Mogu-Mogu Achilles Motorsport Festival is back. Drift competition yang diadakan oleh Mogu Mogu dan Achilles Radial ini akhirnya kembali menyapa para drifter dan car enthusiast di akhir tahun 2016 ini. Setelah sukses dengan 3 seri di tahun 2015 (Yogyakarta, Surabaya, dan Yogyakarta), Mogu Mogu AMF 2016 kini menyapa kembali kota Yogyakarta pada tanggal 18-19 November 2016 yang lalu. Dimana kota Gudeg ini sekali lagi menjadi seri pembuka atau kick off dari drift party nya para drifter Indonesia.
Bertempat di Stadion Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta. Mogu Mogu Achilles Motorsport Festival 2016 round 1 ini sudah dimulai pada hari Jum’at, 18 November 2016 dengan sesi practice yang di iringi guyuran hujan yang terus menerus dari pagi hingga sore membuat ke-35 drifter yang datang dari berbagi kota di Indonesia (Jakarta, Bandung, Yogya, Surabaya, dan Bali) bermain diatas track basah
Akibatnya beberapa kali sesi practice atau latihan di hentikan oleh Racing Committe karena derasnya curah hujan hingga membuat pandangan para pembalap terbatas dan genangan air yang cukup dalam pada track.
Hingga akhirnya sesi free practice yang sedianya selesai pada siang itu, dan dilanjutkan dengan sesi QTT pada sore harinya dan tandem practice pun buyar semua gara-gara cuaca yang tidak bersahabat. Akhirnya diputuskan malam harinya track pun dibuka untuk free practice dan tandem practice
Yogyakarta pun diwakilkan oleh salah satu lokal hero nya yaitu Chandra Kenzo dari team HTJRT atau Haji Tjandra Racing Team yang jam jerbang dalam scene drifting di Indonesia sudah cukup tinggi.
Anda akan menemukan bahwa cockpit atau ruang kerja para drifter ini berubah menjadi diskotik atau dugem yang penuh dengan lampu yang warna warni pada saat mereka beraksi di malam hari.
Team Achilles pun memperkenalkan livery barunya pada mobil para drifter yang di sponsori oleh pabrikan ban asal Indonesia ini. Terdapat 3 drifter yang menggunakan livery baru Achilles Radial dengan produk ATR Sport 2 dan 123S sebagai desain utamanya, yaitu Ahmad Fadilah, Evan Pratama, dan Ikhsan Utama.
Well, walaupun lintasan masih basah dan banyak terdapat genangan air di beberapa titik, namun para drifter nasional ini tetap flat out untuk mengikuti sesi free practice dan tandem practice.
Acara free practice dan tandem practice yang molor hingga jam 10 malam ini, membuat PR atau Home work para mekanik menjadi lebih berat daripada biasanya. Maklum saja biasanya mereka sudah mulai mengerjakan PR mereka sore hari hingga malam hari dengan harapan sebelum tengah malam sudah balik hotel dan tidur nyenyak untuk persiapan race day esok paginya. Namun kini, jam 10 malam mereka baru memulai bekerja dengan tekanan deadline besok pagi PR sudah harus selesai dan mobil dalam kondisi siap perang.
Minggu, 19 November 2016. Kondisi kota Yogyakarta dan Stadion Maguwoharjo pun tampak cukup cerah dari pada hari sebelumnya yang hujan walaupun di langit mendung masih terlihat. Dan di beberapa paddock pun masih terlihat beberapa mekanik yang masih belum selesai mengerjakan PR mereka dari tadi malam. Seperti para crew AHT Garage yang sedang menangani mesin SR20DET pada Mazda RX8 nya Regi.
Jika pada tahun lalu di AMF 2015 round 1 Yogyakarta, kota Surabaya diwakilkan oleh Michael atau Madmike dengan Mazda RX8 yang turun di kelas driftstar. Maka di tahun 2016 ini kota Surabaya diwakilkan oleh drifter nya yang bernama Evan Santoso dengan Nissan Cefiro A31 2JZ yang sepertinya sudah mengenal seperti apa kejamnya drifting itu
Sama nama depan Evannya, namun beda nasibnya. Jika Evan Santoso baru kali ini mengikuti event drifting nasional di luar kota dan mempiloti Nissan Cefiro A31 2JZ. Maka Evan Pratama sudah katam dengan namanya drift competition dan sudah move on dari Nissan Cefiro A31 nya menuju ke toy machinenya yang baru, yaitu sebuah Toyota Chaser X100 yang terlihat kawai dengan livery Achilles ATR Sport 2.
Beberapa drifter pun terlihat sudah tampil lebih profesional dengan berhasil mendapatkan beberapa tempelan sticker sponsor pada mobil mereka. Seperti Danny Ferdito yang pada seri ini baju Intersport melekat pada 200SX Rocket Danny. Danny sendiri merupakan salah satu King di beberapa seri kejuaraan Gymkhana yang diadakan oleh Intersport di tahun 2016 ini.
Dari geng keluarga S chassis yaitu BSI Achilles Drift Team ada duo kakak beradik Bimo dan Ziko yang menggunakan Nissan 200SX lengkap dengan Rocket Bunny body kit dengan facelift S15
Lucky Reza yang semenjak event Drift War 2016 yang lalu menjadi drifter Team Pertamax Motorsport, pada event kali ini menadapatkan durian runtuh sebuah S chassis dari sang team manager Rifat Sungkar. 200 SX yang di lengkapi dengan Rocket Bunny aero kit ini dimasukkan mesin VH45 milik Lucky Reza yang di comot dari Nissan Cefiro A31 nya. Dulunya yang menghuni engine bay 200SX milik Rifat Sungkar ini adalah LS7.
Ada hal unik yang terjadi di seri kick off AMF 2016 ini. Yaitu banyaknya drift machine baru yang bermunculan dengan mobil yang anti mainstream lengkap dengan body kit yang rasanya sebentar lagi sudah menyandang label body kit sejuta umat, yaitu Rocket Bunny. Seperti New Kid On The Block, Aldy Bosar dengan Nissan Fairlady Z Z33 yang lebih mirip sebagai mobil stance meet daripada drift car.
Tapi ada satu new weapon of choice atau most hardcore drift machine di Indonesia yang lahir di event AMF Yogyakarta ini, yaitu BR2Z dari team Hotel Grand Mutiara Pangandaran atau HGMP
BR2Z adalah sebuah Subaru BRZ yang di fully tuned mulai dari sektor eksterior, interior, hingga engine bay nya secara hardcore. Di bagian eksteriornya BRZ ini di belikan baju barunya oleh Dede sang bos HGMP berupa Rocket Bunny body kit beserta O.Z rims dan SSR Type C rims yang membuat BRZ ini menyerupai FT86 atau pun BRZ yang bertarung di FD USA. Kaki-kakinya sendiri tergolong gadun atau mevvah dikelasnya, yaitu KW Suspension pada bagian depan dan Blitz Coilover pada bagian belakang plus Wisefab lock kit double AP Racing brake kit system.
Masuk ke dalam interirornya Anda mungkin menjadi iri pada isi cockpit BR2Z yang sudah di lakukan weight reduction ini. Sepasang Takata X Rocket Bunny bucket seat yang bersanding dengan Takata Racing Harness menyatu dengan carbon dashboard lengkap dengan Haltech IQ3 Racepak
Selain si baju Rocket Bunny yang menjadi main atraction atau show stopper dari mobil ini, cobalah Anda pop the hood dan Anda akan menemukan jawaban kenapa BRZ ini dinamakan BRJZ. Yaitu karena sebuah 590 hp 2JZGTE yang bersemanyam di balik hood BRZ ini dengan turbo Garret GT35 sebagai napas buatannya
Meet da foo fighter atau pilot dari BRJZ, Akbar Rais dari HGMP. Sepertinya drifter yang pernah mengikuti BMW driving experience di Jerman ini selalu lapar akan yang namanya horsepower. Dari Nissan Cefiro A31, BMW E36 330 HP 1JZ, hingga akhirnya BRJZ 590 HP.
Power is nothing without control. Percuma saja Anda memiliki mesin dengan berates-ratus tenaga kuda di dalamnya tapi penyaluran power ke track terbuang percuma alias tidak tercontrol hingga menyebabkan Anda tidak bisa mendapatkan traksi sewaktu sideways atau racing. Oleh karena itu Achilles Radial menciptakan Achilles 123S yang mempunya treadwear 200 yang mampu memberikan grip maksimal disaat Anda bersideways, namun tetap menghasilkan asap yang cukup banyak. Tak heran jika ban yang satu ini banyak digunakan oleh para drifter di AMF Yogyakarta.
This is Iksan Utama ketika tidak sadar diphoto oleh saya.
Tapi begitu dia sadar kalo kamera saya mengarah kepadanya, seketika dia pun sadar kamera mode on, dan berubah menjadi Ikhsan Lee lengkap dengan badan six pack atau ngotaknya. Wataa….
Saya cukup senang dengan hadirnya salah satu drifter kota Surabaya yaitu Evan Santoso yang saat ini secara resmi menjadi drifter nasional dari Surabaya, melengkapi Michael atau Madmike yang absen mengikuti AMF Yogya. Kedepannya Evan Santoso dan Michael Kusuma Hadi atau Madmike akan selalu bersanding door to door dengan para pro drifter dari kota Jakarta ini. Dan ini lah penyebab boyband Smash buyar, karena disaingi oleh boyband the semfuck.
Saya lupa memberi tahukan kepada Anda bahwa saat ini ada sebuah mobil yang super langka di dunia digunakan sebagai toy machinenya Dede Muhaimin sang The Boss dari HGMP Racing Team, yaitu sebuah Nissan Silvia S15 Varrieta dengan 2JZGTE berada dibawah hoodnya. Varietta sendiri adalah nama varian special edition S15 untuk yang beratap convertible. S15 ini di datangkan langung dari Malaysia.
Dari Slalom, Gymkhana, dan akhirnya Drifting lengkap dengan line up armada perangnya yang cukup gadun atau gila seperti BMW E36 1JZ, Nissan S15 Varietta 2JZ, dan akhirnya Subaru BR2Z 2JZ. Menjadikan pria pemilik Hotel Grand Mulia Pangandaran ini sebagai god mode nya scene drifting di Indonesia bagi team baru dibentuk pada 27 Agustus 2016 yang lalu.
Namun sayangnya pria yang baru kali ini mengikuti drifting competition dengan S15 ini belum berhasil menembus best 32.
Ricko Nugraha dari Bostar ILDS berhasil menjadi terbaik ke-15 pada saat QTT dengan total point 65.00
M. Irdam dari HTJRT yang merupakan drifter dari kota Bandung ini hadir dengan Nissan Cefiro A31 yang tampilannya lebih eye catching dengan beberapa sponsor di didalamnya. Drifter yang biasa main di jalanan kota Bandung dan sekitarnya ini, berhasil berada di posisi ke-9 dengan total point 74.00
Si Samber Nyowo Ben Satrio dari GT Radial AHT Garage Drift Team, benar-benar samber nyowo pada saat QTT kali itu. Hasilnya dari 3 run juri pun memberikan dia nilai sehingga dia berhasil menduduki posisi terbaik ke-5 dengan total point 84.00
Dari HTJRT yang merupakan team local hero dengan pembalap lokal Yogyakarta, yaitu Chandra Kenzo berhasil meraih point 69.00 yang membuatnya berada di posisi terbaik ke-11
Wahyu Mimo Kumoro yang merupakan rekan satu team Chandra di HTJRT harus puas berada di peringkat terbaik ke-13 dengan total point 66.00. Mimo yang sudah lama menghilang dari dunia drifting dan pindah haluan menjadi pembalap grip atau touring ini, ternyata ilmu driftingnya sudah mulai kembali
Halo Nyonk….Mungkin itulah yang dilakukan Dika CH ketika melewati saya dimana dia pada saat itu sedang melakukan run yang ke-2 di babak QTT. Hasilnya salah satu King dari event Gymkhana ini harus puas berada di posisi terbaik ke-14 dengan total point 66.00
Aziz is back. Pria yang membeli mesin 4AGE 20 Valve untuk digunakan pada Toyota Corolla DX nya, kali ini tampil begitu memukau.
Abdul Aziz dari team Kratingdaeng Refloo Drift Team dengan Cefiro 1UZ yang disponsori oleh salah satu energy drink ini , performancenya cukup membuat drifter lainnya geleng-geleng kepala kepada pria yang kental dengan aura grassroots nya ini. Cefironya yang lebih cocok menjadi mobil stance ini berhasil mebawakan Abdul “The Bandit” Aziz ke posisi terbaik ke-4 dengan total point 89.00
Ikhsan”The Rockstar” Utama seperti biasa dengan ciri khasnya yaitu menyapa para dewan juri sewaktu mobilnya mwnghadap ke arah juri. Entah itu peace ataupun middle finger. Hasil drift with style nya , Ikhsan pun mendapatkan posisi terbaik ke-6 dengan total point 82.00
Dari 4 door sedan Nissan, kita beralih ke pasukan coupe atau S chassis dimana di Indoneisa ada keluarga drifter yang semuanya menggunakan S chassis sebagai drift machine dan daily use car mereka, yaitu BSI Drift Team yang terdiri dari trio kakak beradik Dipo, Bimo, dan Ziko. Dipo pun kali ini absen, maka ada Bimo yang membakar 200SX nya dengan Achilles 123S sebagai menu utamanya. Sayangnya Bimo Andotama harus puas menduduki posisi terbaik ke-17 dengan total point 60.50
Sementara sang adik, Ziko Harnadi yang mobilnya kembar siam dengan sang kakak posisinya malah lebih kurang beruntung dari Bimo. Ziko pun berada 2 level dibawah sang kakak, yaitu terbaik ke-19 dengan total point 56.00
Lucky Reza yang pada kali ini dipinjamkan s chassis oleh Rifat Sungkar, tampaknya masih harus beradaptasi dan menemukan setingan yang pas untuk dirinya. Mobil barunya ini hanya mampu mengantarkan drifter dari team Pertamax Motorsport ke posisi terbaik ke-21 dengan total point 53.00
Dari pabrikan Nissan, kita beralih para gadun atau drifter yang memilih mobil pabrikan Jerman ini sebagai weapon of choice mereka. Salah satunya ada Anggana Prasetyo dari HTJRT dengan BMW E36 nya. Anggana yang turun di kelas rookie ini berada diposisi terbaik ke-22 dengan total point 53.00
Rocca Julian Schwraze dari team GT Radial – Motul yang turun di kelas rookie dengan mobil barunya berupa BMW E36 tampil begitu agresif dengan mesin V8 1UZ di dalamnya. Namun sayangnya murdi dari Armando atau Dido ini harus puas duduk diposisi terbaik ke-23 dengan total point 52.00
16 peringkat di atas Rocca ada Alinka Hardianti dari team HGMP dengan BMW E36 1JZ yang performancenya tak kalah greget nya dengan para drifter pria lainnya. Hasilnya pembalap TTI (Team Toyota Indonesia) ini mampu berdansa dengan BMW bertenaga 330 HP dengan baik di run QTT nya dan berhasil mengantarkannya ke posisi terbaik ke-7 dengan total point 80.00
Masuklah kita sekarang ke mobil aneh bin ajaib atau mobil drifter yang statusnya rare digunakan untuk motorsport di Indonesia. Di mulai dengan Ahmad Fadillah Alam dari team Achilles AHT Garage Drift Team yang mempensiunkan Nissan 200SX atau RPS13 nya dengan sebuah four door sedan Toyota Altezza. Namun sayangnya mobil lamanya ini masih mengalami masalah hingga menyebabkan posisi pembalap touring ini berada di posisi terbaik ke-25 dengan total point 26.00
Evan Pratama a.k.a Mr. Cuan dari team Achilles Drift Team kali ini benar-benar tampil sangat gadun dengan mobil barunya berupa Toyota Chaser X100 yang sudah di permanis dengan livery khas Achilles Radial. Walaupun pembalap European Touring Car Championship menggunakan OEM atau X100 standart alias interior masih lengkap (full ac) atau belum weight reduction beserta enginenya juga. Namun Evan mampu bertengger di posisi terbaik ke-8 dengan total point 79.00
Akhirnya muncul juga orang yang menggunakan 350Z untuk drifting di Indonesia. Adalah Aldy Bosar dari team Bostar ILDS yang membawa dan mempiloti si Fairlady untuk bertarung di kelas rookie AMF Yogyakarta. Namun sayangnya mungkin karena bodynya kelewat semok dan bongsor, Aldy masih tampak kesusahan untuk membuat sidewaysnya lancar. Hasilnya Aldy harus puas duduk diposisi terbaik ke-28 dari 29 peserta dengan total pointnya 14.00
Sempat mengalami masalah pada saat sesi latihan, Regi Fiandisa dari team GT Radial AHT Garage Drift Team dengan Mazda RX-8 yang mesin 13B N.A nya di lungsurkan dengan mesin SR20DET ini, berhasil meraih posisi terbaik ke-12 dengan total point nya 68.00. Senang rasanya melihat si SR-8 sembuh dan bisa menghasilkan asap yang cukup banyak.
The 590 hp BR2Z dengan pilotnya Akbar Rais dari team HGMP harus puas menjalani sesi QTT dengan hasil berada di posisi terbaik ke-16 dengan total point 63. Beberapa masalah dan PR pun menghampiri mobil yang baru jadi dan hidup sehari sebelum sesi latihan AMF Yogyakarta ini. Diantaranya sistem kemudinya yang terasa berat enteng berat enteng hingga membuat Akbar kesusahan untuk mempertahankan angle sewaktu sideways, dan juga rem.
Evan Santoso dari Surabaya Drift Team dengan Nissan Cefiro A31 2JZ akhirnya secara resmi menjadi drifter nasional di AMF Yogyakarta. Namun sayangnya karena keterbatasan tempat latihan dan juga latihan, Evan harus puas duduk diposisi terbaik ke-26 dengan total point 22.50. Beberapa kali memang arek Suroboyo ini melakukan straighten, namun di beberapa tempat dia berhasil membuat Cefironya bersideways
Ini adalah Civic yang keluar dari pakem “ kembali ke jalan yang lurus dan benar” ala pasukan civic lainnya yang notabene di ekploitasi habis-habisan untuk track lurus 201 hingga 402 meter. Adalah Tahuviel dari Shift Engineering Solo yang menjadi maling kundang dengan mesin Nissan SR20DET. Dan membuat si Estilo ini menjadi RWD alias Rear Wheel Drive. Namun sayangnya pada saat practice dia pun mengalami under steer yang menyebabkan EG6 nya melakukan 50-50 grind alias naik ke atas pembatas jalan.
Hingga membuat oil pan mesin SR20DET nya pecah dan membuat oli nya berhamburan kemana-mana.
Yang berarti “Game Over” untuk dirinya dan EG6 nya. Beberapa orang memang sudah mencoba mengendalikan EG6 ini, namun semuanya belum berhasil. Sepertinya masalah karena wheel base dan ukurnan mobil yang kecil membuat si pengemudi kesusahan untuk membuat si Estilo bersideways ria.
Masuklah kita ke top 3 qulify. Di nomor urut 3 ada E.A Amandio dari Intersport Troupe Drift Team yang pada kali ini ingin mengendalikan makna apa itu “ Go hard or go home” dengan memakai Nissan Cefiro A31 yang hanya dipersenjatai dengan mesin SR20DET yang bunyinya saja mirip dengan mobil natural aspirated. Namun dengan mesin ini kita bisa melihat ke agresifan Amandio untuk full throttle selama dia beraksi di lintasan. Hasilnya total point 92.00 diberikan oleh para judges.
Di nomor urut 2 dalam top 3 qualify AMF Yogyakarta ada M. Farhan dari Kuja Motorsport GT Radial Drift Team ini berhasil menduduki posisi ke-2 dengan total pointnya 93.00. Farhan sendiri pada saat QTT dan practice day selalu tampil agresif dengan ciri khasnya berupa Smoke machine ala sang senseinya The Smokey Rio SB.
Dan akhirnya si Rocket Danny Ferdito dari Intersport Troupe Drift Team berhasil keluar sebagai the top qualify atau yang terbaik dari 29 drifter yang mengikuti AMF Yogyakarta dengan total pointnya 94.50
Kelar melakukan babak QTT, seluruh drifter pun di panggil oleh para Juri dan RC untuk mengikuti early briefing sebelum dimulai babak Best 32. Karena pada pagi hari dimulai pada jam 7an karena di isi juga dengan sesi practice, tandem practice, dan qtt. Jadi waktu untuk istirahat pun sangatlah terbatas. Alias panitia memakai jadwal worst case scenario atau plan b akibat pada hari Jum’at kemaren hujan deras.
Beberapa drifterpun berupaya menahan rasa lelah dan ngantuknya dengan melakukan berbagai macam aktifitas supaya rasa ngantuknya hilang. Ada yang merokok.
Atau mungkin memakai kaca mata hitam supaya tidak kelihatan ngantuk.
Dan yang kantuknya sudah level dewa, menguap is the best way
Dari yang ekspresinya menguap normal hingga ekspresinya seperti vokalis band heavy metal bin emo hard core.
Atau mungkin menghilangkan rasa ngantuk dengan mengupil..hmmmm sounds good.
Selesai early briefing dari para juri dan RC, acara pun dilanjutkan dengan opening ceremony Mogu Mogu Achilles Motorsport Festival 2016 yang dibuka dengan atraksi freestyle dan burn out oleh Wawan Tembong yang menggunakan ban buatan Corsa yang masih satu pabrik dengan Achilles Radial.
Tak mau kalah dengan si Wawan Tembong Mimo pun ikut membakar color smoke tire dari Achilles Radial yang berwarna khas Achilles yaitu ungu
Well, Achilles Radial sebagai produsen ban Made in Indonesia ini benar-benar membakar ban demi kemajuan scene motorsport di Indonesia. Mulai dari speedoffroad, touring, slalom, dan dan akhirnya drifting, produk andalan mereka yaitu Dessert Hawk, ATR Sport 2, 123S, dan ATR K-Sport yang berhasil mengantarkan para pembalap ke atas podium atau sebagai yang tercepat. Bauk di dalam maupun luar begeri.
Masuklah kita ke pemutaran lagu kebangsaan Indonesia Raya yang juga ikut dinyanyikan bersama oleh para drifter dan para official AMF Yogyakarta. Jika pada ADG 2015 yang lalu saya memergoki Rio SB menangis ketika mendengar sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya. Maka di AMF Yogya ini saya melihat Ben Satrio (ke-3 dari kanan) cukup khidmat dalam menyanyikan lagu Indonesia Raya. Bahkan dia terlihat menyanyikan lagu tersebut dari awal sampai akhir sambil memejamkan matanya. Cinta tanah air.
“Antusiasme masyarakat Yogyakarta sangat tinggi terhadap dunia otomotif, membuat Achilles ingin mengapresiasi masyarkat Yogyakarta dengan mempersembahkan Mogu Mogu Achilles Motorsport Festival 2016 yang hadir lagi di kota Yogya untuk yang ke-2 kalinya” kesan M. Zein Saleh Senior Marketing Manager PT. Multistarda Arah Sarana Tbk pada saat memberikan sambutan di acara opening ceremony AMF Yogyakarta.
Sebelum opening ceremony ditutup, tak ada salahnya untuk melakukan satu buah special request dari Perfourm, yaitu lompat bersama.
Jika anak racing lainnya keluar dari track atau lintasan secara sopan dan sesuai dengan table maner. Maka jika seorang drifter keluar dari track seterlah opening ceremony, maka dia akan walk away with style. Yaitu melakukan doughnut sambil membakar ban dan menyapa para penonton dengan Amroe Wahyudi (Racing Committee) sebagai human cone
Bahkan Farhan yang pun tak lupa mengucapkan terima kasih sebelum cabut setelah dia membuat Amroe sesak napas gara-gara aksi doughnut mengelilingi pimpinan Orange Racing Committee itu.
Bagi team drifting yang anggotanya lebih dari 2 dan berlivery sama, ini mungkin waktu yang tepat untuk menggang bang pimpinan lomba tersebut dengan kepulan asam dan suara exhaust yang memekakkan telinga.
Selesai acara opening ceremony, Best 32 pun dimulai dimana terdapat 32 drifter dari kelas rookie dan pro yang head to head untuk memperebutkan ticket ke best 16,8, 4, dan akhirnya final. Tak hanya para drifter saja yang memperebutkan posisi mereka, kita juga para photographer dan rekan media lainnya tumplek blek di tengah lintasan untuk memperebutkan angle terbaik kita. It’s full house
Head to head antara rekan satu team pun tak terelakkan di best 32 ini. Evan “ Mr.Cuan” Pratama dengan X100 akhirnya terlalu cepat bertemu dengan Ahmad Fadillah Alam dengan Altezza nya. Battle ini pun dimenangkan oleh Fadil, sehingga Fadil pun mendapatkan ticket masuk ke best 16.
Mostly semua pembalap disini menganggap Best 32 atau battle door to door dengan drifter lainnya sudah menjadi makanan sehari-harinya. Tapi tidak bagi Evan Santoso dari Surabaya Drift Team. Drifter asal Suroboyo ini mungkin dredeg atau sport jantungannya bukan main disaat dia harus dikejar oleh drifter wanita Alinka Hardianti dengan 330 HP BMW E36 nya. Maklum saja di Surabaya Evan jarang latihan, apalagi latihan tandem. Walaupun Evan kalah dalam battle ini. Namun yang harus diacungi jempol adalah semangat dan mental nya yang khas ala arek Suroboyo, yaitu Bonek atau Bondo Nekat. Diapun melewati tandem ini tanpa spin out, hanya kesalahannya adalah starighten atau lurus di beberapa titik,
Masuk di Best 16, Danny Ferdito yang merupakan top qualify pada saat QTT terpaksa harus game over di best 16 karena dia menabrak Bimo disaat dia menjadi chasser. Duel antara sesama Rocket Bunny 200SX dimenangkan oleh Bimo karena kesalahan Danny yang cukup fatal menabrak Bimo. Bimo pun masuk ke best 8.
Setelah di Best 32 M. Farhan mendapatkan durian runtuh berupa bye alias melenggang kangkung seorang diri ke best 16. Di best 16 dia pun bertemu dengan Ricko Nugraha. Dan feeling saya tepat, Farhan pun berhasil menundukkan Ricko dan berhak maju ke best 8. Farhan memang terlihat lebih advantage dari Ricko dalam hal speed, line, dan angle pada saat chasser ataupun lead.
Perang satu bengkel pun terjadi antara Ben Satrio dengan Cefironya melawan Regi dengan RX8 nya. Pertarungan ini pun berlangsung bak film action lengkap dengan adegan door to door. Ben Stario terlihat ngotot untuk mengalahkan Regi. Namun Regi yang mempunyai jam terbang lebih tinggi dari Ben, akhirnya berhasil mematahkan langkah Ben untuk maju ke best 8.
Rocca yang pada best 32 berhasil mengalahkan Adi Indiarto, bertemu dengan Alinka yang sama-sama menggunakan BMW E36. Ini adalah pertarungan antara sang pria dengan V8 nya melawan sang wanita dengan inline six. Ke-2 drifter beda mesin beda gender ini tampil sama-sama agresif. Namun akhirnya mungkin pepatah yang mengatakan “wanita selalu benar.. I mean wanita selalu menang” menjadi kenyataan disini. Rocca pun akhirnya tunduk kepada Alinka, dan memberikan tiket best 8 nya kepada sang drifter wanita dari HGMP
Amandio yang berada posisi terbaik ke-3 dan mendapatkan bonus di best 32 berupa bye alias lenggang kangkung berjalan sendirin. Di best 16 ini bertemu dengan rekan satu teamnya di Intersport Troupe, yaitu Dika CH yang menggunakan Cefiro inline 6. Walaupun perbedaan horsepower atau tenaga mobil bagaikan bumi dan langit, namun ke-2 drifter ini mampu menyuguhkan dog fight yang sangat memukau alias penuh dengan adegan action khas drifting berupa door to door atau bumper to bumper. Amandio yang menggunakan mesin SR20 pun tampak tidak mau mengangkat sedikitpun kaki kanannya dari pedal gas, dan berusaha menempel ketat Dika CH.
Hasilnya dewan juri pun akhirnya memberikan OMT kepada dua pro drifter Indonesia ini. Adegan dog fight antara 2 drifter Intersport Troupe ini pun terulang kembali, dan akhirnya setelah menjalani 2 run juri pun memberikan kemenangan kepada Amandio untuk masuk ke best 8.
Masuk di best 8 Bimo yang di best 16 mendapatkan durian runtuh akibat Danny menabrak mobilnya, bertemu denga Irdham yang di best 16 berhasil menaklukkan Fadil. Pertarungan ini akhirnya dimenangkan oleh Bimo, dan Bimo pun berhak masuk ke best 4, dimana di best 4 dia akan bertemu dengan Abdul “The Bandit” Aziz yang berhasil menghentikan langkah Regi untuk masuk ke best 4
Jujur saja kemaren adalah event drift yang sangat melelahkan karena jadwalnya yang begitu padat dan nonstop dari jam 7 pagi. Panitia dan RC pun mempunyai deadline harus selesai tepat waktu. Saya pun baru sempat istirahat dan melihat car meet yang lokasinya pas di sebelah track pada waktu magrib.
Dengan kelelahan dan kelaparan saya dan Adhy menyusuri deretan mobil stance sembari memphoto dan clingak clinguk melihat beberapa foodtruck dan tenant penjual makanan minuman. Kalo urusan modifikasi mobil, baik itu racing, custom, atau stance car. Yogyakarta merupakan salah satu kota barometer dari dunia modifikasi di Indonesia.
Jika saya saja yang berdiri di tepi atau tengah lintasan kelelahan dan kelaparan selama seharian, bagaimana dengan nasib para drifter yang berhasil masuk ke dalam babak semi final atau best 4. Beberapa drifter yang masuk ke babak ini pun tampak kelelahan ketika berada di area waiting zone. Seperti Bimo yang tidurnya cukup nyenyak di bucket seat 200SX nya sembari menunggu duel nya dengan Abdul Aziz di best 4.
Begitu pula Farhan yang tiba-tiba dengan enaknya selonjoran di aspal dan langsung initiate untuk tidur sembari menunggu majunya dia ke medan perang best 4 melawan Amandio.
Pertarungan best 4 pun dimulai. Duel yang pertama antara Bimo melawan Abdul Aziz. Bimo pun terlihat harus mengahdapi pertarungan ini dengan rasa kantuk
Akhirnya pertarungan memperebutkan tiket ke babak final AMF Yogya 2016 pun di mulai. Aziz pun tampil begitu agresif dari posisi chaser hingga lead. Bimo pun berusaha memperkecil gap antara dia dan Aziz. Namun Aziz sepertinya lebih unggul di mata para juri. Dan akhirnya juri pun memutuskan Abdul Aziz maju ke babak final.
Well, malam itu mirip seperti putri Cinderela dimana drifter rookie grassroots yang datang dari team kecil bisa mengalahakan team dan pro drifter lainnya, hingga akhirnya masuk ke babak final AMF Yogya.
Next…bromance. Tak ada salahnya membuat dua drifter Indonesia ini fall in love terlebih dahulu sebelum mereka masuk ke dalam cockpit mobil mereka dan kejar-kejaran di dalam lintasan. Om Farhan dan Amandio. Amandio so bitchy lah.
Mungkin karena tahu kalo yang dia dihadapi di best 4 ini adalah pro drifter kelas dunia, yang di tahun ini bolak balik naik podium di kejuraan drifting di Indonesia bahkan dunia. Farhan pun berdoa dengan khusuknya
Dan buat Amandio? Mungkin ini adalah rutinitas di hampir setiap weekendnya. Duduk manis di bucket seat, melirik ke arah rivalnya di babak final, dan berkata” show me what you got”
Pertarungan antara Farhan dan Amandio di best 4 pun dimulai. Meanwhile di tepi area waiting zone, Abdul Aziz dan crew
Pertarungan inipun berlangsung cukup seru, karena ke-2 drifter ini termasuk drifter yang cukup agresif menyerang. Bahkan juri pun akhirnya memberikan OMT atau One More Time kepada 2 rifter ini karena imbang. Namun di OMT, Amandio tampak tampil begitu perkasanya ketika dia menjadi chase dia tidak memberikan sedikit pun gap kepada Farhan. Namun ketika dia lead, dia membuat gap yang cukup besar antara ke-2nya. Dan akhirnya di babak OMT ini juri memberikan kemenangan kepada Amandio.
Di perebutan podium ke-3 antara Bimo melawan Farhan akhirnya dimenangkan telak oleh Farhan yang dari run 1 hingga ke-2 tampil cukup membuat Bimo kerepotan. Farhan pun akhirnya keluar sebagai juara ke-3 AMF Yogyakarta.
Dan akhirnya tibalah kita di final battle AMF Yogyakarta yang mempertemukan antara E.A “DK” Amandio melawan Abdul “ The Bandit” Aziz. Ini adalah pertarungan antara pro drifter melawan rookie drifter yang benar-benar flat out dari QTT, best 32, hingga best 4.
Final AMF Yogyakarta benar-benar berbeda daripada final kompetisi nasional yang pernah saya lihat. 2 drifter berbeda kelas ini sama-sama ngototnya untuk menang. Aziz sebagai rookie ngotot sekali ingin mengalahkan Amandio, sementara Amandio yang pro super double ngotot ingin meraih podium 1 nya. Hal yang terberat dari melawan si DK satu ini adalah sewaktu dia sebagai chasser, karena Anda bukan lagi melihat door to door dengannya, tapi face to face. Keadaan menjadi lebih buruk ketika Amandio berada di depan atau lead, karena dia akan membuat jurang pemisah yang bernama “to soon junior”.
Dan sudah bisa ditebak, dogfight malam hari itu dimenangkan oleh Amandio.
M. Zein Saleh Senior Marketing Manager PT. Multistarda Arah Sarana Tbk langsung menghampiri Amandio lalu memberikan ucapan selamat atas prestasinya sambil memeluknya.
Amandio memang hebat, tapi si The Bandit Abdul Aziz lebih hebat usahanya untuk bisa sampai di samping Amandio pada saat final battle. Saya tidak menyangka orang yang dulunya membeli mesin 4AGE 20 valve saya lalu uangnya saya belikan kamera Canon 550D ini, saya gunakan untuk memphotonya saat ini. What goes around comes around. Dari Corolla DX atau KE70, BMW E30, dan akhirnya Nissan Cefiro A31 V8. Si drifter grassroots yang statusnya masih rookie ini bisa berduel dengan drifter no.1 Indonesia, dan menjadi drifter no.2 terbaik di AMF Yogyakarta.
Dan bagi Amandio ini adalah kemenangannya di kejuaraan nasional sebagai pelengkap titel juaranya di luar negeri.
3 Drifter akhirnya naik di atas podium kemenangan AMF Yogyakarta 2016. Dan sekali lagi untuk yang ke-2 kalinya Amandio berhasil keluar sebagai DK atau Drift King nya kota Yogyakarta, dimana pada tahun lalu dia berhasil menundukkan Rio SB. Sementara di tahun 2016 ini dia menundukkan Abdul Aziz. Di podium ke-2 ada si Abdul “The Bandit” Aziz yang bisa membuktikan drifter grassroots dengan modal minim bisa meraih hasil maksimal. Dan akhirnya dipodium ke-3 M. Farhan berhasil menyingkirkan Bimo dari posisi podium ke-3 nya.
Next stop? Rencananya AMF akan melanjutkan show nya di kota Pekanbaru. Kapan? stay tune terus di Perfourm. See ya on round 2 Mogu-Mogu Achilles Motorsport Festival 2016 guys
Bayu Sulistyo
IG : @bayusulistyoo
*Like us on Perfourm Facebook Fanpage
*Follow us on Instagram: @perfourm
*Hashtags your photo with #PERFOURMMACHINEHEAD, and you can be on Perfourm.com
*Hastags your car project with #BUILDTORACE and #BUILDTOPERFOURM, and you can be on Perfourm.com










