Sentul Drag Race is back. Akhirnya setelah sempat diputuskan event drag race 402 meter ini hanya sampai seri ke-3 saja karena Sentul akan melakukan renovasi sirkuit untuk menyambut Moto GP 2017 yang ternyata batal. Pihak Sentul akhirnya melanjutkan Sentul Drag Race menjadi 5 seri dimana seri ke-4 kemaren diadakan pada tanggal 27-28 Agustus 2016 yang lalu.
Dan buat saya, senang rasanya bisa melihat lintasan atau straight sepanjang 900 meter ini digunakan lagi untuk ajang balap 402 meter head to head.
Setelah absen selama 3 bulan lamanya dari yang katanya seri terakhir itu (seri ke-3), Sentul Drag Race akhirnya kembali membuat jantung sebanyak 400 dragster kembali berdetak kencang mengikuti rpm dan juga speedometer mobil mereka.
Saya sendiri baru tiba di Sentul pada hari Minggu atau race day nya karena pada hari Sabtunya saya harus memenuhi undangan dari team HGMP (Hotel Grand Mutiara Pangandaran) untuk meliput mereka ketika sedang mengikuti Merdeka Drift (Drift camp) di kota Karawang, Jawa Barat
Walaupun sempat mati suri selama 3 bulan dari seri ke-3 kemaren, event drag race yang mungkin satu-satunya menggunakan lintasan sepanjang 402 meter di Indonesia ini tetap masih menjadi chick magnet bagi para dragster atau pembalap yang mencoba menjadi yang tercepat di Indonesia. Beberapa pembalap pun membawa toy machine terbaru mereka, seperti duo kakak beradik dari team AP Speed (Rio dan Rian), yang membawa 530 HP Mitsubishi Lancer Evolution VIII CT9A yang dulunya merupakan milik Yose V. Adrian dari Wisesa Motorsport.
Dari Evo yang benar-benar drag machine hingga ke mobil yang benar-benar aneh bin ajaib disulap menjadi petarung 402 meter lengkap dengan one pieces dan intercooler besar yang berarti turbo inside. Ini adalah Mazda MR90 Baby Boomer milik Arnold Rianto dari team MM Motorsport yang di sulap menjadi monster RWD dengan 2JZ no shit inside. Melihat mobil ini sayapun tersenyum karena saya seorang pecinta mobil balap yang aneh bin ajaib atau anti mainstream. Semakin aneh atau unik mobil Anda, semakin saya suka.
Aneh bin ajaib atau anti mainstream adalah memanfaatkan potensial yang ada, alias mengeksploitasi performance dari mobil yang adanya cuma itu untuk balapan tersebut mulai dari mesin yang dianggap lemah syahwat. Sampai akhirnya Anda harus puter otak untuk bisa memberikan doping viagra supaya mesin OEM nya bisa seterong
Atau jika Anda punya cash keras atau unlimited budget, Anda bisa mencapai god mode dengan cara melakukan engine swap murtad atau pindah agama dari flat engine atau boxer ke rotary. Seperti yang dilakukan Oscar bersama Boost Factory Indonesia dengan melakukan hal yang baru pertama kalinya dilakukan di Indonesia ini
Hasilnya sebuah mesin 1300cc 13B twin rotor bertenaga sekitar 550 HP ini nangkring di dalam engine bay yang seharusnya ditempati oleh 2.0 lt EJ20 boxer AWD yang disulap menjadi RWD car yang diadaptasi dengan drive shaft dan gardan atau differential dari Mazda RX7 FD3S
Jika 13B REW Subaru WRX belum juga membuat Anda on fire. Mungkin Honda Civic FD1 dengan airbrush “on fire” lengkap dengan sang pembalap yang juga on fire dandanannya. Drop it like it hot.
Tapi tak ada yang lebih cool and hottest daripada melihat tatto dan carbon fiber
Sebanyak 400 an stater atau peserta pun mulai memadati area waiting zone dan line up untuk memulai start di sebanyak 9 kelas yang dipertandingkan, yaitu mulai dari kelas bracket 19 detik hingga Free For All (FFA).
Beberapa mobil baru yang masih fresh from the oven atau keluaran terbaru pun ikut memanaskan Sentul Drag Race seri ke-4 ini. Seperti Honda HR-V yang dipiloti oleh Ahmad Nabil dari East Crew yang turun di kelas cons 17.5 berhasil merebut podium juara 2 dengan waktu 17.525. Best timenya sendiri dari HR-V ini adalah 17.3 detik. modif yang dilakukan Nabil cukup simple untuk mobil 1.5 lt matic CVT ini, yaitu ORD full exhaust system, Dastek Q4, replacement filter KNN. Tenaganya pun cukuplah untuk diajak bertarung di lintasan 402m dan ngedate, yaitu 130 hp dengan torsi 160an
Namun nasib beruntung menghinggapi Yon Ferry dari Garage Autowork dengan All New Toyota Kijang Innovanya yang berhasil mengantarkannya ke podium 1 di kelas bracket 17 detik dengan best timenya 17.037 detik
Ferry Hardian dari HJCI Warriors yang masih setia dengan Honda Jazz generasi pertamanya yang berkode GD3 ini hanya mampu bertengger diposisi ke-8 di kelas bracket 17 detik dengan best timenya 17.028
Entah kenapa saya suka sekali melihat Daihatsu Winner yang one pieces dan body nya sudah di lebut dengan warna matte green atau hijau tua doff ini. Terlihat rapi dan mirip sekali dengan stealth atau pesawat siluman.
Ignatius dari team FR363 dengan Daihatsu Charade nya mencetak best time 15,229 detik di kelas bracket 15 detik.
Sementara H. Yudi Hendrayana dari team #harapmaklum berhasil naik ke atas podium ke- 2 di kelas bracket 15 detik dengan best timenya 15.025 detik
Restu Ibu sepanjang 402 meter. Sutanpakpahan dari team Double S Engineering dengan Honda Civic LX nya berhasil keluar sebagai juara1 di kelas bracket 14 detik.
Masih dari kelas bracket 15 detik ada pendekar ngapak-ngapak dari kota Tegal yaitu Hermawan Fajar dari BRT 2 Sodara Garage Graha Auto Tegal yang berhasil naik ke atas podium ke-3 dengan best timenya 15.246. Pri asal Tegal ini juga berhasil naik lagi ke atas podium ke-3 kelas cons 14,5 detik dengan best timenya 14.775 detik
MHD Guntur dari MK Autoteknika dengan Toyota Corolla KE70 Turbonya berhasil keluar sebagai juara 1 di kelas bracket 16 detik dengan best timenya 16.004 detik
Sementara rekan satu teamnya yaitu Dimas Wahyu dengan KE70 Turbonya harus puas berada diposisi ke-15 di kelas cons bracket 15.5 detik dengan best timenya 15.972 detik. Saya masih ingat mobil ini dulu pernah over steer atau kehilangan traksi ketika selepas start dan langsung menabrak didinding pembatas sebelah kanan. Dan kini KE70 ini sudah segar dan kembali beraksi di 402 meter.
Dan akhirnya Toyota Corolla DX KE70 3SGTE paling hardcore dan terkencang pada race kali itu dipegang oleh Daniel MMS dari team Abunawas dengan berhasil keluar sebagai juara ke-3 di kelas bracket 12 detik dan mengalahkan beberapa EG6 all motor dan juga Evo dengan best timenya 12.464 detik
Ah..si moby dick alias si Mazda MR90 baby boomer ini pun akhirnya beraksi di lintasan 402 meter. Dan sama seperti nasib mobil RWD dengan power engine besar di dalam engine bay alias 2JZ twin turbo, Arnold Rianto Jati W dari team MM Motorsport pun harus berjuang untuk mendapatkan traksi atau grip sewaktu start.
Namun akhirnya Arnold pun terpaksa harus benar-benar menghadapi keganasan putaran atas mesin 2JZ nya hingga membuatnya menabrak beton pembatas lintasan ketika melaju masuk ke gigi ke-3. Tapi untungnya Arnold pun selamat dari insiden itu dan langsung keluar dengan memakai kacamatanya. Thug life..
Kira-kira kalo dibikinkan meme Thug lifenya ya kurang lebih seperti ini. Deal With it
Para marshal Sentul Drag Race pun bekerja dengan cepat pada hari itu. Proses Evakuasi mobil pun berjalan lancar dan cepat.
Sayapun langsung penasaran menyambangi si baby boomer dengan 2JZ no shit ini di pit MM Motorsport.
Thanks god. Mesin 330 hp 2JZ no shit twin turbonya dalam kondisi baik baik saja. Mungkin yang membikin Arnold garuk garuk kepala adalah ARC Intercooler nya yang sudah pesok. Dan perlu di ingat 2JZ yang berada di dalam enginebay MR90 ini masih OEM alias standart pabrik.
Yang dilakukannya hanyalah having fun dengan mobil yang dulunya pernah menjadi primadona balapan di rally dan touring ini. Dari 4 door hatchback di rubahnya menjadi 2 door hatchback, dengan M&H slick tire di roda belakangnya yang dipegang oleh gardannya L300
Sementara masuk ke dalam cockpitnya, saya langsung tercengang ketika melihat bagian bawah MR90 ini yaitu sebuah pedal.
Bukan pedal biasa, namun pedal idaman saya. Yaitu Race Pedal Box dari Tonnka. Ini adalah jenis pedal yang biasanya kita temukan di mobil balap sekelas Super GT ataupun DTM dan Time Attack,
Mitsubishi Lancer All Motor dari PKM Feat ORD Exhaust ini pun berlari cukup kencang dan sudah masuk ke area 13 detik yang dimana rata-rata dikuasi oleh Honda Civic EG6 bermesin B20. Namun mesin Lancer SOHC lokal ini mampu menembus waktu 13.932 detik. Namun sayngnya Rangga Putra harus puas berada di posisi ke-15 di kelas bracket 13 detik.
Yuhyi Syahna S dari team Wins Motorsport dengan Honda EG6 nya berhasil keluar sebagai juara ke- 4 di kelas bracket 13 detik dengan best timenya 13.242 detik
Jauh-jauh datang dari pulau Batam, Steven dari OMP Garage Batam dengan EG6 nya berhasil memborong 2 piala bergengsi di Sentul Drag Race, yaitu juara ke-2 di kelas bracket 13 detik. Dan akhirnya piala yang mampu membuat dragster asal pulau Batam ini sumringah yaitu podium 1 di kelas bracket 12 detik dengan best timenya 12.552 detik.
Dari Natural Aspirated atau All Motor kita beralih ke EG6 turbo ada Bagoes Riezki dari Supernova Racing Team dengan EG6 Turbonya yang harus puas bertengger di posisi ke-6 di kelas bracket 12 detik dengan best timenya 13.460 detik.
The New Kids On The Block di kelas bracket 12 detik yaitu Hernoto Gunawan dari team Neo BLX Performance dengan Honda Civic Ferio nya berhasil menyabet podium ke-5 di kelas ini dengan best timenya 13.057 detik. Saya cukup senang beberapa mobil dan pemain baru sudah mulai ikut bertarung di ring tinju kelas heavy weight championnya All Motor versus Turbo.
Dari FWD Turbo kita masuk ke AWD Turbo, ada Avan Abdullah dari Delta Garage dengan Mitsubishi Evo III nya harus puas bertengger diposisi ke-4 kelas cons bracket 14,5 detik dengan best timenya 14,859 detik. Namun di start yang ke-2nya di kelas ini, Avan mampu menembus waktu 14,5 bahkan brake out menjadi 13.351 detik
Jika AP Speed bisa dibilang gudangnya atau pasukan EG6 di Indonesia, maka jika kita ngomong soal gudang atau pasukannya Evo di Indonesia, mungkin team Delta Garage bisa mendapatkan julukan tersebut. Total ada sekitar 5 Evo yang bertarung dari kelas 14,13,12, dan akhirnya FFA. Dan trust me guys Evo mereka cukup membuat Anda ngiler dengan tampilan yang daily use, oem, namun brutal di performance. Seperti
Tak tampak dengan Chilli KRT- Wisesa Motorsport EG6, M. Noer Wibisono dari team KRT-Wisesa Motorsport yang berduet dengan saudaranya Hendra Wibisono. Berhasil keluar sebagai juara 1 di kelas bracket 13 detik dengan Evo IX nya yang mencetak best time 13,153. Sementara Hendra Wibisono harus puas di posisi ke-6 dengan best timenya 13,303
Oh hi WRX-7 REW Boost Factory Indonesia. Tampangnya saja yang kalem layaknya seperti Scoobie lainnya, namun di dalam engine baynya terdapat mesin sekitar 550-an HP wenkel twin rotor 13B REW yang di comot dari Mazda RX-7 FD3S.
Namun sayangnya Oscar Setiawan dari team Boost Factory Indonesia masih harus beradaptasi dengan mesin barunya ini sehingga dia belum bisa “unleash the beast” dari 500 HP rotary engine ini. Langkah Oscar pun tertahan di babak 4 besar atau semi final setelah di knock out oleh Rian Risky dari AP Speed dengan Evo VIII nya. Best time dari WRX-7 REW yang baru memulai 1st debut ini adalah 12.650 HP
Nasib beruntung berpihak pada rekan satu team Oscar dari Boost Factory Indonesia dimana Billy Perdana Rindasiwi dengan WRX STI GRB nya berhasil keluar sebagai juara ke-3 di kelas FFA atau Free For All setelah mengalahkan rekan satu team nya Oscar dengan WRX-7 REW di babak perebutan podium ke-3. Pembalap asal kepulauan Riau ini berhasil mencetak waktu 12,056
William Suliawan dari team ProDrag Putra Raflesia dengan Evo III nya harus puas knock out dari podium kemenangan setelah di heat ke-2 di kelas bracket 12 detik tidak melakukan start. Akibatnya Evo III yang merupakan langganan podium di kelas bracket 12 detik dan FFA ini juga tidak start di kelas FFA. William pun sempat mencetak waktu 12,863 detik di heat 1 kelas bracket 12 detik.
Meet the new kids on the block alias toy machine terbarunya Rian Risky dan Rio Bramantio, yaitu Mitsubishi Lancer Evolution VIII GSR CT9A yang bernama Maverick. CT9A ini sendiri merupakan salah satu petarung lama di kelas Free For All atau FFA di scene Drag Race Indonesia atau Sentul Drag Race. Dulunya Evo IX ini adalah milik dari dragster Yose V. Adrian dari team Wisesa Motorsport. Evo bertenaga 830.8 WHP yang best timenya adalah 10.2 detik oleh Yose ini, berubah nama menjadi Maverick seiring berpindah tangannya si Evo ke pemilik yang baru, yaitu Rian dan Rio
Rian Risky pun akan menjadi pembalap utamanya dari Maverick. Secara dari pengalaman atau jam terbang dalam menjinakkan Evo di lintasan drag race, Rian lebih unggul daripada sang kakak, karena di Surabaya dia juga bertarung dengan EVO IX MRnya di lintasan drag race.
Ini adalah pertarungan babak final di FFA dimana 2 orang pembalap akhirnya bertemu di puncak pertarungan setelah mereka berhasil head to head dengan peserta lainnya. Di babak final FFA kali ini mempertemukan antara Willy Wijaya dari team Boost Factory Indonesia dengan Evo IX nya melawan Rian Risky dari team AP Speed dengan Evo VIII nya.
Namun sayangnya ketika sedang melaju masuk ke gigi ke-4 atau sekitar 200-300 meter dari garis start, mesinnya pun jebol dan seketika langsung mengeluarkan asap putih yang cukup banyak. Walaupun mengalami mesin yang jebol dan kecepatannya melambat. Rian pun tetap berhasil memenangkan pertarungannya dengan Willy Wijaya yang telat start alias mengalami bogging sewaktu start. Rian pun finish pertama dengan catatan waktunya 11.625 detik meninggalkan Willy Wijaya yang finish ke-2 dengan waktunya 14.625 detik
Belum puas dengan mobilnya yang kalah akibat bogging ketika melawan Rian di babak Final FFA, Willy pun akhirnya mencoba memutuskan mencoba lagi di kelas cons brackt 14,5 detik. Hasilnya? Sudah menjadi cirri khas Evo keluaran Boost Factory Indonesia yang over power atau atau drifting ketika start. Willy pun mencetak waktu 10,435 detik
Di podium kelas braakcet 12 detik OMP Garage Batam pun akhirnya mengusai podium ini dengan EG6 All Motor mereka. Ada Steven OMP garage Batam di podium 1, lalu di ikuti oleh rekan satu teamnya dari OMP Garage Batam di peringkat ke-2 yaitu Mirwan. Di podium ke-3 ada Daniel MMS Abunawas, podium ke-4 Umar A Basalamah Delta Garage. Dan akhirnya Hernoto Gunawan Neo BLX Performance di podium ke-5
Dan akhirnya di kelas FFA atau tertinggi dari Sentul Drag Race , Rian Risky untuk pertama kalinya di 1st debutnya di kelas FFA berhasil naik ke atas podium 1 dengan berhasil menyingkirkan 2 pesaing nya yang sama-sama dari team Boost Factory Indonesia. Rian pun berhasil naik podium dengan berhasil mengalahkan Willy Wijaya dengan best timenya 11.625 detik, sementara Willy yang finish ke-2 berhasil mencetak waktu 14.625 detik. Sementara di podium ke-3 ada Billy Perdana Rindasiwi Boost factory Indonesia dengan best timenya 12.056. Rian pun berhasil mencetak the fastest of the day dengan waktu 10.077 detik.
Well sebelum pulang sayapun diberikan oleh-oleh berupa Chilli BKRT-Wisesa Motorsport t-shirt oleh Hendra Wibisono. Thank you mas bro
See ya on round 5 guys. Keep pushing…!!
Bayu Sulistyo
IG : @bayusulistyoo
*Like us on Perfourm Facebook Fanpage
*Follow us on Instagram: @perfourm
*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com
*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com










