavy tuned, Euro to Us, Sedan to Jip, semua ada disini. Contohnya dengan mobil Proton Savvy.
Bahkan sebuah Honda Jazz GD3 yang terlihat seperti totally daily uses car untuk ke kampus dan mengantarkan emak ke pasar juga berpartisipasi pada track sepanjang 402 m ini.
Pick up juga tak mau ikut ketinggalan. Tapi kalo di lihat ini adalah pick up jadi-jadian. Sepertinya basic dasar mobil ini adalah sebuah 4 door sedan, lengkap dengan bagasinya di belakang. Bisa jadi Mitsubishi Lamcer SL atau Mitsubishi Galant jadul.
Jauh-jauh datang dari kota Surabaya, ada Yula dengan 4FTE Toyota Starlet birunya berhasil meraih best time 13,8 detik. Tetapi breakout di kelas 14 detik.
Brian O’Connor? Nay. Godzilla?Nay. Cefiro A31? Yay.Ada juga Cefiro yang berusaha kembali ke jalan yang lurus ini.
Drag race with mud terrain tires? No problemo. Buktunya Suzuki Jimny ini asoy geboy saja menggeber mesin 970 cc F10 nya di tengah lintasan sepanjang 402 meter ini. Bahkan saking asoy geboynya ngebut di Sentul, orang nya terlihat chill out menikmati wide open road sepanjang 402 m ini. Need NOS
Satu lagi perwakilan dari Arek Suroboyo, ada Aditya dengan Honda Civic EK yang sudah di swap dengan mesin B20 non vtec nya. Yang mencetak waktu 15.998 detik. Dan breakout di kelas 16 detik.
Masuklah kita di kelas neraka atau kelas dimana Power and Money is everything. Yaitu kelas bracket 13 detik hingga kelas FFA. Yang dimana di kelas ini hanya dihuni oleh mobil-mobil yang di balik hoodnya terdapat peternakan kuda sebanyak 300 kuda ke atas.
Andre Pratama atau Tedy dari REV Engineering Jakarta dengan Toyota Monster Hi Lux nya bersiap-siap untuk membuat lintasan ini penuh dengan asap hitam khas mesin diesel.
Tedy pun langsung melesat cepat meninggalkan garis start yang tentu saja aksinya ini lebih pantas di bilang seperti cumi-cumi. Alhasil mobil sudah ilang, namun asapa hitamnya masih tertinggal dari garis start hingga garis finish.
350 hp Monster Hi Lux ini pun berhasil mencetak best time nya 13.5 detik. To slow? Sure, ternyata diesel power ini sedang terkena trouble atau masalah pada engine nya sehingga membuatnya tidak bisa melesat kencang seperti mobil-mobil pick up diesel di negeri asalnya, Thailand.
Kelas 13 detik atau 13 second club pun di mulai. Dimana di kelas ini berisi beberapa pejuang NA atau All Motor di Indonesia. Salah satunya adalah Welliem Surya dari team Wisesa Motorsport dengan EG6 nya
Welliem pada heat 1 berhasil mencetak waktu 13.041 detik, dan mengantarkannya sebagai yang tercepat di kelas 13 detik. Sedangkan nasib kurang beruntung di heat ke-2 di landa Welliem, best timenya turun menjadi 13.268 detik dan menempatkan nya sebagai juara ke-4 di kelas 13 detik.
Dan Anda tahu apa yang bisa dihasilkan oleh mesin All Motor Honda selain horse power and torque, louder sound.
Mari kita mulai mengabsen satu persatu pejuang N/A atau All Motor Indonesia dengan menggunakan mobil pabrikan Honda Jepang ini, terutama andalannya the sexy back Honda Civic EG6 atau Estilo ini.
Kita pun mulai masuk ke Honda All-Motor Squad nya Indonesia, team AP SPEED Jakarta. Herdy dari team AP SPEED Jakarta berhasil mengantarkan EG6 yang loaded with 300 hp B20 engine ini juara ke-1 di kelas 14 detik dengan catatan waktu 14.027 detik
Sementara Red Devi AP SPEED (B20 hanya mampu mengantarkan Amec ke posisi ke7 di kelas 13 detik dengan catatan waktunya 14.148 detik, atau lebih lambat dari heat 1 (13.246). Sedangkan Ustad sang pemilik Red Devil hanya mampu bertengger di posisi ke 12 dengan catatan waktunya 17.093 detik. Hasil yang tidak memuaskan ini disebabkan adanya engine problem aatau ignition problem yang kumat di babak final.
Untuk AP Speed Rainbow EG6 milik Sadat, Daddy atau Bang Apre mempersenjatai EG6 milik Sadat ini dengan engine B20 yang mampu memuntahkan tenaga sebesar 328 dk. Herdy berhasil mengantarkan Rainbow sebagai juara 1 di kelas 13 detik dengan mencetak waktu 13.084
Dan sayangnya, nasib kurang beruntung dialami oleh Rian AP SPEED bersama 334 dk B20 EG6 Tom di babak final kelas 13 detik ini. Rian pun secara sukses brake out dengan catatan waktunya 12.979 detik.
Pedes-Mniz AP Speed EG6
Engine B20 yang telah di lengkapi dengan stroker kit 2.2 Lt yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 368 dk ini berhasil mengantarkan Herdy di peringkat yang 1 dengan catatan waktunya 12.315 detik. Sedangkan rekannya Sadat, berhasil menduduki podium ke-2 dengan catatan waktunya 12.630 detik.
Drag race juga selalu identik dengan mobil pabrikan asal Jepang ini. Walaupun enginenya hanya 4 silinder dan juga N/A, namun tenaga atau performance yang dihasilkan cukup besar untuk engine sekecil itu. Dengan harga aftermarket parts nya tergolong murah dan juga nggak ribet nyarinya, serta harga chassingnya yang murmer (murah meriah). Jadilah Honda golongan Civic dipilih sebagai the weapon of choices para speed freak Indonesia. Mulai dari mbahnya Civic, Honda Civic Life’79
Honda Civic EF hatchback
Honda civic EG6
Alfa Pratama dari team BL racing team dengan Honda Civic EK Ferio nya berhasil mencetak waktu 13.594, dan meraih podium ke-5 di kelas 13 detik.
Dan akhirnya line up terbaru dan juga performance car dari pabrikan om Soichiro Honda. Honda Civic Type R FD2R.
Sementara pesaing Honda di lintasan drag race Indonesia, untuk jenis Natural Aspirated adalah Daihatsu Winner dan juga Toyota. Hanya saja belum banyak orang yang mampu bereksperimen dengan mesin N/A Toyota. Setahu saya baru Barto dari Barspeed yang bereksperimen dengan 7,6 detik (201m) 4AGE 20 valvenya. Andi Paengrongi dengan Daihatsu Charade Winner nya berhasil mencetak waktu 15.381 detik, dan mengantarkannya ke podium ke 5 di keles 15 detik.
R. Vidi Yunesta P dari CPNK Racing Team dengan Toyota Corona 3SGTE nya berhasil mencetak waktu 12.737 detik. Dan keluar sebagai juara ke-3 di kelas 12 detik.
Sementara para Mitsu Kid yang juga merupakan raja jalanan dan highway, juga terlihat begitu dominan di track lurus 402 pada kelas 14 detik hingga FFA. Mulai dari Lancer GLXi yang sudah di convert menjadi evo III atau CE9A
Evo IV atau CN9A
Another CE9A atau Evo III
Evo VI atau CP9A
Evo VIII atau CT9A
Hingga Mitsubishi Galant yang sudah di swap dengan mesin 3.0 Lt. V6 4B11TT dari Galant VR-4.
Sementara beberapa exotic atau premium car yang sudah rada di tuned juga ikut beraksi di event kali ini. Yoga Koswara dari team Veory Power dengan Porsche Panamera berhasil meraih podium ke-3 di kelas 13 detik dengan catatan waktunya 13.290 detik
Agak naik 1 peringkat di atas Porsche Panamera yang juga masih rekan satu teamnya dari team Veory Power, Yogi Eko Nurdiona berhasil meraih podium ke-2 di kelas 13 detik dengan catatan waktunya 13.366 detik dengan Ferrari
Sementara Mazda RX7 FC3S dari Veory Power yang dikemudikan Benny Hidayat, gagal masuk ke heat ke-2 karena terkena jump start.
Masuklah kita di kelas yang paling brutal atau hardcore dari event drag ini, yaitu kelas FFA atau Free For All. Tampak Engine+ Casper EG6 sedang bersiap-siap line up di daerah waiting zone. Saya masih ingat ketika melihat mobil ini di nyalakan, bukan suara exhaustnya yang kencang tapi malah suara Fuel pump merek Weldon sebanyak 2 buahnya yang terdengar kencang sekali.
Dan orang yang berada di balik 849 hp Civic outlaw ini adalah Lukas dari Engine+
Love the interior, simple and clean. Dan juga salah satu gear favorit saya adalah Data logger dash dari Haltech Racepak Dash . Data logger ini membuat semua kebutuhan akan data dari mobil Anda menjadi ringkas hanya dalam 1 tempat. Anyway, is that a bottle of NOS? (behind the seat)
Karena yang di handle oleh Hoosier slick tires ini adalah sebuah mesin H22T yang mampu memuntahkan tenaga sebesar . Maka tekanan bannya di turunkan hingga 7 psi untuk mendapatkan traksi sewaktu start.
Casper si EG6 ini langsungmelesat meninggalkan garis start ketika lampu hijau menyala. Namun bukannya langsung meloncat kedepan atau mulus perjalanannya, Hoosier slick tires nya tak mampu mendapatkan traksi ke aspal. Akibatnya, seperti yang terlihat disini over spin hingga sampai jarak sekitar 50 meter dari garis start. Baru setelah itu mobil mendapatkan traksi. 849 hp on a FWD car beibeh,,,
Dan setiap kali Lukas mengadakan perpindahan gigi, maka yang terdengar seperti meriam yang meledak, apa lagi kalo bukan anti lag systemnya. Sayangnya The Casper dan Lukas hari itu Cuma mampu meraih best time nya 12.749 detik. Dan harus puas duduk di posisi ke-5 di kelas 11 detik. Karena problem miss gear, mrebet, dan juga intake nya pecah setelah race . Padahal best time dari Casper ini adalah 11.7 detik dengan kondisi throttle hanya terbuka 40% karena over-spin saat start .. Somethin wrong happen here
Sementara H. Dadang dari team Veory Power dengan Nissan GT-R R35 nya bersiap-siap di garis start.
The Tiger yang di klaim horsepowernya mencapai 1348 hp ini pun langsung melesat ketika lampu start berubah menjadi hijau. Karena GTR ini AWD atau all wheel drive, jadi gejala overspin tidak ditemukan disini. Haji Dadang pun dengan sukses melesat meninggalkan garis start.
Pada Sore hari itu sebagai race pamungkas adalah Monster AWD 1348 hp The Tiger Veory Power GT-R versus Monster FWD 849 hp The Casper Engine+ EG6. Karena The Casper sedang trouble, jadilah The Tiger meninggalkan RG6 berwarna putih ini di belakangnya. Ini adalah the best show for the day.
Haji Dadang dengan The Tiger GT-R nya berhasil keluar sebagai juara 1 di kelas FFA dengan catatan waktunya 10.246 detik. Dan mengantarkannya sebagai juara 1 di kelas FFA dan the fastest of the day.
So guys itu tadi liputan Drag Race Sentul Round 1 yang digelar pada tanggal 12-14 April yang Lalu, dan sempat mendekam lama di laptop. Jadi tak ada salahnya saya back to the future ingatan saya yang rada ngelag ketika mengingat-ingat event ini. Yang penting saya ingin berbagi photo dengan para peserta nya, enjoy your photo. Untuk yang tidak ada nama dan catatan waktunya, saya mohon maaf.
-Bayu Sulistyo |nyonk|
*Like us on our facebook fanpage
*Follow us on our Twitter and Instagram : @perfourm






















































































