Akhirnya, setelah sekitar 8 bulan hibernate dari gantung stir dari dunia balap 402 meter, duo kakak beradik Rio dan Rian dari team AP Speed Jakarta kembali lagi ke medan perang yang membesarkan nama mereka berdua. Yaitu Drag race. Dan pada kali Sentul Drag Race rd.4 (28 Agustus 2016) kali ini duo dragster yang pada tahun ini focus ke balap touring ini membawa 1 buah hewan baru yang fully tuned untuk bertarung di kelas paling hardcore di event drag race terpanas di Indonesia (FFA), yaitu sebuah Mitsubishi Lancer Evolution VIII GSR CT9A yang bernama Maverick
Ini adalah liputan drag race saya di Sentul setelah terakhir liputan drag race pada Sentul Drag Race rd.2 pada bulan yang lalu. Dan senang rasanya bisa melihat ban donat atau slick tire lagi dan bau VP Racing di paddock ini.
Pada Sentul Drag Race rd.4 kali ini, team yang bermarkas di Jakarta Timur ini menurunkan 6 orang pembalap
Yang akan mempiloti sebanyak 5 buah mobil. Yaitu Honda Civic EF (Nova), Toyota Soluna, 2 EG6, dan 1 Mitsubishi Lancer Evolution VIII GSR CT9A. Dan yang uniknya lagi 2 buah mesin perang team AP Speed di STC 1600 atau Super Touring Car balap Touring ISSOM akan turun di kelas 15 detik.
Termasuk juga 250 hp Honda Civic EG6 milik Rian Risky yang pada seri ke-4 ISSOM yang lalu berhasil naik ke atas podium ke-2 di kelas STC 1600
Sementara si Big Man taxi milik Ewin yang dipersenjatai dengan 450 hp 7AGTE tampak sedang mendapatkan maintance sebelum memulai heat 1 nya di Sentul Drag Race rd.4 2016 ini.
Meet the new kids on the block alias toy machine terbarunya Rian Risky dan Rio Bramantio, yaitu Mitsubishi Lancer Evolution VIII GSR CT9A yang bernama Maverick.
CT9A ini sendiri merupakan salah satu petarung lama di kelas Free For All atau FFA di scene Drag Race Indonesia atau Sentul Drag Race
Dulunya Evo VIII GSR ini adalah milik dari dragster Yose V. Adrian dari team Wisesa Motorsport
Namun pada seri ke-4 Sentul Drag Race ini, Evo yang best timenya adalah 10.1 detik oleh Yose ini berubah nama menjadi Maverick seiring berpindah tangannya si Evo ke pemilik yang baru, yaitu Rian dan Rio
Dan bagi Daddy atau Bang Apre yang merupakan tuner dari AP Speed, CT9A ini merupakan mainan baru sekaligus PR baru bagi tuner asal kota Trenggalek ini. Maklum saja, jika seluruh armada perang team AP Speed turun semua di Sentul Drag Race. Maka dia akan di buat pusing tujuh keliling oleh 6 monster drag race (6 All Motor + 1 Turbo), yang akan mulai bertarung di semua kelas yang paling hardcore. Yaitu dari kelas 14 detik, 13 detik, 12 detik, dan FFA.
Mesin 4G63T nya yang bercc Cuma 2.0 Lt ini pun dibengkakkan lagi dengan 2.4 Lt AMS Performance stroker kit yang di doping lagi dengan Turbocharger Bulls Eye S372
Untuk headernya memakai Fullrace yang disandingkan denga Tial Sport blow off dan wastegate.
Hasilnya berupa sebuah monster Evo yang mampu menyemburkan tenaga sebesar 835 WHP dengan di otaki oleh Haltech Platinum Sport 1000 yang disalurkan ke 4 rodanya dengan dog box sequential gearbox berlabel PPG. Best time dari Evo VIII sewaktu bersama Yose adalah 10.1 detik (402 meter di Sentul International Circuit)
Dan yang akan berada di dalam cockpit dan hot seat dari Evo VIII bertenaga 835 WHP ini adalah 2 kakak beradik yang memulai karir balapnya dari mobil 10 detik (EG6 standart 201 meter), yang akan melompat langsung ke area 10 detik atau 9 detik pada lintasan 402 meter.
Rian Risky pun akan menjadi pembalap utamanya dari Maverick. Secara dari pengalaman atau jam terbang dalam menjinakkan Evo di lintasan drag race, Rian lebih unggul daripada sang kakak, karena di Surabaya dia juga bertarung dengan EVO IX MRnya di lintasan drag race.
Sementara sang kakak, atau Rio Bramantio harus puas pada race day kali ini mempiloti 250 HP EG6 milik Adiknya yang digunakan untuk balap touring setelah pada saat QTT FFA dia berhasil tersingkirkan sewaktu penyisihan.
Rio pun harus puas hanya ikut bertarung di kelas bracket 15 detik alias 5 detik lebih lambat daripada Evo barunya itu.
Tak hanya Rio saja yang akan bertarung di kelas bracket 15 detik. Karena ada Iik Sudiro dengan Honda Civic EF9 nya yang sama-sama mobil balap touring di kelas STC 1600 yang pada kali ini mencoba latihan start drag race yang katanya sangat berguna digunakan pada saat start balap touring nanti.
Tak ada yang berubah dari mobil balap touring ini. Setingan mesin 250 hpnya pun masih sama, juga pada Aragosta coilovernya.
Yang berubah hanyalah pembalap yang mengisi hot seat EG6 ini, yaitu Rio R. Bramantio yang merupakan kakak dari Rian Risky.
Bisa dibilang 2 orang kakak beradik ini terutama Rio merupakan EG6 maniak, hampir sebagian besar mobil balapnya dari harian, drag race, dan touring adalah Honda Civic generasi ke-3 ini
Dan bagi duo kakak beradik ini EG6 merupakan cinta pertama mereka berdua ketika memulai karir di scene motorsport atau drag drace di Indonesia (khususnya Surabaya)
Jadi kalo ditanya soal EG6 beserta spare part mulai dari yang imitasi, kw, kanibal, hingga yang branded. Mungkin kalo dikumpulkan dari tahun 2004, mereka sudah bisa membuka speed shop khusus Honda Civic EG6. Rio pun terlihat over power ketika start dengan EG6 ini, terlihat dari banyaknya asap yang keluar dari Advan Neova AD08R
Pembalap yang juga bertarung di balap touring ISSOM Honda Jazz Speed Challenge ini berhasil melesatkan EG6 ini ke garis finish dengan best timenya
Sementara di belakang Rio ada teman seperjuangan di kelas STC 1600, yaitu sebuah 250 hp Honda Civic EF9
Yang di piloti oleh sang ownernya sendiri yang merupakan pecinta Honda Civic EF, yaitu Iik Sudiro. Dari bermain stance car dengan EFnya ini, Iik pun akhirnya merubah nouva nya yang sudah dibangun habis-habisan untuk show stopper menjadi track car atau mobil touring.
Dan tujuannya untuk mengikuti Sentul Drag Race ini adalah untuk belajar shifting yang cepat dan juga belajar reaction time ketika menghadapi start drag race yang dimana akan berguna baginya ketika menghadapi start pada saat balap touring.
Setingan mobilnya pun juga masih sama dengan balap touring. 15 inch SSR Type C yang dibalut dengan Advan Neova AD08R dan K Sport braking system beserta Aragosta Coilover.
Iik pun harus puas berada di posisi ke-25 di kelas bracket 15 detik setelah hanya mampu memncetak best time 16.211 detik di heat ke-2nya. Namun rekan satu teamnya Kiki Anggoro berhasil menduduki peringkat 1 di kelas ini dengan best timenya 15.016 detik.
Sementara Ewin Windran harus puas kehilangan podiumnya di kelas bracket 14 detik karena masalah pada mesin 7AGTE nya yang menimpa pada housing gerabox nya yang jebol. Best time Ewin sendiri adalah 14.0 detik di heat 1
Akhirnya 835 WHP CT9A bernama Maverick ini pun keluar dari kandangnya pit AP Speed menuju ke garis start untuk memulai pertarungannya di babak semi final kelas Free For All.
Rian Risky pun harus berjuang seorang diri di kelas FFA ini, karena sang kakak atau Riotidak bisa ikut mempiloti bersama Rian dan Mavericknya. Peraturannya adalah satu mobil FFA hanya boleh di piloti oleh 1 orang saja. Rio sendiri di babak QTT pada Sabtu harinya hanya mampu mencetak best time 19.053 detik akibat salah shifting. Sementara Rian mencetak best time 11.327 detik.
Rian pun memulai babak semi finalnya dengan berhasil mengalahkan Oscar Setiawan dari Boost Factory Indonesia dengan Subaru WRX yang dipersenjatai dengan mesin 550 HP rotary 13B yang dicomot dari Mazda RX-7 FD3S dengan menyentuh garis finish pada detik ke- 10.077. Yang dimana membuatnya semnetara menjadi the fastest of the day di Sentul Drag race rd.4 ini.
Berhasil mengalahkan Oscar Setiawan dari Boost Factory Indonesia dengan Subaru WRX rotarynya, Rian pun berhasil masuk ke babak final di kelas FFA yang dimana dia akan menghadapi Willy Wijaya dari Boost Factory Indonesia dengan Mitsubishi Lancer Evo IX nya.
Namun sayangnya, ketika berada di area waiting zone terjadi sesuatu pada mesin 4G63T nya Maverick. Dimana mesin 2.4 stroker kit ini pun mengalami kebocoran oli.
Hingga memaksa Daddy atau bang Apre menuangkan lagi Motul 300V 5W-40 untuk menambah debit oli di dalam mesin 835 WHP ini
Dan Rian pun tampak gelisah mendengar apa yang terjadi pada toy machine barunya ini. Dimana dia tinggal selangkah lagi menuju babak final dan podium kemenangan pertamanya di kelas paling hardcore di scene drag race Indonesia ini, yaitu Free For All.
But show must go on. Setelah berdiskusi dengan Daddy atau Bang Apre, diputuskan Maverick dan Rian akan tetap menyelesaikan race kali ini dimana ini merupakan race terakhir di kelas FFA alias babak final perebutan juara 1 dan ke-2.
Dimana dibabak final ini Rian akan bertemu dengan Willy Wijaya dari team Boost Factory Indonesia dengan Mitsubishi Lancer Evolution IX nya.
Tak mau ketinggalan dengan para pembalapnya yang sedang bertarung di babak final FFA, suporter dari ke-2 team yaitu AP Speed dan Boost Factory Indonesia pun ikut mendukung mereka langsung dari garis start.
Dari 2 kali run yang Rian lakukan pada hari ini, Rian pun mencetak best time 10.456 dan 10.077. Jika tidak ada masalah sewaktu babak final ini, bisa saja pembalap arek Suroboyo ini akan melesatkan CT9A ini masuk ke area holy land nya FFA atau Turbo Indonesia yaitu 9 detik. Dimana sebelumnya dia sudah berhasil memecahkan rekor dari Evo VII GSR ini yang dicetak oleh mantan pemiliknya Yose dari Wisesa Motorsport (10.1 detik), yaitu 10.077 detik.
Rian pun akhirnya melesatkan Evo VIII bertenaga 835 WHP ini di babak final ini dengan mulus.
Namun sayangnya ketika sedang melaju masuk ke gigi ke-4 atau sekitar 200-300 meter dari garis start, mesinnya pun jebol dan seketika langsung mengeluarkan asap putih yang cukup banyak. Walaupun mengalami mesin yang jebol dan kecepatannya melambat. Rian pun tetap berhasil memenangkan pertarungannya dengan Willy Wijaya yang telat start alias mengalami bogging sewaktu start. Rian pun finish pertama dengan catatan waktunya 11.625 detik meninggalkan Willy Wijaya yang finish ke-2 dengan waktunya 14.625 detik
Namun Rian dan Maverick pun meninggalkan PR bagi para marshal Sentul Drag Race, dimana Evo VII Rian meninggalkan jejak berupa ceceran oli dari area wating zone hingga garis finish
Namun dengan sigap para marshal pun menutupi ceceran oli tersebut sehingga race bisa terus berlangsung.
Maverick pun langsung di tarik menuju ke pit AP Speed dengan menggunakan service car
Begitu masuk ke dalam pit AP Speed, Maverick pun langsung di kerubungi oleh para crew AP Speed yang melihat langsung kondisi mesin 2.4 Lt 835 WHP nya yang mengalami kerusakan pada saat run terakhirnya di babak final perebutan podium 1 dan ke-2 di kelas FFA.
Walaupun dia berhasil mencetak sebagai the fastest of the day yaitu 10.077 detik dan memenangkan pertarungan di kelas paling tertinggi di Sentul Drag Race rd.4 ini, namun raut wajah Rian tak bisa menyembunyikan kegalauannya akibat mesin Evo Mavericknya jebol. yang berarti dia harus membangun dari O lagi.
Namun sepertinya mesin jebolnya bukan masalah, karena dia baru ingat bahwa dia dan kakaknya mempunyai spare part racing untuk Evo nya yang rencananya akan dibangun untuk drag race. Yose sang mantan dari Evo VIII ini pun mengatakan bahwa Rian adalah pembalap yang cepat beradaptasi dengan mobil balapnya, buktinya dia bisa mencetak waktu 10.077 detik.
Belum puas karena belum merasakan EG6 touringnya. Rianpun akhirnya mengikuti kelas Cons 14,5 detik. Dan akhirnya Di kelas Cons bracket 14,5 detik Rian Risky berhasil keluar sebagai juara ke-2 dengan best timenya 14.734 detik
Di kelas bracket 15 detik Kiki Anggoro berhasil keluar sebagai juara 1 dengan best timenya 15.016. Di podium ke-2 ada H. Yudi Hendrayana dari team #harapmaklum dengan best timenya 15.025 detik. Di podium ke-3 Hermawan Fajar dari BRT 2 Sodara Garage Graha Auto Tegal dengan best timenya 15.246. di podium ke-4 ada Heryko Ariyando dari Ricks Motor dengan best timenya 15.124 detik. Dan akhirnya Rio Bramantio di podium ke-5 dengan best timenya 15.424 detik.
Di kelas Cons bracket 14,5 detik Rian Risky berhasil keluar sebagai juara ke-2 dengan best timenya 14.734 detik. Sementara di podium 1 ada Muhamad H.A dari team Delta Garage dengan best timenya 14.516 detik. Di podium ke-3 ada Hermawan Fajar dari team BRT 2 Sodara Garage Graha Oto dengan best timenya 14.775 detik.
Dan akhirnya di kelas FFA atau tertinggi dari Sentul Drag Race , Rian Risky untuk pertama kalinya di 1st debutnya di kelas FFA berhasil naik ke atas podium 1 dengan berhasil menyingkirkan 2 pesaing nya yang sama-sama dari team Boost Factory Indonesia. Rian pun berhasil naik podium dengan berhasil mengalahkan Willy Wijaya dengan best timenya 11.625 detik, sementara Willy yang finish ke-2 berhasil mencetak waktu 14.625 detik. Sementara di podium ke-3 ada Billy Perdana Rindasiwi Boost factory Indonesia dengan best timenya 12.056. Rian pun berhasil mencetak the fastest of the day dengan waktu 10.077 detik.
Dan sepertinya god mode nya Rian Risky sudah kadaluarsa alias expired, Rian pun akhirnya untuk yang pertamakalinya menerima hadiah kemenangan berupa 1 ember air segar yang langsung mengarah kepadanya di saat photo session.
Di ikuti expirednya god mode nya Rio yang pada kali ini kena siraman air dari pelaku yang sama, yaitu crew pasukan katak B16 bernama Ambon.
Tidak puas dirinya diguyur atau menjadi bulan bulanan teamnya, Rian pun memutuskan untuk balas dendam kepada Iik Sudiro yang merupakan rekan 1 teamnya di balap touring STC 1600.
Well bisa jadi acara siram menyiram ini menjadi legacy team AP Speed alias akan menjadi tradisi team yang juga bertarung di balap touring ISSOM ini. Dan sepengetahuan saya, tidak ada team yang melakukan tradisi ini sesering AP Speed, terutama di balap touring.
Dan akhirnya saya bisa mengabadikan jump victory lagi ke-2 kakak beradik ini setelah terkahir kali saya memphoto moment seperti ini pada tahun lalu. Rio pun berhasil pulang dengan piala juara ke-5 di kelas bracket 15 detik, sementara sang adik atau Rian berhasil pulang dengan 2 piala di tangannya. Yaitu podium 1 di kelas FFA, dan juga piala juara ke-2 di kelas bracket 14,5 detik
4 piala hari itu juga tak akan bisa diraih jika tak ada crew AP Speed dan juga Paskat B16 atau Pasukan katak B16 yang selalu mempersiapkan mobil dan mengawal jalannya race supaya lancar dan aman terkendali.
Bayu Sulistyo
IG : @bayusulistyoo
*Like us on Perfourm Facebook Fanpage
*Follow us on Instagram: @perfourm
*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com
*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com











