Drift War is back!. Drift War yang merupakan sebuah ajang drift competition sebagai program pendukung IIMS 2016 yang dilaksanakan di area outdoor JIEXPO. Drift War yang saat ini sudah memasuki seri ke 4 atau Drift War IV ini di ikuti oleh sebanyak 49 drifter dari dalam dan luar negeri. Dan yang paling special adalah pihak Dyandra Promosindo mendatangkan juri yang semuanya import supaya penilaian nya sesuai dengan kompetisi di luar negeri, sehingga skill drifter lokal bisa berkembang. Ada 4 juri yang semuanya berasal dari luar negeri, 1 dari Malaysia (Wonderbro Sharill), dan 3 diantara nya merupakan pro drifter dari Jepang.
Saya pun melihat sebuah trend yang sedang kekinian di paddock para peserta Driftwar IV, yaitu penggunaan Rocket Bunny body kit yang asli pada hakikatnya harus melakukan pemotongan bebek angsa pada bagian fender nya supaya over fendernya bisa pas. Dimulai dari Danny Ferdito dengan 200 SX nya, lalu di ikuti oleh Ziko dari team BSI Achilles Drift dengan 200SX nya.
Lalu ada BMW E36 yang dipiloti oleh Akbar Rais yang menggunakan custom Pandem Rocket Bunny E36. Jika aslinya Rocket Bunny E36 diaplikasi pada E36 coupe atau 2 pintu, maka kali ini dibuat custom untuk yang 4 pintu. Enginenya pun sudah di swap dengan 1JZ yang mampu memuntahkan tenaga sebesar 438 HP
Jika kemaren pada AMF dan ADGP 2015 Zharfan menggunakan 200SX dengan body oem, maka kali ini dia memakaikan baju Rocket Bunny pada Silvia nya yang kemudian dilebur dengan warna silver stone dengan aksen green chrome yang membuat mobil ini menurut saya sebagai the hottest drift car in Indonesia.
Dan tampaknya demam hal-hal yang berbau JDM seperti Pandem Rocket Bunny body kit yang dibuat oleh TRA Kyoto Japan sedang menjamur di Drift War, termasuk juga 3 juri yang semuanya di import langsung dari negeri asal drifting, yaitu Jepang. 1 diantaranya Anda sudah mengenalnya, yaitu Atsushi Taniguchi yang merupakan drifter yang bertarung di D1GP dan Formula Drift JPN (tengah). Taniguchi san sendiri pada tahun lalu (2015) sudah menjadi juri di Drift War III bersama Dan juga sempat ikut berkompetisi di AMF dan ADGP 2015 bersama team KUJA Motorsport
Juri ke-2 nya adalah pro drifter Masashi Yokoi dari team D-Max Japan yang mempunyai jam terbang di D1 GP Japan dan Formula Drift USA.
Dan akhirnya juri ke-3 yang merupakan juri yang sangat special bagi para peserta driftwar dan juga saya, yaitu si Ken “Monkey Magic” Nomura atau biasa dipanggil Nomuken. Seorang drifter legend dari team Blitz dengan Nissan Skyline ER34 (four door sedan). Bagi saya Nomuken adalah drifter paling lucu dan juga paling mesum di D1 GP (di video option), dan itulah yang menjadi magnet bagi para fans nya yang merasa terhibur dengan pria berusia 51 tahun ini. Dan jujur saja dia tampak lebih tua daripada Nomuken yang saya liat di video.
Dan mumpung Nomuken ke Indonesia, jadi tak ada salahnya saya meminta tanda tangan dia. Arrigato Nomuken san.
Dan juga 2 pro drifter dari Jepang lainnya Atsushi Taniguchi dan Masashi Yokoi
Saya sudah serasa liputan atau datang menonton di D1 GP Japan karena berhasil mendapatkan tanda tangan mereka. Arrigato Yokoi san.
Nomuken pun melanjutkan membuat early briefing kepada para drifter sebagai bekal mereka di top 32 atau tandem battle. Dimana Nomuken dan dewan juri yang rata-rata jebolan D1 GP Japan menerapkan aturan main atau penilaian standarisasi D1 GP Japan. Yang pasti bisa menambah pengetahuan dan yang pasti skill atau kemampuan para drifter Indonesia, karena di push sesuai aturan main D1 GP.
Dan jika Anda ingin tahu siapakah orang yang mendapatkan point tertinggi atau top qualifier dari para juri sewaktu qtt kemaren? Well, jawabannya adalah tak lain tak bukan si Rio “The Smokey” Saputro yang berhasil membuat ke-4 juri luar negeri tersebut jatuh hati dengan pria kelahiran Suroboyo ini (Di ADGP Rio menduduki peringkat ke-2 top qualifier). Sepertinya Rio sudah siap diberangkatkan ke D1 GP Japan.
Dan yang pasti bagi para drifter drifstar atau rookie, di juri dan mendapatkan aturan main layaknya diluar negeri ( apalagi sekelas mbah nya event drifting di dunia yaitu D1 GP) merupakan pengalaman yang tidak akan terlupakan.
Ada satu trend yang sedang kekinian atau happening di scene drifting Indonesia, yaitu koas pembalap lengkap dengan nomor start dipunggungnya seperti jersey sepakbola
Di kaos E. Amandio bukan Amandio yang memakai kaosnya, tapi si Larry Cheng dari Perpetually Tonnka Malaysia yang merupakan salah satu sponsor Amandio saat ini. Saya terakhir kali bertemu dengan orang ini sewaktu meliput Driftbash di GWK Bali pada tahun 2011 yang lalu.
Jadi inilah track Driftwar IV yang layoutnya dibuat oleh para dewan juri dari Jepang yang mirip dengan angka 8.
Walaupun track atau circuitnya tergolong lebih kecil daripada track AMF atau ADGP 2015 Jakarta yang lalu (sama-sama di JIEXPO). Tapi beberapa orang terlalu serius sekali dengan membawa si bazoka putih a.k.a Canon EF 500mm f/4L IS USM Lens yang biasa digunakan untuk memphoto event bola ataupun memphoto wild life (hewan liar). Dan yang pasti membuat saya ngiler sekaligus minder berat karena saya hanya menggunakan sebuah Canon 550D + lens kit 55-250mm
Dan bagi yang menganggap drifting is fun atau keep drifting fun, well lupakan soal big mambo jumbo a.k.a bazoka tadi, mereka cukup menggunakan 70-200mm lens yang ukurannya mungkin ya standart orang Indonesia.lol. Meet Alrizki Marino dari AM Studio, orang dibalik video drifting grassroots Indonesia berjudul Ngepot Yuk. Dan Dimas Rajasa dari Maximum Dog. Just like the old time dimana pertama kali saya bertemu dengan ke-2 photographer atau movie maker pada event Drift Bash di GWK Bali 2011 yang lalu. Yang jelas, gila nya tidak berubah semenjak saat itu.
Babak latihan pun di mulai, saya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk memphoto drifter yang sedang bersideways ria. Maklum saja saya dari pada waktu free practice dan qtt tidak datang. Cuaca yang bagus atau cerah membuat saya bersemangat menembak para drifter.
Mimo pun saya lihat disini ilmu driftingnya yang sempat hilang karena vakum atau cuti dari drift (bermain touring), kini kembali sakti. Terbukti dari event ke event skillnya semakin meningkat.
It’s Rocket Bunny time. Saya tak henti-hentinya berdecak kagum sekaligus mengelus dada ddan tepok jidat ketika melihat si Zharfan bersideways ria di tengah track, apalagi ketika dia latihan tandem. Mobilnya itu loh…Anjay !. Sepertinya lebih cocok jadi contest car daripada drift car.
Selain Zharfan, Danny Ferdito dengan 200sx nya yang sudah di berikan baju barunya berupa Rocket Bunny dari semenjak ADGP 2015 yang lalu. Berbeda dengan Zharfan, Danny sepertinya “just aint care” dengan Rocket Bunny body kit aslinya
Dia tampak membakar ban tanpa memberi ampun pada bannya.. tire slayer
Dan tentu saja tire slayer kita pada hari itu ada si Rio “ The Smokey “ Saputro yang sedang membakar ban Achilles 123S
But shit sometimes happen. Akbar Rais pun terpaksa harus bersideways ria dengan kondisi roda bagian depan yang patah hingga terlihat sperti idiot gang. Tapi harus saya akui, Akbar masih tetap bisa mengendalikan E36 nya dan bahkan bisa drifting dengan kondisi seperti ini.
Dan akhirnya mobilnya hard parking di tengah lintasan. E36 yang baru jadi dan masih dalam masa develop ini mengalami kerusakan pada bagian chassisnya pegangan chasternya yang patah, hingga membuat E36 Akbar tampak seperti mobil stance dengan spesifikasi idiot gang.
Bukan cuma Akbar Rais saja yang mengalami “shit sometimes happen “ pada bagian kaki-kakinya. Mico Mahaputra pun mengalami nasib yang sama pada roda kanan belakangnya. Stance everywhere..
Dibandingkan dengan track atau layout AMF dan ADGP 2015 yang lalu, saya lebih suka dengan layout Driftwar IV, walaupun sama-sama di JIExpo (beda tempat). Disini pemandangannya juga indah ditambah juga beberapa angle yang cukup bagus ketika kita mengambil drift battle atau tandemnya.
Ditambah lagi dengan cuaca yang cukup panas atau cerah, dan lintasan yang kering membuat special efect berupa asap ban semakin tampak dramatisir ketika ke-2 mobil terlibat battle atau tandem
Di top 32 M. Farhan dari Kuja Motorsport dengan Nissan Cefiro A31 (chaser)bertemu dengan Bimo dari Team BSI Achilles Drift dengan Nissan 200SX nya (leader). Farhan pun berhak masuk ke top 16
Ato mungkin duet keluarga penggemar Nissan Silvia, yaitu duo kakak beradik Dipo dan Bimo. Dari 3 kakak beradik Ziko, Bimo dan Dipo. Hanya Dipo lah yang mentok masuk ke top 4. Sementara Ziko tidak bisa start karena kendala teknis dengan mobilnnya, sementara Bimo dikalahkan oleh Farhan di top 32.
Bagaiaman perasaan Anda jika Anda mempunyai skill diatas rata-rata atau seorang super saiyan tapi berada didalam Nissan Cefiro A31 yang ber spek drift star atau rookie (under power). Itulah yang dialami oleh E. Amandio yang pada race kali ini gagal tampil bersama Toyota Aristo, hingga dia harus memaakai mobil seadanya supaya bisa bertempur di event ini (kiri). Hingga membuar Ikhsan Utama (kanan) yang menjadi rekan latihan tandemnya sempat memberikan tanda “come come..get closer you Super Saiyan…come to papa”. Tapi nyatanya Cefiro yang dipiloti Amandio tak mau mendekat, padahal Amandio terkenal akan ke agresifannya ketika sedang dog fight alias bumper to bumper dengan yang dikejarnya. Amandio pun harus puas sampai di top 16 setelah di K.O kan oleh Mimo yang masuk ke top 8.
Di top 16, Rocca dari team GT Radial Motul Drift Team yang merupakan juara drifstar AMF Jakarta 2015 yang lalu, pada kali ini mempiloti Nissan Cefior A31 milik Dido karena Dido sedang dalam pemulihan patah tulang pada kakinya akibat kecelakaan sewaktu bermain mini moto (motor kecil). Rocaa pun tampil begitu agresif sewaktu berada di depan (leader), hingga membuat Dipo menjadi blind man akibat asap yang dihasilkan oleh Rocca. Namun sayangnya sewaktu posisi dibalik, Dipo lead dan Rocca Chaser, Rocca pun melakukan kesalahan yaitu spin out ketika berusaha mengejar Dipo. Dan akhirnya Rocca pun tertahan di top 16, sementara Dipo berhak masuk ke top 8.
Bukan hanya para drifter saja yang bisa tandem di lintasan, kami juga para photographer atau rekan media bisa juga tandem dikursi taman disamping lintasan. Tandem ngudut (merokok) disela kelelahan kami yang berdiri kepanasan di tengah lapangan dari pagi hari.
Sunset atau sore hari pun menyelimuti track Driftwar IV, dimana kita akan masik ke top 8
Drifter yang berhak masuk ke dalam top 8 itu diantaranya adalah Rio SB
Pertarungan paaling seru pada sore hari itu adalah di top 8 yaitu, Lucky Reza (lead) versus Mimo (chase), dimana dalam pertarungan ini ke-4 juri memutuskan memberikan 5 kali OMT atau One More Time, karena dewan juri yang sebagian besardi dominasi oleh drifter D1 GP Japan menganggap ke-2 drifter ini sama-sama kuat. Dan akhirnya setelah menjalani 12 run (2 run race, dan 10 run OMT) juri pun akhirnya memutusakan Lucky Reza berhak maju ke top 4. It was a awesome battle..it was the battle of the day..mungkin battle of the year.
Sebelum masuk ke babak semi final atau final..mari kita berselfie ria dengan muka yang sudah gosong dan penuh dengan debu. Keep jablay fun they said..
Setelah Lucky Reza menang di perebutan podium ke-3 akibat Dipo tidak bisa start karena mobilnya rusak. Masuklah kita ke babak final yang mempertemukan antara Rio SB versus Ikhsan Utama. Dimana Ikhsan mesakan ketegangan yang luar biasa ketika dikejar atau dihantui oleh mesin 1000 HP nya Rio yang berada dibelakangnya. Dan akhirnya dari pertarungan epic pada babak final malam itu, juri pun memutuskan Rio SB keluar sebagai drift king Driftwar IV 2016 ini, dan Ikhsan Utama sebagai runner upnya.
Di kelas Driftstar keluar sebagai juara 1 nya Triweko Prabowo, di ikuti oleh Rama Anggana dipodium ke-2, sementara di podium ke-3 ada Muhammad Bayu Adinegara. Dan akhirnya di podium ke-4 ada Dendy Rizky.
Masuk ke rookie class. Sebagai juara 1 di kelas ini yaitu Allen Yong. Lalu sebagai runner upnya adalah Clifford. Sementara di podium ke-3 nya ada Rocca, dan Chandra di podium ke-4.
Di pro class keluar sebagai drift king Drift War IV 2016 ini adalah Rio SB, yang kemudian di ikuti oleh Ikhsan Utama di podium ke-2, Lucky Reza di podium ke-3. Dan akhirnya Dipo Dwiki di podium ke-4
Bosozoku ne…Yang jelas saya selalu senang mengerjai ke-2 juri dari Jepang ini , Atsushi Taniguchi dan Masashi Yokoi untuk bergaya ala Bosozoku atau ketika menjadi drifterhead to head di D1 GP Japan.
See ya on the next drift battle guys..
Bayu Sulistyo
IG : @bayusulistyoo
*Like us on Perfourm Facebook Fanpage
*Follow us on Instagram: @perfourm
*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com
*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.co












